Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Sidang perdana kasus pembunuhan


__ADS_3

"Kamu fikir kamu hebat Dev, Seenaknya saja kau bicara seperti itu !!! Ingat ya Dev kamu akan menyesal karena memperlakukan aku dan putrimu seperti ini." Maki Sasha terhadap Devano Yang telah merendahkan nya. Sasha melangkah pergi setelah menampar Pipi tampan Sang Billioner muda Asal German itu.


Namun Devano Hanya tertawa melihat tingkah laku Sasha Yang menurutnya menggemaskan.


"Sasha... Sasha... Kenapa kamu semakin Cantik ketika kamu marah" Tapi maafkan aku Sha, Aku belum siap mempunyai tanggung jawab sebesar itu." Gumam Devano Menatap Kepergian Sasha, Namun Ada senyum samar yang terselip di bibir nya. Entah itu penyesalan Atau ketidak siapannya.


Sasha melangkahkan kakinya ia mulai memasuki mobilnya sekali lagi dia menyesali tindakan bodohnya, Karena telah berlaku murahan di hadapan Devano laki-laki yang sangat ia Cintai.


"Arghhhhh" Bodoh...Bodoh...bodoh sekali kamu Sasha." umpat Sasha Merutukki dirinya sendiri Sambil memukul kemudinya.


"Aku tidak akan memaafkan kamu Devano. Terlebih lagi kamu Karina !!! Arghhhhh semua ini gara-gara perbuatan Karina." Teriak Sasha kesal dari dalam mobilnya.


Kemudian Sasha pergi meninggalkan Caffe tempat dimana Devano sedang menyesap Kopinya.


Malam pun Berlalu dengan sangat cepat, Hingga digantikan oleh Pagi yang menjelang Siang. Sementara Adrian dan keluarganya Tengah bersiap untuk pergi ke sebuah persidangan kasus Pembunuhan Ibu mertuanya. Terlihat karina Sedang mengendong "Babby R" Karina sangat menyayangi putri kecilnya itu, Meskipun bukan darah dagingnya sendiri tapi ia mencintainya dengan setulus hati.


"Kamu sudah siap Sayang,,?" Ucap Adrian bertanya Pada Istrinya yang sedang menggendong Riana putrinya.


"InsyaAllah aku siap mas. mudah-mudahan di sidang ini Om Ryan sadar dan mau mengakui kesalahannya ya mas." Balas Karina menatap Suaminya.


"Kita berdoa saja ya sayang. Aku tidak Yakin Om Ryan mau mengakui kesalahannya." Sahut Adrian yang meragukan Sikap Ryan.


Kemudian Icha Dan juga Syafiq terlihat Rapi, Mereka juga Turut ikut menghadiri Sidang perdana Yang akan di gelar hari ini.


"Kalian sudah pada siap. Kalau sudah pada siap Tunggu apalagi Ayo kita berangkat.!!! " Seru Icha Yang mengajak Anak dan menantunya segera berangkat ke pengadilan.


"Ayo paah." Sahut Icha kembali terhadap Syafiq suaminya.


"Iya Maah." Syafiq menimpali Ajakan istrinya yang sudah lebih dulu bergegas Menuju mobil.


Sementara Ryan sudah berada di gedung pengadilan di dampingi oleh mantan pengacara Keluarganya Karina. Terlihat juga disana Rama dan Aquilla Yang turut mendampingi Ayahnya.

__ADS_1


Ryan terlihat sedang berbicara dengan tim kuasa hukumnya, Ia memberikan pengarahan dalam membelanya nanti di persidangan.


"Pokoknya kalian Harus memenangkan Persidangan ini. Saya tidak mau tahu bagaimana pun caranya Saya tidak ingin di penjara." Ucap Tegas Ryan Terhadap kuasa hukumnya.


"Bapak tenang saja, Saya akan berusaha semaksimal mungkin memenangkan Persidangan ini meski dengan cara kotor sekalipun." Balas Pengacara yang menangani kasusnya.


Namun Rama geram melihat kelakuan Ayahnya Yang tak pernah berubah dan telah di Butakan oleh Gemerlap nya Harta. " Cukup Tak semestinya papa berlaku seperti ini. Seharusnya papa itu sadar dengan kesalahan papah" Ingat Umur pah." Ucap Rama Geram terhadap Ayahnya.


Ryan yang merasa di gurui oleh anaknya sendiri ia balik marah terhadap putranya itu." Tahu apa kamu Rama soal kehidupan ini, Papa Seperti ini juga itu semata-mata untuk kamu !!! Supaya kamu bisa merasakan pasilitas yang mewah seperti orang kaya pada umumnya." Bentak Ryan yang menolak mentah-mentah Nasehat baik dari anaknya.


