Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Melarikan Diri


__ADS_3

Aku terduduk di sopa Sementara Anak buah dari Devano, Terlihat lengah Saat membereskan pecahan kaca dari cermin Yang Aku lempar dengan Vas bunga. Terbesit dalam pikiran ku untuk kabur Dari tempat ini.


Dengan mengendap-endap Aku melanggkah, Sementara Anak buah dari Devano Masih terfokus pada pecahan cermin yang berserakan di lantai.


Saat Aku berusaha menggapai Engkel pintu tiba-tiba saja pintu itu terbuka , Yang ternyata Devano datang lagi ke Apartemen . Aku menarik Nafas berusaha tenang Bersembunyi di balik pintu, Saat Devano melangkah Masuk Aku memukulnya dan Berlari keluar dari Apartemen mewah itu.


"Brukkkk" Awwww " Pekik Devano, Aku memukulnya.


"Karinaaaaaa, Mau kemana Kamu" Teriak Devano Terhadap ku.


Kemudian Kau Berlari Menuruni Lantai demi lantai, Sementara Devano terdengar memaki Anak buahnya.


"Kalian ini bisa kerja tidak, Lihat dia kabur Dari sini" Umpat Devano memaki Anak buahnya sambil menunjuk ku Yang terus berlari.


"Maaf kan kami bos Kami lalai, Kami janji Akan mengejar Nona karina" Balas Anak buahnya.


"Yasudah Tunggu apalagi, Dasar bodoh kalian" Ucap Devano Yang marah besar.


kemudian Aku Menuju lift dan Turun ke lantai paling Bawah, Hatiku berdebar Karena Takut usaha melarikan diri ini gagal, Sementara Anak buah Dari Devano mengejar ku melalui Tangga Darurat dan ada juga Yang Menggunakan lift Kaca Sehingga Aku dapat melihat keberadaan mereka.


"Karina Tunggu Jangan lari, Aku mencintaimu Karina, Ayolah menurut padaku dan aku akan memperlakukan mu dengan baik," Bujuk Devano setengah berteriak padaku.


"Jangan mimpi kamu Dev, Aku bahkan jijik mendengar kata-kata itu," Gumam ku.


Saat aku sampai di lantai Satu, lift terbuka Namun aku tidak tau kalau Anak buah dari pria Yang miskin Cinta itu telah sampai di samping lift untuk menyergap ku.


"Nona Karina menyerah lah dan ikuti dengan saya," Ucap Pria kekar Yang mengagetkan ku.


Saat Tangan orang itu berusaha menggapai ku, Ku pencet Tombol yang berada tepat di samping Tangan kananku, Dan lift kembali menutup dan Aku memutuskan untuk Turun ke Basemen.


"Kamu bodoh sekali, Kenapa kamu tidak Tahan pintunya, Bisa kerja enggak kalian. cepat kejar dan dapatkan lagi calon istriku" Maki Devano Terhadap Anak buahnya, Suara makian Devano masih sempat ku dengar Saat pintu itu menutup.


Setelah itu Aku Turun ke Basemen,"Tringg" Suara lift terbuka, Tapi kali ini Aku waspada Karena bisa saja Anak buah Devano sudah Menunggu Untuk menangkap ku lagi.


Aku menarik Nafas " Akhhh lega, Syukurlah Sepertinya mereka belum Sampai, Aku harus segera Pergi dari sini." Ucapku.


Dengan bermodalkan Tas dan sejumlah uang Yang tiap bulan Devano Kasih, pertama-tama Aku berniat pergi ke toko ponsel, Agar aku bisa mengabari Adrian suamiku, Yang mungkin sekarang Masih mencaritahu keberadaan ku.

__ADS_1


Saat aku melangkah keluar dari Area Apartemen itu tiba-tiba dihentikan oleh seseorang Yang Tak lain Iyalah Sasha." Karina Tunggu Mau pergi kemana kamu, Hanya pergi sendiri lagi, Atau kamu berusaha untuk kabur Ya" Ucap Sasha Yang melihatku dia berusaha Menghampiri ku.


"Sial Sasha Lagi," gumamku , Sambil bergegas pergi. Aku menghentikan Taksi Yang lewat tepat di depan ku " Menggunakan bahasa Inggris).


"Karina Mau lari kemana kamu," Teriak Sasha berlari mengejar Taksi Yang aku tumpangi.


Dan terlihat juga beberapa Anak buah dari Devano Menyusul, " Pak jalan lebih cepat Ya jangan Sampai mereka menghentikan kita," Perintah ku terhadap sopir Taksi itu (menggunakan Bahasa Inggris).


Aku menyusuri Jalanan kota Berlin Yang Tampak megah, Setelah aku berhasil lolos dari Cengkeraman Devano. Aku sangat Senang Akhirnya Aku terbebas dari Penjara cinta Sang Devano Sang miliarder Jahat.


Sore itu tampak terlihat lampu-lampu menyala Sangat indah dan udara dingin Menelusup masuk terasa sampai ke tulang.


