Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Menemui meri


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Setelah mengetahui jika dirinya hamil, mual yang dirasakan aluna sudah menghilang bahkan badannya terasa lebih enak. Dia sudah bisa beraktifitas seperti biasa lagi,yang masih saja tetap adalah porsi makannya yang banyak.


" Sayang mulai sekarang kamu jangan panggil suami mu ini kak ya , panggil saja mas atau hubby." Seru candra meminta aluna merubah panggilannya.


" Hubby ? Sudah seperti cerita - cerita tuan muda di novel saja kak " Jawab aluna sambil terkekeh.


" Ya apa dong ? Kalau panggil kak nanti anak kita ikutan memanggil kak ? " Seru candra.


" Aku panggil mas saja ya . Nanti kalau anak kita sudah lahir, didepan anak kita aku akan memanggilmu Papa dan kak candra memanggil ku mama. Bagaimana ?" Ucap aluna meminta persetujuan sang suami.


" Baiklah aku setuju. Mulai hari ini kamu memanggilku mas ya." Ucap candra sambil mencubit gemas pipi aluna yang semakin berisi.


Pak andi datang menghampiri aluna dan candra yang sedang bersantai di teras belakang. Pak andi ikut duduk bergabung dengan anak dan menantunya. Ada hal yang ingin dibicarakan oleh pak andi, karena jika tidak ada hal yang ingin dibicarakan pak andi jarang mengganggu waktu aluna dan candra yang sedang berduan.


" Papa kok sudah rapi ? Papa mau kemana ?" Tanya aluna yang heran melihat sang papa sudah rapi.


" Emm.. Lun, papa mau bertemu dengan mama mu. Tadi mama mu menghubungi papa dia memohon ingin bertemu papa, katanya ada hal yang ingin dia bicarakan sama papa. Emm.. Papa mau minta persetujuan kamu , apa papa boleh memberikan uang setengah dari penjualan mobil ?" Tanya pak andi meminta persetujuan aluna.


" Kenapa harus izin aluna pa ? Itu haknya papa, aluna tidak akan melarang papa untuk menemui mama dan memberikan uang bagian mama. Bukannya papa bilang mobil itu memang jadi harta gono gini. Apa pun yang papa lakukan aluna akan mendukung nya, jika bisa tolong papa nasehati mama untuk menjadi lebih baik lagi. Salam dari aluna untuk mama" Ucap Aluna dengan senyum mengembang.

__ADS_1


Pak andi mengangguk lalu mengusap lembut pucuk kepala aluna. Setelah berpamitan dengan aluna dan candra pak andi menuju tempat yang sudah di janjikan dengan mengendarai motor aluna. Candra sudah menawarkan membawa mobil tetapi pak andi tidak mau.


Setelah menempuh perjalansn 40 menit pak andi sudah sampai di tempat dimana dia akan menemui meri. Pak andi melangkah pasti masuk kedalam rumah makan, terlihat meri sudah duduk dan menunggu kedatangannya.


" Maaf aku terlambat " Ucap pak andi dengan aura dinginnya.


" Tidak apa - apa mas. Aku juga belum lama,silahkan duduk mas. Aku sudah memesankan kopi kesukaanmu , sebentar lagi pasti di antar " Ucap meri sedikit canggung.


Semenjak resmi bercerai baru 2 kali ini meri bertemu dengan pak andi. Ada rasa canggung , sungkan dan malu saat dia ketemu dengan mantan suaminya. Apalagi aura pak andi terasa dingin. Mereka diam sesaat sampai pelayan mengantarkan kopi yang sudah dipesankan oleh meri.


" Apa yang ingin kamu bicarakan ?" Tanya pak andi masih dengan aura dinginnya.


" Maaf kalau aku merepotkan mu mas, aku mau minta tolong untuk kamu bicara sama marko agar dia jangan menemui mala dulu sampai mala melahirkan. Aku tidak mau mereka terus melakukan zina dan dosa besar. Marko dan mala tidak mau mendengarkan perkataan ku, jujur mas aku malu sama kamu, aku menyesal mas." Ucap meri dengan mata yang sudah berkaca - kaca.


