Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Kasus yang kembali mencuat


__ADS_3

Sherlly menangis saat di bawa oleh polisi iya tidak terima karena Adrian mengingkari perjanjiannya. Namun sebenarnya ini semua bukan salah Adrian melainkan salahnya yang berjanji akan segera mengoperasi wajahnya & Pergi jauh dari kehidupan Keluarga Adrian terutama harus melupakan putrinya yaitu Riana.


Akan tetapi Sherlly tak kunjung melaksanakan isi dari perjanjian itu.


"Adriaaan." Teriak Sherlly histeris.


kamu akan mendapatkan balasan dariku, Lihat saja Adrian. lepaskan Saya pak, Saya akan bunuh orang yang bernama Adrian itu !!!


"Cukup !!! Tidak bisakah Anda diam. Anda sudah di tetapkan Terdakwa Nona Sherlly, Jadi anda harus terima konsekuensinya atas kejahatan yang telah Anda lakukan." Bentak kedua polis Yang berbadan kekar itu terhadap Sherlly yang terus berontak. Namun saat Sherlly mau di masukan ke penjara Iya kembali berontak sehingga dia terjatuh dari kursi Rodanya.


"Ayo Masuk !!!" Tegas salahsatu polisi yang mendorong nya. Namun Sherlly mengeratkan Pegangannya kepada kusen pintu jeruji itu.


"Saya mohon Anda Jangan seperti ini nona. Tolong patuhi hukum !!! Tidak seharusnya anda menjadi pembangkang seperti ini." Sahut pak polisi Yang satunya lagi.


"Tidak saya tidak mau masuk." Bentak Sherlly Yang malah semakin mengeratkan pegangannya.


"Ayo Masuk." Perintah tegas polisi itu sambil melepaskan tangan Sherlly dengan paksa Sehingga membuat Sherlly terpental bersamaan dengan kursi Rodanya.


"Brukkkk." Awwww ." Pekik Sherlly merasakan sakitnya karena terjatuh. Namun polisi itu tidak merasa kasihan Terhadap Sherlly yang mengiba.


Polisi itu Akhirnya mengunci jeruji besi tempat ditahannya Sherlly.


Kemudian Sherlly berusaha bangkit menaiki kursi rodanya kembali. iya menangis darah seperti Yang karina Rasakan saat di pisahkan dari Adrian. Sherlly merangkak dengan tangannya. " Aku akan balas semua perlakuan kamu Adrian, Aku benci kamu hiks...hiks...hiks..." lirih Sherlly menangisi nasibnya.


Sementara Ryan barusaja datang ke Rutan Tempat Anaknya di penjara yaitu Sherlly yang merupakan putri kandungnya. Ia Sangat tergesa-gesa melangkah Masuk namun di hentikan oleh Petugas yang menjaga Rutan Tersebut.


"Maaf Anda tidak di perbolehkan masuk jika tidak berkepentingan disini." Ucap Dingin petugas Yang menjaga penjara untuk para Napi wanita.


"Justru saya punya kepentingan disini. Jika saya tidak punya kepentingan untuk apa saya pergi kesini." Geram Ryan karena di persulit oleh penjaga Rutan itu.


"Baiklah Apa tujuan anda datang kemari." Balas Datar penjaga itu.

__ADS_1


"Saya ingin bertemu dengan Anak saya !!! " Ucap Ryan menatap pada petugas yang telah membuatnya kesal.


"Siapa Nama dari anak anda !!! " Balas petugas dengan Nada tinggi.


"Sherlly." Ucap Ryan singkat.


Kemudian petugas itu terlihat menelpon untuk mengkonfirmasi pada petugas yang sedang berjaga di komplek tahanan para Napi Yang berada di dalam gedung Rutan tersebut.


Ryan menarik kursi Kemudian duduk di Ruang Tamu yang berada di lapas tempat Sherlly menjalani hukumannya. Tidak berapa lama Wanita Cantik itu terlihat mengayuh kursi Rodanya Menghampiri Ryan ayahnya.


"Paa." Lirih Sherlly Menangis & Menghampiri Ayahnya.


kemudian Ryan menoleh Tersadarkan oleh suara Anak perempuan nya itu." Kemarilah sayang !!! Papa berjanji sama kamu papa akan membuat perhitungan dengan keluarga Mereka." Geram Ryan sambil mengepalkan Tangannya.


"Perhitungan Apa om." Ucap Seseorang berbicara di Ambang pintu, sekilas Ryan & Sherlly menoleh ke sumber suara itu Yang tak lain adalah suara dari Pria kaku nan sombong Yaitu Adrian.


