Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2: Akhirnya Ratu Tahu Ayah biologis nya


__ADS_3

Keriuhan pagi itu seolah menjadi hiburan bagi Karina, Untuk sejenak melupakan penyakit yang di deritanya. Ia Tersenyum melihat tingkah lucu ibu Mertuanya yang sedang menceramahi suami dan putranya.


"Ma...,Sudah." Iya nanti karina Tidur sama mamah dan Adrian sama papah, Tapi untuk malam ini Saja ya mah." Ucap Karina yang akhirnya mengambil keputusan.


Adrian Menoleh menatap Karina, Begitu juga Syafiq Ayah mertuanya.


"Sayang..., Kamu jangan langsung menyetujuinya Saja, Aku kan Enggak bisa tidur kalau tanpa kamu." Ucap Adrian memelas.


"Tuh Kan...,Mama yakin karina mau tidur sama mama, Itu semua pasti karena kamu selalu meminta melakukannya kan." Timpal Icha menyerobot Perkataan putranya.


"Karina...,Jangan setuju apa kata mamah." Sahut Syafiq sambil melambaikan tangan.


"Papa jangan coba-coba pengaruhi karina, Pokoknya keputusan mama dan karina sudah klir tidak bisa di ganggu gugat." Ucap Icha.


Seketika Semua terdiam, Karina Tersenyum begitu juga Icha. Namun Adrian dan Syafiq malah terlihat lesu.


"Yasudah Iya, Adrian setuju." Yasudah kalau begitu Adrian pamit kerja dulu yah." Sahut Adrian dengan kelesuannya.


Kemudian Karina Bangkit dan menemani Adrian ke halaman Rumahnya, Sambil menenteng Tas kerja Adrian suaminya.


Adrian Berjalan Gontai menuju ke mobil yang terparkir di halaman Rumahnya, Sementara Karina hanya berdiri di samping mobil milik suaminya, Kemudian Adrian berjongkok menyenderkan kepalanya ke perut Karina.


"Nak...,Papa berangkat kerja dulu ya Sayang. Ingat gak boleh nakal ya..., Di dalam perut mama." Ucap Adrian sambil mengelus perut Karina dan kembali berdiri.


"Hati-hati Ya mas, Segera lah pulang jika pekerjaan kamu telah selesai." Timpal Karina terhadap Adrian.


"Iya sayang Mas..., Akan segera pulang. Karena Mas tidak akan bisa jauh-jauh dari kamu." Ucap Adrian sambil mencium dahi Karina.


Setelah Itu Adrian mengambil Tas kerjanya dari tangan Karina ,Ia memasuki mobilnya dan Bergegas pergi menuju kantor nya.


Kemudian Karina kembali memasuki Rumahnya, Dan segera membersihkan dirinya. Karena Ia Akan pergi untuk menemui Dokter Rudy yang Telah membawa Sampel Darahnya.


Sementara Devano kini sedang berada di perusahaan Sasha Berusaha mengambil hatinya, Kali ini Devano berniat bertanggung jawab Namun Sasha terlalu jual mahal, Karena Yang ia takutkan Devano hanya mempermainkan nya.


"Tok...Tok...Tok."


"Siapa lagi yang datang keruangan ku, Sepagi Ini Dasar pengganggu." Umpat Sasha sambil membuka pintu.


Alangkah terkejutnya dia saat mengetahui Orang yang berdiri di depan Ruangan nya itu Devano.


"Apa Aku mengganggu mu." Ucap Devano Menyunggingkan senyum.


"Dev..." Mau apa kamu datang kesini, Cepat pergi Atau Aku panggilkan Sekuriti Untuk mengusir mu." Bentak Sasha sambil mengeratkan Rahangnya.


"Panggil saja aku tidak peduli, Karena aku datang kemari mau mengunjungi Calon istriku." Ucap Devano Sambil Melangkah masuk keruangan Sasha.


Deg...


"Tidak Sasha kamu jangan tergoda,Kamu jangan Terbuai dengan kata-kata Manisnya." Gumam Sasha berusaha Mengendalikan kebahagiaan nya.


kemudian Sasha melanggkah mengikuti Devano." Calon Istri katamu..., Siapa,,?" Tanya Sasha setengah Cemburu.


"Kamu." Jawab Devano Singkat sambil bersiul dan duduk di Sopa, Serta Menumpangkan Kaki.


"Haahhhh....,Omong kosong Apalagi ini. Trik murahan Seperti ini, Aku tidak akan percaya kamu lagi Dasar bajingan !" Geram Sasha Hendak memukul Devano.


Kemudian Devano kembali berdiri dan Menangkis pukulan Sasha, Dan memeluk nya. Sehingga Wajah mereka berdekatan.


"Apa aku terlihat sedang membual, Kenapa Kau tak mempercayai ku." Ucap Devano dengan Tatapan mendominasi.


