Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
season 2 : Menghadiri Pesta


__ADS_3

Aku berjalan Di samping Devano Saat Kami menghadiri pesta peresmian Hotel baru miliknya, Jujur sebenarnya Aku sangat gugup lantaran Pesta ini begitu megah dari pesta peresmian biasanya.


Saat kami berdampingan Terlihat Semua Tatapan kaum hawa memuja sang Billioner Muda Yang kejam ini, Namun Mereka menatapku dengan tatapan membunuh. Seolah Aku ini hanyalah benalu di kehidupan nya. Kemudian Dev menemui para kliennya Dan aku duduk di Antara para Tamu lainnya.


"Akhirnya Kamu datang juga Dev, Lama kami menunggu kedatangan mu," Ucap wanita Yang sangat pamiliar bagiku Yaitu adik dari Sherlly, kemudian Sasha menoleh ke Arahku Dengan sinis Dan menghampiri ku Yang tengah Terduduk menikmati jalannya pesta.


"Rupanya Kamu juga ikut datang, Baguslah jadi kamu akan tau Sehebat apa Devano ini," Bisik Sasha padaku.


"Meskipun dia hebat Sekalipun Tetap saja di mata aku dia tidak lebih dari seorang penjahat. Apa hebatnya jika laki-laki kaya Raya Tanpa ada wanita Yang mencintai nya." Balasku Geram Terhadap Sasha.


"Baguslah kalau Tanggapan Kamu seperti itu Jadi jangan pernah berharap Kalau kamu bakal di cintai oleh Devano," Ucap Sasha Yang terlihat cemburu.


"Hahaha...Tenang saja Sha, Kamu tau aku kan Kalau aku sudah bersuami Mana mungkin Aku mencintai Pria seperti Dia, Sementara suamiku juga tidak kalah kaya Dari Pria Sombong ini, Jadi kamu jangan khawatir Ya," Balasku Meledek.


"Dasar kamu Ya ..." Bentak Sasha Terhadap ku , Iya terlihat Sangat geregetan Padaku Yang selalu berhasil membalikkan Ucapan nya. Kemudian Iya pergi dari ku Menghampiri Devano.


Kemudian Devano Naik ke atas mimbar Dan memberikan Sambutan kepada para Tamu undangan nya. " Baiklah Tanpa Berlama-lama Saya "Devano Mahendra Alberto" Selaku pemilik Dari Perusahaan "Albert_Group" Mengucapkan Banyak terimakasih Kepada Rekan-rekan dan klien Tanpa kalian Saya tidak akan berdiri seperti ini, Maka dari itu Hotel Albert_Rose Resmi di buka pada Hari ini dan tidak lupa saya ucapkan begitu banyak terimakasih kepada Wanita Cantik disana Saya perkenalkan dia lah Calon istri saya, Selama ini dialah Yang memberikan sumber semangat saya," Ucap Devano lantang Sambil menunjuk Ke Arahku, Seketika Para Tamu undangan Menatap Ke arahku.


"Lelucon Macam apa ini," Gumam ku dalam Hati . Sementara Sasha terlihat menatapku dengan Tatapan mengintimidasi.


setelah itu Aku menatap sinis Devano Yang berani mengklaim Sepihak Atas diriku, Kemudian Devano Turun dari mimbar menuju ke arahku. Lalu di putarkan lah Irama Musik Dan para tamu undangan Berdansa Dengan Pasangan nya masing-masing.


"Hey Kenapa kamu menatapku begitu Nona, Apa kau sudah berubah pikiran, Apa kamu sudah mencintai ku sekarang,"Godanya Seraya Tersenyum Padaku.


" Jangan harap aku akan mencintaimu, Sudah ku bilang berkali-kali Aku tidak akan pernah mencintai mu Dev" Ucapku sambil merekatkan rahangku Aku sangat marah atas ulah Yang di lakukannya.

__ADS_1


Kemudian Dari arah lain Sasha datang Mungkin akan menanyakan Terkait pernyataan Devano di atas mimbar tadi.


"Seru nih bakal ada konflik di Antara mereka," Gumam ku Dalam hati.


"Dev,'' Kamu Apa-Apa an sih Membuat pernyataan konyol seperti itu, Kamu ini ada-ada saja Bertindak tanpa berpikir dampak nya." Ucap Sasha Terhadap Devano Namun matanya Menatap Tajam ke Arahku.


"Dampak Apa maksud kamu Bukannya ini momentum yang bagus Untuk menaikan Harga saham perusahaan kita," Balas Devano Terhadap Sasha, kemudian aku bernafas lega Lantaran Devano memberikan pernyataan itu semata-mata untuk kepentingan Perusahaan nya.


"Tapi tetap saja Ini akan jadi dampak buruk untuk harga saham kita," Seru Sasha Datar.