Aku terduduk di bangku sebuah Taman, Aku menatap orang-orang disana Sangat terlihat terburu-buru, Lantaran orang di sana lebih giat bekerja ketimbang berleha-leha di Rumah.


Kemudian Aku melanjutkan perjalanan ku Yang entah ada tujuan saat itu, Aku mendatangi sebuah HOTEL dan aku melakukan Reservasi disana Hanya untuk menginap semalam. " Untung saja Uangku Masih cukup, Untuk memesan Hotel Dan membeli makanan."


Setelah Aku memesan Kamar di sebuah hotel, Aku menuju Kamar untuk segera membasuh diriku Yang sudah bau, Lantaran seharian ini Hari yang melelahkan bagiku.


Aku membuka pintu kamar dan segera menuju Kamar mandi" Aku berendam di Bhatup, Haahhhh Air kebebasan," ucapku lega Karena telah berhasil lolos dari cengkeraman Laki-laki kejam itu.


Tiba-tiba saja Ada seseorang Yang mengetuk pintu , Aku langsung terperanjat kaget. Karena aku Takut kalau orang itu adalah Devano Atau Sasha. " Tok...Tok...Tok..." Suara ketukan pintu.


"Siapa," Teriakku menggunakan bahasa Inggris.


"Saya Bagian Food & Beverage Nona, saya membawakan pesanan Anda," Balas Orang itu di balik pintu kamar mandi.


Kemudian Aku teringat kalau aku memesan, Makanan untuk makan malam." Oke Taro Saja disitu " Teriakku Terhadap orang Yang mengantarkan Makanan (Menggunakan bahasa Inggris) .


Kemudian Aku melanjutkan mandi ku bermain dengan busa-busa Yang menyabuni Seluruh diriku.


*Author_pov*


________________


Devano Marah besar kepada semua Anak buahnya Yang bertugas menjaga Karina Agar tidak kabur darinya. Aksi kejar-kejaran di jalanan itu pun Gagal mengejar Karina Yang berlari menggunakan Taksi,Setelah itu Devano kembali ke Apartemen nya, Untuk mencari Tahu keberadaan karina melalui Koneksi nya di kota Berlin.


"Kalian semua Tidak becus, Dasar bodoh kalian kerja saya gajih mahal, Tapi tidak bisa menjaga hanya satu perempuan saja." Umpat Devano memaki dan menampar satu persatu Anak buahnya.

__ADS_1


"Sudah-sudah Tidak ada gunanya Kamu marah-marah Pada mereka, Hanya menghabiskan tenaga kamu saja. lebih baik kamu cari melalu koneksi kamu di kota ini." Ucap Sasha.


" Ya kamu benar, Karena dengan cara itu Aku bisa mengetahui Karina, Oh Karina Cintaku." ucap Devano, " Terimakasih Sha Terkadang kamu pintar juga Seperti Kaka mu," seraya Tertawa.


"Terimakasih Tuan Dev Harus anda Tarik ucapan Anda yah, Saya lebih pintar dari kaka saya," Balas Sasha Terhadap Devano Rekannya.


"O Yah Ngomong-ngomong Apakah Sherlly berhasil menjalankan Rencananya Untuk kembali pada Adrian,?" Tanya seorang Devano Terhadap Sasha.


"Saya Kira berhasil, Kamu Tau lah Otak licik Sherlly sudah tidak bisa di ragukan lagi," Balas Sasha seraya Tertawa.


Saat Mereka mengobrol Tiba-tiba saja Ponsel Milik Devano Bergetar Tanda pesan Masuk, "Drt...Drt..Drt..."


"Tunggu sebentar Aku baca pesan dulu, siapa Tahu dari koneksi ku Yang memberitahu Keberadaan calon istriku,"


"Ya ...Ya..Ya..." Terserah Anda Tuan Dev" Balas Sasha.


Benar saja setelah Dev membaca isi pesan, Ternyata itu dari Koneksi nya di kota Berlin memberitahukan kalau Keberadaan Karina sedang menginap di sebuah Hotel salah satu milik keluarga Devano di Kota itu. Devano segera mengambil Jaketnya dan Bergegas menyusul Karina untuk menjemput nya.


"Kamu mau kemana Dev,?" Tanya Sasha terhadap Rekannya itu.


"Seperti Aku sudah tau keberadaan Karina, Aku harus pergi dulu,"


"Kalau begitu aku ikut," Seru Sasha.


"Tidak untuk kali ini Sha, Aku akan membujuknya dengan caraku, Bukan dengan cara kekerasan," ucap Devano sambil melambaikan Tangannya.


"Sial kenapa Devano sekarang sikapnya melembut sih, pada karina. Tidak ini tidak boleh di biarkan. Dev hanya milikku, Dev tidak boleh Jatuh cinta benaran pada Karina" Gumam Sasha .


**Next part...


Duhhhh ngeri Ya ceritanya...


Lalu bagaimana Setelah ini Nasib Karina...


Like, coment,share & Vote Yah...


Lanjutkan Jangan Nih kisahnya**....

__ADS_1


__ADS_2