Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Rencana menikah


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Papa sedang dekat dengan seorang wanita ? Siapa wanita itu pa ? Apa dia wanita baik - baik ? Bukan seperti Julia kan pa ?." Tanya Mala secara beruntun.


Mala hanya khawatir Marko salah memilih pendamping hidup lagi. Dia tidak mau rumah tangga papanya seperti saay bersama Julia waktu itu. Sebagai seorang anak tentunya Mala menginginkan jodoh wanita baik - baik setidaknya wanita yang setia. Sehingga bisa menemani Marko baik susah maupun senang. Dan bisa menjadi teman hidup Marko sampai tua.


" Iya Mala, Surya sudah 2 bulan ini papa dekat dengan seorang wanita bernama Mina. Dia bekerja di toko kue Selera rasa. Usia nya tidak jauh dari kamu, hanya selisih beberapa tahun saja. Papa juga tidak tahu kenapa papa dapatnya wanita yang usianya yang selalu jauh lebih muda dari papa." Seru marko dengan tertawa kecil.


Mala dan Surya masih saja saling melempar pandangan. Mereka berdua sama-sama heran dengan Marko, sekarang Marko wajahnya lebih berbinar dan senyumnyapun lebih cerah. Di saat tadi dia menyebutkan nama perempuan yang sekarang dekat dengannya, ada binar kebahagiaan yang terpancar di wajahnya.


" Papa sepertinya bahagia sekali?." Tanya Surya.


" Iya Surya kamu benar. Saat ini Papa memang sangat bahagia, apalagi jika mengingat senyumnya Mina papa terasa seperti ABG yang sedang jatuh cinta. Selama ini Papa tidak pernah merasakan hal seperti ini jika dekat dengan wanita. Saat bersama Julia dulu rasa seperti ini tidak ada. Tetapi saat dekat dengan Mina, papa merasakan kebahagiaan tersendiri dan hati papa tenang. Semoga pilihan papa saat ini tidak lagi salah. " Ucap Marko bicara dengan jujur.


" Aamiin.Semoga wanita yang bernama Mina ini jodoh dunia akhiratnya papa. Lantas kapan papa akan membawa wanita itu untuk dikenalkan kepada Mala dan mas Surya ?." Tanya Mala dengan antusius.


" Besok siang papa ajak dia kerumah kalian. Kita makan siang dirumah ya, kebetulan besok hari minggu dan dia dapat jatah libur." Ucap Marko dengan senang.


Mala dan Surya serempak mengangguk, mereka juga ikut bahagia jika Marko bahagia. harapan mereka semoga wanita yang bernama Mina ini bisa menjadi jodoh terakhir untuk Marko bisa menemani Marko sampai menua bersama.


" jadi kapan rencana papa mau menikahi wanita itu ? Mau menunggu Mala setelah melahirkan apa sebelum mala melahirkan ? Kalau menunggu mala melahirkan kurang lebih 2 bulan lagi Pa. Tapi jika papa memang sudah siap dan mbak Mina juga sama-sama siap. Sebelum mala melahirkan pun apa bisa menikah. " Ucap mala bicara dengan bijak. Dia tidak mau menghalangi kebahagiaan bapaknya.

__ADS_1


" Kami merencanakan bulan depan untuk menikah. Papa dan Mina sudah mulai mempersiapkan semuanya, papa sudah mengurus surat - suratnya. Maaf, papa baru sempat bicara sama kalian. Papa hanya tidak mau merepotkan kalian , apalagi kamu sedang hamil besar. Biarlah papa yang mengurus semuanya, nanti kalian ikut saat acara akad nikahnya saja. " Ucap Marko dengan serius.


Mala dan Surya hanya mengangguk dan dia juga menghargai semua apa yang sudah menjadi keputusan Marko. Mala dan Surya cukup mendoakan, mendukung dan menyemangati Marko. Kali ini Marko memang terlihat antusius untuk menyiapkan pernikahannya.


" Papa hanya minta tolong kamu untuk mengurus barang - barang yang akan dijadikan seserahan saja. Apa kamu bisa membantunya Mala ?." Tanya Marko.


" Bisa pa. Tapi nanti Mala juga harus ajak mbak Mina saat berbelanja. Biar semua barang yang dibeli sesuai selera mbak Mina. Nanti Mala cukup menemaninya saja pa." Jawab Mala.


Marko yang tidak tahu menahu soal itupun hanya mengangguk pasrah saja. Dia mempercayakannya kepada Mala dan calon Istrinya. Karena itu memang urusan wanita, tugas marko menyediakan dananya dan mengurus surat - surat yang diperlukan untuk pernikahannya.


