
Adrian menatap Sasha dengan menyingkap Tirai kantor nya, Ia tersenyum saat melihat Sasha ditinggalkan Oleh Devano.
"Adriaaaaaaaaaan." Teriak Sasha Marah.
Lihat saja Dri,Aku akan kasih perhitungan dengan kamu." Sasha berjalan kembali Keluar dari parkiran gedung, Ia berdiri di trotoar menunggu Taksi Online yang sedang dia pesan.
Sementara Adrian kembali Terduduk di kursi kebesarannya, Sesekali Ia menghela Nafasnya.
"Tok...Tok...Tok." Suara seseorang mengetuk Ruangannya.
"Masuk," Ucap Adrian sedikit mengeraskan Suaranya.
"Loh...,Saya bawakan Dua gelas teh ini untuk siapa Tuan." Ucap seorang Office girl Tampak terlihat bingung.
"Minum saja, Itu untuk mu." Balas Adrian sambil mengetik sesuatu di laptopnya, Kemudian Office girl itu kembali keluar dari Ruangan Sang Ceo Kaku itu.
"Aku harus cari tahu sedetail apa perusahaan yang akan Kerjasama denganku, Aku tidak akan membiarkan orang itu mendapatkan sepeser keuntungan jika berani bermain Curang." Gumam Adrian Sambil mencari tahu identitas "Berliana Trisha" pemilik dari perusahaan Yang baru saja menjalin kerjasama dengannya.
Setelah semua itu selesai Adrian segera berbenah, Ia Segera pulang ke rumahnya. Untuk menemui Istrinya, Yaitu karina. Yang Tak kunjung Bangun dari koma nya.
Kini Adrian telah sampai di Rumahnya, Ia melihat Putranya yang sedang di gendong Oleh Oma nya. "Halo Sayang...,Bintang Nyaman ya! di gendong Sama Oma." Ucap Adrian Sambil berjalan ke arah Ibunya.
"Iya Ayah, Bintang Seneng bisa maen Sama Oma." Balas Icha menirukan Suara bayi.
"Sini mah gantian Adrian lagi Yang gendong bintang." Pinta Adrian terhadap ibunya.
"Yasudah..., Hati-hati Yah! " Balas Icha sambil menyerahkan Cucunya.
Kemudian Adrian berjalan menuju Kamar Rawat istrinya, Sambil menggendong Putranya.
"Halo Bunda...,Bintang disini.., Mama Cepat bangun yah! Biar kita bisa maen sama-sama." Ucap Adrian menirukan Suara Bintang Putranya.
"Nit..Nit..Nit" Bunyi monitor yang mengatur detak Jantung. Adrian mendekat sambil mengusap kening karina.
"Hai..., Bagaimana kabar kamu hari ini." Semoga kabar baik yah! Coba kamu lihat sayang...,Putra kita sudah bisa tertawa, Ayo cepat bangun. Kita merindukan peran kamu disini." Tak terasa buliran mengalir dari pipi Adrian, Ia tak kuat meski sudah berusaha menahan kesedihannya.
"Kamu kapan bangunnya Rin, Aku sangat merindukan mu! Bangun sayang...,Aku rindu canda tawamu." hiks...hiks...hiks..." Lirih Adrian Sambil menyeka Air matanya.
Tiba-tiba saja Karina merespon ia meneteskan Airmata,.
Adrian Sangat bahagia Setelah sekian lama Karina Merespon nya.
__ADS_1
"Kkkamu...,Ngedenger Ucapan ku sayang! jika kamu mendengar kenapa kamu gak coba membuka mata kamu Karinaaa." Ucap Adrian Terbata-bata.
Namun karina hanya meneteskan Air matanya, Tanpa Ada respon dari anggota tubuhnya yang lain.
"Suster Tias, Tolong ini kamu gendong Anak saya. Bintang Sama suster Tias dulu ya sayang. Papa mau ngehubungin Dokter Rudy Dulu." Adrian Luar biasa bahagia setelah Karina merespon.
"Halo Dokter..., Tolong segera ke Rumah Saya. Istri saya memberikan Tanda-tanda, Bahwa dia mendengar Ucapan Saya Dok." Ucap Adrian sedang menelpon Dokter keluarga nya.
"Iya pak..,Saya akan segera kesana. Pak Adrian yang tenang yah!" Balas Dokter Rudy.
"Iya dok secepatnya ya Dok." Balas Adrian Sambil mematikan Telponnya.
Kemudian Icha dan Syafiq menghampiri Adrian Yang Terlihat heboh.
"Ada Apa Adrian,,? Karina baik-baik saja kan!" Ucap Icha Sambil mendekat.
"Iya kenapa dengan Karina, Adrian." ucap Syafiq terlihat Serius.
"Karina meneteskan Airmata nya pah, Saat Adrian mengajak nya Berbicara." Balas Adrian kepada kedua orang tuanya.
