
Pagi-pagi Sekali Karina Terbangun dan Sudah bersiap untuk pergi secara Diam-diam, Karena Hari ini adalah Jadwal pemeriksaan Kandungan nya. Sementara Adrian Masih di kuasai kantuk nya.
Karina menulis sesuatu di secarik kertas lalu meletakkannya di Atas Nakas, Sesaat kemudian ia segera berjalan keluar dari kamarnya.
"Selamat pagi Nona Karina." Sapa Si Mbok asisten Rumah Tangganya.
"Pagi Mbok, Mama sudah bangun apa belum Mbok,,?" Tanya karina terhadap si Mbok.
"Nyonya masih tidur, Nona." Sahut Si Mbok Darsih.
"O Yah mbok...,Kalau Mama dan yang lainnya sudah bangun. Mbok kasih tahu ke mereka Yah. Saya pergi ke Rumah Sakit untuk memeriksakan Kandungan saya." Timpal Karina Sambil mengambil segelas Air putih.
"Iya Nona Siap, Si Mbok akan laksanakan perintah Nona." Si Mbok Darsih Mengiyakan setiap perintah Nyonya mudanya itu.
Kemudian Karina Berjalan Gontai sesaat, Setelah menengguk habis Air mineral di gelas nya. Ia menuju mobilnya Yang Terparkir di Halaman Rumah kediamannya.
"Mummm...Mummm..." Karina mengemudikan Mobilnya sendiri menuju Rumah Sakit, Tempat Dokter Cantik dan Dokter Faris bertugas.
Icha Yang mendengar suara mobil, Kemudian ia terbangun Mengitarkan pandangan nya. Ia telah Tahu bahwa dia bukanlah tidur dengan Karina semalam, Melainkan dengan Syafiq suaminya.
"Loh.,Kok ! Papa bisa tidur di sini,,? Papa...,Pah. Bangun Sudah pagi." Icha menggoyangkan badan Suaminya.
"Huahhhh." Menguap...
Ada Apa sih mah.,Sudah pagi Yah." Timpal Syafiq dengan suara parau nya.
"Papa ngapain tidur disini, Kemana karina pah,,?" Ucap Icha.
"Semalam papa suruh pindah Karina ke kamarnya, Soalnya Papa Males tidur dengan Adrian. Masa papa di peluk-peluk, Memangnya Papa apa-an." Timpal Syafiq cuek.
Kemudian Icha malah mencubit perut Sixpack Suaminya. Yang di penuhi Hairy di dada bidangnya.
"Ikhhh...,Papa ini." Enggak bisa di ajak kerjasama Sekali yah. Justru itu yang mama Takutkan Adrian itu pasti minta jatahnya sama karina. Papa tahu kan Usia kandungannya Masih rentan." Ucap Icha mengomel sambil Mencubiti Suaminya.
"Awwww...,Sakit ma. Aduhh mama ini, Sangat overprotektif banget yah jadi orang." Enggak mungkin lah, Karina sampe keguguran hanya karena Adrian meminta Jatahnya. Mama inget gak Saat Mama mengandung Adrian, Kita kan melakukan nya hampir tiap malam. Adrian lahir dengan selamat Toh." Balas Syafiq setengah menggoda Istrinya.
"Ikhhh papa ini Yah, Malah ngebahas itu. Pantas Saja Adrian Tumbuh tak jauh beda dengan papa, Anak sama bapak sama-sama mesum, Hadehhh papa ini. Sudahlah mama mau nyiapin sarapan." Timpal Icha bergegas Dengan Wajah merah merona karena malu, lantaran mengingat Saat iya masih muda dan meminta jatah pada suaminya tiap malam.
"What's...,Saya yang mesum. Bukannya Dia yang Selalu meminta melakukannya, Tiap malam Saat mengandung Adrian.'' Gumam Syafiq.
"Wanita memang selalu benar dan laki-laki selalu Salah Huhhhh...," Ucap Syafiq beranjak dari Tempat Tidurnya menuju kamar mandi.
Sementara Adrian baru terbangun Mengitarkan pandangannya, Melihat ke sekeliling ternyata papanya Sudah tak ada di kamar.
"Rupanya Tua bangka itu sudah bangun dari Tadi Toh." Ucap Adrian sambil berjalan menuju Kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu Adrian bersiap Untuk bekerja.
Saat Adrian mengambil ponselnya di Nakas, Ia melihat Secarik kertas yang berisi Tulisan Karina.
