Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Pemanggilan Tersangka


__ADS_3

Kasus pembunuhan Ayu yang kembali mencuat ke publik, Membuat Hidup Ryan tidak tenang Ia merasa terganggu dengan Spekulasi-spekulasi miring yang mengarah padanya. Terlebih lagi sekarang Dia berada di puncak kepopuleran nya sebagai pengusaha Sukses.


Ryan Terduduk Sesekali menyesap kopinya lantaran ini masih pagi untuk nya menuju Ke Kantor. Sementara Rama tampak cuek dengan sikap Ayahnya Yang sedari tadi melamun. Namun tidak dengan sikap Aquila yang tetap menghormati Ayah mertuanya itu.


"Papah mau Sarapan apa,,?" Tanya Aquilla ramah pada mertuanya.


"Tidak usah basa-basi pada saya, Saya tidak butuh perhatian dari menantu yang tidak berguna seperti kamu." Sentak Ryan bangkit dari tempat duduknya.


Sementara Rama yang menyaksikan Istrinya di bentak Oleh ayahnya ia protes balik memarahi Ayahnya." Paah...Aku mohon hentikan sikap papah yang selalu seperti ini pada Aquilla. Apa sih salah Aquila pada papa !!! Bukannya papa yang senang mempunyai menantu seperti Aquilla. bahkan dulu papa yang mendukung ku menikahinya." Balas Rama Geram pada Ayahnya.


"Ya Dulu memang papa mendukung pernikahan kamu, Tapi itu waktu kedua orangtuanya masih kaya Raya. Sekarang mereka sudah hidup miskin buat apa kamu pertahankan istri seperti ini Rama." Ucap Sarkas Ryan yang berterus terang Terkait ketidak sukaannya terhadap Aquila menantunya.


Kemudian Aquilla melerai perseteruan Antara Ayah dan Anak itu. " Sudah Rama hentikan !!! Aku tidak Apa-apa Ram. " Ucap Aquilla yang berusaha tegar.


"Papah lihat seberapa baiknya menantu papa !!! Tega ya Papa memperlakukannya dengan sangat tidak adil seperti ini." Sahut Rama geram kepada Ayahnya sekilas Rama pergi meninggalkan Ryan Ayahnya di ikuti oleh Aquila yang mengekor di belakangnya.


"Rama...Rama... Kamu itu Terlalu Naif nak !!! Hidup ini bukan cuma tentang berbuat baik Rama. Kita harus bertahan di atas kekuasaan kita, Supaya martabat kita tidak di injak-injak oleh orang Yang lebih kaya dari kita."Gumam Ryan menatap kepergian Putranya Yaitu Rama.


Kemudian Ryan bergegas kembali ke kamarnya Untuk bersiap menuju kantor Notaris bersama pengacara Keluarga Karina, Ia berniat melimpah kan seluruh kekayaan Hendardi dan Ayu menjadi Atas Namanya.


Namun Saat Ryan dalam perjalanan nya menuju kantor Notaris. Iya di ikuti Oleh Orang suruhan Devano Yang sejak tadi memata-matai nya.


"Halo Tuan Dev, Target sudah keluar dari Kediamannya." Ucap Detektif yang bernama willis itu memberikan info kepada Tuannya.


"Oke Bapak ikuti dia terus. pokoknya kemanapun dia pergi !!! " Balas Devano di seberang sana.


"Baiklah Tuan Dev." Ucap willis Yang sambil menyetir mobilnya.


Sementara Billy dalam perjalanan menuju kantor pengadilan Untuk menyerahkan beberapa bukti terkait kasus pembunuhan Ayu yaitu ibu mertua dari Adrian. Setelah itu meminta kepolisian Melakukan penyelidikan ulang Di Rumah kosong yang dimana terjadi nya pembunuhan Ayu. Sekilas Billy melihat Ryan Yang sedang menyetir dengan laju kendaraan Yang sangat kencang.


"Bukankah itu pak Ryan." Ujar Billy sambil menyetir mobilnya menatap ke arah mobil yang melaju kencang.

__ADS_1


Kemudian di ikuti dengan mobil dari belakang yang tak kalah kencangnya. Dan pada Akhirnya Billy pun mengikuti Ryan dari belakang.


"Sial siapa mereka !!!" Ucap Ryan Melihat ke kaca spion.


"Berani sekali orang itu mengikuti saya." umpat Ryan sambil mencari jalan Alternatif menuju kantor notaris.


