
"Sayang..., Bangun, Ini sudah pagi., Bukannya Kamu mau kerja Hari ini,,?" Bisik Karina ke telinga suaminya Sambil menggendong "Bintang" Putranya.
Kemudian Adrian bangun dan Tersenyum ke Arah Karina yang sedang menggendong Bayinya. Ia bangkit dan menghampiri Istrinya, Adrian memeluknya Namun tiba-tiba saja Karina menghilang.
Adrian Sangat sedih setelah menyadari bahwa Itu Hanyalah Bayangan ilusi Yang mempengaruhi Alam bawah sadarnya.
"Hiks...hiks...hiks.." lirih Adrian menangisi Istrinya.
Namun Adrian berusaha bangkit kembali lantaran ia tak mau terpuruk dalam kesedihannya, Terlalu lama. Ia berjalan gontai menuju kamar mandi untuk segera mandi.
Adrian Termenung menatap dirinya ke Arah cermin yang terpampang di hadapannya. Gemercik Air terjatuh membasuh dirinya. Sesekali Ia menarik Nafas, Merengkuh dirinya sendiri dalam kesepian. Setelah Menyelesaikan mandinya Adrian segera beranjak mengganti Pakaiannya, Ke setelan kerja.
Sebelum berangkat kerja Tak lupa Adrian Mengunjungi Istrinya, Yang masih terbaring tak sadarkan diri di ruangan khusu yang berada di Rumah nya. Adrian menatap Nanar pada keberadaan Istrinya yang sedang di rawat oleh Suster yang sengaja ia sewa secara khusus.
Adrian beranjak mendekat Menghampiri Karina." Halo Sayang..., Selamat pagi. Bagaimana keadaan Kamu hari ini,,? " Ucap Adrian mengajak ngobrol Istrinya, Meskipun ia Tahu Kalau Istrinya tak Akan pernah menjawab pertanyaan nya. Kemudian Adrian Berbalik kepada Suster Yang berdiri di Sampingnya.
"Bagaimana Keadaan istri saya hari ini Suster,,?" Tanyanya.
"Keadaannya Masih sama Seperti hari-hari biasanya, Tuan! Beliau belum merespon apapun Yang kita lakukan padanya." Balas Sang Suster.
"Haahhhh" Adrian menarik Nafas sejenak ia melepaskan. Dan Akhirnya keluar dari Ruang perawatan istrinya, Tanpa Sepatah katapun.
Sehingga Seorang suster Bingung melihat Tingkah Adrian yang terlihat kesal padanya.
"Adrian..., Ayo Sarapan dulu Nak!" Ajak Icha terhadap putranya. Yang baru saja keluar dari Ruangan Karina.
"Tidak Ma...,Adrian langsung berangkat kerja Saja, Kebetulan Ada meeting hari ini." Dusta Adrian pada Ibunya, Padahal Adrian Sangat kesal lantaran Tak ada perkembangan Apapun Terkait kesehatan istrinya.
"Mama tahu kamu Sangat sedih Adrian." Lirih Icha menatap kepergian Putranya.
"Mama kenapa Pagi-pagi sudah Menangis..,Pasti mamah sedih melihat Sikap Adrian yah! Biarkan dia beradaptasi dengan keadaan nya saat ini mah. Yang penting kita doakan Saja Agar semuanya baik-baik saja." Ucap Syafiq sambil menyeka Buliran yang terjatuh dari mata Istrinya.
"Mama cuman kasihan saja sama Adrian dan Bintang Pah." Lirih Icha Sambil memeluk suaminya.
"Cup...Cup...Cup." Sttt...Sudah Nangisnya." Lebih Baik kita lihat Bintang di kamarnya yuu ...mah." kasihan Bintang loh." Ucap Syafiq berusaha menghibur Istrinya.
Kemudian Icha berjalan bersama Syafiq menuju Kamar cucunya Yang baru berusia Satu bulan.
__ADS_1
Sementara Adrian Kini telah berada di Kantornya, Ia menatap Langit-langit di dalam Ruangan nya, Sambil Terduduk di kursi kebesaran nya. Tak henti-hentinya Ia memikirkan keadaan Karina.
Drt...Drt..Drt..."Ponsel berdering"
"Ya Halo...,Ada apa,,?" Ucap Adrian kaku terhadap si penelepon Yang tak lain ialah sahabat nya yaitu Devano.
"Lu lagi dimana Dri,,?" Tanya Devano di seberang sana.
"Di kantor! Kenapa Memangnya." Balas Adrian Cuek.
"Oke kalau begitu gue mampir yah ke kantor lu." Balas singkat Devano. Tanpa berlama-lama Adrian langsung memutus Panggilan tersebut.
"Nut...Nut...Nut" Halo Dri...Halo lho ..., Masih di situ kan,,?" Hahh kebiasaan nih Anak Maen matiin Aja Telponnya." Ucap Devano Kembali melajukan kendaraannya.
