
Seperti Hari biasanya Setiap Pagi Adrian menemui Istrinya Yang Masih terbaring Tak Sadarkan diri, Adrian mengecup dahi Istrinya.
"Sayang, Aku berangkat kerja dulu yah. Cepat bangun Sayang, Aku merindukan mu." Bisik Adrian di telinga Karina.
Sementara Icha berdiri di Ambang pintu Sambil menggendong Cucunya. " Halo Ayah..., Selamat pagi" Ucap Icha menirukan Suara Bayi.
sekilas Adrian menoleh sambil menyeka Air matanya." Halo Bintang, Duhhhh Anak Ayah. Pagi-pagi gini sudah ganteng Yah." Puji Adrian Terhadap putranya." Oh iya mah, Papa kemana yah,,?"
"Biasalah papa kamu kalau jam segini Dia joging, Yasudah kamu Sarapan dulu yah sebelum berangkat, Kebetulan Mama sudah nyuruh Si Mbok nyiapin Sarapan, Untuk kamu." Timpal Icha terhadap Adrian sambil menimang-nimang Bintang Yaitu Cucunya.
Kemudian Adrian berjalan Gontai menuju meja Makan, Menarik Kursi nya.Lalu Terduduk!
"Oh Ya mah...,Gimana Dokter Rudy sudah Datang Apa belum,,? " Ucap Adrian disela menyuap Roti.
"Belumlah Dri, Inikan Masih pagi banget. Kamu lihat baru Jam berapa ini." Sahut Icha.
"Iya Juga Yah," Baru Jam Tujuh." Balas Adrian Sambil melihat Arloji di tangannya.
Disela Adrian menyuap Rotinya, Tiba-tiba Saja Syafiq pulang habis Joging.
"Halo Cucu Oppa Sudah bangun Toh, Gemes banget Oppa Sama Bintang Duhhhh." Syafiq Sambil berjalan menuju ke meja makan.
"Habis Joging darimana Pah,,?" Tanya Adrian Sekilas.
"Biasa papah Joging nya cuma muter-muter daerah Sini Aja Dri." Timpal Syafiq Sambil meminum Secangkir Teh.
Kemudian Adrian Bangkit dan berpamitan kepada kedua Orangtuanya,&,Kepada Bintang putranya.
"Ma...,Pa...,Adrian pamit yah. Takut kejebak Macet Soalnya! Bintang Baik-Baik Sama Oma,Oppa dan juga suster kamu Ya sayang. Muachhh! Ayah sayang...,banget sama Bintang." Ucap Adrian Sambil mengecup,mengelus kepala Puteranya.
Adrian pergi kekantor dengan menggunakan Mobil Audy berwarna Hitam, Ia terlihat Sangat Tampan dengan Rambut Gondrongnya dan Juga Brewok di wajahnya.
Kurang lebih memakan Waktu perjalanan satu Jam Adrian telah tiba di Gedung Bharata_Group_enterprise, Yaitu perusahaan milik Keluarganya.
Sementara Para karyawan dan staf berjejer Rapi, Menyambut kedatangan nya.
"Selamat pagi Pak Adrian." Sambutan Hangat Dari para Karyawan dan Staf perusahaanya.
Namun seperti biasa Adrian bersikap Cuek dan berlalu begitu saja, Tiwik Dan Billy segera bergegas menghampiri Bosnya.
"Pak Adrian hari ini kita ada Rapat Dewan Direksi, Yang sudah di Agendakan setiap minggunya." Ucap Billy Yang berjalan Di samping Adrian.
"Jam berapa,,? Pastikan semua Direksi Hadir! kebetulan Saya akan mengumumkan Pembatalan kontrak dengan perusahaan Milik Berliana Trisha." Ucap Adrian Datar.
"Jam 08.45 WIB, Oke pak Saya akan segera hubungi Semua pihak mereka." Timpal Tiwik ikut berjalan di samping kiri Adrian.
__ADS_1
"Pastikan Berliana Trisha Agar dia menyerahkan lahan, Yang telah dia Rampas...,Secara ilegal dari perusahaan kita." Ucap Adrian Dingin.
*Terlintas di benak Adrian, Saat mencari data mengenai Berliana Trisha, Yang merupakan Anak mantan Dewan Direksi yang korupsi di Masalalu.*
Billy Terdiam sejenak mencerna setiap ucapan dari Sang CEO perusahaan "Bharata_Group_enterprise"
"Billy..., Apa kau mendengarkan perintah ku." Bentak Adrian terhadap Billy, Sehingga Billy Terlonjak kaget.
"Iya pak! Saya mendengarkan bapak, Saya siap mendatangi kantor milik Nona Berliana." Timpal Billy terhadap Adrian.
Kemudian Adrian berjalan menuju Ruangan nya, Setelah itu Iya kembali ke Ruang meeting, Untuk mengadakan Pertemuan dengan para Dewan Direksi.
"Halo Selamat pagi." Sapa Adrian kepada setiap orang Yang berada di sana.
