
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Jadi berita yang beredar itu benar pa ?" Tanya mala saat menemui marko dibengkel.
Setelah menerima kabar dari aluna soal rumah tangga marko dan julia sedang ditimpa masalah, besoknya mala dan surya langsung mendatangi marko di bengkel karena sebelumnya mala sudah menghubungi marko terlebih dahulu jadi tahu jika marko sudah tidak tinggal dengan julia lagi.
Marko hanya mengangguk membenarkan apa yang dia dengar dari orang. Bukan jadi rahasia lagi, penggerebekan waktu itu memang sudah menyebar dikalangan warga. Sehingga marko tidak perlu menutup - nutupinya lagi.
" Julia berselingkuh dengan pria yang lebih muda dari dia. Namanya bobi dia anak pak Rt " Ucap marko menjelaskan.
" Dasar julia itu memang sudah hiper. Tidak cukup satu tetanggapun diembat, tapi pada dasarnya pria dan wanitanya sama saja pa. Aku saat pulang dari dari rumah papa beberapa hari yang lalu itu melihat julia dengan seorang pria. Ternyata firasatku betul, kalau julia itu selingkuh " Ucap surya membenarkan firasatnya.
" Papa sudah menceraikan mala langsung talak 3 " Seru marko memberitahu Ansk dan menantunya agar mereka tahu jika dia dan julia sudah bercerai meskipun baru secara agama.
Surat cerai sedang diurus dan marko meminta surat cerai itu segera keluar sehingga hatinya bisa tenang tidak krfikiran terus menerus soal perceraiannya. Jujur marko sudah muak dengan semua sikap julia yang terkadang suka seenaknya sendiri.
" Apa papa serius mentalak julia langsung talak 3 ?" Tanya surya ingin tahu.
" Iya papa yakin dan serius. Sampai sekarangpun papa sudah tidak mau lagi melihat dia ataupun bertemu dengan dia. Perceraian ini papa urus sendiri, papa sama sekali tidak melibatkan dia. Zaman sekarang ada uang semua akan dipermudah, tapi tidak semua bisa dinilai dengan uang. " Seru marko lagi.
* Mampus kamu julia. Syukurin, salah siapa jadi wanita kok gatel banyak maunya dan tidak cukup dengan satu orang. Hiper banget kamu julia, huuhhh bagaimana jika orang tua julia tahu ? Pasti mereka akan semakin kecewa dengan kelakuan anaknya * Gumam surya dalam hatinya.
" Terus papa udah membicarakan masalah ini dengan kedua orang tua julia ?" Tanya mala ingin tahu.
__ADS_1
" Sudah. Mereka menerima apa yang sudah menjadi keputusan papa. " Ucap marko lagi.
Sebagai seorang anak tentunya mala ingin papanya hidup bahagia dengan pasangan hidupnya. Apalagi sekarang marko memang sudah tidak muda lagi, mala ingin sekali ada yang menemani papanya dihari tua nanti namun keputusan bercerai sudah diambil oleh marko dan tidak bisa lagi untuk dirubah.
Marko pasti tahu mana yang terbaik untuk hubungannya dengan Julia. Marko tidak mau menambah beban dan masalah dalam hidupnya lagi , melepas dan menceraikan julia itu lebih baik daripada harus trrus bertahan tapi hati menolak.
" Kapan kamu wisuda Mala ?" Tanya marko mengalihkan topik pembicaraan.
" Belum tahu pa , tapi insya allah tidak lama lagi " Jawab mala .
" Kalau surya bagaimana dengan pekerjaan kamu ?" Tanya marko beralih keanak menantunya.
" Alhamdulillah pekerjaan surya baik pa. Sama sekali tidak ada gangguan apapun " Jawab surya denga jujur dan sopan.
Perbincangan mereka berlanjut diseputar pekerjaan, kuliah dan kehamilan mala. Marko sengaja mengalihkan topik pembicaraan agar tidak membahas Julia terus menerus, baginya julia sekarang sudah terkubur dan tidak akan lagi hidup dalam hatinya.
" Eh ada anak dan anak menantuku. Kalian apa kabar ? Kayaknya kamu gemukan ya ?, awas hati - hati jangan terlalu gemuk. Nanti surya bisa jajan diluaran sana loh kan kasihan kalau kamu sampai ditinggalkan . Nangis guling - guling deh." Ucap julia meledek mala yang memang sekarang tubuhnya lebih berisi.
Biasa orang hamil biasanya badannya memang lebih berisi. Apapagi semenjak hamil nafsu makan mala bertambah dan ngemilpun tidak ketinggalan, tidak ada makanan yang dia pantang. Bau apapun tidak jadi masalah, karena semua itu surya yang mengalami. Surya tidak suka dengan bau bawang putih , tidak suka bau kopi dan tidak mau makan makanan yang sudah dingin.
" Memangnya suamiku seperti kamu , yang tidak cukup dengan satu pasangan. Wanita kalau sudah selingkuh itu sudah tidak punya malu dan harga dirinya. Apalagi sampai kegrebek suami dalam posisi yang menjijikan. Dan satu lagi, kami bukan anak dan menantumu lagi jadi jangan pernah memanggil kami anak dan menantu " Ucap mala penuh penekanan.