"Deg...deg...deg..." Degup jantung Sasha Terdengar seirama dengan degup jantung Devano.


"Kenapa Wajah nya sangat dekat sekali, Kenapa wajah ini begitu Tampan." Gumam Sasha.

__ADS_1


"Tidak-tidak...,Sasha Ayo cepat sadar. Meskipun laki-laki ini terlihat serius, Kamu harus ingat bagaimana dia bersandiwara Saat berpura-pura mencintai kamu." Gumam Sasha berusaha mempertahankan Harga dirinya.


"Lepaskan Aku." Kamu fikir aku akan masuk begitu saja ke perangkap kamu hhhhhhh." Umpat Sasha sambil menginjak Kaki Devano.


"Awwww shittt..., Kamu gila sha." Geram Devano sambil merasakan sakit di bagian Kakinya.


"Itu belum seberapa Dibandingkan Rasa sakit hati aku Padamu Dev..., Bagaimana kamu menodaiku dan Tidak mau bertanggung jawab sama sekali ! Kamu malah mengejar Karina yang jelas-jelas tidak mencintaimu sama sekali." Bibir Sasha bergetar Saat mengingat kenyataan pahit, Ketika ia mengandung Ratu Putri hasil jebakan Karina.


Kemudian Devano kembali meyakinkan Sasha dan Memeluk Sasha. " Apa kamu sudah tak merasakan Cinta lagi di hatimu untuk aku, Apa kejadian malam kemarin belum puas membuktikan. kalau aku Sangat ingin menikahi kamu Sha." Ucap Devano dengan Suara yang Melembut.


"Lepaskan Aku, Devano ! Kamu fikir dengan kamu melakukan itu lagi padaku, Aku akan dengan mudah Kembali padamu. Maaf Sasha yang dulu telah mati Dev, Lebih baik kamu pergi dari sini." Timpal Sasha yang masih belum mempercayai Kesungguhan Devano.


"Tidak..., Aku tidak akan pergi sebelum kamu menerimaku dan Mau menikah denganku. Kamu harus fikirkan Masa depan putri kita sha." Bujuk Devano terhadap Sasha.


Alih-alih pergi dari ruangan Sasha Devano malah berbalik arah dan mencium Sasha. "Eummm." Sasha Terlonjak kaget Saat Devano Mencium bibirnya secara Kasar.


"Laki-laki kurang Ajar, Bajingan kamu Dev." lirih Sasha yang tak bisa lagi melawan dengan tenaganya, Karena Tenaga Devano terlalu kuat.


Pada Akhirnya Sasha Menerima Ciuman itu, Sehingga Devano bergairah tangannya bergerilya menjalar kemana-mana.


"Sudah ku bilang Aku ingin menikahi mu, Dan berusaha menebus semua kesalahan ku padamu." Salah sendiri kau Tak mau mempercayai ku." Gumam Devano Yang terus melancarkan Aksinya.


"Ahhhh." Hentikan Dev, Kau menyakitiku. Bajingan." Umpat Sasha menarik Dasi yang melingkar leher Devano.


Namun Devano terus menerus menciumi Sasha,." Aku tidak akan berhenti sebelum kamu, Menyerah dan mau menikah denganku Sha." gumam Devano.


Kemudian Tangan Devano merobek dan membuka kemeja yang di kenakan Sasha.


"Hiks...hiks...hiks..." Lirih Sasha yang merasa di rendahkan. Ia Amat marah pada Devano.


"Ini semua terjadi Gara-gara Karina, Aku tidak akan membiarkan nya hidup bahagia." Gumam Sasha yang Malah marah kepada Karina, Padahal ini semua tak ada hubungannya sedikit pun dengan Karina.


"Mommy..., Sedang Ngapain dengan Om Baik." Ucap Ratu Dengan polos.


Devano Reflek melepaskan Sasha, Karena Putrinya datang tiba-tiba. Sementara Kedua bodiguard Yang Sasha tugaskan menjaga Ratu, Tampak senyum-senyum. Mengerti Atas apa yang di lakukan Devano dengan Ratu.


"Om baik...,Kenapa Om baik berada di kantor mommy." Tanya Ratu dengan wajah yang menggemaskan.


Namun Devano membuka jati dirinya di depan Sasha dan Putrinya, Ia sudah terlanjur menyayangi Ratu, Meskipun Sasha belum mau di Nikahi nya.


"Om baik, Tidak sedang ngapa-ngapain Sama Mommy kamu Sayang. Hanya saja Seperti itu Cara Om baik membuat kamu dulu bersama mommy." Ucap Devano Yang tak di mengerti Ratu.


"Maksud Om baik, Apa,,? Ratu Enggak mengerti Om baik." Balas Ratu menggemaskan.


Sementara Sasha terlihat marah pada Devano karena perkataan nya, Kepada Ratu.


