
"Aku Harus Segera pulang Pah, Lagi pula ini sudah Hampir siang. Kasihan bulan Jika Kepanasan." Ucap Sherlly bangkit dari tempat duduknya.
"Biarkan Papah, Mengantarkan mu pulang yah!" Ucap Ryan menawarkan Tumpangan kepada Putrinya yaitu Sherlly.
"Tidak Usah pah..., Kebetulan Sherlly sudah memesan Taksi Online," Balas Sherlly sambil menunjukkan Aplikasi pemesanan Taksi online.
"Yasudah Kalau begitu, Papah temani kamu Sampai Taksinya datang Yah! " Ucap Ryan Bersikukuh.
"Silahkan pah, Sherlly tidak akan menolak kalau untuk Hal itu." Balas Sherlly Tersenyum.
Ryan dan Sherlly berjalan secara bersamaan, Tanpa mereka Sadar, Rama terus mengikuti mereka.
"Ini tak bisa di biarkan, Papah harus di jauhkan dari perempuan Licik Ini." Gumam Rama dalam hatinya.
Kemudian Rama menelpon Ryan, Memintanya untuk segera ke kantor.
Ryan duduk bersama Sherlly menunggu Taksi di Halte yang Tak jauh dari Taman, Tiba-Tiba Saja ponsel Ryan berdering, Saat Ia melihat ponsel nya ternyata "Rama" Yang menelepon nya.
"Sebentar Ya Sayang...,Papah terima telpon dulu, dari Adik kamu." Ucap Ryan pada Sherlly.
"Oh Iya pah, Tidak apa-apa."Sahut Sherlly sambil mengajak ngobrol Rembulan putri angkat nya.
"Duhhh...,Anak ibu. Kamu seneng yah bisa maen bareng Ibu dan Kakek di taman." Ucap Sherlly Tersenyum pada Rembulan.
Sementara Ryan sedang mengobrol dengan Rama, Melalui Ponselnya.
"Kenapa tiba-tiba kamu menelpon Papah, Ada masalah apa di kantor." Ucap Ryan Terhadap Rama.
"Papah ini...,Setiap Rama menelpon papah. Pasti mengiranya di kantor sedang ada Masalah. Ya enggaklah pah, Rama Hanya mengkhawatirkan Papah. Papah dimana Sekarang,,?" Ucap Rama Yang berada di dalam Mobilnya, Sambil menatap Keberadaan Ryan dan Sherlly.
"Papah, Sedang makan Siang kenapa memangnya." kamu Tidak usah mengkhawatirkan Papah, Yang seharusnya kamu khawatirkan Adalah Saudara kamu, Sherlly." Balas Ryan Yang Berbohong pada Rama.
"Owh..., Yasudah pah! Kalau begitu Rama lanjutkan pekerjaan Rama lagi Yah." Timpal Rama menutup saluran telpon nya.
Sherlly bangkit dari halte Setelah melihat Taksi yang di pesan nya datang.
"Pah, Sherlly pamit Ya pah. Dah papah.!"...
"Iya Nak hati-hati di jalannya yah, Lain kali kita bertemu lagi." Ucap Ryan membukakan pintu Taksi, Kemudian Sherlly terbenam di dalamnya.
Setelah Taksi itu berjalan, Rama mengikuti Taksi yang di tumpangi oleh Sherlly. Ia mencari Tahu tempat tinggal Sherlly saat ini.
"Aku harus bicara dengan Sherlly, Dia tak boleh lagi bertemu dengan Papah. Aku tidak Ingin papah terpengaruh lagi oleh Sherlly." Gumam Rama Mengikuti Taksi yang di tumpangi Sherlly.
"Pak Tolong berhenti di depan minimarket sebentar Yah, Ada barang yang Harus Saya beli." Pinta Sherlly Terhadap Sopir Taksi.
Kemudian Taksi itu berhenti Sesuai Permintaan dari Sherlly, Ia turun dari Taksi Sambil menggendong Putrinya.
"Sherlly." Rama memanggilnya Kemudian Sherlly menoleh.
__ADS_1
"Rama...,Ada apa,,?" Tanya Sherlly.
"Ada yang ingin aku bicarakan Dengan kamu, Ayo ikut aku." Ucap Rama dingin, Melangkah kan Kakinya.
Kemudian Sherlly menyuruh Sopir Taksi yang menunggunya pergi.
"Bapak pergi Saja Yah, Saya Masih ada Urusan." Perintah Sherlly pada Sopir Taksi.
Kemudian Sherlly mengikuti Rama Yang memasuki Cafetaria, Tak jauh dari Minimarket.
"Apa yang ingin kamu Bicarakan, denganku Ram,,?" Tanya Sherlly sambil menarik kursi.
"Aku minta Pada kamu untuk tak lagi menemui papah, Dan ingat yah Kamu jangan coba-coba mempengaruhi Papah, Untuk kepentingan kamu." Ucap Rama Dingin terhadap Sherlly.
"Tunggu...,Tunggu. Maksud kamu Apa Yah! Kenapa kamu melarang aku Bertemu dengan papah, Dia papah aku juga Ram. Apa salahnya aku atau papah Jika ingin bertemu, Kamu tidak berhak melarang Aku ataupun papah." Balas Sherlly tegas.