" Istriku itu sedang hamil jadi wajar saja dong kalau tubuhnya berisi atau gemuk. Yang penting sehat, daripada kamu punya anak tetapi tidak diakui. Ibu macam apa itu ? Jangan pernah menghina istriku atau menyamakan diriku seperti kamu, apa masih punya muka kamu keluar rumah ? Bahkan dengan santainya datang kesini untuk menemui papa, papa tidak akan mau menemui kamu. Hati papa sudah tertutup untuk wanita seperti kamu. " Ucap Surya sambil mengepalkan tangannya.
Kalau saja bengkel tidak dalam keadaan ramai surya sudah menampar mulut lancang julia. Seenaknya mengatakan dirinya akan meninggalkan mala jika mala gemuk. Marko mendekati mala dan surya memintanya untuk meninggalkan julia saja, biar julia yang akan menjadi urusannya.
" Mala, surya . Sudah kalian jangan hiraukan lagi wanita tidak tahu malu ini. Kalian kalau mau pulang, pulang saja . Dan kamu Julia segera pergi dari sini sebelum aku menghajar kamu. " Ucap marko dengan tegas.
" Mas aku kesini dengan maksud baik - baik tidak untuk mencari ribut. Mas, aku mau kita rujuk dan aku akan menerima segala persyaratannya. Meskipun aku harus menikah dulu dengan pria lain. " Ucap Julia dengan suara yang dibuat sesedih mungkin agar mau kembali dengannya.
__ADS_1
Mala dan Surya tidak mau ikut campur, merekapun memutuskan untuk segera pergi. Papanya pasti tahu mana yang terbaik untuk dirinya, mobil surya melaju meninggalkan bengkel menuju rumah kontrakan meri dan pak andi.
" Jangan buang - buang waktumu untuk mengejarku lagi. Aku sudah tidak sudi rujuk ataupun hidup bersama dengan kamu. Kamu tunggu saja surat cerai pasti dalam minggu ini akan keluar " Ucap marko dengan tenang, sama sekali tidak terperdaya dengan rayua maut julia .
" Tapi mas aku tidak merasa menandatangani surat persetujuan cerai. " Ucap mala dengan tegas.
" Tanpa persetujuan dan tanda tangan kamu aku mudah untuk mengurus surat cerai itu. Apalagi aku seorang pria, lagipula aku punya uang untuk meminta orang mengurus semuanya sampai selesai. Sekarang lebih baik kamu segera pergi sebelum aku menyeretmu dan mempermalukanmu !! Jangab pernah muncul lagi dihadapan ku !" Bentak marko dengan tangan terkepal menahan amarah dan emosinya.
Julia menggelengkan kepala, dia tidak mau pergi sebelem marko setuju dengan keinginannya untuk rujuk. Justru julia masuk kebengkel dan menuju ruangan marko. Marko dibuat marah dengan kelakuan julia yang kekanak - kanakan. Dia berjalan dengan cepat dan menarik paksa julia keluar dari bengkel, tidak perduli lagi dengan tatapan mata para karyawan dan pelanggan bengkelnya.
" Jangan paksa aku untuk berbuat kasar Julia. Lebih baik kamu ikut orang tuamu pulang kekota saja daripada hidupmu blangsak disini. " Seru marko kesal.
" Tega kamu mas , aku ini masih istrimu karena surat cerai dari pengadilan belum keluar " Ucap Julia dengan isak tangisnya.
" Tapi secara agama kita sudah bercerai karena sudah talak 3 ! Kamu berselingkuh Julia dan aku jijik dengan istri yang sudah berselingkuh !" Bentak marko dengan lantang.
Julia langsung memandang kearah sekitarnya, semua orang yang ada di bengkel memandang kearah mereka. Perkataan marko benar - benar membuat Julia malu, niat datang untuk mengajak rujuk tetapi justru dipermalukan oleh marko.
" Dengar Julia, kita dulu memang sama - sama pemain dan kita sama - sama tahu itu. Soal masalalu aku tidak menjadi masalah , tetapi saat sudah menikah dan menjadi seorang istri kamu berkhianat dan berselingkuh bahkan beradegan mesum dengan pria lain. Hehh... Jangan harap aku akan memaafkan mu. Sekarang kamu pergi dari sini sebelum aku semakin marah dan mempermalukan dirimu " Ucap marko sedikit berbisik ditelinga Julia.
Julia mendongakkan kepalanya dan memandang marko dengan lekat. Dari raut wajah marko sama sekali tidak ada cinta lagi untuk julia. Dengan menanggung rasa malunya akhirnya Julia pergi meninggalkan bengkel dengan cepat. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan kendaraan lain.
" Maaf pak , bu. Tadi ada masalah sedikit, semoga dengan apa yang bapak ibu lihat tadi tidak membuat bapak dan ibu berhenti berlangganan di bengkel saya " Ucap marko meminta maaf kepada para pelanggan yang sedang menunggui mobilnya diperbaiki.
" Tidak masalah pak marko. " Jawan salah satu pelanggan.
Marko mengucapkan terimakasih lalu dia masuk keruangannya untuk menenangkan diri dan pikirannya.
***********
__ADS_1