"Mas...,Saya minta ijin yah! Saya pergi ke rumah Sakit untuk berkonsultasi ke dokter mengenai Kandungan saya. O yah saya juga pinjam mobil mini Cooper nya yah sayang. Big love you ...Teruntuk suamiku"
"Jadi semalam Karina tidur bersama ku, Ya tuhan kenapa aku tidak menyadarinya. Huhhhh...,Ini semua karena mama dan papa." Aku Harus segera Menyusul ! Karina...,Kamu kenapa sih selalu membuat mas khawatir, Terlebih lagi kamu mengendarai mobil sendirian." Ucap Adrian berbicara Sendiri.
Kemudian Adrian beranjak pergi untuk menyusul istrinya, Tiba-tiba saja Icha menanyakan Karina kepada Adrian.
"Karina...,Sudah bangun Apa belum Adrian!" Ucap Icha terhadap Putranya.
__ADS_1
"Duhhhh...,Sudah dulu ya mah. Adrian Harus nyusul Karina, Dia pergi ke rumah sakit sendirian menggunakan mobilnya sendiri, Adrian Khawatir." Ucap Adrian Tergesa-gesa.
Icha memijat keningnya, Lantaran Akhir-akhir ini menantunya itu sering bersikap Aneh, Berbeda dari biasanya.
"Yasudah Cepat kamu susul dia, Lain kali jangan biarkan istrimu pergi sendirian. Makannya kalau jadi suami itu harus peka Adrian." Ucap Icha mengomeli putranya,Lantaran Ia mengkhawatirkan Menantunya yang sedang mengandung Calon Cucunya.
Kemudian Adrian pun berlalu begitu saja, pergi menyusul Karina ke rumah Sakit.
"Si Mbok pasti tahu soal ini, Kemana pembantu yang selalu membangkang itu." Gerutu Icha Menghampiri Darsih pembantu nya.
"Mbook...,Kemari Mbokkk." Panggil Icha terhadap pembantu nya.
"Iya Nya...,Ada apa." Sahut si Mbok Darsih.
"Apa karina meminta ijin pergi tadi pagi ke mbok,,?" Tanya Icha yang sudah bertaring.
"He...he...Vis Nyonya, Maafkan Si mbok." Sahut Si mbok Darsih sambil mengacungkan Dua Jari.
"Haduhhh...,Si mbok ini. Sudah-sudah lanjutkan pekerjaan nya." Ucap Icha sambil memijat keningnya.
Kini karina telah sampai di rumah sakit,Ia berjalan Gontai menuju Ruangan dokter Cantika Yaitu Dokter spesialis kandungan.
Namun saat ia membuka pintu Ruangan Dokter Cantika, Karina tak sengaja berjumpa dengan Aquilla dan juga Rama yang sedang berkonsultasi masalah Kandungan.
"Karina...,Aku sangat senang berjumpa kamu disini. Apa kamu sedang mengandung juga,,?" Tanya Aquilla Namun karina tetap bersikap dingin.
"Yaaa...,Saya sedang mengandung juga." Timpal karina bersikap dingin.
Kemudian Rama Dan Aquilla Tahu kalau dilihat dari sikap nya, Karina belum bisa memaafkan Keluarga nya.
"O yah Dokter cantik...,Kami mohon pamit yah." Ucap Aquilla terhadap Dokter cantik.
"O Ya Dok." Saya Titip sahabat Saya yah." Rin Kami mohon pamit Yah, Mohon maafkan Keluarga ku jika hatimu sudah bisa memaafkan." Ucap Rama Pamit kepada dokter kandungan, Dan juga Sahabatnya.
Namun Karina diam Tak bergeming, Mulut nya seakan terkunci ketika melihat Wajah kedua sahabatnya itu. Rama dan Aquila pun pergi dari rumah sakit itu.
"Silahkan Nona karina...,Ikut saya!" Ajak Dokter cantik untuk memeriksa Kandungan karina.
Setelah Semua itu selesai karina dan Dokter Cantika Sedikit berbincang-bincang, Sesaat Kemudian Cantika Menelpon Dokter Fariz Atas permintaan Karina, Karena dokter Fariz adalah Dokter spesialis Kanker di Rumah sakit itu.
"Tok...Tok..Tok.." Seseorang mengetuk pintu.
"Nah itu pasti Dokter Fariz," Ucap Dokter Cantika.
"Masuk." Dokter Cantika sedikit meneriaki seseorang yang mengetuk pintu Ruangannya.
"Halo selamat pagi Nona Karian, Dokter Cantika." Sapa Dokter fariz.
Kemudian Karina membalas Sapaannya.
"Pagi Juga Dokter Fariz, Maaf mengganggu anda." Sahut karina.
