Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Pertunangan mala


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Seminggu sudah berlalu, dan selama seminggu ini aluna dan candra tinggal dirumah pak andi karena keadaan pak andi drop bahkan harus di infus, namun pak andi tidak mau dirawat di rumah sakit dan memilih diinfus dirumah.


" Papa sudah tidak apa - apa Lun, Can. Kalian bisa pulang kerumah kalian saja, papa beneran sudah sehat lihat nih papa sudah segar bugar. " Ucap pak andi yang memang dia sudah merasa sehat dan bugar.


" Sementara kami akan tinggal sama papa dulu. Lagi pula dari sini kepabrik juga dekat, kami tidak tega meninggalkan papa tinggal sendirian. " Ucap candra masih khawatir dengan kesehatan papa mertuanya.


" Iya pa yang dikatakan kak candra benar. Kalau kami tidak boleh tinggal disini, papa yang harus ikut kami tinggal dirumah kami. " Ucap anisa memberi sedikit ancaman.


" Baiklah papa ikut apa kata kalian saja " Jawab pak andi terlihat begitu pasrah.


Mereka melanjutkan makan malamnya, kesehatan pak andi sudah membaik selang infus pun sudah dilepas dari 3 hari yang lalu . Dia benar - benar sudah melupakan masalahnya dengan meri, bahkan dia sudah menyerahkan semua urusan perceraian kepada pengacarnya. Pengacaranya yang dia dapatkan dari sang menantu nya , siapalagi kalau bukan candra.


" Oh iya, emm... Bulan depan aluna wisuda S2 pa. Papa harus datang ya, sama kak candra juga. " Seru aluna.


" Wah.. Ternyata anakku sudah mau selesai S2 nya, selamat ya sayang. Papa bangga mempunyai anak seperti kamu. Papa pasti akan datang " Ucap pak andi serius.


" Iya istriku sayang, pasti kita semua akan datang. " Ucap candra.


Selesai makan malam candra, aluna dan pak andi duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi.


" Pa, emm... Bagaimana kalau papa tidak bekerja lagi. Diumur papa yang sekarang, seharusnya papa banyak istirahat dirumah. Candra dan Aluna sangat senang jika papa mau tinggal bersama kami. " Ucap candra membuka pembicaraan.


" Kalau papa tidak bekerja, terus kesibukan papa apa ?" Tanya pak andi.


" Ya dirumah saja pa, sambil mencari kesibukan kecil saja. Aluna khawatir papa kecapean dan papa jatuh sakit, mau ya pa?" Bujuk aluna agar papanya mau berhenti bekerja.

__ADS_1


Sebenarnya pak andi memang berencana untuk berhenti bekerja dan menikmati masa tuanya bersama anak dan cucunya,meskipun saat ini belum mempunyai cucu tetapi dia yakin sebentar lagi pasti akan punya cucu.


" Baiklah, papa akan segera berhenti kerja. Papa sebenarnya sudah berencana untuk berhenti bekerja, insya allah tabungan papa cukup biaya hidup di hari tua papa." Ucap pak andi.


" Pa, jangan bicara seperti itu. Ada Aluna yang akan merawat papa, ada Aluna yang akan menemani papa. Aluna juga punya tabungan bisa untuk membiayai kehidupan papa, papa jangan merasa sendiri ada Aluna disamping papa" Ucap aluna memeluk papanya.


" Ada candra juga yang akan menemani dan merawat papa. Kalian berdua memang punya tabungan, tapi aluna dan papa sekarang tanggung jawab candra. Pa, kalau misal rumah ini dijual dan papa ikut kami pindah dirumah kami bagaimana ? Apa papa setuju ?" Tanya candra mengutarakan pendapatnya.


Pak andipun langsung terdiam, dia memikirkan saran dari sang menantu. Namun sekarang rumah itu sudah atas nama aluna, sehingga pak andi menyerahkan semua keputusan kepada Aluna.


" Rumah ini sudah atas nama Aluna, jadi papa serahkan semuanya kepada Aluna saja. Bagaimana menurut mu Lun ?" Tanya pak andi.


* Apa mungkin sebaiknya rumah ini memang dijual saja karena rumah ini banyak menyimpan kesedihan untuk ku dan papa. Mungkin memang benar rumah ini harus di jual agar papa tidak teringat terus sama mama * Gumam aluna dalam batinnya.


" Kalau memang papa setuju aluna juga setuju - setuju saja jika rumah ini dijual. " Jawab aluna bijak.


" Baiklah, mulai besok kita pasang iklan. Tapi barang - barang mala masih ada dirumah ini. Selama seminggu ini dia belum pulang kerumah ini sama sekali, bagaimanapun papa ingin bicara dengannya terlebih dahulu. Papa hanya ingin memberitahu dia jika papa bukanlah papa kandungnya." Ucap pak andi.


" Besok aluna coba hubungi kak mala lagi siapa tahu sudah bisa pa " Seru Aluna sambil nemeluk papanya.


" Kak candra aku taku jatuh " Seru aluna mengakungkan tangannya di leher candra.


" Tidak akan jatuh kamu tenang saja, lagipula sudah seringkan seperti ini. " Ucap candra dengan senyum jahilnya.