Tidak berapa lama Dokter Rudy dan juga Asistennya datang untuk memeriksa kondisi dari Karina.
"Selamat Sore Tuan Adrian sekeluarga, Saya mohon ijin untuk segera memeriksa Kondisi Nona Karina." Ujar Dokter Rudy berbicara terhadap Adrian dan juga kedua orangtuanya.
Kemudian Dokter Rudy berjalan memasuki Ruang Rawat Karina.Sementara Adrian menunggu di luar kamar Istrinya.
"Ya Tuhan sembuhkanlah istri saya, Saya Tidak kuat melihatnya Kalau seperti ini Tuhan." Gumam Adrian Dalam hatinya.
Tak berapa lama Dokter Rudy keluar dari ruang Rawat karina, Bersama Asisten nya.
"Bagaimana Dok Dengan keadaan Menantu saya,,?" Tanya Icha bangkit dari tempat Duduknya.
"Alhamdulillah, Keadaan Nona karina semakin membaik. Hanya saja Alam bawah sadarnya harus terus di pancing, Agar beliau mau membuka Matanya." Ucap Dokter Rudy menjelaskan Detail keadaan Karina terhadap mertua dan Suaminya.
Seketika Adrian langsung memasuki Kamar rawat Karina, kembali.
"Sayang..., Berati selama ini Kamu mendengar semua ucapan Aku, Terimakasih Sayang. Kau telah mau berusaha untuk kesembuhan mu." Dengan Mata berkaca-kaca Adrian mengecup dahi Karina.
🌷🌷🌷
Sementara Sasha kini sedang mendatangi Kantor Devano Untuk membujuk Devano Agar mau memaafkan nya.
__ADS_1
Sasha Sangat Ragu memasuki Ruangan Devano, Namun karena Ia menyadari kesalahannya ia berusaha mengesampingkan Ego nya.
"Devano...,Tolong maafkan Aku." Ucap Sasha kini berdiri di Ambang Pintu Sambil memelas.
"Untuk apa Kamu datang kemari! Buang Rasa benci kamu kepada Kedua sahabat ku, Atau kita tak kan pernah menikah." Gertak Devano Terhadap Calon istrinya.
"Aku Akan berusaha berdamai dengan hatiku Dev...,Aku tahu itu butuh Proses yang lama, Tapi aku berjanji Akan berusaha melakukan nya." Balas Sasha terlihat Tak iklhas.
"Oke , Akan Aku pertimbangkan lagi. Lusa aku beserta orangtuaku Akan melamar kamu kerumah." Balas Singkat Devano.
Kemudian Sasha berjalan mendekati Devano dan memeluknya." Terimakasih Dev, Kamu masih bersungguh-sungguh untuk menikahi ku. Maafkan Atas semua kesalahanku padamu." Lirih Sasha menghambur ke pelukan Devano.
"Sudahlah...,Tidak usah Seperti ini. Sebenarnya Aku sudah memaafkan mu sejak tadi." Balas Devano Sambil mengelus puncak kepala Sasha.
Namun ternyata Sasha hanya bersandiwara dihadapan Devano." Oke Sasha Kali ini mungkin kamu Kalah dari Adrian, Tidak Apa-apa Sasha kamu hanya mengalah untuk menjemput kemenangan yang sesungguhnya."Gumam Sasha berseringai.
"Terimakasih Ya sayang..., Cintamu begitu besar Untuk ku! Meski Kau selalu kecewa kepadaku." lirih Sasha sambil memeluk Devano.
"Sudah Sayang...,Jangan seperti ini ! Yang lalu biarlah berlalu Untuk kedepannya Kamu jangan seperti itu lagi yah." Ucap Devano Sambil menyeka Air mata yang penuh Dusta dari Sasha.
"Maafkan Aku Devano Sayang...,Kamu terlalu baik Tidak pantas bersahabat dengan Adrian dan Karina." Aku harus membuat jarak diantara kamu dan mereka." Gumam Sasha dengan Rencana Jahatnya.
"Yasudah Kalau begitu kita pulang yah..., sudah malam Tak baik jika Ratu di tinggalkan di rumah Hanya dengan Babby siter nya." Ucap Devano mengajak Sasha untuk pulang.
"Iya Sayang...,Aku juga ingin segera bertemu Ratu. kasihan putri kita Selalu terabaikan Seperti ini." Timpal Sasha terhadap Devano.
Kemudian Devano segera menutup Laptopnya,Sambil Bangkit dari tempat duduknya.
Kini Devano dan Sasha telah berada di parkiran gedung, untuk segera menuju pulang ke Rumah Sasha untuk menemui Putri mereka Yaitu Ratu.
•
•
•
Nextpart...
Halo Readers sampai jumpa di Part berikutnya...
Maaf ya slow Update.
__ADS_1
Jangan lupa Bantu Vote..Like dan Komentar.
....................................................................................