Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Kelucuan Saat Bersamanya


__ADS_3

Saat Senyumku memudar Kedua orang Tua Adrian menyadari kesedihan ku yang begitu dalam setelah Tragedi penculikan "Babby Riana" di Jalan Tol Arah ke kantor Suamiku.


"Karina..., Maafkan Mama Yah. Mama Tak bermaksud membuat mu bersedih, Mama Tahu kamu sangat menyayangi Riana." Ucap Ibu mertuaku bangkit dan memelukku.


"Menantu papa..., Jangan sedih lagi Yah. Sepertinya Bukan maksud Mamah membuat kamu mengingat Tragedi itu sayang. Maafkan kami Yah." Timpal Ayah mertuaku.


Hatiku Yang gampang tersentuh & gampang menangis, Aku sangat merasa bersalah karena telah membuat kedua mertuaku bersikap canggung di hadapan ku. Sementara Adrian hanya terdiam Merasakan kesedihan nya karena telah kehilangan putrinya. Kemudian Aku berusaha bersikap tegar dan mengembalikan Suasana Yang penuh dengan Canda Tawa.


"Mama sama Papa Tak perlu minta maaf lah...,Orang karina juga Ikhlas kok pah. Mungkin ini belum Saatnya Karin bertemu dengan Riana." Dustaku berpura-Pura Ikhlas, Padahal hatiku menjerit saat mengingat Bayi malang itu.


sementara Adrian menatapku lekat Perlahan Pria Kaku itu beranjak mendekati ku , Memeluk ku dengan bisikan-bisikan Ajaibnya.


"Maaf..., Aku belum bisa menjadi Suami yang terbaik untuk mu. Tolong jangan pernah pergi jauh dariku lagi." Aku sayang kamu..., Cintaku." Bisik Adrian memeluk ku.


Srrrrrr....."Hatiku berdesir setelah mendengar 3 kata ajaib itu, Yaitu "Maaf, Tolong, Dan kasih sayang" Tanpa Tiga kata Ajaib itu mungkin kasih sayang untuk setiap insan di dunia hanya akan sia-sia. Karena Pada dasarnya kita Hanyalah manusia biasa Yang akan dengan sangat mudah bergantung pada setiap Manusia lainnya.


Bibirku Kaku lidah ku Kelu Tanpa bisa berkata apa-apa lagi, Aku terharu pada perkataan Suamiku "Pria kaku " Yang dulu Yang membenciku, Dialah Adrian musuh bebuyutan ku.


"Sayang...,Kenapa kamu terdiam." Ucap Adrian menyadarkan ku.


"Oh... Tidak, Tidak kenapa-kenapa Sayang...," Ucapku gugup sambil Mengitarkan Pandangan ke sekeliling Ruangan.


Mataku dan Mata ibu mertuaku bertemu, Menambah lagi saja Kegugupan ku. "Kalau Begitu Papah sama Mamah Pulang saja Yah...,Papah Tidak mau Ganggu kalian Kalau lagi Romantis2xan seperti ini."Ayah mertuaku Terkekeh meledek Putranya.


Seketika Adrian melepaskan pelukannya saat Ayah mertuaku meledek nya. "Papa...," Adrian mengerang Kesal pada sikap kedua orangtuanya Yang tiba-tiba saja datang ke kantor, dan mengganggu nya.


Kemudian Aku membalas celoteh Adrian." Sayang Papa..., Sama bercanda itu." Sahutku menimpali Adrian.


"Iya sayang...., Aku Tahu. Tapi mama sama papah ini Iseng banget,Udah deh pah,Mah. kalian pulang saja Lah." Ucap Adrian bersikap kekanak-kanakan terhadap kedua orangtuanya.


"Hahahaha...., Yasudah-Yasudah kita pulang Ya pah." Timpal Mama mertuaku Terkekeh geli melihat wajah putranya menahan malu.


"Ayo kalau begitu." Ucap Ayah mertuaku "


Adrian Ingat pesan Papah. Yang kencang Yah memompanya, Jangan lupa Airnya masukin semua jangan kamu tumpahkan di Tissue Ya sayang." Ledek Ayah mertuaku sambil melangkah bersama dengan Icha ibu mertuaku.


"Iya Adrian Sudah Tahu papah..., Papah pergi saja Dari Kantor. Papah nikmati waktu papa sama mama yah. Jangan ganggu waktu Aku dengan Karina." Bye ....papah." Ucap Adrian.

__ADS_1


Duh Rasanya Wajah ku menebal.setebal-tebalnya." Hukkkk." Aku menarik Nafas Dalam-dalam kemudian mengeluarkan nya kembali. Lantaran lega Kedua mertuaku sudah pergi meninggalkan kantor Suamiku.


"Untung saja Mereka pergi...," Ucap Adrian sambil memeluk erat pinggang ku.


Kami berdua Terduduk di sopa saling berpandangan dan saling merangkul, Aku mulai mendekatkan bibirku Begitu juga dengan Adrian. Tapi saat bibir kenyal saling menempel Tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu.


"Tok...Tok...Tok.." Siapa...," Teriak Adrian geram lantaran banyak Pengganggu Yang menggagalkan Setiap Aktivitas dengan Istrinya.


"Saya Tuan." Sahut seseorang Dari balik pintu.


