Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 3 : Chapter K


__ADS_3

"Ibu bohong ... Kalau ibu tidak mengenalnya, untuk apa ibu menghindar," Sela Bulan di saat Sherlly memasuki rumah.


Sekilas Sherlly menoleh, dan membentak Bulan.


"Sejak kapan kamu berani, Sama ibu Bulan. Ibu sudah katakan tidak tahu orang itu siapa, yaudah kamu gak usah banyak bertanya." Sentak Sherlly.


"Ibu jahat ... Padahal Bulan nanya nya, baik-baik kenapa harus membentak bu," sahut Bulan berlari karena merasa sedih, Telah di bentak oleh ibunya.


Brug ... Suara pintu kamarnya, ia banting lantaran kesal terhadap sikap ibunya.


Sedangkan Sherlly terdiam menatap nanar terhadap putrinya, sambil memegangi bibirnya karena tak sengaja membentak putrinya.


'Maafkan ibu Bulan ibu tidak bermaksud, membentak mu nak,' batin Sherlly mengelus dadanya.


"Hiks ... Hiks ... Hiks, kenapa harus se marah itu buk ... kenapa ibu harus membentak bulan," lirihnya, menangis lantaran sedih telah di bentak ibunya sendiri.


Bulan hanya berbaring di kamarnya, ia malas melakukan aktifitas. Ia masih kecewa terhadap Sherlly yang telah membentaknya.


Tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki, perlahan berjalan ke kamarnya, dengan sekejap . Bulan memejamkan matanya, ia berpura-pura tertidur untuk menghindari ibunya.


Tok ... Tok ...Tok ...


"Bulan ... Ini ibu nak, tolong buka pintunya yah!" Maafkan ibu sayang ... Ibu tak bermaksud membentak kamu," ucap Sherlly pelan, berusaha mengambil hati anaknya. Namun tak ada sahutan sama sekali dari Bulan.


"Nak-," Sherlly mendorong pintu yang ternyata tidak di kunci. Perlahan Sherlly melangkah kan kakinya, dan duduk di samping Rembulan yang menutup dirinya dengan bed cover.


"Bulan ... Maafkan ibu sayang, ibu tidak bermaksud membentak mu nak! tolong maafkan ibu mu ini, kamu benar tidak seharusnya ibu membentak mu," lirih Sherlly mengelus kepala putrinya yang berbaring di balik bedcover.


"Kita makan yah ... sekali lagi maafkan ibu nak" ucap Sherlly menyeka air matanya, kemudian bangkit. Seketika Bulan memeluk Sherlly, ia tidak tega mendiamkan ibunya.


"Ibu ... hu ... uuu ... " Ibu tidak perlu minta maaf buk, seharusnya Bulan tidak bersikap seperti tadi pada ibu, hiks ... hiks ... hiks ..." lirih Bulan menangis tersedu-sedu. Sambil memeluk Sherlly.


"Ibu yang seharusnya minta maaf nak, maafkan ibu yah sayang," sahut Sherlly memeluk berbalik memeluk putrinya.


kemudian mereka berdua saling memaafkan, dan berjalan bersama ke meja makan.


"Kita makan yah ... Kamu belum mengisi perutmu kan?" Tanya Sherlly tersenyum, mengelus puncak kepala putrinya.

__ADS_1


Bulan hanya mengangguk, tanda persetujuan terhadap ibunya, lalu berjalan gontai menuju meja makan.


Sedangkan Malam, dan kedua orangtuanya baru sampai di rumah sakit tempat Adrian di rawat.


"Benarkan ini ruangan Adrian?" ucap Aquilla bertanya pada suaminya.


"Menurut informasi iya ini ruangannya,"sahut Rama kemudian mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok ... Tok ... Tok ...


Karina dan Bintang tersadarkan oleh suara ketukan pintu, mereka menoleh secara bersamaan.


"Silahkan masuk," teriak karina.


Klek, pintu ruangan Adrian di buka oleh Rama dan Aquilla.


Kini tatapan Bintang bertemu dengan wanita yang selama ini mengejar cintanya.


"Untuk apa kalian datang kemari, jika hanya ingin membuat keributan pergilah!" usir Bintang kepada mereka bertiga.


"Bintang," jaga bicaramu ... Kamu tidak boleh seperti itu nak," nasihat Karina terhadap putranya, yang sedang sangat marah.


