Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Gelisah di tengah Pesta


__ADS_3

Karina segera kembali ke tempat Suaminya terduduk, Ia ingin segera memberitahukan pada Adrian bahwa selama ini Sasha mengetahui keberadaan Putrinya. Namun setelah sampai nya di sana Karina melihat Adrian tengah mengobrol dengan beberapa koleganya.


"Mungkin setelah pulang dari sini aku baru bisa memberi tahu Adrian, Kalau Sasha tahu keberadaan Riana." Gumam Karina menatap pada Adrian yang sedang berbincang dengan para koleganya.


Sementara Aquilla berusaha menghampiri Karina di tengah keramaian para Tamu undangan pesta besar itu," Karina bisakah kita bicara, Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu." Ucap Aquilla Terhadap Karina Sahabatnya, Namun Adrian menatap pada keberadaan Karina yang sedang berbicara dengan Aquila.


"Mau apa lagi Aquilla mendekati Karina, Oh...,Aku tahu pasti dia berusaha membujuk karina, Agar membebaskan Om Ryan. Ini tidak bisa di biarkan." Gumam Adrian melangkah sambil menatap pada keberadaan Aquila dan Istrinya.


"Mau kemana pak Adrian, Mari kita bersulang untuk perayaan hari ini." Sahut salah satu koleganya.


"Sebentar Yah." Ucap Adrian singkat Sambil berjalan menghampiri Aquilla dan Karina.


"Kamu Mau bicara Apa Lagi qill, Maaf. jika ini soal Om Ryan aku tidak ingin membahas nya lagi." Balas Karina Terhadap Aquilla.


"Bukan itu yang ingin Aku bicarakan dengan kamu Rin, Tapi mengenai hal lain. Ini soal Putri kamu," Riana." Timpal Aquilla.


Seketika Karina tercengang lantaran Aquilla membahas, Putrinya Yaitu Riana. Meskipun bukan darah dagingnya Namun karina begitu menyayangi Riana.


"Kamu tahu keberadaan Riana dimana, Apakah Riana di sembunyikan oleh orang suruhan Om Ryan. Benar begitu qill, Tolong kasih tahu aku dimana Riana Qill." Ucap Karina sambil menggenggam Tangan Sahabatnya.


"Bukan begitu maksud aku Rin, Aku tidak tahu dimana "Riana" Berada. Namun Dugaan aku sepertinya Sasha lah yang berada di balik penculikan Riana, Bukan Papa Ryan Rin." Ucap Aquilla berusaha berbicara dengan Karina.


"O yah jadi menurut kamu, Aku bakalan percaya begitu saja pada Kamu !!! Setelah kamu membohongiku aku Iya qill." Ucap Karina Dingin.


"Rin lho harus dengerin gue, Ini bukan tentang siapa membela siapa. Aku hanya tak mau kamu bertindak gegabah Rin, Maafkan aku bila aku Pernah membohongi kamu." Balas Aquilla berusaha mengingat kan Karina, Namun nihil karina tak mau mendengarkan Nasehat dari sahabatnya itu. Karena kekecewaan Yang mendalam terhadap Aquilla lantaran Menutupi kejahatan Ayahnya Rama yaitu Ryan.


"Ekhem." Adrian berdehem.


"Ada Apa ini,,?" Ucap Adrian mengagetkan Karina dan Aquilla.


"Tidak ada apa-apa, Sayang." Balas Karina singkat menutupi percakapan nya dengan Aquilla.


"Kamu Yakin Sayang,," Balas Adrian Sambil melirik Aquilla.


"Iya...,Memang tidak ada apa-apa." Sahut Karina meyakinkan Adrian suaminya.


"Yasudah kalau begitu kita ke tempat duduk kita lagi yuuk." Ajak Adrian sambil menggenggam tangan Karina & meninggalkan Aquilla.


Kemudian Sasha Menghampiri Aquilla, Karena Ia tahu Aquilla mengetahui Rencana nya. "Sial Beraninya, Aquilla ikut campur dengan urusanku." Gumam Sasha. Berjalan menghampiri Aquilla dan mengambil segelas Sirop lalu menyiramkannya pada Aquilla.


"Byurrrr...,"


Aquila menatap Tajam Pada Sasha, Ia begitu geram pada Ibu satu anak itu. yang tak jauh beda kelakuan nya dengan Sherlly kakaknya.

__ADS_1


"Heyyy...," Teriak Aquila.


"Uppps..., Maafkan Saya Nona." Ucap Sasha sambil memegang bibirnya.


"Kamu sengaja Yah, Menyiram Aku. Dasar Adik Narapidana, kelakuan kamu itu tidak jauh beda dengan Kakakmu." Umpat Aquilla memaki pada Sasha.


"Itu baru Segelas Air sirop, Bukan segelas Air keras Nona. Jadi Saya peringatkan terhadap Anda, Jangan pernah Campuri urusan saya." Balas Sasha mengintimidasi Aquilla, Sambil berjalan dan menyenggolnya.


"Auuu." Mulut Aquila ternganga...


"Sial," Wanita licik ini. Berani sekali dia mengintimidasi saya." Gumam Aquilla menatap Sasha Yang berjalan berlenggak-lenggok Layaknya Top model.


Kemudian Rama Yang baru selesai Mengobrol dengan Koleganya, Ia menghampiri Istrinya.


"Sayang...,Ya ampun siapa yang melakukan nya,,? Jawab aku Aquilla. Kenapa kamu bisa basah kuyup Seperti ini." Ucap Rama yang heran melihat istrinya Basah kuyup.