"Beraninya dia berbicara seperti itu pada Anak di bawah umur, Dasar laki-laki Mesum." Gumam Sasha menatap Tajam pada Devano.


"Sudah jangan bertanya lagi Sayang...,Nanti ketika ratu sudah besar. Ratu juga akan mengerti Yang Om maksud." Sahut Devano Terhadap Ratu yang masih kanak-kanak.


"Ouhhh begitu ya om." Timpal Ratu.


"Iya Sayang." Sahut Devano Sambil memeluk putrinya.


"Lepaskan Anak aku Dev, Cepat pergi dari sini." Bentak Sasha yang masih marah pada Devano.


Sementara Ratu malah tidak mau lepas dari pelukan Devano.


"Om baik jangan pergi, Ratu enggak mau kalau om baik ninggalin Ratu lagi." lirih ratu sambil menyeka air mata dengan menggunakan kedua tangannya.


Namun Sasha bersikeras memisahkan Ratu dari Devano Ayah biologis nya.


"Ratu lepaskan pelukan kamu dari orang jahat ini," Sasha menarik paksa ratu dari Devano.

__ADS_1


"Enggak mau...,enggak mau...Ratu maunya sama om baik., hiks...hiks...hiks.." Ratu menangis di pisahkan dari Devano.


Sehingga memancing kemarahan Devano kepada Sasha. " Cukup sha ! jangan lagi kamu memaksakan kehendak mu, Kasihan Ratu." Geram Devano.


"Diam kamu, lebih baik kamu pergi dari sini. Karena kamu tidak berhak atas Putriku." Balas Sasha membentak.


"Aku berhak atas Ratu, Karena aku Ayahnya." Teriak Devano lantang, Dan mengejutkan ratu putrinya.


"Mommy...,Jadi Om baik ini. Pappy aku mom,,? " Tanya Ratu kepada Sasaha.


Hening...


Meski Ratu Masih sangat kecil akan tetapi karena dia pintar, dan gampang mencerna setiap ucapan Orang Dewasa. Akhirnya Ratu mengetahui siapa Ayahnya.


Sementara Sasha masih terdiam membisu, Tapi tidak dengan Devano.


"Iya Sayang...,Om baik ini Pappy kamu. Kemarilah Nak." Ucap Devano dengan mata berkaca-kaca...


"Benarkah...,Om baik Pappy nya Ratu." Ucap Ratu perlahan melanggkah dan memeluk Devano.


"Iya Nak...,Ini Pappy kamu. Maafkan Pappy selama ini Ya nak." lirih Devano sambil memeluk putrinya.


Sementara Sasha yang berdiri tiba-tiba saja meneteskan Air matanya, Karena terharu melihat kejadian yang langka di depan Matanya.


"Apakah Devano benar-benar telah berubah, Dan Niatnya ingin menikahi ku serius." Apakah aku sedang bermimpi, Ya tuhan apakah aku sedang tertidur." Gumam Sasha. Kemudian Tersadarkan lagi oleh ucapan Devano.


"Tapi untuk saat ini Ratu bersama Mommy dulu yah...,Jika waktunya sudah tepat. Pappy pasti akan kembali lagi pada Ratu." Ucap Devano Yang tak kuasa menahan tangisnya Sambil beranjak pergi meninggalkan Ruangan Sasha.


"Minggir kalian" Ucap Devano pada dua bodiguard yang menghalanginya.


"Pappy...,Pappy..., Pappy..." Ratu Terisak-isak menangisi kepergian Devano Ayah biologis nya.


Devano Berlari menuju lobby, Sasha mengejar nya karena kini dia telah berubah fikiran.


"Berhenti Dev," Teriak Sasha setelah sampai di lobby.


Kemudian langkah Devano terhenti dan menoleh ke Arah Sasha yang sedang menatapnya.


"Aku...,Aku...,Aku mau menikah dengan kamu." Ucap Sasha Ragu.


Seketika Devano Berlari dan memeluk Sasha," Benarkah yang kamu ucapkan tadi, Aku tidak sedang bermimpi kan." Ucap Devano dengan mata berkaca-kaca.


"Tidak Dev, Ini kenyataan. Aku mau kamu Dan kita menjadi Keluarga." sahut Sasha menangis lantaran perjuangan nya selama ini tidak sia-sia.


Kemudian Ratu Berlari dengan Sangat bahagia melihat Pappy dan mommy nya berpelukan.


"Pappy..., Mommy." Teriak Ratu menghampiri kedua orangtuanya.


Para karyawan Perusahaan Sasha yang menyaksikan kejadian itu, Akhirnya bertepuk tangan karena terharu melihat Ratu Akhirnya mempunyai Seorang Ayah.





**Nextpart...


Jangan lupa Tambahkan ke favorit kalian...


Bantu Vote, Like dan Share yah...


Happy reading**...

__ADS_1


__ADS_2