
Adrian Duduk didamping Ranjang Rawat Karina, Iya Menggenggam Tangan Lembut istrinya Tak henti-hentinya Adrian Menciumi Tangan Karina Sambil Berharap Kalau Karina Akan secepatnya siuman. Sepanjang Hari Iya tidak lelah Mendampingi istrinya Yang kini terbaring Kaku.
"Bangun sayang Aku Kangen Sama Canda Dan Tawa kamu, Aku rindu dengan semua itu. Karina Yang ceria, Karina Yang selalu berusaha Membuat Aku jatuh cinta." lirih Adrian sambil mencium Tangan Karina Istrinya.
"Adrian Sudah Sana kamu Cari makan dulu, Ingat jaga kesehatan Kamu. Mommy Yakin Karina Pasti Akan siuman, Sudah Ya kamu Makan Dulu. "Ucap Icha kepada Adrian Yang masih Terduduk Setia menemani Karina.
"Tidak Mom' Aku Tidak lapar. Aku tidak berselera Makan mom," Balas Adrian Terhadap ibunya.
"Jangan Gitu dong Jaga kesehatan Kamu juga, Kalau kamu sakit siapa Yang akan lindungi dan menjaga Istri kamu"
Adrian Hanya Terdiam berfikir Mencerna Nasehat ibunya, Ada benarnya Juga kalau Adrian sakit Siapa Yang akan menjaga Karina.
"Yasudah Mom, Kalau gitu aku ke Kantin sebentar Cari makan.
"Yasudah biar Mommy Yang gantian Nunggu Karina nya, Lagian Mamah mertua Kamu juga Pasti bakal tidak suka kalau Kamu bersedih seperti ini," Ucap Icha seraya Tersenyum,. Akhirnya Adrian Nurut Kepada Ibunya dan mencari Makan untuk nya sendiri.
Namun Saat Adrian Bangkit Tiba-tiba saja Karina membuka Kedua matanya" Ma...ssss Adrian" Suara lemah Nan parau Terdengar Oleh Adrian Yang hendak pergi Mencari Makan.
Raut wajah Gembira Terpancar Dari wajah Yang penuh keputus_Asaan.
"Sayang, Akhirnya kamu Bangun Jua sayang. Maafkan Aku Gara-gara aku kamu celaka Seperti ini."Lirih Adrian.
"Dokter ...Dokter..." Teriak Icha memanggil Dokter Yang menangani Menantunya, Sementara Ayu Yang baru saja Dari Kantor Pengacara Sangat kaget ketika Para dokter Terburu-buru Menuju Kamar Anak nya.
"Kenapa Para Dokter itu Terburu-buru Ke kamar karina, Ya tuhan Apakah terjadi Sesuatu Terhadap Anakku" Gumam Ayu yang Cemas Melihat Para Dokter Yang terlihat Menuju kamar Karina.
"Biar Saya Periksa dulu yah Ibu karina nya, Silahkan Bapak Dan ibu menunggu diluar" Ucap Dokter yang baru saja tiba Di ruangan Karina.
"Baik dok," Balas Adrian sambil mengajak Ibunya" Ayo mah."
"Iya sayang," Balas Icha terhadap Adrian Anaknya.
"Kenapa Dokter Terburu-buru, Kenapa memangnya dengan Karina?" Tanya Ayu kepada Icha Dan Adrian.
"Karina sudah siuman Mah,"Jawab Adrian menimpali Mertuanya.
"Ya Tuhan Terimakasih Engkau Telah Kabulkan Doaku" Gumam Ayu ,Iya sangat Antusias ketika mendengar Kalau Anak nya Telah sadarkan Diri.
Semua Binar Bahagia Terpancar Dari Raut Wajah mereka, Terlebih Lagi saat Dokter selesai Memeriksa Keadaan Karina. Setelah siuman." Bagaimana Keadaan Anak saya Dok,? Tanya Ayu Kepada Dokter yang Baru keluar Dari Kamar Karina.
__ADS_1
"Alhamdulillah Keadaan Nya berangsur-angsur Pulih bu, Tapi saya sarankan Jangan Dulu memberitahu Kalau Beliau mengalami keguguran, Yang saya takutkan dia kembali Down.
"Iya Terimakasih Dok sarannya, Jadi saya sudah bisa menemui Anak saya.
"Sangat bisa , Silahkan" Balas Dokter dengan Ramah.
Kemudian Adrian Beserta Ibu dan mertuanya, Memasuki Kamar Karina" Sayang Akhirnya Kamu siuman juga,. Mommy khawatir sama Kamu, Lain kali Jangan bikin mommy khawatir lagi ya" ucap Ayu sambil memeluk Karina.