"Akhhhh si Billy mau ngapain sih." Gerutu Adrian Suamiku bangkit bergegas membuka pintu. "Ada Apa Bill,,? Mana Berkas Yang harus saya Tanda tangani." Tegas Adrian Sambil mencoret-coret Berkas Yang harus di tanda Tangani nya.


"Oke pak Adrian Terimakasih...," Balas Billy Tersenyum lantaran melihat tingkah Lucu bos nya. kemudian Billy pergi meninggalkan Ruangan bosnya.


Adrian pun kembali dan meletakan berkas di mejanya." Akhirnya pengganggu pada pergi juga. " Ucap Adrian berseringai sambil menatapku.


"Mereka bukan pengganggu sayang...,Mereka Anak Buah mu. Kamu kenapa menatapku seperti itu" Timpal ku Terhadap Suamiku Yang merangsek duduk di samping ku.


"Kita lakukan Lagi Yah...," Ucap Adrian Meminta jatahnya lagi.


"Enggak Ahhh..., Aku masih cape. Nanti saja yah kalau sudah di rumah." Balasku sambil mengecup Pipi tampan nya.


"Eummm...,Baiklah." Timpal ku.


Kemudian Aku mengubah posisi ku Menangkup pipi tampan nya, Meletakan tanganku melingkari lehernya. Sesaat kemudian Kami saling berpagutan menikmati Ciuman hangat dengan suasana sunyi.


"Tok...Tok...Tok..." Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu ruangan lagi.


"Siapa...," Teriak Adrian kesal, Lantaran aktivitas nya terganggu.


kemudian Aku merapikan lagi tatanan Makeup ku, dan merapikan Rambut ku yang sedikit berantakan. kemudian Adrian dengan Raut wajah kesalnya beranjak membuka pintu.


"Halo Dri...," Ucap Seseorang Yang datang dengan membawa Parsel tak Lain orang itu Adalah Devano sahabat Adrian semasa kuliah.


"Ternyata kamu Dev, Kamu tidak akan berlama-lama di sini kan,,? " Tanya Adrian terhadap Devano.


"Eummm tentunya gw pasti lama disini, Gue kangen suasana kantor loe." Balas Devano seraya tersenyum ke Arahku.

__ADS_1


"Jangan melempar senyuman pada Istriku Dev, dia cuman boleh Tersenyum terhadapku saja. Sudah ya lho cepet pergi dari sini." Ucap Adrian kesal dan cemburu.


"Hahahaha..., Gue tahu. Gue ngerti. Kalian mau ngapain. Kenapa Harus di kantor sih Dri." Ucap Devano Seraya Tersenyum Terhadap Adrian dan aku. Karena dia tau maksud Perkataan dari sahabatnya itu apa.


"Suka-suka gue, Mau melakukan nya di manapun. Sudah cepet loe pergi Cari calon istri sono..., Jangan cuma gangguin gue saja heuhhhh." Balas Adrian Setengah kesal pada Devano sahabatnya.


"Oke...,Oke ... kalau begitu pergi. Maafkan Saya tuan Adrian hahahaha...." Ucap Devano beranjak pergi meninggalkan Ruangan suamiku, Sambil bersiul.


Kemudian Adrian menutup lagi pintu Ruangannya, Dan menghampiri ku lagi."Sayang...,Lagi yuuuk." Ucap Adrian Manja Terhadap ku.


"Enggak mau Akhhh..., Nanti ada yang datang lagi. Mana lagi seru-serunya nanti kepotong lagi hufff." Ucapku berpura-Pura Ngambek terhadap Adrian.


"Kali ini Enggak sayang..., Yah mau yah !!! Aku janji kali ini tidak akan ada Yang datang mengganggu kita lagi." Bujuk Adrian terhadap ku.


"Eummm Yasudah Ayo...,Tapi kamu Yang mulai Yah." Timpalku manja dan melingkarkan Lagi tanganku ke leher nya, Namun kali ini kami dalam posisi berdiri.


Bibirku dengan bibirnya Saling berpagutan, Tanganku bergerilya mencari dimana Kecebong itu bersarang. Desahan demi desahan Keluar terdengar seperti meronta dari bibir manis suamiku, Saat aku menyentuk kepala kecebong nya.


"Drtttt...Drtttt....Drtttt. Kring...kring..." Telpon kantor Berbunyi.


"Sial..., Siapa lagi sih yang mengganggu." Ucap Suamiku kesal.


Aku hanya tertawa geli melihat tingkah Suamiku Yang Seperti Singa garang yang sangat kelaparan.


"Halo...Ya Ada apa Wi,,?" Ucap Adrian dengan Nada tinggi." Devano,,!!! Suruh dia pergi,Dia sudah Dari ruangan saya tadi. Jika ada yang menanyakan Saya lagi, Bilang saja saya sedang tidak mau di ganggu." Ucap Adrian Dengan membentak Sambil menutup telponnya.


"Sial..., Devano. Iseng banget." Gerutu Adrian.


**Nextpart...


Halo Readers...


Ikuti terus kisahnya yah...


Tolong Bantu Vote like dan komentar.


Jangan lupa kasih aku bunga sebanyak-banyaknya...

__ADS_1


Terimakasih**....


__ADS_2