Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Babby Girl


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Alhamdulillah Babby Girl telah lahir." Ucap Surya penuh syukur sambil menciumi anaknya yang baru beberapa menit yang lalu dilahirkan oleh Mala.


Saat ini Mala masih terlihat lemas, dia baru saja melahirkan dengan normal. Suryapun menciumi Mala sebagai bentuk tanda terima kasihnya karena sudah berjuang untuk melahirkan sang buah hati mereka. Surya melihat sendiri bagaimana perjuangan Mala saat melahirkan tadi.


Surya pun ikut meneteskan air matanya saat menemani Mala melahirkan. Ternyata melahirkan itu benar-benar bertaruh dengan nyawa. Dalam hati Surya dia sudah berjanji tidak akan pernah menyakiti Mala sedikitpun. Dia akan mencintai menyayangi istrinya dan anaknya, tidak akan ada sedikitpun Surya menyakiti anak dan istrinya.


" Terima kasih sayang kamu sudah berjuang untuk melahirkan anak kita. Anak kita cantik seperti kamu Sayang."Ucap Surya mengusap lembut pucuk kepala Mala.


Mala hanya mengangguk sambil mengedipkan matanya saja. Dia pun sedikit mengulas senyumannya Mala masih terlihat lemas dan lelah. Suster pun mengambil bayi yang ada dalam gendongan surya dan membawanya ke ruangan bayi untuk segera dibersihkan baru bisa di Adzani oleh Surya.


" Selamat ya Surya atas kelahiran baby girl nya. Semoga kelak menjadi anak yang membanggakan kedua orang tuanya. Sekali lagi selamat ya, setelah ini istrimu akan dipindahkan ke kamar perawatan, dan nanti anakmu akan dibawa ke sana sama perawat. Setelah dia dibersihkan baru bisa kamu adzani. " Ucap dokter dengan ramah memberikan selamat kepada surya dan Mala.


" Iya dokter Terima kasih banyak karena sudah membantu proses kelahiran anak saya." Jawab Surya penuh rasa terima kasih.


Dokter pun tersenyum sambil mengangguk setelah itu dia menepuk punggung Surya pelan dan segera meninggalkan ruangan bersalin. Masih ada perawat yang akan membawa Mala ke ruang perawatan.


Karena bahagia atas kelahiran anaknya, Surya sampai lupa menghubungi kedua orang tua dan kedua mertuanya. Setelah Mala dipindahkan ke ruang perawatan baru Surya teringat dengan para orang tua mereka. Dengan cepat Surya pun mengambil ponsel yang ada di kantong celananya dan segera menghubungi mereka mengabari jika mala sudah melahirkan.


[ Mama ada kabar bahagia, Mala sudah melahirkan Ma. Sekarang kami masih berada di rumah sakit tempat Surya bekerja. Jika mama mau ke sini jangan lupa ajak Papa Andi sekalian ya Ma ] Ucap Surya dengan begitu bahagia saat menyampaikan kabar gembira kepada Meri sang mama mertuanya.


[ Alhamdulillah, Ya Allah terima kasih atas karuniaMu. Iya Surya nanti mama sama papa mau ke rumah sakit. Kami siap-siap dulu Surya ] Seru Meri dengan senang dan bahagia penuh rasa syukur.


[ Baiklah Ma, Surya tunggu. Untuk kamar rawat Mala nanti Surya kirim lewat pesan saja ya ma]

__ADS_1


[ Iya baik Surya]


Klik


Surya mematikan sambungan teleponnya dan dia pun kembali melakukan panggilan telepon kepada kedua orang tuanya, dan memberi kabar yang sama atas kelahiran baby girl nya. Tidak lupa Surya juga menghubungi Marko mengabarkan jika mala sudah melahirkan.


Marko sendiri saat ini sudah satu bulan menikah dengan Mina. Tepat satu bulan Maro dan Mina menikah, dan hari ini juga mereka mendapatkan hadiah seorang cucu baby girl dari Surya dan Mala.


Selesai menghubungi para orang tua, Surya pun menghampiri Mala yang saat ini sudah berada di kamar rawat inapnya. Tidak lupa Surya mengirimkan pesan kepada para orang tuanya tempat kamar rawat Mala. Setelah Surya berada di dalam kamar Mala, tidak lama dari itu perawat datang membawa bayi mereka dengan senang hati Surya menerimanya dan mengadzani sang bayi.


" Mas aku mau menggendong bayinya boleh kan?" Tanya malahpelan-pelan takut membuat sang bayi terbangun dari tidurnya.


" Boleh dong sayang, tapi pelan-pelan ya kamu juga kan masih kelelahan. Duduk saja ya sambil digendong."Ucap Surya memberikan bayi kepada Mala dengan pelan-pelan


Mala menerima bayi itu dengan senang, dia menciumi sang bayi dengan penuh kasih sayang. Akhirnya setelah pernah dua kali keguguran dia bisa merasakan yang namanya melahirkan dan mempunyai seorang anak. Betapa nikmatnya rasa orang yang melahirkan, Mala jadi tahu sebuah perjuangan saat melahirkan. Sehingga tanpa terasa Mala meneteskan air matanya karena teringat dulu dia wanita yang pembangkang, bahkan sering melawan mamanya.


" Sayang kenapa kamu menangis? Ada yang sakit." Tanya Surya dengan khawatir.