"Kamu menurut saja padaku, Atau kamu akan mendapatkan masalah baru. Atau kamu mempunyai rencana Jahat lagi yah. Sudah kuduga orang seperti kamu memang Tak pernah berubah." Ucap Rama menatap Tajam pada Sherlly.
"Cukup Rama..., Kau membuang-buang waktu ku saja. Jika sudah tak ada lagi yang di bahas, Aku pergi dari sini." Sherlly sangat marah karena telah di tuduh Merencanakan sesuatu untuk Papahnya. Ia pergi meninggalkan Rama Yang Masih berada di Cafetaria.
"Huhhhh..., Menyebalkan sekali. kenapa Semua Orang tak pernah memperlakukan ku dengan baik. Apakah salah jika aku ingin berubah menjadi Orang yang lebih baik lagi." Ucap Sherlly Berjalan Gontai, Sambil menghela Nafas nya.
•
•
•
"Lepaskan pelukanmu dasar Wanita gila." Umpat Devano.
"Baiklah Saya akan melepaskan, Pelukan ini Tapi Bolehkan kita bertemu lagi di lain waktu." Ucap Trisha menyipitkan matanya.
"Hahh." Dasar wanita gila." Gumam Devano Dalam hatinya.
Kemudian Trisha melepaskan pelukannya dari badan kekar Devano, Ia Sangat bahagia karena Aroma farfum Yang di gunakan Devano menempel di Pakaiannya.
Devano Sangat kesal Lantaran Perlakuan Trisha yang mempermalukan nya, di muka umum.
Sasha Semakin kesal di buat menunggu Oleh Trisha, Sahabatnya.
"Menyebalkan Sekali Trisha ini, Se enaknya Saja membuat ku menunggu seperti ini."Memangnya Siapa dia," Gerutu Sasha.
"Halo Sha...,Maaf loh membuatmu menunggu lama." Ucap Trisha Yang baru saja datang, Setelah dari Toilet dan bertemu dengan Devano.
"Lama Amat sih kamu...,Ke toilet nya." Gerutu Sasha pada Trisha.
"Sorry Sha...,Aku baru saja bertemu dengan Pria yang sangat gagah dan menawan, Apapun yang terjadi Aku harus mendapatkan nya Sha." Ucap Trisha bercerita tentang Devano.
Tanpa sepengetahuan nya, Sasha mendukung Trisha untuk dekat dengan Orang yang di maksud oleh Trisha. Padahal Orang itu adalah Devano Calon Suaminya.
__ADS_1
"Mana Ada sih, disini Pria Gagah menawan. Murahan banget sih selera lho Tris." Ucap Sasha Sambil melirik ke kanan dan Kiri, Memastikan Laki-laki yang di maksud Oleh Trisha.
"Ada Sha..., Pokoknya laki-laki itu berperawakan tinggi, Berbadan tegap Mata biru dan Hidungnya mancung. Uuuuh...,Dan Yang pastinya dia bukan orang sembarangan." ucap Trisha berbicara Nyerocos begitu Saja.
"Serah Kamu Aja deh, Aku ikut mendukung saja. Semoga Usahamu berhasil dalam mendapatkan laki-laki Gagah menawan, Seperti yang ada di otakmu itu." Balas Sasha Cuek.
"Yasudah Kita pulang saja Yuuk, Aku masih ada banyak pekerjaan Yang harus aku urus." Timpal Trisha berusaha menetralkan fikirannya dari bayang-bayang Wajah Devano.
"Oke ..., kalau begitu kita pulang." Balas Sasha singkat.
Kemudian Mereka berdua berjalan menuju Parkiran, Sementara Devano Sudah lebih dulu pergi meninggalkan Cafetaria, dengan menggunakan Mobilnya Menuju Kantor nya.
•
•
•
Adrian pergi meninggalkan Hotel, Setelah mengantarkan Istrinya.
sementara "Davin" Yang merupakan kepercayaan nya Yang berada di German telah menunggu di Sebuah Restoran.
"Tuan Adrian." Teriak Davin melambaikan Tangannya, Memanggil Tuannya.
Kemudian Adrian berjalan Gontai ke Arah Davin, Sesaat kemudian Adrian duduk di hadapan Anak buahnya itu.
"Bagaimana perkembangan Orang Yang bernama "Jack" Apakah ada keterkaitannya dengan Orang Yang tak menyukai Saya,,?" Adrian bertanya Pada Davin dengan Sangat serius.
"Saya Tidak Tahu persis Tuan, Tapi Saya menemukan data ini." Balas Davin Menunjukkan data Orang Yang terakhir kali di hubungi oleh Bule Yang bernama "Jack"
Adrian mengepalkan tangannya, Setelah mengetahui Orang yang berada di dalam daftar terakhir kali melakukan panggilan dengan Jack.
"Trisha..., Rupanya dia mau coba-coba bermain Api dengan Aku." Gumam Adrian Mengepalkan Tangannya dan Mengeratkan Rahang.
•
•
•
**Next part...
Tambahkan ke kolom favorit kalian yah...
Jangan lupa Follow Author nya yah...
Jangan lupa Tinggalkan jejak kalian...Like, Komen,Tap bunga Mawar dan Bantu Vote...
Ikuti terus Kisahnya yah...
__ADS_1
Happy Reading...,Semoga Terhibur**...