"Tapi pah." Balas Rama, Namun Seketika di lerai oleh Aquilla istrinya.


"Cukup Ram, Hentikan." Tidak akan menemukan titik terang juga jika terus berbicara dengan cara emosi seperti ini." Ucap Aquilla terhadap Rama Suaminya.


Saat mereka tengah beradu Argument tiba-tiba saja terlihat Dua mobil mewah Terparkir di depan gedung pengadilan Tak lain mobil itu adalah milik Keluarga Adrian.


Karina menuruni Mobilnya dengan menggendong Putrinya yaitu Riana, Anak hasil hubungan Adrian dengan Sherlly. Saat Sherlly menjadi Karina.


Langkah demi langkah Karina beserta Adrian dan juga Anggota keluarganya yang lain mendekat ke Arah, Ryan Yang di dampingi kuasa hukumnya dan juga Rama dengan Aquilla.


"Halo" Sungguh tidak menyangka Yah !!! Ternyata Om Ryan ini, Orang yang sangat keji." Maki Adrian terhadap Orang tuanya Rama.


"Jangan senang dulu Adrian, Ini semua baru permulaan." Balas Ryan yang berusaha Tenang.


Sementara Karina terdiam membisu ia hanya menatap Keberadaan kedua sahabatnya itu, Begitu juga dengan Rama Yang merasa malu dihadapan Sahabat karibnya itu.


Tidak berapa lama Sidang itu Akhirnya di mulai. Karina duduk bersebelahan dengan Adrian. Di susul Syafiq dan Icha Yang duduk di baris kedua.


Sementara Rama dan Aquilla Terduduk di kursi yang bersebrangan dengan mereka, Sesekali Aquila menatap Karina hingga pada akhirnya tatapan kedua sahabat itu bertemu Namun Karina bersikap dingin terhadap mereka.


Namun Billy terlihat berjaga di depan Ruangan sidang itu di adakan.

__ADS_1


Setelah Itu Para hakim dan juga jaksa penuntut Turut Memasuki ruangan, dan duduk di kursi mereka masing-masing. Sementara Ryan berdiri di mimbar Tersangka.


"Dengan menyebut nama tuhan yang maha esa, Serta mengharap Ridho nya. Maka sidang ini Resmi di buka Untuk umum." Ucap Hakim ketua Sambil mengetuk palunya.


Kemudian Hakim mempersilahkan kepada jaksa penuntut umum untuk membacakan perkara kasus dan tuntutan-tuntuta nya.


"Assalamualaikum" Para hadirin Semuanya. Saya Disini selaku jaksa penuntut umum. Saya ingin menuntaskan dan menuntut keadilan atas Meninggalnya Nyonya Ayu Dan menuntut Saudara Ryan sebagai tersangka disini. Agar mempertanggung jawabkan perbuatannya." Ucap lantang seorang jaksa yang menegakan keadilan di negeri ini.


"Keberatan Yang mulia," Teriak lantang kuasa hukum keluarga Ryan. " Saya tidak terima Terkait penuduhan terhadap klien saya Yaitu saudara Ryan. Atas dasar apa dan bukti apa yang mereka dapat terkait pembunuhan Nyonya Ayu.


Rahang karina terlihat menegang Saat mantan pengacara Keluarganya, Kini membela pembunuh ibunya. Ia menatap sinis ke Arah Ryan. Namun tatapannya di balas senyuman oleh Ryan.


"Bajingan" Gumam Karina dalam hati dengan mengepalkan tangannya. Namun tangannya di genggam oleh Adrian.


"Kendalikan emosi kamu sayang, disini banyak Wartawan." Bisik Adrian mengingatkan istrinya.


Perlahan emosinya karina mereda, Kemudian Pihak kuasa hukum Adrian menyerahkan beberapa Berkas kepada Majelis hakim, Sebagai bukti dari pembunuhan Ibu mertuanya.


Setelah bukti itu diserahkan kepada ketua majlis hakim, Namun Hakim itu merasa bukti yang mereka dapat masih kurang kuat atau lebih tepatnya kurang Akurat sehingga sidang yang di gelar itu terpaksa Break hingga Minggu mendatang.


Kemudian Adrian menggandeng Karina menuju mobilnya Untuk menghindari Para jurnalistik yang ingin mewawancarai mereka. Begitu juga Ryan yang segera bergegas kembali ke Sel tahanan nya.


**Nextpart...


Halo Readers Ikuti terus kisahnya yah.


Janganlupa Bantu vote,like dan komentar.


Share juga boleh.


Yang kepo dengan kelanjutan nya yuuk ikuti terus jalan ceritanya.

__ADS_1


Happy reading**.


__ADS_2