
Kini Devano,Billy dan Sherlly telah Sampai di Bandara Namun Tampaknya Mereka Tak dapat mencegah Kepergian Sasha.
"Huhhhh...,Kenapa Kau pergi Sha. Kenapa Kau meninggalkan Aku." Lirih Devano Terduduk.
"Kamu Harus Sabar Dev, Kamu bisa menyusulnya Ke Sana...,Aku turut prihatin Atas kejadian ini." Ucap Sherlly menepuk-nepuk Pundak Devano.
"Apa Kau Tahu Alamat Sasha di sana Sher,,? Tolong Berikan Alamat nya padaku." Ucap Devano Memohon pada Sherlly.
Sherlly Terdiam Ia tak memikirkan Permintaan Devano Sebelumnya." Heuhhhh...,Kenapa Aku malah menyuruhnya Menyusul sih, Sasha Kan tidak pergi ke Swis. Huhhh." Gumam Sherlly Menghela Nafas nya, Sebelum Menjawab kembali Ucapan Devano.
"Maafkan Aku Dev, Aku tidak mengetahui Tempat tinggalnya disana, Aku juga baru tahu dia memiliki tempat tinggal disana." Dusta Sherlly Terhadap Devano.
"Kau berbohong Kan...,Kau sengaja menyembunyikan nya dariku Kan. Tolong berikan Aku alamatnya, Aku mohon." Devano Kembali memohon terhadap Sherlly.
"sudah Aku katakan, Aku tidak mengetahui Alamat Sasha di sana Dev, Aku saja baru mengetahuinya Kalau Sasha Akan pergi ke Swiss. kita bisa tanyakan Padanya pelan-pelan Ya Dev, Aku mohon Kamu bersabar." Balas Sherlly berusaha Meyakinkan Devano bahwa dirinya Tak mengetahui Alamat Sasha.
Kemudian Billy meyakinkan Devano, Billy Berusaha Untuk Menghibur Sahabat Bosnya itu.
"Yang di katakan Sherlly ada benarnya Dev, lebih baik kau bersabar. Aku yakin Sasha Akan kembali jika emosinya Sudah mereda, Memangnya apa Yang membuatnya Marah sehingga Ia pergi meninggalkan kamu." pertanyaan Billy terhadap Devano, Seolah mewakili Sherlly yang tak bisa melontarkan pertanyaan Itu dari Mulutnya.
"Ada Seorang wanita Yang Ingin menghancurkan Hubungan kami...,Aku juga tak mengenalnya sama sekali. Tapi sepertinya Sasha sangat mengenal Orang itu." Balas Devano Bangkit.
Deg..." Siap Orang Yang di Maksud Devano" Gumam Sherlly, Kemudian Ia mengingat Video yang tengah Viral.
"Apa wanita itu yang berada di dalam Video bersamamu Dev,,?" Tanya Sherlly.
lalu Devano Menganggukan kepalanya, Tanda Mengiyakan Pertanyaan Sherlly.
"Apa kau...,Mengenal Orang itu,,?" Tanya Devano.
"Aku tidak mengenalnya, Tapi Aku pernah melihatnya Saat Sasha wisuda di Berlin." Sahut Sherlly
"Mungkinkah Orang itu Ada hubungan nya dengan Masalalu Kamu Dev," Ucap Billy.
"Aku tidak pernah Mengenal Wanita itu." Ucap Devano Cuek.
Billy Masih Terbingung dengan Sosok perempuan Yang menghancurkan, Hubungan Devano dengan Sasha, Jika Saja dia membuka Videonya Mungkin Saja Dia Tahu Jika perempuan itu Adalah "Berliana Trisha"
"Sudahlah...,Lain waktu kita selidiki Orang itu. Untuk Saat ini lebih Baik kita pulang." Ujar Billy.
"Apa kau akan ikut pulang Bareng kami Dev,,?" Tanya Sherlly terhadap Devano.
"Kalian duluan Saja, Aku Masih Ada Urusan." Balas Devano Singkat.
"Baiklah Dev, Kami pamit. Ayo kita pulang." Ucap Billy pamit pada Devano, Kemudian mengajak Sherlly.
Di tengah Perjalanan Sherlly dan Billy Tampak Semakin Dekat, Mereka bertukar cerita Satu sama lain. Hingga Pada Akhirnya kini telah Sampai Di Halaman Rumah Nya.
__ADS_1
"Apa Kau tidak Akan Turun," Ucap Billy menoleh dan ternyata Sherlly telah terlelap dalam tidurnya.
Billy Tersenyum melihat Wajah Wanita yang ia dambakan, Selama ini. "Kau Sangat Cantik Sher." Gumam Billy, Tanpa Sadar ia mengusap Pipi cantik Milik Sherlly.
Saat Billy terfokus mengelus pipi cantik itu, Tiba-tiba Saja Sherlly merasakan Ada sentuhan, Sehingga Membukakan Matanya dan Saat itu Billy terkaget, Karena Sherlly bangun Tanpa Iya Duga. Billy reflek langsung menarik Tangannya, Yang masih mengelus pipi cantik milik Sherlly.
"Ahhhh..., Ma-afkan Aku Sher . Ta-di a-da Nya-muk di wajah kamu." Ucap Billy Gugup menahan Malu.
"Tidak Apa-apa...,Bill. Terimakasih." Ucap Sherlly langsung turun dari mobil dan Bergegas memasuki Rumahnya.
Sementara Billy masih terdiam Mematung menatap kepergian Sherlly, Yang perlahan menghilang dari pandangan.