Mereka sudah ada didalam kamarnya tidak lupa pintu dikunci terlebih dahulu sebelum mereka melakukan aktifitasnya. Aluna sudah tahu apa yang diinginkan oleh suaminya, diapun hanya pasrah saja dengan yang dilakukan suaminya. Akhirnya malam ini terjadi malam panas antara aluna dan candra.


*************


Disalah satu rumah yang cukup mewah mala dan marko barusaja melangsungkan pertunangannya. Pertunangan cukup mewah dan meriah, mala sangat senang akhirnya bisa bertunangan dengan marko dan selangkah lagi akan menuju kepernikahan. Tanpa kehadiran orang tuanya mala melangsungkan pertunangannya, dan sampai hari ini pun mala belum tahu jika dia bukan anak kandung dari papa andi.


" Terimakasih ya sayang. Akhirnya kita bertunangan juga, aku sangat bahagia sekali meskipun tanpa kehadiran orang tuaku. " Ucap mala sambil memeluk marko dari samping. Mala terlihat sangat bahagia karena pertunangannya dengan marko berjalan dengan lancar.


" Sama - sama sayang , aku juga sangat bahagia. Sebentar lagi kita menikah dan kamu akan menjadi milikku seutuhnya. Kamu akan menjadi ratuku didalam istanaku ini, maaf kita melangsungkan pertunangan dirumah. Tapi jangan khawatir pernikahan kita nanti akan meriah dan akan dilaksanakan dihotel bintang 5 sesuai dengan impian kita berdua ." Ucap marko membalas pelukan mala.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari jika mereka sudah terjerat dosa yang sangat besar, bahkan mereka sudah sering beradegan ranjang tanpa adanya pernikahan. Apalagi mereka adalah sepasang ayah dan anak. Bagaimana jika suatu saat mereka tahu jika mereka adalah ayah dan anak ? Akan kah mereka menerima kenyataan nya ?


" Papa ku tidak setuju dengan hubungan kita, tapi jangan khawatir mama setuju dan mendukung hubungan kita asal kamu bisa membahagiakan aku. Oh iya sayang, bagaimana kalau mulai sekarang aku tinggal dengan mu ? Agar papaku tidak melarangku keluar rumah untuk menemui mu?" Tanya mala dengan manja dengan tangan yang tidak bisa diam.


" Boleh dong sayang, karena dua bulan lagi kita juga akan menikah jadi rumah ini juga akan menjadi milikmu. Kapan pun kamu boleh tinggal dirumah ini. Emm... Sayang tangannya jangan nakal dong. Kalau begini aku tidak tahan lagi, ingin segera melahab mu. Sayang, ..." Seru marko dengan suara yang serak.


Mala memang sengaja memainkan batang milik marko, mala memang sangat ahli dibidangnya sehingga membuat marko benar - benar sudah tidak tahan dengan permainan mala.


" Kamu yang menggoda ku jadi jangan salahkan aku jika malam ini kamu tidak bisa tidur " Ucap marko langsung menyergap mala.


* Biar umur mu sudah dewasa bahkan kamu lebih pantas menjadi ayah ku, tapi tenagamu luar biasa. Bahkan selama aku bermain dengan pria baru kamu yang bisa memuaskan ku. Aku tidak akan melepaskan mu marko sayang, selamanya kamu juga akan menjadi milikku. Aku akan menservis mu dengan baik sehingga kamu tidak akaan jajan diluaran * Gumam mala dalam batinya.


Mala dan marko terbuai dalam permainannya, mereka sama - sama merasakan kebahagiaan. Malam itu mereka lewati dengan permainan yang cukup lama, marko dan mala saling bekerja sama sampai mereka sama - sama kelelahan.


" Sayang kamu semakin pandai membuat aku puas " Ucap marko membelai rambut mala.


" Ini kan kamu juga yang mengajariku sayang." Seru mala dengan manja.


" Semakin pintar. Sudah sekarang kita tidur, tubuh ku lelah sekali." Ucap marko.


" Iya sayang. Oh iya sayang besok aku pulang dulu ya, aku mau mengambil barang - barang ku. Apa kamu mau mengantarkan ku?" Tanya mala dengan suara manja.


" Kamu sendiri saja ya, karena aku masih ada pekerjaan. Ingat pernikahan kita tinggal 2 bulan lagi, jika papa mu tidak setuju tidak masalah. Aku tetap akan menikahimu tapi bolehkah aku ketemu mama mu ? Aku ingin memintamu langsung kepada mama mu." Ucap marko serius.


" Baiklah nanti kita atur pertemuan dengan mama. Mama itu baik banget, jadi jangan khawatir mama pasti akan tetap setuju dengan rencana pernikahan kita. " Ucap mala lagi.


Marko tersenyum lalu mencium kening mala dengan lembut. Malam semakin larut, marko dan mala pun terlelap dan terbuai dengan alam mimpinya masing - masing.


**********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


Jangan Lupa Like, komentar , vote , favorite, serta berikan hadiahnya yang banyak agar author semangat untuk menulisnya. ❤️❤️

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2