Kemudian Karina berkonsultasi, Seputar kanker yang di deritanya. Setelah pemeriksaan itu, Karina Semakin shock karena sel kanker nya sudah Semakin menyebar. Sementara Dokter Cantika meningalkan mereka berdua.
"Saya harus beritahu Kepada Nona keadaan terburuknya, Anda harus segera Operasi pengangkatan Rahim . Kalau tidak ini akan berakibat fatal untuk Kandungan Anda juga Nyawa anda." Ucap Dokter fariz berterus terang.
__ADS_1
"Tapi Jika Rahim saya di angkat bagaimana dengan bayi Saya Dok." Lirih Karina.
"Anda harus memilihnya Nona, keputusan Ada di tangan Anada. Ingin mempertahankan bayi anda. Atau kehilangan semuanya termasuk diri anda." Ucap Dokter Fariz sambil Menangkup tangan Karina.
" Saya tetap akan mempertahankan Kandungan saya Dokter, Meskipun nyawa saya harus melayang." Lirih karina.
Sementara Adrian yang baru saja datang melihat Karina di pegang tangannya oleh Dokter fariz, Adrian geram Rasanya dia ingin menonjok Dokter itu.
"Heyy...,Lepaskan Tangan istri saya." Teriak Adrian Dengan Tatapan mendominasi.
"Siapa Anda,,?" Tanya Dokter fariz terhadap Adrian.
"Kamu Masih Tanya siapa Saya...,Kamu mencari kesempatan untuk mendekati istri saya yah." Bentak Adrian Yang geram.
Kemudian Karina Melerai Ke salahpaham an, Antara suaminya dan Dokter Fariz.
"Adrian Sudah hentikan Sayang...,Ini semua salah paham,'' Kemudian Karina memberi Tahu Kalau Adrian Adalah suaminya.
"Dokter fariz ini suami saya. Adrian Namanya." Ucap Karina Sambil menahan Tangan suaminya.
"Kenapa Kamu berkonsultasi dengan dokter kandungan Yang seorang pria sih sayang...,Mana tangan yang di pegang Dokter Ini, Sini biar aku lap bersih bekasnya. Siallllll." Ucap Adrian Sambil mengelap Tangan Karina yang di pegang oleh Dokter Fariz.
Seketika Dokter Fariz Terbingung lantaran Adrian mengiranya adalah Dokter kandungan.
"Dokter Kandungan, Saya,,?" Ucap Dokter fariz Bingung Sambil menunjuk dirinya sendiri.
Karina Yang mulai panik, Karena takut Adrian mengetahui Soal penyakitnya. Ia segera mengajak Adrian pergi Dari Rumah Sakit.
"Yasudah Sayang...,Kita pulang yah. Tolong jangan membuat Keributan seperti ini, Malu di lihat semua orang. Dokter Fariz Kami mohon pamit." Ucap Karina Sambil menggandeng Tangan Adrian suaminya.
"Awas...,Kamu yah. Kalau saja bukan karena Istri saya yang baik, Saya akan membuat perhitungan dengan Anda. Dia ini istri saya cuman Saya yang boleh memegang tangannya." Ucap Adrian geram.
"Sudah Sayang...,Ayo cepat kita pergi saja. Ini semua hanya salah paham." Timpal Karina.
Kemudian Adrian dan Karina pergi dari Rumah sakit itu, Sementara Dokter fariz Bengong karena Adrian menganggapnya Adalah Dokter Kandungan.
"Oh Shitt...,Ada apa dengan pria Gila itu. Apa dia sudah tidak Waras, Saya kan Dokter spesialis Kanker. Kenapa dia mengira Saya Dokter kandungan, Apa wajah saya se Mesum itu. Sial Dasar orang gila." Gerutu Dokter Fariz.
"Ada apa Sayang." Tanya Dokter Cantika kepada Suaminya.
"Bukan Apa-apa Cantika, Semoga Saja Bayi dalam Kandungan Kamu tidak mempunyai Sikap Arogan Seperti orang Yang tadi." Ucap Dokter Fariz kesal.
"Siapa Yang kamu maksud." Sahut Cantika.
Namun Tak di balas Oleh Dokter fariz, Dan Ternyata Dokter Cantika dan Dokter Fariz Adalah sepasang suami istri Namun Karena Demi profesionalitas mereka Merahasiakan nya, Sehingga Yang karina Tahu Dokter Fariz Adalah Rekan kerja dari Dokter Cantika.
•
•
•
Next part...
Ikuti terus kisahnya yah...
__ADS_1
Mohon tinggalkan jejaknya..
Happy reading...