Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Saling Mencurigai


__ADS_3

Drt...Drt...Drt...


Calling Karina ...


Namun Adrian tidak melihat Panggilan dari istrinya yang sedang mengalami musibah dalam perjalanan menuju ke kantor nya.


"Btw lho kapan Nikah Dev,,? inget loh jangan terlalu lama melajang Nanti keterusan." Ledek Adrian Terhadap Devano sahabatnya.


"Hahahaha Bisa saja lho Dri gue juga sudah ada target sih, Yang jelas lho juga bakalan segera tahu deh." Sahut Devano terhadap Adrian.


"Ya baguslah jika memang kamu sudah mempunyai target untuk menikah." Timpal Adrian.


kemudian Adrian kembali ke mejanya dan mengecek ponselnya, Lantaran sudah hampir jam makan siang istrinya belum datang juga ke kantor nya. Betapa terkejutnya Adrian saat melihat beberapa Panggilan tak terjawab dari karina dan lima pesan WhatsApp masuk ke ponselnya. Yang memberitahukan bahwa Riana di culik.


"Beraninya orang itu menculik Anak ku." Umpat Adrian geram.


"Kenapa Dri, Ada apa dengan Riana.?" Ucap Devano Terkejut.


"Ayo ikut gue Dev, Karina di hadang oleh sekelompok orang tak di kenal dan Riana di bawa mereka." Timpal Adrian yang mulai merasa gelisah sekaligus Amarahnya bergejolak.


"Berani Sekali mereka menculik Keponakan ku." Seru Devano sambil bergegas menyusul Adrian yang telah pergi lebih dulu menuju parkiran.


Adrian sangat marah lantaran ada yang menculik putrinya, dengan gesit Adrian mengendarai mobilnya keluar parkiran sehingga pintu penghalang pos parkir dia tabrak begitu saja.


"Kiiikkkkk krikkkkkk Brukkkk pletakk takkkk" Palang pintu itu tertabrak oleh mobil yang di kendarai Adrian.


"Tunggu gue Dri lho jangan terlalu ugal-ugalan Menyetir nya." Teriak Devano yang khawatir akan keselamatan sahabat nya itu, Namun tetap saja Teriakan dari Devano tak terdengar oleh Adrian Lantaran ia berada di dalam mobilnya, dengan sangat kencang nya Adrian menyetir.


Sementara Karina masih terbaring lemah di pinggir jalan tol bersama sopirnya Yang jatuh terkapar.


"Kamu dimana Adrian.... Akhhhh" Pekik Karina merasakan sakit di bagian kakinya.


"Riana maafkan mamah sayang, Mama tidak bisa melindungi kamu." Lirih karina menangis sesegukan merentangkan badannya di atas jalan Aspal.


Sesekali Karina berteriak meminta tolong ke orang yang berlalu lalang dengan kendaraannya di jalanan itu, Namun Nihil tidak ada satu orang pun yang mau menepi dan membantunya.


"Tolong... Tolong... Saya..." Dengan Suara melemah.

__ADS_1


Namun tiba-tiba saja ada satu mobil yang berhenti dan membantu mereka. Orang itu tak lain ialah Rama & Aquilla Sahabatnya.


"Rama... hentikan mobilnya sayang." Ucap Aquilla yang melihat keberadaan Karina yang sedang tak berdaya.


"Kenapa sayang, Aku lagi buru-buru nih !!! Aku ada Meeting siang ini. kalau mau kencing nanti saja yah sekalian di kantor." Timpal Rama pada istrinya.


"Bukan itu maksud aku, Tapi kamu lihat ke depan sana. Itu karina kayaknya kecelakaan sayang" Ucap Aquilla.


Seketika Rama terkaget-kaget setelah melihat ke Arah sahabat nya yang tengah terkapar di atas jalan aspal di tengah teriknya mentari.


Perlahan Rama menepikan mobilnya dengan segera mereka menolong Sahabatnya.


"Karina apa yang terjadi dengan kamu,,? " Ucap Aquilla yang sangat mengkhawatirkan sahabatnya.


"Lebih baik cepat kita bawa karina dan sopirnya kerumah sakit saja sayang." Ucap Rama yang membantu pak sopir berdiri mengajaknya memasuki mobil.


"Hiks...hiks..hiks..Ri..Riana di culik Qill" Hiks..hiks" Lirih karina.


"Astaghfirullah siapa yang menculiknya Rin,,? kamu kenal dengan orangnya." Tanya Aquilla yang merasa prihatin melihat keadaan Karina yang terluka di bagian kakinya.


"Gue tidak tahu mereka siapa, Yang jelas mereka Utusan seseorang yang membenci keluarga gue Qill." Lirih Karina menangis.


Namun saat mereka akan membawa karina ke rumah Sakit. Tidak berapa lama Adrian suami dari Karina Datang bersamaan dengan Devano.


