Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Marko Sah lagi


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


SAH


SAH


Kata sah terdengar begitu lantang dari para saksi dan beberapa keluarga yang ikut menyaksikan acara pernikahan Marko dan Mina. Acara ijab kabul Marco dan Mina berjalan dengan lancar, hanya satu kali tarikan nafas Marko dengan lancar menyelesaikan prosesi Ijab Qabulnya.


" Alhamdulillah " Semua pak penghulu dan semua yang hadir.


Kini Marko dan Mina resmi menjadi sepasang suami istri, terlihat paman dan bibi nya mina meneteskan air mata kebahagiaanya. Mereka sangat terharu karena Mina yang sudah mereka rawat dari usia 6 tahun kini sudah menemukan teman hidupnya.


Kedua orang tua Mina meninggal saat Mina masih berusia 6 tahun dalam musibah kecelakaan tunggal. Dan sejak itu Mina di rawat oleh paman,adik dari ayahnya.


" Selamat ya nak semoga kamu bahagia dengan suami mu dan segera diberikan momongan. Marko mulai hari ini aku serahkan Mina kepadamu dan kamu bahagiakan dia, jangan sedikitpun kamu menyakitinya. Jika kamu sudah tidak menginginkannya lagi tolong kamu pulangkan dia kepada kami. " Ucap Pak Pardi paman dari Mina menyerahkan Mina langsung kepada Marko.


Pak Pardi dan Istrinya sangat menyayangi Mina seperti anak kandungnya sendiri. Sebab mereka juga hanya mempunyai anak laki- laki saja yang saat ini sudah menikah juga.


" Insya Allah aku akan selalu menyayangi dan membahagiakan Mina, pak bu ." Ucap Marko berjanji dengan bersungguh - sungguh.


Acara pemberian ucapan selamatpun sudah selesai kini para keluarga dan tetangga serta tamu undangan yang lainnya menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh tuan rumah. Mala sendiri hanya duduk saja , dia lelah tadi habis berfoto dengan pengantin. Kini dia duduk dan meminta Surya untuk mengambilkan makanan. Maklum saat ini perut Mala sudah semakin membesar, sudah 8 bulan.


" Kak mala tidak mau menyumbangkan lagu untuk hadiah pernikahan Papa Marko?" Tanya Aluna mendekati Mala dan duduk disamping Mala. Rayyan sedang bersama nenek dan kakeknya.


" Haaiisss.. Bawa perut saja sudah kesusahan begini pakai mau naik panggung segala. Kamu saja sama Tika sana, jangan lupa nyanyi jaran goyang." Ucap Mala sambil terkekeh.

__ADS_1


" Idih nggak seru dong kalau cuma berdua sama Tika. Tenang saja nanti kita nyanyinya dibawah saja, tidak perlu naik panggung kalau nggak malah takut jatuh bagaimana itunya nanti menyumbangkan lagu ya sekali-sekali Kak kita tampil di panggung di hari pernikahan papa sendiri loh." Ucap Aluna merayu Mala agar mau bernyanyi.


" Kita lihat nanti ya. Nanti mas Surya katanya mau menyumbangkan lagu juga dia. " Seru Mala serius.


Aluna mengangguk sambil mengacungkan jempol tangannya. Surya datang menghampiri mala dengan membawa dua piring makan. Aluna yang melihat Surya dan Mala yang sedang menikmati makanannya, membuat Aluna juga jadi ingin makan. Padahal tadi dia sudah banyak ngemil, makanan kue dan lainnya.


" Mau kemana Lun?" Tanya Surya.


" Mau ambil makan mas." Ucap Aluna singkat.


" Padahal tadi yang makan kue habis dua piring kamu loh, apa belum kenyang tuh?." Tanya Surya sambil terkekeh.


" Tadi itukan cuma kue saja mas,belum makan nasi. Biasa ibu yang sedang mengasi anaknya pasti doyan makan. Nanti kak mala jug pasti akan seperti itu. Jadi mas Surya harus siapin makanan yang banyak, apalagi kalau tengah malam pasti sering lapar. Karena saat punya anak nanti bukan hanya anaknya saja tetapi bapaknya juga ikutan." Ucap Aluna sambil terkekeh.


Setelah bicara seperti itu Aluna berlalu menuju meja prasmanan dimana makanan tersusun dengan rapi. Melihat Aluna yang sedang menuju meja prasmanan candra yang sedang berbincang dengan Adit langsung menghampirinya.


" Sayang mau ambil makan?" Tanya Candra mendekati Aluna.


Mendengar kata dua piring kue dihabiskan Aluna membuat Candra menelan salivanya sendiri. Bagaimana bisa dua piring kue yang isinya ada 3 macam kue dan ada sekitar 10 potong dikalikan 2 jadi 20 potong belum membuat Aluna kenyang juga.


* Semenjak memberi asi Rayyan , Aluna jadi doyan makan begini. Tapi anehnya tubuhnya tidak gemuk juga.* Gumam Candra dalam hatinya.


" Ya sudah kamu duduk saja sana biar mas ambilkan makanannya." Ucap Candra.


" Ok. Aku tunggu dimeja sana ya,sama kak mala dan mas surya." Ucap Aluna sambil menunjuk kearah meja yang ditempati oleh Mala.