"Sekalipun om minta maaf tidak akan pernah bisa memutar waktu kembali om ..., " ucap Bintang lalu menoleh pada Malam, " Ini semua karena sikap manja anak om, jika kalian tidak memaksa ku untuk mencintai nya, maka ayah saya akan baik-baik saja." Ujar Bintang berjalan keluar dari ruangan ayahnya.


"Bintang ... Maafkan aku, tidak apa-apa jika kau tidak mencintai ku. Tapi setidaknya jangan membenci kedua orang tuaku!" sahut Malam menggenggam pergelangan tangan Bintang.


"Lepaskan aku , jangan pernah beraninya kau menyentuh ku!" Sentak Bintang menghempaskan tangan Malam.


Karina dibuat tak percaya atas perlakuan anaknya yang keras, dan memiliki sikap arogan.


"Bintang ... Berhenti disitu, atau bunda tidak akan pernah menganggap mu putra ibu ... " Ucap Karina penuh penekanan ..." Cepat minta maaf pada om Rama dan tante Aquilla, siapa yang mengajarimu bersikap kurang ajar Seperti ini." Sentak Karina marah terhadap Bintang.


"Bunda," mata Bintang berkaca-kaca, saat Karina melontarkan kata-kata yang menyayat hatinya.


"Sudah tante ... Tidak usah memperlakukan Bintang seperti itu, daddy sama mommy tidak apa-apa iya kan mom, dad's." Ucap malam, Sambil menoleh pada kedua orangtuanya.


"Iya Rin ... Kita tidak apa-apa ...," Iya kan mas," ucap Aquilla sambil menggenggam lengan Rama suaminya.

__ADS_1


"Iya saya tidak apa-apa," sahut Rama, padahal sebenarnya Rama sangat marah kepada Bintang yang bersikap kurang ajar padanya.


Kemudian Malam menghampiri Bintang berusaha mengambil simpatiknya, agar perlahan-lahan ia dapat memiliki hati pria yang sangat ia cintai.


"Bin ... Gw minta maaf atas semua yang terjadi di antara kita dan diantara keluarga kita, mulai sekarang gw tidak akan memaksakan kehendak gw," ucap Malam terhadap Bintang, sehingga hatinya tersentuh.


"Tidak," Seharusnya aku yang minta maaf padamu, aku sadar aku yang salah. Maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakiti hatimu lam, mulai sekarang kita berteman saja yah!" Balas Bintang.


'Yes ... Akhirnya kamu berhasil Malam, setidaknya kamu selangkah dekat dengannya. Tidak apa-apa kamu belum bisa mencintaiku, setidaknya aku bisa dekat denganmu,' batin Malam.


"Mommy senang melihat kalian seperti ini, lebih baik memang kalian berteman. Lagian kalian masih terlalu dini kalau untuk dijodohkan," ucap Aquilla menyadarkan Bintang dan Malam yang masih saling bertatapan.


"Terimakasih Quilla ... Akhirnya kamu sepaham juga denganku," ucap Karina yang berjalan ke arah sahabatnya tersebut.


Kemudian masalah perjodohan itu pun akhirnya menemui titik terang, Bintang merasa lega akhirnya keinginan nya terkabulkan. Namun masalah nasib tidak ada yang tahu, mereka bersatu atau tidak hanya takdir yang akan mengubahnya.


"Ekhem ... Sudah-sudah, om sudah memaafkan mu Bintang, om marah hanya tidak mau melihat putri cantik om ini bersedih setiap hari, jika hanya berteman dengan kamu pun sudah bisa membuatnya tersenyum, om bisa apa!" ujar Rama meraih bahu putra sahabatnya itu.


"I ... iya om," ma-maafkan Bintang yah!" sahut Bintang gugup.


"Terimakasih Ram ... kamu bisa mengerti perasaan anakku," Ucap Karina.


"Aku tidak akan seperti ini, jika dia bukan putra mu Karina," ucap Rama tertawa.


"Dasar kau ...," dari dulu kau tidak pernah berubah yah!" ucap Karina memukul bahu Rama.


"Bagaimana keadaan Adrian, Rin?" Tanya Aquilla perlahan mendekati ranjang Adrian.


"Kata dokter keadaan nya baik-baik saja, tapi alam bawah sadarnya tidak mau merespon. Aku takut Adrian kenapa-kenapa Quilla," lirihnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo Readers ikuti terus kisahnya yah ...


Jangan lupa tambahkan ke kolom favorit kalian...


Bantu like komen dan Vote ...

__ADS_1


Terimakasih ...


__ADS_2