"Ram, Tawaran kamu masih berlaku atau tidak." Ucap Aquilla Bertanya terhadap Rama Suaminya.


"Maksudnya,,?" Balas Rama Bingung.


"Kamu mengajak Aku pulang, Tawaran itu Masih berlaku atau tidak !!!" Timpal Aquilla sekilas membuat Suaminya Terkekeh.


"Tentu sayang...,Kalau kamu mau pulang Yasudah Ayo kita Pulang."Ucap Rama sambil membuka jazz nya dan menutupi Badan Aquila yang basah kena tumpahan sirop.


"sebenarnya Apa yg terjadi pada Aquilla,Apa Sasha yang menyebabkan nya basah kuyup Seperti ini." Gumam Rama mengekor di belakang Istrinya.


Rama dan Aquila Akhirnya pulang di tengah pesta Yang belum terselesaikan sepenuhnya.


Dalam perjalanan pulang nya Aquila Hanya terdiam dan menatap Jalanan, Sementara Rama enggan menanyakan hal yank membuat Istrinya diam seribu bahasa itu.


#################################


"Para hadirin Semuanya diharapkan.


kembali ketempat duduknya masing-masing. Kita Akan segera membacakan beberapa kategori dan Nominasi." Ucap Lantang Host di atas mimbar panggung pesta malam penganugerahan itu.


Riuh terdengar suara para tamu undangan menantikan momentum ini, dan berharap mereka masuk sepuluh perusahaan terbaik di negeri ini.


"Wah mudah-mudahan, Tahun ini perusahaan ku masuk 10 besar terbaik. Agar bisa bersaing dengan perusahaan yang lainnya." Ucap Salah satu Tamu undangan itu.


"Nominasi Pemegang perusahaan terbaik tahun ini...,Kembali di pegang Oleh. Yaitu perusahaan Bharata_Group And Hendardi_Familly. Untuk Tuan Adrian & Nyonya di persilahkan Naik ke atas mimbar." Ucap Sang pengisi Acara Tersebut, Mempersilahkan Adrian beserta istrinya untuk naik mengambil Penghargaan.


"Sial Lagi-lagi perusahaan mereka, Ini tidak bisa dibiarkan seperti ini terus. Bisa-bisa, Perusahaan Aku tidak dikenali Sama sekali." Gumam Sasha Yang syirik pada Keberhasilan yang di raih oleh perusahaan Mereka.

__ADS_1


"Terimakasih kepada Semuanya, Saya beserta keluarga Sungguh tidak menyangka. Bahwa perusahaan saya kembali di percaya untuk memegang kandidat terbaik ini. Beribu Terimakasih kepada Tuhan Yang maha esa, Atas karunia nya. Dan Rekan-rekan kerja sekalian tanpa kalian Perusahaan kami bukanlah Apa-apa." Ucap Adrian berbicara di atas mimbar di temani Karina di sampingnya.


Kemudian mereka berdua turun kembali dari atas mimbar tersebut, dan Host atau pengisi acara itu kembali Berbicara.


"Wow, Selamat Ya untuk Pak Adrian. Atas segala pencapaian nya, Dan Inilah Akhir dari sebuah pesta kita akan mengadakan pesta Dansa " Music" Silahkan diputar." Perintah Host itu kepada pemandu musik.


Kemudian para tamu undangan itu berdansa dengan pasangannya Masing-masing. Begitu juga Dengan Adrian yang mengajak Istrinya, Untuk berdansa.


"Sayang...,Maukah kau berdansa denganku." Ucap Adrian berjongkok di hadapan Karina.


"Kamu apa-apa an sih sayang...,Aku tidak bisa berdansa." Sahut karina Terhadap suaminya.


"Ayolah...,Aku akan mengajari kamu." Ucap Adrian berusaha membujuknya.


"Yasudah-Yasudah, Aku Berdansa dengan kamu." Timpal Karina sambil mengulurkan Tangannya.


Kemudian mereka berdansa di iringi Irama Musik yang Sangat Romantis, Karina mengalungkan Tangannya ke leher Adrian, Begitu juga dengan Adrian Yang melingkarkan tangan nya ke pinggang Karina.


Sementara Sasha yang hanya duduk menatap pada setiap pasangan Yang sedang berdansa Ia merasa Amat sakit hati, Karena karina bisa bahagia sementara dirinya dan Sherlly tidak mendapatkan itu semua.


"Haahhhh." Aku gerah berada di pesta ini, Pesta macam Apa ini. Hatiku Rasa nya terbakar." Umpat Sasha sambil menengguk minumannya.


"Maukah kau berdansa denganku Nona.!!!" Ucap Devano yang tiba-tiba saja mengajak Sasha untuk berdansa.


"Huhhhh." Kamu lagi, Memalukan." Ucap Sasha yang Jual mahal, Padahal sebenarnya ia ingin berdansa dengan Devano.


"Ayolah." Ucap Devano merayu Sasha.


"Berhenti bersikap bodoh seperti ini Dev, Aku bukan tipe orang yang gampang kamu permainkan. Aku tahu kamu bersikap seperti ini Pasti Ada maunya kan." Ucap Sasha dingin melangkah sempoyongan lantaran ia mabuk.





**Next part...


Halo Readers...


ikuti terus kisahnya Yah.


Jangan lupa Tambahkan ke kolom favorit kalian, Jangan lupa kasih aku bunga. Sebagai Dukungan kalian.

__ADS_1


InsyaAllah sebentar lagi Novel ini Akan selesai**.


__ADS_2