Candra mengangguk dan dia langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan beberapa lauk yang sudah tersedia. Sedangkan Aluna menghampiri Mala kembali, saat Aluna sudah duduk di tempatnya yang tadi dia melihat Surya bermain ponsel. Sepertinya Surya sedang memposting kebersamaan mereka tadi di salah satu akun sosial medianya.


" Lagi posting foto Mas? Ingat kalau mau posting foto pilih yang bagus jangan pilih yang jelek." Ucap Aluna.


" Iya adik iparku ini juga sedang memilih foto yang

__ADS_1


bagus. " Jawab Surya dengan pelan dan lemah lembut. Padahal dalam hatinya dia dongkol banget dengan kebawelan adik iparnya itu.


" kkKalian ini kalau bertemu ribut terus, ribut terus. Masalah foto saja diributkan." Tegur Mala yang memang setiap kali melihat Aluna dan Surya sering memperdebat hal-hal sepele.


Aluna hanya melengos sambil menggaruk kepalanya yang memang tidak gatal. tidak lama dari itu Candra datang dengan membawakan Aluna makanan. Aluna segera menerima piring yang sudah diisi makanan oleh sang suami. Sebelum Rayyan menangis Aluna segera memulai memakan makanannya.


Sementara itu di tempat lain saat ini Julia sedang kepanasan dan uring-uringan. Sebab dia baru saja melihat postingan Surya, postingan foto surya dan yang lainnya dengan sepasang pengantin yang sangat Julia kenali dengan baik siapa mempelai pria yang ada di dalam foto itu.


Julia membanting ponselnya begitu saja, beruntung ponsel itu jatuh di kasur lantai tempat biasa Kenzo bermain sehingga tidak rusak dan pecah.


" Brengsek !! Brengsek !! Ini tidak bisa dibiarkan. Aku tidak rela Marko menikah dengan wanita lain. Sampai sekarang aku masih mengharapkan Marko, tetapi justru dia sudah menikah dengan wanita lain." Ucap Julia dengan geram dan marah sampai suaranya terdengar oleh Susan yang ada didapur.


Melihat anaknya yang sedari tadi marah-marah membuat Susan menghampiri Julia. Dan menanyakan ada masalah apa sehingga Julia harus marah-marah begitu, apalagi suaranya terdengar sampai dapur.


" Kamu kenapa Julia? Suara kamu terdengar sampai dapur sampai mama yang sedang memasak saja terganggu dengan suara teriakan kamu. Jangan ribut Kenzo itu sedang tidur kalau sampai dia bangun dan Mama belum selesai memasak, Mama akan meminta kamu untuk melanjutkan memasak itu." Seru Susan dengan kesal karena kegiatannya terganggu karena suara Julia yang bikin telinga sakit.


" Ma, Mama tidak tahu kan kalau hari ini Marko itu menikah lagi. Julia masih ingin bersatu kembali dengan Marko Ma. Tetapi kenapa dia sudah menikah lagi ? sakit hati Julia Ma ,sakit banget. " Ucap Julia dengan wajah sedihnya.


Sebenarnya Susan tahu jika hari ini Marko memang melaksanakan pernikahan dengan seorang wanita yang bernama Mina. Sebelumnya Marko memang sudah memberitahu Susan dan pak Hengki, meskipun dia bukan suami Julia lagi, hubungan baik antara Marko dan pak Hengky tetap terjaga. Namun Susan dan pak Hengki tidak mau datang ke pernikahan Marko, sebab mereka takut jika Julia akan mengacaukan semuanya.


" Iya terserah Marko dong Julia kalau dia mau menikah lagi dengan wanita lain. Lagi pula antara kamu dan Marko memang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Hanya sebatas mantan istri dan mantan suami, sekarang kalaupun kamu mau menikah lagi dengan pria lain sudah bisa. Masa iddah kamu sudah selesai." Ucap Susan menasehati Julia agar tidak mengharap Marko lagi.


" Ihhhh Mama ini memang tidak tahu perasaan Julia. Julia itu masih mengharapkan bisa bersatu lagi dengan marko ma. Tapi kalau Marko sudah menikah begini bagaimana Julia bisa menjadi istrinya lagi." Ucap Julia dengan marah.


Setelah bicara seperti itu Julia berlari masuk ke kamarnya dan menutup pintu dengan sangat keras sehingga Kenzo yang sedang tertidur akhirnya terbangun karena mendengar suara pintu dari kamar Julia.


Susan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Julia yang semakin hari bukannya semakin berubah baik tetapi justru semakin parah. Kerjaannya sehari-hari hanya berdiam diri di kamar, kalau tidak di kamar pasti dia akan clabbing dengan teman-temannya dan pulang di saat dini hari.


* Ya Allah, Julia kapan kamu akan berubah nak. Mama dan papa kamu ini sudah semakin berumur. Mama dan Papa tidak tahu kapan kami akan pergi. Bagaimana jika kami pergi dan kamu masih seperti ini. Bagaimana nasib kenzo nanti Julia." Gumam Susan dalam batinnya tanpa terasa air matanya pun jatuh membasahi pipinya.


********

__ADS_1


__ADS_2