Kemudian Para anggota Direksi berdiri melakukan penghormatan, Kepada Putra pemilik perusahaan.
"Pagi Pak Adrian." Balas Orang-orang Yang Ada di Ruang meeting itu.
"Silahkan Duduk!" Ucap Adrian Datar.
kemudian Mereka Kembali terduduk dan Membahas Agenda mingguan mereka.
"Silahkan Ajukan Proposal kalian...,Jangan lupa Saya butuh Beberapa Data, Dari perusahaan Yang kalian kelola." Tegas Adrian.
"Kenapa kalian, Apa ada masalah dengan perusahaan yang kalian kelola,,?" Tanya Adrian Sambil menatap Satu persatu para Anak buahnya.
"Ma..Maafkan kami pak, Kami belum mengumpulkan Data itu, Nanti saya akan Coba hubungi Asisten Saya." Ucap Semua Anggota Yang ikut Rapat dewan Direksi.
"Brakkk....
Adrian Sangat marah Sehingga menggebrak meja Yang berbentuk Oval Tersebut.
"Terus kalian berada di Ruang Rapat ini untuk apa!" Geram Adrian.
"Kalian Tidak becus dalam mengelola Cabang perusahaan kita. Kalian selama ini kerjanya Bagaimana,,?"
"Mohon Maaf yang sebesar-besarnya Pak Adrian, Kami merasa bersalah Karena telah melupakan Data yang seharusnya sudah Kami Kumpulkan Bulan ini." Ucap Salah satu Staf sambil Menundukkan Kepalanya.
"Saya Tidak butuh permohonan maaf dari kalian, Yang Saya butuhkan Adalah kinerja kalian! Kalian ini benar-benar Membuat darah Saya mendidih yah." Maki Adria. kepada semua jajaran Direksi yang dia anggap Tidak becus.
"Baik pak, kami akan berusaha semaksimal mungkin" Sahut para Dewan Direksi.
"Harusss."... Ucap Adrian sambil menatap Tajam kepada semuanya, Termasuk Billy dan Juga Tiwik yang ada di Ruangan itu.
"Cepat kalian bubar dari Ruangan ini." perintah Adrian Kepada semua Anggota Dewan direksi.
__ADS_1
Billy dan Juga Tiwik pun ikut pergi dari Ruangan meeting tersebut, Namun Di panggil kembali Oleh Adrian.
"Billy..., Tiwik..., Kenapa kalian ikut-ikutan keluar.Kalian tetap disini...,Saya membutuhkan kinerja kalian Saat ini." Ucap Adrian , Seketika langkah Billy dan juga Tiwik terhenti.
"Bapak memerlukan Kami." Ucap Billy Gugup.
"Ya Saya butuh peran kalian...,Saya punya Tugas Untuk kalian berdua. Tolong kirimkan Pihak Audit di Perusahaan C Kucuran Dana mereka begitu menguras keuangan Perusahaan, Saya Curiga Ada Tindak Korupsi disini." Ucap Adrian Dingin.
"Baik Pak Akan segera kami laksanakan," Ucap Tiwik dan Billy secara bersamaan, Sehingga membuat mereka Canggung.
"Oke Kalian Boleh pergi." Ucap Adrian sambil mengibaskan Tangannya.
Adrian begitu marah Saat ini, Lantaran Ia sangat terkejut karena secara bersamaan Direktur/Direksi, Dari Anak perusahaannya. Secara Kompak Tak mengumpulkan data-data perusahaan Yang mereka kelola.
Kemudian Adrian Bangkit dan pergi untuk menemui "Berliana Trisha" Namun dengan Tidak sengaja Ia malah Bertemu dengan Sherlly, Di sebuah Mall yang sangat terkenal Di Jakarta.
"Brukkkk" Adrian Tertabrak Oleh seseorang, Tak lain Orang itu Adalah Sherlly, Yang sedang membawa Air mineral. Sehingga membasahi Jaz kerja Adrian
"kamu..." Tatap Tajam Terhadap Sherlly.
"A..,A..,Adrian ..., ka..,Kamu." Ucap Sherlly Gugup.
"Kenapa Kamu belum juga mengubah Wajah kamu kebentuk semula...,Atau mau aku paksa Kamu mengoperasi Wajah ini hhhhhhh." Umpat Adrian mencengkeram tangan Sherlly.
"Lepaskan aku Adrian...,Kamu jangan berbuat bodoh di tempat Ramai seperti ini! Apa mau aku Teriaki Orang Yang berada di Mall ini." Ancam Sherlly kepada Adrian.
"Teriakkkkk, Saja kalau kamu sudah bosan melihat Matahari." Balas Adrian mengancam Sherlly.
•
•
•
**Next part...
Hallo Readers...
Yuuk Ikuti terus kisahnya...
Jangan lupa Follow Author kasih like kalian Yah....
Tambahkan Novel ini ke kolom favorit kalian, Dan Jangan lupa Dukungannya, Teruntuk Novel "A war love from the traitor"
Happy reading**....
__ADS_1