
Sinar mentari pagi menerpa lewat celah gorden yang tersingkap, Namun sang pemilik nya Masih Terlelap di dalam tidurnya" Devano terbingung melihat keadaan karina yang begitu sedih iya menemukan nya pingsan di pinggir jalan sewaktu malam.
"Apa Yang sebenarnya terjadi dengan kamu Rin, mengapa kamu harus bersedih seperti ini," gumam Devano terduduk di samping Karina sambil memandangi wajah cantik dari karina.
Kemudian Karina terbangun dari tidurnya dan Mengitarkan pandangan nya ke sekeliling kamar.
"Devano" Ucap Karina terkesiap Kaget lantaran Devano kini berada di sampingnya.
"Hey, Kamu sudah bangun. Kamu sedang ada masalah apa Rin?" Tanya Devano kepada Karina.
"Tidak ada masalah apapun, Aku baik-baik saja Dev !" Balas karina langsung bangkit dari tempat tidurnya.
"Lalu kenapa kamu jatuh pingsan di pinggir jalan semalam, Apa sebenarnya yang terjadi dengan kamu?" Ucap Devano mengkhawatirkan Karina.
"sudah aku bilang tidak ada apa-apa, Aku mohon keluarlah dari kamarku," Pinta karina Terhadap Devano agar keluar dari Kamarnya.
"Oke Aku tunggu di luar, tapi setelah itu kamu harus cerita sama aku Yah!" Balas Devano pergi meninggalkan Kamar Karina.
Setelah Devano keluar dari kamarnya, Karina beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Iya teringat lagi dengan Masalah yang terjadi semalam" Karina menangis di bawah guyuran air shower"
"Ya tuhan Apa yang harus saya lakukan Agar Adrian percaya padaku," hiks...hiks...hiks..." Lirih karina Yang membasuh dirinya.
"Kenapa kamu tidak percaya sama aku Adrian, Aku istrimu yang sebenarnya," Teriak karina kesal atas Nasib buruk yang menimpa nya.
Setelah selesai membersihkan diri, karina bersiap untuk bekerja kembali dan berusaha lagi meyakinkan Adrian Agar mau percaya terhadap nya, Padahal sebenarnya Adrian sudah Tahu mana yang asli dan yang palsu.
sementara Devano Masih bingung Dan Terduduk di Ruang Tamu memikirkan Apa yang membuat karina bersedih, Tidak berapa lama karina Keluar dari Kamarnya dengan Stelan kerja Iya terlihat tampak Rapi dan elegan.
"Karina" Ucap Devano memanggilnya.
"Ya, Ada apa!" Seru karina menoleh kepada Devano dan Beranjak mendekat ke arah Nya.
"Aku tanya sekali lagi! Apa yang sebenarnya terjadi sama kamu semalam," Tanya Devano dengan menelisik.
Karina menarik nafas dalam-dalam sebelum bercerita terhadap Devano.
"Huhhhh"
__ADS_1
Aku sudah mengungkapkan semuanya Pada Adrian Dev, Tapi Adrian tidak mempercayai ku" Ucap lirih Karina.
"Apa! Kenapa Adrian tidak mempercayai kamu Rin, Bagaimana mungkin dia tidak percaya sama sekali kepada kamu," Balas Devano marah sambil merekatkan Rahangnya.
"Sudahlah Dev, Kamu tidak usah sok mengasihi Aku! Padahal kamu senang kan dengan semua ini, Karena semua ini gara-gara kamu.'' Lirih Karina menyalahkan Devano.
Devano Terdiam saat karina menyalahkan dirinya, Iya merasa memang masalah karina yang silih berganti berawal karena dirinya.
"Maafkan Aku Rin, ini semua memang berawal dari kesalahan ku, Andai saja waktu itu bisa diputar, Aku tidak akan membantu Sherlly" gumam Devano Terdiam menatap kepergian karina.
Karina berjalan keluar dari Rumahnya Iya Berdiri di tepi jalan menunggu Taksi yang di pesannya saat mau berangkat ke kantor, Tiba-tiba saja Sherlly alias karina palsu Menghentikan mobilnya tepat di hadapannya dan menurunkan kaca mobilnya.
"Halo Isabella, Eh saya lupa kalau kamu ini sebenarnya karina Yah," sapa Sherlly meledek karina.
Karina menatap tajam pada Sherlly yang kini berada di dalam mobil, Iya marah kepada wanita perebut suaminya itu.