"Seandainya kau tahu Sher...,Aku sangat menyayangi kamu. Apa kau masih menyimpan Rasamu terhadap Tuan Adrian." Sehingga tak bisa melihat Cinta aku." Gumam Billy, Sambil menstarter Mobilnya, lalu pergi meninggalkan Rumah Kediaman Sherlly.
Sementara Sherlly masih berdiri di balik pintu Rumahnya, Sesekali ia tersenyum membayangkan Saat Billy mengelus pipinya, Dia Tahu Billy bukan Menyingkirkan Nyamuk dari pipinya. "Aku tahu kau..., Memiliki perasaan yang Sama seperti ku Bill." Gumam Sherlly.
Kemudian Ia Melanggkah menuju kamarnya, Dengan perasaan Yang sangat bahagia Sherlly terus Tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Berlin_German
________________
"Sayang...,Hari ini jadwal Kamu terapi! Kamu cepat Ganti Baju yah." Ucap Adrian menangkup Wajah Cantik Istrinya Yang terkena Terpaan mentari pagi.
"Tentu Sayang." Timpal Adrian sambil mendorong Kursi Karina, Menuju lemari Ganti.
Setelah Adrian selesai membantu Karian Untuk Mengganti Pakaiannya, Ia segera Mengajak Karina untuk pergi menuju Rumah Sakit.
"Kau Sudah siap Sayang...,Katakan Apa Yang kurang Aku Pakaikan Untuk mu." Ucap Adrian.
"Sudah Cukup sayang...,Ternyata Suamiku ini Tidak Se kaku Yang ku kira Yah." Canda Karina Terhadap Adrian.
"Memangnya Menurut kamu Aku Orang Yang kaku, Padahal Semua Orang mengenalku Orang Yang Sangat Ramah loh." Timpal Adrian.
"Itu menurut Dirimu..., Pandangan Orang lain tentu berbeda. Kamu kan Orang yang suka Marah-marah, Cuek, Gak peka, Kurang pengertian." Heuhhhh...,Sudahlah Aku kesal kalau harus mengingat Masalalu." Rajuk Karina sedikit Ngambek.
Kemudian Adrian Memeluk Karina dengan Hangat, "Maafkan Aku Yah...,Ternyata Aku Seperti itu dulu. Aku janji mulai sekarang Akan berubah. Menjadi lebih perhatian lagi Pada Istri Cantik ku ini." Bujuk Adrian, Supaya Karina Tak merajuk lagi.
"Ihhh...,gombal Banget Kamu." Karina memalingkan Wajahnya dan Tersenyum-senyum.
"Yasudah Kalau begitu Kita pergi...,"...Spontan Adrian menggendong Karina, Membawanya Menuruni Hotel.
"Adrian...,Kamu membuat Aku malu." Bisik Karina yang kini dalam Gendongan Suaminya.
"Kau...,Malu! Katanya Ingin selalu di perhatikan. Apa kau tahu, Sebesar inilah Cintaku untuk mu." Ucap Adrian, Seketika Wajah karina Merah merona dan menenggelamkan Wajahnya ke dada Bidang Suaminya.
__ADS_1
Semua Pasang Mata melihat kemesraan Mereka, Ada Yang mengangumi dan Ada pula Yang biasa saja.
Langkah demi langkah Adrian keluar dari Lobby, Membawa Istrinya hingga memasuki mobil.
"Huhhh...,Kamu Berhasil mengerjai aku Sayang." Ucap Karina Menghela Nafas.
"Hahaha...,Dan Aku sengaja." Balas Singkat Adrian.
"Ikhhh...,Kamu Ikhhh. Iseng banget sih! " Karina Mencubiti Lengan Suaminya.
"Hahaha..., Maaf." Adrian Tersenyum Kemudian mencium dahi Istrinya.
Kini Mereka Telah Sampai di Rumah Sakit, Adrian berlari kecil menuju bagasi mengambil Kursi Roda Untuk Karina.
Kemudian Mereka menuju Ruang Terapi, Disanalah Karina Kembali Belajar Untuk berjalan meski Harus tertatih.
Satu minggu berlalu Karina Kembali berobat Ke Rumah Sakit, Dan tentu saja Sang suami terus mendampingi nya. Hingga Pada Akhirnya Karina Bisa berjalan Kembali.
"Aku bisa berjalan lagi...,Aku bisa berjalan lagi. Hiks...,Hiks...,hiks." Ya tuhan terimakasih Atas pertolongan mu." Lirih Karina Merasa Terharu.
Kemudian Adrian berjalan mendekati Istrinya, Dan memeluknya. "Sayang...,Aku yang paling bahagia, Melihat mu sebahagia ini. Terimakasih Karena telah mau berjuang Untuk kesembuhan mu." lirih Adrian Memeluk,mencium karina.
Ciuman pun berlanjut, Adrian Mencium bibir Karina Yang sudah merah meski tak memakai life stik.
Mereka Saling memagut merasakan kebahagiaan, Sehingga melupakan sekeliling.
Terlihat Dokter Dan perawat Turut berbahagia , Melihat kemesraan sepasang Suami istri itu.
•
•
•
Happy Reading Kawan...
Terimakasih untuk semuanya...
Sudah mengikuti sampai Sejauh ini...
Terus ikuti yah...
Jangan lupa tinggalkan jejak,Like, Komentar dan Tap Mawar.
Terus tambahkan ke kolom favorit kalian.
Terimakasih....
__ADS_1