"Saya baru tahu yah !!! Ternyata om Ryan ini salah satu orang yang licik juga ya. Bahkan saya sampai tidak tahu kalau perempuan jahat ini ternyata masih anak om." Bentak Adrian dengan Tatapan yang mendominasi Terhadap Ryan dan Sherlly.


"Jaga bicara kamu terhadap orang tua Adrian !!!


"Hahahaha Lucu sekali Om ini, Berbicara soal saling menghormati Namun om sama sekali tidak pernah menghormati keluarga saya." Ucap Adrian Sambil merekatkan Rahangnya.


Terbesit dalam ingatan Adrian saat Ryan berbuat baik terhadap keluarga karina Namun ternyata itu semua hanya kepalsuan.


"Kalau saja hari ini Seseorang tidak menyerahkan bukti bahwa Dia tidak ada andil apapun terkait pembunuhan itu. Maka saya dan istri saya akan selamanya tertipu oleh kedok busuk Om, Yang bersembunyi dibalik kebaikan om terhadap istri saya." Tegas Adrian Seketika Ryan terdiam.


Deg


"Maksud kamu apa Haahhhh , Pembunuhan apa. Saya sama sekali tidak mengerti dengan perkataan kamu Adrian." Balas Ryan yang menutupi kegugupannya.


"Baiklah kalau om tidak mau mengakuinya, Maka biarkan penyidik yang akan mengusut tuntas siapa sebenarnya dalang dari pembunuhan Ibu mertua saya. Om akan tau bagaimana sepak terjang saya dalam memenjarakan orang yang licik seperti Om." Ucap Adrian dengan tatapan mendominasi sekilas Ia menjauh meninggalkan Ryan dan Sherlly.

__ADS_1


Sementara Ryan Menatap penuh kebencian pada Adrian, Ia menodongkan senjata Api Kepada Adrian Yang sedang berjalan pergi meninggalkan Ruang Tamu lapas Tersebut.


"Jangan lakukan sekarang pah, Kita tunggu Waktu yang tepat jika papa menembak dia disini maka kita akan tamat Sekarang." Ucap Sherlly Mengingatkan Ayahnya.


Seketika Ryan Mengantongi kembali pistolnya Iya berfikir bahwa benar sekali Ucapan dari anaknya.


"Benar sekali kata kamu Nak !!! Bukan disini dia harus di habisi, Kita akan hancurkan mereka." Umpat Ryan menatap pada Adrian yang pergi semakin menjauh.


Sementara Karina yang berada di Rumahnya memutar kembali DVD saat pembunuhan ibunya terjadi. dimana di dalam Video itu Ayu diculik oleh Devano Di sekap di sebuah Rumah dan di tusuk berkali-kali. Namun saat Ayu sudah terbunuh Orang itu ternyata membuka topeng Karetnya dan betapa histeris nya karina saat mengetahui Kalau orang itu memang bukanlah Devano melainkan Ryan yang menggunakan Topeng Karet sehingga wajahnya terlihat mirip seperti Devano.


"Hiks...hiks...hiks.. Mommy." Maafkan karina mom, Hari itu telah membiarkan mom pergi dengan Om Ryan. Tanpa Karina curiga sedikitpun."Lirih Karina Terduduk dilantai Ia menangis sejadi-jadinya." Hiks...hiks...hiks.."


Icha yang tak sengaja lewat di depan kamar Anaknya, Iya tak sengaja mendengar tangisan karina dari balik kamarnya. Seketika Icha membuka pintu kamar itu Ia kaget Saat melihat menantunya itu menangis histeris sampai duduk di lantai.


Perlahan Icha Melangkah masuk dan dikagetkan dengan video pembunuhan Ayu sahabatnya yang dilakukan oleh Ryan yaitu merupakan sahabat nya juga.


"Ka-ri-na." Benarkah apa yang ada di dalam Video itu nak." Lirih Icha Terduduk lemas menyaksikan Ayu sahabat nya di bunuh dengan di tusuk-tusuk oleh Ryan sahabatnya juga.


"Iyaa...Ma...itu ...om Ryan..Ma..hiks...hiks...hiks..." Lirih karina Terbata-bata.


"Kenapa Ryan !!! Kamu Se tega inihhh. padahal Ayu dan mas Hendardi telah banyak membantu mu." Lirih Icha Menangis sambil memeluk Karina menantunya.


Luka yang sudah terkubur dalam-dalam tiba-tiba saja kembali muncul lebih menyakitkan hati karina.


**Next part...


Halo Readers Jangan lupa bantu Vote, Like, Dan share.


Untuk para pembaca Tolong komentar dong.


Saya butuh masukan dari kalian.

__ADS_1


see you gaess.


Ikuti terus kisahnya yah**.


__ADS_2