"Iya Mom, Terus Gimana Mommy Tidak Ada Yang Terluka kan" Balas Karina Terbata-bata.
"Alhamdulillah sayang Mommy sangat sehat tidak sedikitpun terluka, Dan Mommy sudah Penjara kan Sherly, Ingat ya kali ini Mommy Tidak Mau lagi kamu memaafkan Sherly, Karena dia sudah kelewat Batas.
Seketika Adrian menyetujui Atas apa Yang mertuanya Ucapkan," Denger Tuh sayang , Benar Apa yang di katakan Mamah.
"Iya mas, Kali ini aku sudah gak mau ikut campur Lagi soal itu. Aku juga sekarang Sudah tau Kalau sherly memang Belum berubah." Balas Karina.
"Cepat sehat Ya sayang, Biar bisa cepat pulang. Di Rumah sepi kalau tidak ada Kamu, O ya Waktu Kamu koma , Rama Dan Quilla juga jenguk kamu" Ucap Icha.
"Mereka Juga Tau Kalau aku Masuk Rumah sakit" Balas karina.
"Iya mereka Mama Kasih tau, O yah Mama kabarin mereka dulu kali Ya Biar mereka tidak Khawatir.
Tiba-tiba Saja Karina memegang perutnya, Dan yang iya Rasakan ada ke Anehan di perutnya Yang tampak kempes.
"Jawab Mas, Kenapa Cuma terdiam. Mom kemana Bayi aku. Tolong Jawab Kenapa Kalian Diam saja. Lirih karina.
"Yang sabar ya sayang, Kamu keguguran. Ini semua salah Mommy Andai saja saat itu Mommy tidak bertemu dengan wanita jahat itu, Pasti keadaan kamu dan Bayi dalam kandungan kamu Akan baik-baik saja.
"Kenapa ini semua harus terjadi sama aku mass, Kenapa. Padahal aku sangat mengharapkan kelahiran Anak kita mas,hiks...hiks..hiks.." lirih karina Iya sangat terpukul Ketika Kandungan nya keguguran.
"Sssst .... Sudah sayang Ikhlasin ya Yang sabar ya, Jangan nangis Lagi Aku sangat sedih sayang" Adrian berusaha menenangkan Karina Yang terus menangis.
Dua hari kemudian
____________________
"Kamu mau Aku kupasin Buah," Ucap Adrian Yang berusaha Menghibur Hati Karina.
"Enggak sayang, Aku enggak Mau Apa-Apa lagi.
__ADS_1
"Terus Kamu Mau apa kalau sudah tidak mau apa-Apa lagi.
"Aku mau pulang, Aku sudah Tidak betah Di Rumah sakit.
"Iya Nanti ya Kalau Data kesehatan kamu sudah keluar, Dan kalau kamu benar-benar sehat Kamu baru bisa pulang.
"Hemmm Masih lama dong,"
"Enggak sayang Nanti sore keluar ko hasil tes Nya, Kamu yang sabar ya."
Sementara Rama Dan Aquilla Kini sangat mesra Bahkan saking mesranya Mereka Mengerjakan Apapun dilakukan Berdua.
"Sayang Kamu sudah tau belum" Ucap quilla Terhadap Rama suaminya.
"Tau apa, Kamu ngomongin Apaan"Balas Rama.
"Itu loh, Aku kemaren dapat Kabar dari Tante Icha Kalau Karina Sudah siuman katanya.
"O Ya Bagus kalau gitu, Nanti sore kita Jenguk Karina Ke Rumah sakit.
"Iya Tapi kamu Jangan berantem Lagi sama Adrian Yah.
"Ya enggak lah sayang, Kemaren kan Karena Khawatir aja Sama Karina." Balas Rama Sambil meminum Secangkir teh hangat.
* * *
Pagi itu Ayu bergegas Ke pengadilan Karena Iya Tidak Ingin kalah dari pihak keluarga sherly. " Sementara Ditengah perjalanan Iya dihadang Oleh sekelompok orang Yang tidak iya kenal.
Sekelompok orang Itu Memakai Topeng Dan Menggunakan Mobil Zip Hitam.
"Turun Ayo Ikut dengan kami," Ucap sekelompok Orang Yang menghentikan Taksi Yang di tumpangi oleh Ayu.
"Siapa Kalian , Mau apa dengan saya. Jangan main-main dengan Saya yah" Bentak ayu.
"Sudah nyonya ikut saja dengan kami, Nanti juga anda Akan tau. Balas Sekelompok orang Yang tak dikenal itu.
To be Continued...
Happy reading Kawan...
__ADS_1
ikuti terus kisahnya Ya..
jangan lupa Vote...