" Hemm... Berhubung sudah malam papa izin pamit dulu ya. Terimakasih tadi sudah mengajak papa makan malam. Oh iya Mala nanti untuk biaya beli seserahan papa transfer ke kamu ya." Ucap Marko.


" Sama mbak Mina saja Pa. Mala cuma menemani saja." Ucap Mala meminta Marko memberikan uang itu kepada Mina langsung.


" Oh baiklah kalau begitu. Papa pamit dulu ya, Assalamualaikum." Ucap Marko berpamitan.


Marko keluar dari rumah menghampiri mobil yang ada di depan. Mala dan Surya melambaikan tanggannya sembari tersenyum saat Marko meninggalkan kediaman mereka. Diperjalanan pulang hati Marko sudah lega akhirnya dia sudah membicarakan rencana pernikahannya kepada Mala dan Surya.


Alhamdulillah Mala mengizinkannya menikah dengan wanita pilihannya dengan catatan wanita itu wanita baik - baik. Tidak seperti mantan istrinya, Julia.


* Hemm... Apa kabar wanita gila itu ya ? Semoga dia tidak muncul lagi dan mengacaukan segalanya. Aku khawatir wanita gila itu akan datang mengganggu kebahagiaanku dengan Mina. * Gumam Marko dalam hatinya.


*********


Siang hari di rumah Mala dan Surya saat ini sedang kedatangan tamu. Siapa lagi kalau bukan Marko dan Mina sang calon pengantin. Sebelumnya Mala dan Mina memang pernah bertemu, karena Mala pelanggan toko kue dimana Mina bekerja. Namun hanya bertemu tidak saling tahu nama masing - masing.


" Jadi mbak Mina ini yang kerja di Toko kue Selera rasa ?" Tanya Mala baru ingat setelah melihat wajah Mina langsung.

__ADS_1


" Bukannya papa semalam juga sudah memberitahu kamu kalau calon mama kamu itu bekerja di Toko kue Selera rasa. " Ucap Surya menanggapi pertanyaan sang istri tercintanya.


" Hahahaa... Aku lupa mas. " Ucap Mala lalu tertawa dengan lebar.


Mina hanya menyunggingkan senyuman manisnya. Dia tidak menyangka jika anak Marko seumuran dengan dirinya. Hanya selisih 3 tahun saja, bahkan sekarang sedang hamil. Namun Mina tidak mempermasalahkan semua itu, dia bisa menerima Marko begitupun dengan Marko.


" Sekarang kita masak yuk mbak Mina. Aku tadi sudah belanja bahan - bahannya di abang - abang sayur keliling." Ucap Mala mengajak Mina untuk memasak.


" Baiklah mbak Mala. " Jawab Mina memanggil Mala dengan panggilan sama - sama mbak.


Itu semua berhasil membuat Marko dan Surya tertawa lebar. Sedangkan Mala dan Mina saling beradu pandang sambil mengerutkan keningnya, mereka berdua tidak tahu apa yang ditertawakan oleh Marko dan Surya.


" Ada apa Mas ?." Tanya Mala kepada Surya mencari jawaban.


" Kalian ini aneh kamu memanggil mbak dan Mina juga memanggil kamu mbak. Masa Ibu dan anak memanggilnya sama - sama mbak sih. Kan lucu, bagaimana aku dan papa tidak tertawa." Seru Surya masih saja tertawa.


" Iya juga ya Mas. Ya sudah sekarang aku memanggilnya Mama ,dan mama Mina memanggilku dengan panggilan nama saja, Mala. Bagaimana setuju kan Mama Mina ?." Seru Mala meminta persetujuan Mina.


Mina hanya mengangguk saja, setuju dengan yang sudah Mala tetapkan. Tidak mungkin juga mereka akan memanggil dengan panggilan sama- sama Mba. Setelah panggilan Mama sudah di setujui, kini Mala dan Mina sudah berada di dapur.


Kedua wanita yang usianya tidak terlalu jauh itupun kini sudah sibuk dengan peralatan dan bahan makanan yang akan mereka olah. Sedangkan kedua lelaki, mertua dan menantu itu kini sedang bermain catur di teras depan. Setelah 1 jam berkutat didapur Mala dan Mina sudah selesai memasak.


Sop bakso, ayam goreng, tumis kacang panjang dan sambal terasi sudah terhidang dengan rapi dimeja makan. Mala sangat senang, ternyata Mina sanngat pandai memasak, tidak seperti Julia dulu yang bisanya hanya makan dan marah - marah.


" Wah ini pasti enak pa , kita harus habiskan." Ucap Surya antusius.


" Benar kamu Surya. " Jawab Marko setuju.

__ADS_1


*********


__ADS_2