Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Ancaman Dari masa lalu


__ADS_3

Adrian Bergegas pergi meninggalkan Rumah Isabella, Sementara Sherlly malah sebaliknya mengikuti Isabella yang hendak pergi dari Rumahnya.


Sherlly memarkiran mobilnya Tak jauh dari halaman Rumah Isabella, Kemudian Isabella alias Karina Asli berjalan keluar dari Rumahnya dan di ikuti oleh Sherlly.


"Mau kemana Sebenarnya Wanita itu," gumam Sherlly sambil mengemudikan mobilnya, mengikuti Karina di belakang nya.


Namun Isabella mengetahui Kalau dirinya sedang di ikuti oleh Sherlly," Kamu pikir aku tidak tahu, kalau kamu sedang menguntit ku Sherlly" gumam Isabella sambil melangkah kan kakinya.


Isabella Segera bergerak cepat untuk menghindari kejaran Sherlly, Yang berusaha mengikuti nya.


Tiba-tiba saja mobil berhenti menghalangi jarak pandang Sherlly terhadap Karina yang sedang berjalan kaki, Sementara Karina menyelinap memasuki Gang yang menyulitkan Sherlly untuk mengikuti nya.


"Sial kemana Perginya Isabella," Ucap Sherlly kesal karena kehilangan jejak Karina.


Sementara Karina berjalan bebas karena Berhasil mengecoh Sherlly yang berusaha mengikuti nya. Saat iya berjalan kembali iya melihat Ryan orang tua dari Rama sedang mengobrol sangat serius dengan seorang lelaki sebayanya, Kemudian karina beranjak mendekat kepada Ryan yang berada di sebuah Caffe.


"Kita tinggal atur saja bagaimana pembagian Harta itu, Yang terpenting ahli warisnya jangan sampai mencurigai kita Pram," seru Ryan terhadap laki-laki sebayanya.


Karina mendengarkan obrolan Ryan yang membuat hatinya bertanya siapa Ahli waris yang di sebut Ryan itu.


"Maksud om Ryan Apa ya? Ahli waris! siapa maksud nya, memangnya Om Ryan punya Ahli waris lainnya selain Rama" gumam Karina bingung sambil menyender di jendela kaca caffe tersebut.


"Kalau masalah itu kamu tenang saja Ryan, Aku akan pastikan Karina tidak akan tahu tentang Harta peninggalan orang tuanya, karena semua data kekayaan Tuan Hendardi dan Nyonya Ayu ada pada saya" Ucap orang yang sedang mengobrol dengan Ryan.


Karina sangat terkejut saat mendengar perkataan Ryan ayahnya Rama, iya kira selama ini Ryan sangat tulus menyayangi nya setelah kedua orangtuanya tidak ada. Tapi ternyata Ryan mengincar Harta orang tuanya.


"Prakkk" Karina menyenggol vas bunga yang berada tepat di samping nya, sehingga Ryan dan Rekannya menoleh ke Arah karina yang menyenggol vas bunga.


"Siapa di situ," Teriak Ryan sambil berjalan menghampiri letak vas bunga yang terjatuh.


Deg...Deg...Deg...

__ADS_1


Langkah demi langkah Ryan mendekat ke Arah vas bunga itu, sementara Karina memejamkan Matanya dan segera iya bergegas pergi meninggalkan tempat itu.


"Miongg" Kucing bersuara di dekat pecahan Vas bunga yang terjatuh.


"Ternyata cuma kucing, Saya kira Ada orang yang menguping ucapan saya disini" gumam Ryan sambil kembali ke meja nya.


"Ada apa Ryan ," Tanya koleganya Yang terlihat seperti pengacara dari perusahaan almarhum Hendardi.


"Tidak ada apa-apa," Saya kira obrolan ini cukup sampai di sini dulu, Nanti selanjutnya saya hubungi lagi Pak Pramono" Balas Ryan mengulurkan tangannya bersalaman dengan orang yang bernama Pramono.


Kemudian Ryan bergegas meninggalkan Caffe itu, Dan memasuki mobil Range Rover berwarna hitam yaitu mobil miliknya.


"Siapa sebenarnya Orang itu, kenapa om Ryan membahas tentang pembagian Harta dan Ahli waris," gumam Isabella Alias karina asli yang heran dengan gelagat Aneh dari Ryan, Yang sudah dia anggap seperti orang tuanya.


Karina menatap Kepergian Ryan bersama koleganya dari balik tembok yang Menghalangi jarak mereka.


Namun Saat itu pula Sherlly menatap Keberadaan nya dan menghampiri Isabella alias Karina asli.


"Halo karina," Ucap Sherlly mengalihkan pandangannya.