"Kiiikkkkk" Handle Rem diinjak secara tiba-tiba oleh Adrian. Sekilas ia menepi perlahan di ikuti dari belakang oleh mobil Devano.


"Menjauh dari istri Saya" Teriak Adrian dingin terhadap Rama sahabatnya.


Seketika Aquilla dan Rama menoleh begitu juga dengan Karina.


"Gue bilang menjauhlah dari istri gue Rama." Sentak Adrian marah terhadap mereka.


"Dri gue mohon untuk saat ini saja kita tidak usah berselisih Yah. lihat keadaan Karina" Balas Rama Yang kesal terhadap sikap Adrian Terhadap nya.


"Gue tahu apa yang harus gue lakukan Ram, Jadi lho tidak usah lagi sok baik terhadap gue dan karina. karena kebaikan kamu ini hanyalah palsu kan." Geram Adrian terhadap Rama.


"Stop Dri" Lho tidak usah menjudge suami gue Seperti ini. meskipun Dia adalah anak kandung dari Orang yang telah membunuh ibu mertua lho sekalipun. Karena gue tahu kenyataan nya Rama ini seperti apa, dia tidak sebrengsek yang lho fikir. Adrian" Bentak Aquila terhadap Adrian ia tidak terima karena Rama selalu di persalahkan oleh Adrian.

__ADS_1


"lho tidak usah ikut campur qill, Ini urusan gue dengan suami lho yang pecundang ini." Tunjuk Adrian terhadap Rama.


"Plakkkk" Tamparan terlintas begitu saja ke pipi Adrian oleh Aquila.


lho Jangan pernah mengatakan Suami gue pecundang yah !!! karena pecundang sesungguhnya itu adalah lho Adrian."


kemudian Devano melerai Pertengkaran mereka bertiga." Kalian ini apa-apa an sih !!! ini bukan saatnya berdebat lebih baik kita bawa karina kerumah sakit agar dapat pengobatan." Sentak Devano terhadap semuanya.


Akhirnya mereka terdiam begitu saja, Kemudian Adrian mengajak istrinya keluar lagi dari mobilnya Rama dan mengajaknya memasuki mobilnya sendiri.


"Biar gue saja yang bawa Karina ke rumah sakit." Ucap Adrian dingin sambil berjalan ke mobilnya Rama.


"Silahkan karena yang wajib menolongnya, Adalah lho." Ucap Aquilla yang tak kalah marah dari Adrian.


"Ayo sayang" Ajak Adrian kepada istrinya untuk pindah dari mobilnya Rama.


kemudian Karina di gendong oleh Adrian memasuki mobilnya, begitu juga pak sopir Yang mengikuti majikannya itu. sekilas Adrian mengemudikan mobilnya dan meninggalkan Keberadaan Rama dan Aquila begitu juga dengan Devano.


"Sabar Ya Ram" Lho harus ngerti pada sikap Adrian yang seperti itu." Ucap Devano Berusaha menenangkan Rama yang sedang marah.


"Gue tidak butuh Nasehat dari lho Dev, Karena gue tahu betapa liciknya lho !!! Jangan-jangan penculikan ini ada hubungannya dengan lho." Ucap Rama Datar serta Curiga terhadap Devano.


"Ya sayang kita tidak boleh percaya begitu saja dengan orang ini, gak mungkin kan orang jahat berubah secara tiba-tiba." kalau tidak sedang merencanakan sesuatu Yang buruk" Ucap Aquilla yang ikut menimpali Devano.


"Memang susah Yah, Ngomong sama kalian berdua selalu saja curigaan sama gue." Timpal Devano Terhadap pasangan suami istri itu tak lain adalah Rama dan Aquila sahabat dari karina yaitu istrinya Adrian.


"lho bisa menipu semua orang dengan kebaikan lho, Sorry gue dan suami gue gak bakal percaya begitu saja terhadap lho Devano." Ucap Aquilla Sarkas.


kemudian Rama dan Aquila pun segera bergegas pergi meninggalkan Devano Yang sedang menatapnya.


"Kenapa Mereka tidak pernah percaya padaku, Ya Tuhan harus dengan cara apa saya membuat mereka percaya lagi pada hamba, Kalau hamba ini sudah berubah menjadi lebih baik." Gumam Devano menatap kepergian Rama dan Aquilla.


**Nextpart...


Halo Readers Jangan lupa !!!


Vote,like dan komentar nya ditunggu.

__ADS_1


Dan Tambahkan cerita ini ke Kolom favorit kalian yah, Supaya tidak ketingalan update.


Kasih aku hadiah bunga sebanyak-banyaknya dong dan kasih Vote mingguan nya dong, biar aku semangat lagi Nih lanjutin Ceritanya**.


__ADS_2