Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season3: Chapter U


__ADS_3

EKHEM. Aquilla berdeham ketika Karina menatap kepada Suami dan putrinya. Sontak saja Adrian maupun Karina menatap Aquilla secara bersamaan, sehingga di dalam ruangan itu pun penuh kecanggungan.


"Ahaha ... kau ini masih saja bersikap seperti dulu Aquilla," kata Karina bersikap seperti biasa saja.


"Lantas kenapa kau memandang suamiku dengan cara tak biasa?"


"Tak biasa seperti apa maksud kau! Biasa-biasa saja kok," ucap Karina.


"Syukurlah...," balas Aquilla dengan rona wajah penuh kecurigaan.


'Dasar Karina ... aku yakin kamu itu masih menaruh perasaan kepada Rama, karena kalian sempat berpacaran dulu. Awas saja kalau coba-coba menarik simpati dari Rama,' ucap Aquilla dalam hati.


'Aquilla ini tampaknya masih menaruh cemburu padaku,' batin Karina.


Rasa canggung antara Karina pun terus berlanjut, terlebih lagi Aquilla seperti menjaga jarak dengannya. Namun Karina tidak mau memikirkan masalah itu, karena fokusnya sekarang adalah kesembuhan Adrian.


"Sayang ... kamu mau aku kupasin buah, atau mau makan?"


Karina mendekati Adrian, menawarkan makanan serta buah-buahan. "Boleh sayang ... seharian aku belum makan buah-buahan!" jawab Adrian seraya tersenyum.


"Duh ... Om sama Tante mesra banget sih, kalian pasangan panutan ku banget," celetuk Malam tersenyum kepada Karina yang terlihat romantis.


"Hust ... Malam, enggak boleh bicara seperti itu! Kamu belum cukup umur sayang," kata Rama menasehati putrinya.


"Ehehe ... iya Dad's maaf," kata Malam tersipu malu.


"Oh ya Dri, Rin ... kita pulang yah, semoga lekas sembuh Dri," ujar Rama memberikan dukungan.


"Iya Ram terima kasih atas Do'anya." sahut Adrian.


"Ya sudah ayo kita pulang...," ajak Rama kepada putri dan istrinya.


Tanpa berlama-lama di ruang rawat Adrian, Rama beserta sanak dan istrinya pergi. Setelah berpamitan terhadap kedua sahabatnya.


Malam pun berlalu sangat cepat, seperti biasa Sherlly sudah di sibukkan di pagi hari, ia mulai menyiapkan segala sesuatunya untuk keperluan pekerjaan.


"Mau Bulan bantu Buk?" ucap Rembulan menawarkan bantuan pada ibunya.


"Enggak usah sayang, Ibu bisa sendiri kok!" sahutnya.


"Oh ... ya sudah kalau begitu Bulan siap-siap dulu sebelum berangkat sekolah,"


"Oke Anak Ibu yang baik, dan penurut!" puji Sherlly kepada putrinya.


Rembulan segera bergegas ke kamar mengganti pakaian casual dengan seragam sekolah setelah itu ia kembali ke meja makan untuk sarapan bersama Sherlly.


"Duduk sayang ... kamu mau sarapan apa?" tanya Sherlly tersenyum manis.


"Bulan mau roti sama teh aja Buk,"


"Oke kalau begitu Ibu ambilkan selainya dulu," ucap Sherlly bangkit dari kursi, kemudian menuju lemari tempat penyimpanan makanan di dapur.


Sementara Rembulan menunggu di meja makan, akan tetapi Sherlly tidak tahu selai roti itu ada di mana.

__ADS_1


Tiba-tiba saja ponsel Sherlly berdering, terlihat panggilan masuk dari nomor luar negeri. Rembulan langsung menerima panggilan tersebut.


"*Halo ... dengan siapa ini?" tanya Bulan terhadap si penelepon.


"Saya Sasha adiknya Sherlly, mana dia dan kamu ini siapa?" tanya Sasha di belahan negara Eropa.


"Oh ... Tante Sasha! Halo Tante ini Rembulan...," jawab Rembulan ramah.


Akan tetapi Sasha malah bersikap sebaliknya kepada Rembulan. "Oh kamu! Anak pungut itu!" ketus Sasha.


DEG*.


Sontak saja Rembulan menutup panggilan tersebut, hatinya terasa sakit saat mendengar ucapan tantenya yang menyakiti hatinya.


Rembulan langsung pergi begitu saja berangkat ke sekolah tanpa berpamitan pada Sherlly yang sedang mengambilkan selai roti untuknya.


Rembulan berjalan dengan tatapan kosong, terngiang ucapan Sasha yang sangat menyakitkan baginya.


"Aku memang Anak pungut ... aku memang bukan bagian dari keluarga mereka, aku ini hanya seorang Anak pungut yang tidak akan pernah di terima di keluarga ini," gumam Rembulan melangkahkan kakinya.


Tanpa sadar Rembulan melangkahkan kakinya, tak terasa ia berada di tengah jalan. Riuh suara kendaran membunyikan klakson, namun Rembulan tidak mendengar.


Terlihat dari arah lain Langit melihat Bulan berada di tengah jalan, Langit sangat khawatir menyaksikan Rembulan yang akan tertabrak mobil.