"Ouhhh kamu Rupanya," Balas karina sambil menoleh.


"Kebetulan yah kita bisa bertemu disini, Jadi aku tidak usah repot-repot menemui kamu di Rumah," Ucap Sherlly dengan Tatapan mendominasi.


"Ya Kebetulan sekali, Aku juga bisa bertemu dengan kamu disini!!! Ada yang ingin Aku bicarakan sama kamu," Tegas Isabella alias Karina Asli Terhadap Sherlly.


"Baiklah Kalau begitu, Marilah kita minum kopi bersama, Sambil mengobrol layaknya seorang teman lama Yang sedang berkumpul," Ucap Sherlly berseringai, Melangkah berjalan ke bangku Yang telah tersedia di caffe yang tak jauh letaknya dari perumahan tempat Isabella tinggal.


Isabella Duduk sambil menuangkan kopi latte ke gelas milik Sherlly, kemudian mereka mengobrol dengan Saling menyindir dan menyesap kopinya masing-masing.


"Aku ingin kamu pergi jauh dari kehidupan Adrian, Jangan pernah kamu menampakan diri lagi di kehidupan aku yang sudah damai Karina," Pinta Sherlly dengan santainya.

__ADS_1


"Hahaha.... Jangan mimpi kamu Sherlly, Yang seharusnya pergi dari kehidupan Adrian itu adalah kamu!!! Wanita yang tidak pernah sama sekali Adrian anggap" Balas Isabella Sambil menyesap kopi latte nya.


"Baiklah Kalau kamu tetap bersikeras dengan pendirian kamu, Yang justru tidak akan membuah kan hasil. Asal Kamu tau Bagaimana Adrian menyayangi bayi yang ada di dalam kandungan ku saat ini, Bahkan Adrian rela menukar nyawanya hanya demi bayi ini" Balas Sherlly Sambil mengelus perut buncitnya.


"Adrian mungkin sayang kepada bayinya, karena bayi itu adalah Anak kandung nya!!! Tapi apakah Adrian akan terima jika suatu saat dia tau kalau karina Yang sekarang hidup bersamanya Adalah Sherlly, seorang wanita yang jahat yang telah berani menipunya dan menculik istri sahnya" Balas Isabella membungkam Mulut Sherlly.


"Hentikanlah" Omong kosong kamu Karina, Rahasia ini tidak akan pernah terbongkar sekalipun kamu berusaha mengungkap nya" Bentak Sherlly bergegas meninggalkan Karina Yang masih menyesap kopi latte nya.


Isabella tertawa penuh kemenangan Atas sikap Tegas nya membalikan perkataan Yang membuat Sherlly kesal hingga memilih pergi meninggalkan nya.


"Kamu Akan tau Bagaimana sakitnya kehilangan seseorang yang kamu cintai Sherlly, Dan aku yang akan membuat kamu merasakan itu semua" Gumam karina sambil menyesap kopi latte menatap Sherlly yang pergi meninggalkan nya di caffe tersebut.


Sementara Rama dan Aquilla dihadapkan dengan kenyataan pahit Yang harus mereka ketahui, Lantaran selama ini Ryan lah penyebab dari kematian Ayu yaitu ibu dari karina sahabatnya.


"Tidak ini semua tidak mungkin, selama ini kan papah sahabat baik tante ayu. Mana mungkin papah tega melakukan nya" Gumam Rama sambil merapikan Beberapa berkas Yang menunjukkan Ayahnya tersangka kasus pembunuhan.


"Sedang Apa kamu berada di Ruangan papah," Ucap Ryan mengangetkan Rama yang sedang memegang berkas perkara hukum yang di layangkan Adrian Satu tahun silam.


"Tidak" Aku hanya mencari beberapa berkas Penting, Pah. Untuk mempelajari beberapa Dokumen saja" Ucap Rama gugup Sambil berjalan ke luar Ruangan kerja ayahnya.


"Dasar anak ini, Membuat ku khawatir saja" gumam Ryan.


Sementara Rama kembali ke ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya, sambil memikirkan Langkah yang akan dia ambil selanjutnya. membela sahabatnya yang telah menghilangkan Nyawa anaknya, Atau memilih membela Ayahnya yang telah membunuh ibu dari sahabatnya dan berusaha mengambil harta yang bukan miliknya.


**Next part...


Hallo Viewers Ikuti terus kisah Adkar ya!!!


jangan lupa bantu like,komen,vote & share .


jangan lupa tinggalkan jejak kalian.

__ADS_1


Untuk pembaca setiaku Terimakasih Karena mau membaca ceritaku**.


__ADS_2