"Owh . Rupanya Pak Ryan menuju ke Tempat Notaris yang menangani surat-surat Kekayaan dari harta orang tua Nona Karina." Ucap Billy yang terus mengikuti Laju kendaraan itu.


Berkelok-kelok Ryan membelokan Mobilnya Ke kanan Dan kiri, Untuk mengelabuhi Billy dan Juga Willis pada saat itu.


Kemudian Ryan menerobos lampu merah, Begitu juga dengan Billy yang ikut-ikutan menerobos lampu merah." Sial." kenapa orang itu terus mengikuti aku." Umpat Ryan kesal.


Kemudian Ryan memutar Arah sehingga Pertemuan nya dengan Notaris gagal pada hari itu, Lantaran dia di ikuti oleh Billy dan juga willis.


"Akhhhh kenapa pak Ryan malah memutar arah, Apa sebenarnya yang sedang di Rencanakan nya." Gumam Billy. kemudian dia berputar Arah kembali kekantor nya.


Namun willis terus memantau Ryan dari kejauhan, meski Ryan sudah sampai ke kantor nya.


"Owh." Rupanya Asistennya Adrian yang menggunakan mobil itu, Kurang ajar Adrian !!! Berani sekali dia menguntit saya." Geram Ryan sambil menatap Tajam pada mobil Dinas Seorang Billy.


Kemudian Ryan memasuki gedung kantor nya, sementara Billy segera menuju Ruangan Adrian.


"Tok...tok...tok.."


"Masuk..." Teriak Adrian mempersilahkan Billy memasuki Ruangannya.


"Ada apa Bill,,?" Tanya Adrian menatap pada Asistennya.


"Seperti nya kita harus bergerak lebih cepat pak, Tadi Saya Melihat Pak Ryan mau mendatangi kantor Notaris dimana Notaris itu adalah pengacara keluarga Nona Karina." Yang saya Takutkan Pak Ryan akan membalik nama seluruh Aset peninggalan Tuan Hendardi." Ucap Billy terhadap Bos nya Yaitu Adrian.


"Owh, Jadi motif nya om Ryan selama ini adalah untuk mendapatkan Harta peninggalan dari mertua saya rupanya." Ucap Adrian Dingin.

__ADS_1


"Baiklah." kamu segera hubungi pihak Pengacara keluarga karina, Suruh mereka menghadap Saya. Kalau mereka menolak terpaksa kita gunakan kekerasan." Ucap Adrian geram.


Sementara Devano berusaha mengumpulkan Rekam jejak Ryan dalam menipu Ayu dan Hendardi Saat kedua orang tua karina itu masih hidup.


Devano menggunakan jasa hacker yang canggih saat itu, Iya mengobrak-abrik pertahanan Dari sistem keamanan perusahaan Ryan Yaitu Ayah dari Rama sahabatnya.


"Oke Sekarang Sudah ketemu datanya, Kita kirim data ini ke Polres."Seringai Devano dengan Sangat mudah menghancurkan Ryan.


"Om lihat saya om, Anda mencari lawan yang salah om." Ucap Devano tertawa penuh kemenangan.


Tak kurang dari lima belas menit suara sirine mobil polisi begitu Memekakan telinga. Rama dan Aquila sangat terkejut lantaran para petugas polri itu berhenti di depan gedungnya.


"Ada Apa ini pak,,? " Tanya Rama pada salah satu polisi yang mendatangi gedung nya.


"Bisakah saya bertemu dengan Bapak Ryan pemilik dari perusahaan ini." Ucap tegas Polisi yang berbadan kekar itu berdiri dihadapan Rama.


"Tunggu dulu memangnya Apa salah papah saya !!! " Balas Rama yang masih Bingung.


"Saya mendapatkan laporan terkait penggelapan Dana Dari perusahaan milik Almarhum pak Hendardi." Ucap Tegas polisi itu.


"Apa tidak pak, Semua ini tidak mungkin." Balas Rama menangkal Terkait kejahatan yang dilakukan oleh Ryan Ayahnya.


Seketika Ryan keluar dari dalam gedung itu Wajahnya terlihat sembab dan Bibirnya bergemetar, Namun iya berusaha bersikap tenang saat Para petugas polisi itu memborgol Tangannya.


"Rama Papa titip perusahaan Pada kamu, Ini tidak akan lama." Ucap Ryan memberi perintah kepada putranya.


**Nextpart...


Halo Readers bagaimana perasaan kalian setelah membaca bab ini,,?


Silahkan tinggalkan jejak kalian, Vote, like, komen dan share.

__ADS_1


Terimakasih**.


__ADS_2