Dari arah berlawanan pun terlihat juga Bintang melihat Rembulan yang sedang berjalan di tengah jalan.


'Itu kan Cewek yang waktu itu, ia dia orangnya. Ngapain dia berada di tengah jalan, ini bahaya bisa-bisa dia ketabrak,' ucap Bintang segera menepikan mobilnya berlari untuk menyelamatkan Bulan.


TIN-TIN-TIN.


Suara Klakson dari pengendara lain baru terdengar di telinga Rembulan, alangkah paniknya dia berada di tengah jalan.


Bulan yang saat itu panik ia hanya bisa berjongkok di tengah jalan sambil menutup telinga dengan kedua tangan. Lantaran traumanya di masa lalu terhadap keramaian kendaraan di jalanan.


"Bulan!" teriak Langit.


"Cewek gila ngapaian kamu malah jongkok di tengah jalan!" seru Bintang berlari.


Dengan gerakan cepat Langit lebih dulu menolong Bulan dengan cara mendorong Bulan ke tepi jalan, akan tetapi Bintang yang telat datang malah jadi sasaran tabrakan mobil itu.


BUG. PRANG.


"Arghh!" Bintang meringis kesakitan, Bintang berteriak merasakan sakit di bagian kakinya.


"Kamu ngapain ... kamu sudah gila!" sentak Langit mengumpat kepada Bulan.


"Maaf-maafkan aku, aku enggak tahu kalau aku di tengah jalan," lirih Rembulan berurai air mata.


Sementara Bintang sedang di bantu oleh orang-orang di sekitar yang melihat kejadian nahas itu.


"Hei ... cepat bantu teman kalian bawa ke rumah sakit," ucap orang yang menolong Bintang.


"Iya-iya Pak!" ujar Langit segera bergegas membawa Bintang ke dalam mobilnya untuk segera di larikan ke rumah sakit.

__ADS_1


Kecelakaan itu membuat jalanan sangat macet pagi itu, bersyukur Bintang di tolong oleh Langit.


"Lihatlah gara-gara kecerobohan kamu, kamu merugikan orang lain Bulan! ada apa dengan kamu,kenapa kamu melamun hingga jalan ke tengah jalan pun kamu tidak sadar!" ucap Langit mengumpat, di sela mengemudi.


Namun Bulan hanya bisa menangis lantaran ia merasa bersalah atas tindakannya. "Aku enggak tahu langit ... aku juga enggak sengaja berada di tengah jalan," lirih Rembulan menangis.


Sekilas Rembulan menoleh pada Bintang yang sudah tidak sadarkan diri, hanya darah yang bercucur dari kepala dan kaki.


"Hei ... bangun, jangan buat aku merasa bersalah," lirih Rembulan mengguncang pipi tampan Bintang yang di penuhi darah segar.


Sementara di Rumah Sherlly kebingungan karena tidak biasanya Rembulan pergi tanpa pamit.


"Nah ini Ibu sudah nemuin selai ke sukaan kamu Nak," ucap Sherlly menatap meja di mana di meja makan Rembulan sudah tidak ada.


"Mbok-Mbok!" panggil Sherlly kepada asisten rumah tangganya.


Segera si mbok menghampiri nyonya besarnya.


"Iya Nyonya ada apa, kenapa Nyonya memanggil saya!" kata si Mbok.


"Bulan ke mana?" tanya Sherlly.


"Bukannya Non Bulan sudah berangkat sekolah!" jawab si mbok.


"Tidak biasanya dia pergi tanpa pamit terlebih dulu Mbok!" ucap Sherlly panik.


Sementara Karina masih berada di rumah sakit, Adrian pun sudah sembuh dan tidak ada masalah yang serius di organ dalam tubuhnya.


"Kita pulang hari ini Mas ... aku sudah kangen banget suasana Rumah!" ucap Karina.


"Iya aku juga sudah rindu sama suasana Rumah kita," timpal Adrian.


Namun ketika mereka berdua berjalan di koridor rumah sakit, mereka harus di hadapkan dengan kenyataan yang mencengangkan.


"Ayo-ayo Sus ... tolong selamatkan teman saya!" lirih Bulan mengikuti langkah para medis yang menolong Bintang.


Begitupun Langit ia sangat khawatir dengan keadaan Bintang saat itu.


"Suster ... apa yang terjadi dengan Anak saya?!" lirih Karina, buliran air mata pun jatuh bercucuran. Sekilas ia menoleh pada Rembulan dan juga Langit.


"Apa yang terjadi dengan Anak saya?! Kalian apakan Anak saya!" sentak Karina teramat marah kepada Rembulan dan Langit.


"Maafkan saya Tante, semua ini salah saya!" lirih Rembulan menangis.


Bersambung...


Happy reading guys...


Di Bab selanjutnya akan semakin panas karena akan mempertemukan Sherlly, Adrian dan juga Karina.


Wah kira-kira apa ya yang akan terjadi, selalu ikuti ya.


Jangan lupa Vote Hadiah, like dan tambahkan ke kolom favorit, sertakan juga komentar kalian buat penyemangatku.

__ADS_1


__ADS_2