Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Pesta Para pengusaha


__ADS_3

"Ratu dengerin Mommy, dia bukan Om baik seperti yang kamu kira sayang." Ucap Sasha berusaha menjauhkan Ratu dari Devano.


Devano berjalan terus menghampiri Sasha yang berusaha membuat Ratu berhenti merengek padanya, karena ingin menghampiri Devano Ayahnya.


"Halo Ratu.., Ratu kenapa,,?" Ucap Devano berjongkok di hadapan putrinya.


"Ratu ingin di gendong sama om baik, Apakah boleh Om." Ucap Ratu dengan sikap polos layaknya Anak kecil pada umumnya.


"Tentu boleh dong, Om kan teman mama kamu juga sayang." Balas Devano seraya tersenyum melirik ke Arah Sasha yang tengah memelototinya nya.


Saat Ratu Akan menghambur ke pelukan Devano tiba-tiba Saja Sasha menarik tangan putrinya yaitu Ratu.


"Ayo Sayang kita kesebelah sana yuuuk. di Sana ada ice krim ke sukaannya kamu, Kita ambil yuuuk." Bujuk Sasha Terhadap Ratu sambil menunjuk ke tempat ice krim Yang tersedia untuk para tamu undangan itu.


"Engga mau, Ratu mau nya sama om baik." Rengek Ratu terhadap Sasha.


Akhirnya Sasha Naik pitam menghadapi sikap Anak nya itu dan membentak-bentak nya di tengah keramaian pesta tersebut.


"Ratu, Kamu harus nurut sama apa yang dikatakan mommy yah. Jauhi om ini atau mommy Akan menampar kamu." Bentak Sasha terhadap Ratu.


Devano Tidak terima karena putrinya Yaitu Ratu, di bentak-bentak oleh Sasha meskipun ia ibunya. Tidak sepatutnya ia membentak Anak seusia ratu yang masih kecil.


"Sasha stop kamu memarahi Ratu seperti ini, Atau aku akan ambil tindakan." Gertak Devano.


"Kamu jangan ikut campur dengan Urusan ku Dev, Kamu bukan siapa-siapa nya ratu." Umpat Sasha terhadap Devano laki-laki yang sangat ia cintai.


"Kata siapa aku bukan siapa-siapa nya Ratu. Aku..." Ucap Devano namun di potong oleh Sasha.


"Aku apa. Maksud kamu om baik gitu, Hhhhhhh wajah munafik seperti kamu tidak ada baik-baik nya Dev, Ratu Ayo ikut mommy." Ucap Sasha terhadap Devano kemudian mengajak Ratu pergi dari hadapan Devano.


"Om baik...,Ratu mau nya sama om baik.!!! Hiks...hiks...hiks." Lirih ratu menangis sambil mengikuti langkah ibunya.


Sementara Devano tak berdaya menghadapi sikap Sasha yang sangat membencinya, Ia menatap putrinya yang mengikuti langkah Sasha. " Maafkan Daddy Nak, Ini semua salah Daddy." Gumam Devano menatap Nanar putrinya.


Tak berapa Lama Adrian menuruni Mobilnya, bersama dengan Istrinya. Mereka berdua terlihat Sangat serasi Bagaikan Tuan putri dan Pangeran. Karina melambaikan senyumannya ke setiap orang yang menyapanya, hingga ia bertatapan dengan dua Sahabatnya yaitu Rama dan Aquilla.


" Kalian datang juga Rupanya !!!" Seru karina menyapa Aquila dan Rama Namun tanggapan nya begitu dingin kepada dua sahabatnya itu.


Kemudian Aquilla berniat menyalami Karina dan Adrian, Namun keburu Devano menghampirinya.

__ADS_1


"Halo Rin apa kabar." Ucap Aquilla mengulurkan tangannya. Namun dari Arah lain Devano memanggil mereka.


"Adrian, Karina Hey...," Sapa Devano sedikit berteriak sambil melambaikan tangannya dan Menghampiri kedua sahabatnya itu.


Aquilla sangat sedih karena sikap Karina yang berbeda kepadanya. " sebegitu marahnya kah kamu terhadap ku Rin." Lirih Aquilla menarik uluran tangannya lagi, Matanya berkaca-kaca Saat sahabat nya tak mau mengenalnya.


Rama yang melihat kejadian itu spontan langsung mengajak Aquilla pergi dari pesta itu, Meski pestanya belum di mulai.


"Qilla...,Maafkan Aku yah. Semua ini terjadi karena ulah Keluarga ku, Kalau pesta ini hanya membuat kamu bersedih lebih baik kita pulang ya sayang." Ucap Rama sambil merangkul Istrinya itu.


"Tidak Ram..., Aku tidak sedih. Aku sangat bahagia karena bisa melihat Raut bahagia dari Karina. Aku ingin tetap disini untuk melihat kebahagiaan nya." Sahut Aquilla sambil menyeka air matanya.