" Aku sudah tidak mau lagi ikut campur dalam urusan kalian. Kedatangan ku kesini sebenarnya karena aku juga ingin memberikan uang ini untuk mu. Ini uang hasil penjualan mobil, dan aku sudah membagi dua." Ucap pak andi menyerahkan uang dalam amplop coklat kepada meri.


" Sekali ini lagi mas kamu bicara sama marko, tolong " Ucap meri mengiba agar pak andi mau bicara dengan marko.


" Maaf meri aku tidak bisa. Oh iya uang itu 45 juta, kamu gunakan untuk modal usaha agar kamu punya penghasilan. Kamu dapat salam dari aluna, sekarang dia juga sedang hamil. Dan dia meminta mu untuk berubah, berubahlah meri. Jangan menilai seseorang dari apa yang mereka punya. Kalau begitu aku permisi. " Ucap pak andi bangkit lalu melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


Meri masih terdiam, dia memikirkan kata - kata dari mantan suaminya tadi. Apalagi aluna juga menginginkan dia untuk berubah menjadi lebih baik lagi.


* Aluna apa kamu masih menganggap aku mama mu setelah apa yang sudah aku lakukan kepadamu selama ini. Aluna maafkan mama, semoga kamu selamu bahagia * Gumam meri bicara pada dirinya sendiri.


***********


Di lain tempat tika dan adit juga sedang menikmati masa - masa pengantin baru mereka. Meskipun sudah hampir satu bulan menikah tetap saja masih mau disebut pengantin baru.

__ADS_1


" Mas adit nanti pulang jam berapa?" Tanya tika ingin tahu jam berapa suaminya ingin pulang.


" Memangnya kenapa Tika ? Mungkin sekitar jam 4 mas sudah pulang, apa kamu mau mengajak keluar?" Tanya adit seolah sudah hafal dengan kebiasaan tika.


Adit dan tika memelih mandiri, mereka mengontrak rumah tidak jauh dari pabrik. Agar tika tidak jauh saat bekerja. Adit masih tetap menjadi pengemudi taksi online, mereka memang tidak mau merepotkan keluarga sehingga pilihan mengontrak adalah pilihan yang terbaik.


" Tahu aja sih mas, aku nanti mau ngajakin kerumah aluna. Soalnya aluna mengabari jika sekarang dia hamil dan aku ingin bertemu dengannya langsung, siapa tahu aku juga bisa segera hamil mas.." Jawab tika dengan senyum dibuat semanis mungkin, tika memang senang menggoda suaminya. Maklum pengantin batu masih hangat - hangatnya.


" Kalau mau ketularan hamil ya bukan bertemu aluna dong , tapi kita harus rajin membuat nya dan bila perlu kita harus lembur. Bagaimana ? Maukan kerja lembur, sekarang juga kita bisa membuatnya mumpung mas belum balik cari orderan lagi." Ucap adit sambil memainkan alisnya.


" Isshh... Aku malas mau mandi lagi mas. Semalam udah, tadi pagi juga udah. Masak iya siang ini mau lagi, nanti malam sajalah mas. Sekarang mas cepat kerja lagi cari uang yang banyak biar bisa beli sebongkah berlian " Seru tika.


" Hahahaa.... Dasar istri ku sekarang matre ya. Ya sudah mas berangkat dulu ya. Ini mas juga sudah dapat orderan lagi, mas jemput penumpang dulu ya istriku sayang. Doakan suamimu ini agar selalu dilancarkan jalan rezekinya " Ucap adit sambil memgusap pucuk kepala tika dengan lembut.


" Aamiin. Hati - hati ya mas, ingat bismillah dulu sebelum melakukan aktifitas " Ucap tika memgingatkan.


" Iya istriku " Seru adit.


Adit kembali menjemput penumpangnya, tadi dia pulang untuk makan siang. Kebetulan hari libur tika tidak ke pabrik jadi bisa makan siang dirumah, jika bukan hari libur adit sering makan di warung ibunya dan terkadang juga membawa bekal untuk makan siang.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK YA AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE DAN MENULIS ❤️❤️❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2