Surya memeluk Mala yang sedang terisak, bayi mungil itu tetap dalam pangkuan Mala. Mala dan Surya sama-sama merasakan kesedihan begitupun dengan Surya. Dia dulu begitu mudah mencari teman tidur dan merusak para wanita bahkan sering membuat mamanya menangis karena kelakuannya yang tidak bisa termaafkan. Ternyata melahirkan itu bertaruh dengan nyawa.


" Sudah jangan menangis lagi, kasihan dedek bayinya nanti juga ikut menangis kalau mamanya menangis. Sekarang sini dedek bayinya biar mas tidurkan di bok bayinya saja , dan kamu istirahat ya sayang. Pulihkan tenaga kamu dulu, karena pasti kita nanti akan banyak bergadang. " Ucap Surya dengan lemah lembut.


" Iya Mas, sebentar aku masih ingin menggendong dan menciumnya dulu. Dia cantik ya mas? Seperti aku, wajahnya mirip aku. Hidungnya mirip kamu mas, tapi kulitnya putih seperti aku." Seru mala yang kini sudah tersenyum tanpa ada rasa sedih lagi.


" Iya dong namanya babby girl pasti cantik dong. Masa babby Girl ganteng, kan lucu?" Seru Surya akhirnya dia bisa melihat senyum sang istri kembali.


Tok Tok Tok


Pintu ruang perawatan Mala ada yang mengetuk, dengan segera Surya membukakan pintu itu dan ternyata yang datang Markoo dan Mina terlebih dahulu. Marko dan Minah langsung menghampiri Mala yang sedang memangku bayinya.


" Selamat ya Mala sayang, Akhirnya hari ini kamu resmi menjadi seorang ibu dan untuk kamu Surya juga selamat. Akhirnya hari ini kalian berdua sudah resmi menjadi seorang ayah dan ibu." Ucap Marko sambil mengusap pucuk kepala bayi yang saat ini adadi pangkuan Mala.

__ADS_1


" Terima kasih Pak ,Ma. " Jawab Mala dan Surya bersamaan.


" Boleh sayq menggendongnya?." Tanya Mina dengan hati-hati.


Mala mengangguk sambil tersenyum, lalu Mala memberikan bayi itu kepada Mina. Dengan hati - hati Mina menerima bayi itu. Mina menciumi bayi itu , dia sendiri juga ingin mempunyai anak, dia sangat berharap segera diberi momongan.


* Bismillah Ya Allah, semoga setelah ini giliran aku yang mendapatkan kabar bahagia. Aku juga ingin mempunyai anak, semoga saja bulan depan ada kabar kehamilan ku. Aamiin.* Gumam mina lalu mencium pipi bayi yang masih merah itu, bahkan belum mempunyai nama.


" Siapa nama bayi cantik ini?" Tanya Marko tidak sabar ingin mengetahui nama cucunya dengan segera.


Mala memandang kearah Surya untuk mencari jawaban. Pasalnya Mala sendiri memang belum tahu nama yang akan mereka berikan kepada anaknya, sebab banyak pilihan nama yang sudah mereka siapkan.


" Aisha putri maharani. Kita panggil dia dengan Aisha. " Jawab Surya dengan yakin.


" Nama yang bagus " Ucap Marko dan Mina bersamaan.


" Iya mas aku suka dengan nama yang kamu pilih , sesuai dengan harapanku." Ucap Mala tersenyum manis.


Pintu kamar rawat Mala kembali diketuk dari luar, tanpa menunggu lama Meri dan Pak Andi pun masuk. Mereka langsung memeluk mala dan mengucapkan selamat atas kelahiran bayi perempuannya. Setelah itu mereka mengambil bayi cantik yang baru saja diletakkan ke dalam box bayinya. Pak Andi maupun Meri tidak sabar lagi untuk menggendong cucunya.


" Akhirnya kita sudah mempunyai cucu yang lengkap ya pa? Anak Aluna cowok dan anak Mala cewek lengkapkan? Oh iya Surya kamu sudah mengabari Aluna ?" Tanya Meri.


" Hahhh.... Surya lupa Ma. Surya tadi buru - buru jadi hanya menghubungi para orang tua saja." Ucap Surya sambil menepuk keningnya.


" Mas buruan kasih kabar Aluna, jangan sampai kamu telat kasih kabar dia . Yang ada dia nanti pasti akan mengomel sama kamu. Tahu sendiri adik iparmu itu , akhir-akhir ini Aluna memang sering mengomel. Dia sudah berpesan jika aku melahirkan, dia harus segera diberitahu." Ucap mala mengingatkan sang suaminya sambil terkekeh. Apalagi Aluna dan Surya sering ribut hal - hal sepele,bagaimana nanti jika Aluna telat dikabari.


Keributan yang biasa diciptakan Surya dan Aluna bukan keributan yang serius. Itu semua hanya bercandaan saja, seperti kartun tom and jerry.


Surya mengangguk lalu dia berjalan keluar dari kamar untuk menghubungi Aluna dan Candra. Beruntung dia hanya menghubungi Candra saja, karena saat menghubungi Aluna ponsel Aluna tidak aktif. Jadi dia tidak menerima omelan dari adik iparnya itu.


Selesai menghubungi Candra, Surya kembali masuk ke kamar rawat Mala dan bergabung dengan para orang tuanya. Untuk orang tua Surya sendiri pasti mereka akan datang esok hari, sebab jarak dari kota ke tempat tinggal Surya membutuhkan waktu berjam-jam dalam perjalanan.

__ADS_1


*********


__ADS_2