"Ayo...,Ayo Dri, Kita duduk di sebelah sana. Banyak sekali makanan di pesta yang megah ini." Ucap Devano mengajak Adrian, Sambil berjalan menuju meja yang sengaja Devano Pesan. Lantaran Yang mengadakan pesta penganugerahan ini adalah salah satu Anak perusahaan milik Keluarga nya.


"Terimakasih loh, Untuk sambutannya Dev. Lho tidak usah Berlebihan seperti ini." Sahut Adrian dengan senyuman.


"Sayang Aku permisi ke toilet sebentar yah." Ucap Karina yang meminta ijin Terhadap suaminya.


"Oke Sayang, Jangan lama-lama yah. Acaranya sebentar lagi di mulai." Balas Adrian.


"Oke Aku tidak akan lama, Tunggu aku Yah." Ucap Karina sambil mencium pipi tampan Suaminya. Kemudian ia bergegas menuju toilet.


Sementara Sasha Begitu tidak menyukai Karina dan Adrian, Yang menjalin persahabatan dengan Devano. Ia menatap dingin terhadap karina.


Sekilas terbesit di fikirannya Untuk mengerjai Karina. " Hemmm... Awas kamu Karina."


"Mom Aku ngantuk." Ucap Ratu menyadarkannya.


"Oh Iya sayang..., Kamu pulang duluan Yah. Sama Pak sopir. Nanti setelah sampai rumah kamu kabarin Mommy yah. Yuuk mommy Antarkan kamu ke mobil." Ucap Sasha mengamankan putrinya, Sebelum melancarkan Aksinya.


Setelah Ratu pulang dengan sopirnya, Sasha Bergegas menuju toilet untuk menghampiri karina.


Sasha Berdiri di depan pintu Toilet, Menunggu karina Yang sedang menyelesaikan hajatnya.


"Ceklek." Pintu terbuka dan Karina keluar dari kamar kecil itu.


"Hallo Karina, Lama Yah tidak bertemu." Ucap Sasha berseringai.


"O Yah, Hallo sha." kamu sengaja menunggu aku disini, Hanya untuk menyapa. tidak usah repot-repot seperti ini Sasha." Sahut Karina sembari tertawa.

__ADS_1


"Tidak Usah tertawa dan jangan sombong yah. Nona Karina yang terhormat, Karena kedatangan saya kesini untuk memperingatkan Kamu, Cepat cabut tuntutan kamu terhadap Kakakku. Atau kamu tidak akan pernah menemukan Riana selamanya." Ucap Sasha dengan Nada ancaman.


"Maksud kamu apa ngomong seperti itu, Apa kamu tahu dimana Keberadaan Riana,,? Tolong kasih tahu aku dimana Riana." Ucap Karina Yang mulai emosi.


"Semua itu tidak gratis Karina, Semua itu Ada syaratnya." Balas Sasha mengajukan Syarat.


"Sebutkan Syaratnya apa Sha, Kumohon beritahu Dimana Riana sekarang." Ucap Karina dengan Rasa penasaran.


"Syarat Yang pertama, Kamu harus membujuk Devano Agar mau menikahiku. Syarat kedua bebaskan Kakakku Sherlly dan Nikahkan dia dengan Adrian Suamimu. Tanpa kamu harus meninggalkan nya. Supaya kamu Tahu Rasa sakit di khianati itu seperti apa." Sahut Sasha dingin Terhadap Karina.


"Kamu sudah gila Sha, Mana mungkin aku membujuk keduanya. Kalau untuk membebaskan Sherlly mungkin aku masih bisa. Tapi untuk membujuk Devano dan Adrian Aku tidak bisa." Timpal Karina meradang terkait syarat Yang di ajukan oleh Sasha.


"Ya semua itu terserah kamu, Tapi satu yang harus kamu ketahui jangan coba-coba memberitahu semua ini pada Sherlly Atau siapapun. Karena ini Adalah Rencana aku." Tegas Sasha berlalu pergi dari hadapan karina.


Deg...


Karina meradang Setelah mendengar Ucapan Sasha, Yang tahu keberadaan Riana namun tidak mau memberitahu Keberadaan nya.


"Ya Tuhan cobaan Apa lagi ini, Riana Kamu dimana Sayang." Gumam Karina.


Sementara Aquilla tidak sengaja mendengar percakapan Sasha dengan Karina yang membahas terkait keberadaan Riana.


"Sudah kuduga pasti Sasha ada dibalik penculikan, Riana. Aku harus memberitahukan semua ini pada Rama, Agar bisa membantu Karina." Ucap Aquilla bergegas mencari keberadaan Suaminya.





**Nextpart...


Haduh Nyari ide Seperti ini saja nyampe seharian gaesss...


Yuuk ikuti terus kisahnya...


Masukan ke kolom favorit kalian..


Dan jangan lupa Kasih Tap bunga mawar yah.

__ADS_1


Happy Reading...


Monggo Di Vote,like dan Share**...


__ADS_2