Kemudian Devano Meyakinkan Sasha Yang dia anggap Hanya Rekan kerja, Namun Sasha menganggap sebaliknya. " Sha Aku melakukan semua ini bukan Tanpa pertimbangan, Sebelumnya sudah kupikirkan dengan sangat matang Jadi kamu tidak perlu khawatir Dengan hal Yang belum tentu terjadi," Ucap Devano Sambil menangkup wajah Sasha.


Sasha Terdiam terlihat tenang setelah Devano memperlakukan nya dengan sangat manis, Aku melihat dari matanya Bahwa Sasha ada perasaan yang sangat spesial untuk Devano, Namun Seorang Billioner kejam itu Tidak berusaha membalas Perasaan Yang di miliki Sasha untuk nya.


"Ekhem...Mesra Yah kalian, Sosweat banget. Aku ucapkan selamat yah semoga kalian cepat menikah," Ucapku yang sengaja menarik ulur perasaan Sasha, semakin sakit hatinya Maka semakin Aku bisa mengendalikan mereka.


"Okhhhh Aku terharu sekali Dev Kamu memang laki-laki Yang sangat spesial, Tapi Aku tidak akan pernah mencintai mu Haahhhh,"


Perkataanku membuat Devano Melambung tinggi dengan kebahagiaan nya, Namun Seketika Aku membuatnya merasa Kecewa. Kini aku mudah memanfaatkan keduanya, Terlebih lagi Sasha kini semakin marah kepada Devano Karena perasaan nya Tak terbalaskan.


Aku melangkah menjauhi Devano dengan mengambil Topeng Karena semua orang Yang menari disana menggunakan topeng, Aku melewati Sasha yang tengah menatap Tajam ke Arahku.


" Kamu siap-siap dengan perasaan Yang tidak akan terbalas kan yah, Karena Dev cuman menganggapmu Hanyalah sebuah boneka Kasihan sekali kamu nona Sasha," Bisik kata-kata Jahat ku di telinga mungilnya.


Sasha Menghujamiku dengan Tatapan membunuh, Mungkin saja perasaan nya saat ini tercobak-cabik Bagaikan sembilu.

__ADS_1


Sementara Devano Terus menatap Ke Arahku dan mungkin saja dia terkagum-kagum dengan pesonaku, Mulai saat ini keadaan telah berbalik Tinggal satu langkah lagi aku Menghancurkan mereka, Namun selama Tinggal di German aku tidak pernah melihat Sherlly si wanita iblis Yang sudah menghancurkan hidupku.


Alunan musik Yang terus terlantun Terdengar sangat indah, Aku berusaha menari untuk menarik simpatik dari Devano. Aku menggoyangkan pinggulku Dan menggoda nya dari kejauhan Terlihat Devano menengguk Bir dan sudah terlihat mulai mabuk begitu juga dengan Sasha Yang merasa sangat patah hati dia juga mulai Menengguk minumannya.


"Ayolah Kalian Cepat mabuk Dan aku akan di untungkan dengan semua ini, Cerdas kamu Karina," Seringaiku Memikirkan ide brilian Yang terlintas di otakku.


Tibalah saatnya Akhir dari sebuah permainan musik, Sementara Devano & Sasha sudah meracau Tidak jelas. "Ide gila ini akan membuat kalian Berdua Hancur," Gumamku dalam Hati.


Aku melangkah mendekati Devano & Sasha Yang sedang mabuk berat. "Hay Dev Apa kau ingin tidur bersama ku malam ini,?" Tanyaku terhadap Devano sambil berdiri di belakang sasha sehingga Dev memandang sasha seolah diriku.


"Karina Benarkah itu kamu Aku sangat sayang padamu, Aku ingin memilikimu seutuhnya," Sahut Devano yang di kuasai Alkohol, iya Menangkup dan memeluk Sasha Yang di anggapnya sebagai aku.


Sementara Sasha seolah bahagia dengan pelukan, Ciuman Yang dilakukan oleh Devano kepada Nya.


"Akhhhh Kalian berdua ini mabuk, Yasudah Ayo Aku akan Mengantarkan kalian pulang dan merasakan Surga kalian," Ucapku Terhadap Devano dan sasha.


Aku mengemudikan Mobil Audy berwarna hitam milik dari Billioner jahat. sementara Mobil Sasha aku meminta anak buahnya untuk membawa mobil itu pulang, Sementara Devano & Sasha Akan aku Antar ke sebuah hotel.


Rencana Balas dendam ku kali ini Akan aku pastikan sampai Berhasil" Salah sendiri kalian telah bermain-main denganku, Inilah Saatnya Orang baik bangkit dan membalas orang jahat," Seringai ku sambil mengemudikan mobil dan membelah Jalanan kota Berlin German.


**Happy reading.


Selamat menikmati teman-teman Jangan lupa vote like dan Share ke yang lain yah.


Terimakasih telah mendukung ku sampai saat ini Karena tanpa kalian aku tidak bisa menambah Bab sampai saat ini.

__ADS_1


Terimakasih**


__ADS_2