"Senang yah kamu sekarang, Tapi lihat saja suatu saat nanti kamu pasti akan merasakan Apa yang saya Rasakan saat ini dasar pelakor," Balas Karina Menatap Sherlly penuh kemarahan.
"Ouhhh Takut sekali Saya mendengar Ancaman dari Nona Isabella," ledek Sherlly.
"Oke Saya akan pergi, Selamat bersenang-senang yah dengan Nama baru kamu Karina. Hahaha... hahaha.." Ucap Sherlly tertawa puas setelah Rencana karina Gagal dalam merebut suami nya kembali.
kemudian Sherlly melanjutkan perjalanan nya setelah selesai meledek dan mentertawakan karina Yang kalah dalam permainan nya sendiri, Tidak berapa lama Taksi online yang di pesan karina pun Datang, Karina menaiki Taksinya dan bergegas Pergi menuju kantor.
Ditengah perjalanan Adrian memutar arah laju kendaraan nya ke Rumah Isabella, untuk menghibur Isabella alias karina Asli, Agar tidak sedih lagi atas perbuatannya yang tidak mengakui bahwa sebenarnya dia sudah tau kebenaran itu. Namun saat tiba di Rumah kediaman Isabella Adrian bertemu dengan Devano sahabat yang telah mengkhianati nya.
"Tok...tok...tok..."
kemudian Devano membuka pintu, Adrian sangat terkejut dengan keberadaan Devano di Rumah Isabella.
"Sedang apa kamu disini," Bajingan!" Tarik Adrian pada Devano dengan tangan gemetar Sangat marah.
"Tunggu dulu Dri, kamu salah paham," Balas Devano gugup.
"Salah paham apa keparat, Jelas-jelas semua ini terjadi karena ulah kamu," Bentak Adrian sambil melepaskan pukulan ke pipi tampan Seorang Devano.
"Aku memang pantas Kamu pukul, Jika itu membuat kamu puas! teruskan saja pukul Aku." Ucap Devano sambil menyodorkan wajahnya .
__ADS_1
"Ayo pukul aku Dri kenapa kamu diam,"
Kemudian Adrian Tersadar Dan menghentikan pukulannya terhadap Devano," Aku tanya sekali lagi, sedang apa kamu berada di Rumah karina?" Tanya Adrian sambil membentak Devano.
"Sabar Dri Nanti aku jelaskan, Tapi bisakah kau duduk terlebih dahulu & turunkan emosi mu" Balas Devano terhadap Adrian.
Kemudian Adrian masuk dan duduk di Ruang tamu Rumah Isabella.
"Ayo tunggu apalagi jelaskan padaku Devano," Tegas Adrian Yang sedang terduduk.
"Pertama Aku mau kamu tau Kalau Isabella itu adalah Karina Dri, Sementara yang sedang bersama kamu saat ini adalah Sherlly," Jawab Tegas dari seorang Devano.
"Ya aku sudah mengetahui nya," Balas Adrian Santai.
"Lalu kenapa kamu bersikap seolah Tidak tahu, Apa Sebenarnya Yang kamu inginkan! kenapa kamu membuat karina sedih jika kamu sudah mengetahui semua kebenaran nya Adrian," Ucap Devano berbalik marah kepada Adrian Sambil mengepalkan Tangannya.
"Bukan urusan kamu, Apapun Yang aku inginkan. Yang jelas ini semua untuk kebahagiaan Istriku, Aku peringatkan mulai sekarang jangan coba-coba Kamu membantu Sherlly, Ingat kebebasan kamu Ada pada aku Devano. Tunggu saatnya Kamu akan mendekam selamanya di penjara," Balas Adrian Menatap Tajam Pada Devano.
"Apa kamu sedang mengancamku Adrian, aku sama sekali tidak mengerti dengan Arah pembicaraan mu Kemana," Tegas Devano menampik Ancaman Adrian.
" Jangan kamu pikir aku tidak tahu soal kematian Ibu mertuaku, Kamu pasti terlibat kan dengan semua ini," Ancam Adrian pada Devano.
"Tunggu-tunggu" Kamu ngomong apa Dri, Sama sekali aku tidak tahu menahu dengan kematian ibu mertua kamu, Aku tegaskan pada kamu kalau aku tidak terlibat sama sekali dengan masalah itu," Tegas Devano menyangkal Atas tuduhan kasus pembunuhan ibunya Karina Yaitu Ayu.
**Next part...
Hallo Readers
ikuti terus kisah ADKAR ya...
selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
Terutama like,vote, Komen & share ke teman-teman kalian.
Yuuk Bantu author semangat dalam berkarya.
Terimakasih**.
__ADS_1