"Kenapa Ay,,?" Tanya Sasha yang terduduk di samping nya.
"Enggak Bukan apa-apa." Balas Devano sambil menggenggam Tangan Kekasihnya.
"Kita Jadikan ke kantor nya Adrian," Ucap Sasha Ragu.
"Jadilah sayang..., lagian Adrian itu kan Sahabat aku. Sangat penting kita untuk mengundang nya." Timpal Devano Sambil mengemudi.
"Sssst..., Adrian tidak seperti itu orangnya Sayang." Ucap Devano berusaha menenangkan Sasha.
"Hhhhhhh...,Bukan itu saja yang aku Takutkan Dev, Aku takut Adrian mengetahui kalau Akulah dalang dari penculikan Riana." Gumam Sasha kesal Lantaran Devano Tak kunjung mengerti Akan ketakutannya.
🌷🌷🌷
Sementara Rama kini sedang berada di Rumah Sakit, Menemani Aquilla yang akan melahirkan Anaknya. Dengan Setia Rama menemani istrinya.
"Tarik Nafas buk...,Terus buk! Sedikit lagi." Ucap Dokter yang menangani Persalinan Aquilla.
Keringat bercucuran dari Wajah Aquilla. " Hukkkk...hukkkk..."
"Sayang...,Tarik Nafas..., Lepaskan." Ucap Rama sambil menggenggam Tangan Istrinya.
"Akhhhhh..." Aquilla mengerang kesakitan.
__ADS_1
Kemudian Bayi itu pun lahir ke dunia dengan selamat." Wah selamat ya buk...,Pak. Bayi Anda perempuan." Ucap Dokter sambil menggendong Bayi yang masih merah itu.
Aquilla menangis karena bahagia lantaran, Ia kini telah menjadi seorang ibu. " Mas..., Kamu menjadi seorang Ayah mas." Ucap Aquilla dengan mata berkaca-kaca.
"Ia Sayang...,Kita sudah menjadi orang Tua sekarang." Balas Rama dengan senyum Yang terurai.
Kemudian Dokter dan para Perawat yang lainnya, Segera memindahkan Aquilla ke Ruang perawatan untuk tindakan selanjutnya. Begitu juga dengan bayinya yang segera di bersihkan.
Bharata_Group_Enterprise
Adrian Berjalan dengan Sangat gagah Menggenggam laptop dan menuju Ruang meeting, Dimana di sana sudah ada pihak perusahaan yang akan Menyewa gedungnya. Yaitu pihak perusahaan Asing yang sempat Tiwik Bicarakan pada Adrian.
" Baik kita mulai sekarang Rapatnya." Ucap Adrian Dingin.
"Tidak bisakah anda perkenalkan dahulu Siapa anda dan latar belakang prestasi perusahaan anda seperti apa, Mr Adrian." Ucap Nona Muda Pimpinan perusahaan Asing yang berniat bergabung dengan perusahaan Adrian.
Adrian menatap ke sumber suara Yang menurutnya lancang." Siapa Kamu,,? Beraninya kamu mengganggu jalannya meeting." Ucap Adrian Datar.
"Anda masih Tanya siapa Saya, Jelas-jelas saya pihak perusahaan yang Akan bergabung dengan perusahaan Anda. Anda masih bertanya siapa Saya." Balas Nona muda Yang kini bersitegang dengan Adrian.
"Anda meminta Saya memperkenalkan Diri saya, Sementara Anda dengan tidak sopan nya bertanya seperti ini. Seharusnya Anda yang memperkenalkan diri anda sebelum meminta pada saya." Tegas Adrian membalikan keadaan.
Kemudian Nona muda itu terdiam Tak bisa membalas lagi Perkataan Adrian, Lantaran dia telah Kalah Telak.
"Baik Saya akan memperkenalkan diri saya. " Perkenalkan Kepada seluruh Pimpinan dan Staf Yang ikut Hadir dalam Rapat ini, Saya "Berliana Trisha" pemilik dari Perusahaan Golden HoldingPTs Selaku pemohon Kerja sama dengan Bharata_Group_Enterprise. " Kemudian Nona Berliana kembali terduduk sambil menatap Tajam pada Adrian.
Kemudian Adrian bersikap seperti biasa lagi dan melanjutkan meeting itu, Sementara Berliana sesekali terlihat memandangi wajah Tampan Adrian. "Aku harus mendapatkan laki-laki Gagah dan Tampan ini. aku harus selidiki sendiri latar belakang kehidupan nya." Gumam Berliana sambil menatap Kagum pada Adrian.
•
•
•
Nextpart...
Halo ikuti terus Kisahnya yah...
__ADS_1
Jangan lupa seperti biasa like,Komen,Vote..
Happy reading...