
Hari itu Aku memulai Babak baru dalam mempertahankan Apa yang menjadi hakku, Cintaku, Hartaku, & keluargaku Akan ku Rebut kembali dari Tangan Sherlly Yang kini merubah Wajahnya seperti diriku dan mengambil posisiku sebagai istrinya Adrian.
Kini aku hanya tinggal di Sebuah Rumah hasil menyewa Karena harta peninggalan orang tuaku sudah beralih Atas nama Karina palsu.
Aku beranjak dari tempat tidurku Rasanya sangat malas menghadapi Hariku yang suram ini, Tapi aku harus bangkit dan merebut kembali Apa yang seharusnya jadi milikku.
"Tok...Tok..
Terdengar seseorang mengetuk pintu Aku meyakini bahwa itu Devano Yang akan membantuku Masuk kembali ke dalam Kehidupan nya Adrian, lalu aku membukakan pintu Rumahku.
"Selamat pagi Rin," Sapa Devano Terhadap ku.
"Masuk saja Dev," Ajak ku Terhadap Devano sambil mempersilahkannya Duduk di Ruang tamu.
"Kamu siap memulai semuanya Hari ini, Kalau kamu sudah siap Aku akan membawa kamu kepada seseorang Yang akan merubah penampilan kamu," Ucap Devano yang terduduk.
"Tentu saja aku siap! Aku akan merebut kembali Apa Yang seharusnya jadi milikku,! Jadi kumohon bantu Aku agar Sherlly tidak mencurigai ku sebagai Karina Yang Asli," Ucapku Datar.
"Oke Kalau begitu segeralah bersiap karena dalam 30 menit dia akan sampai di lokasi janjian," Balas Devano Yang sedang duduk sambil menumpang kan kalinya.
Kemudian aku bersiap dan setelah itu Aku pergi bersama Devano ke salah satu Rumah sakit dibilangan Jakarta Selatan.
setelah sampai Rumah sakit Aku di pertemukan dengan Dokter Spesial kulit, Yaitu DR Meggy Namanya.
Aku berjalan mengekor di belakang Devano hingga Keruang an seorang Dokter Yang akan merubah penampilan ku, Menjadi Karina Yang tidak dikenali oleh Siapapun.
"Silahkan Nona kini giliran Anda !" Ucap Dokter yang kupikir akan merubah penampilan ku dan ternyata Dia hanya merubah sedikit Wajahku Yaitu dengan menambahkan Tahi lalat di bagian pipiku.
Setelah itu Aku kembali pulang bersama Devano menuju Rumah Namun di tengah perjalanan Devano Berpikir Kalau aku harus Tampil lebih cantik lagi di hadapan Adrian,.
"Aku Rasa Kamu juga harus merubah sikap kamu, Bukan cuma penampilan kamu saja. Tapi kamu Harus menjadi pribadi orang lain Rin," Ucap Devano sambil Menyetir mobilnya.
Setelah kupikir tidak ada salahnya dengan Saran Yang di berikan Devano Terhadap ku.
__ADS_1
"Baiklah Aku ikuti saran kamu, Tapi awas ya kalau kamu Malah akan menjadi Devano yang jahat lagi & menggagalkan Rencana ku," Ucapku Tegas Terhadap Devano.
"Tidak Rin kali ini aku sangat ingin membantu mu, Aku sadar tidak akan bisa mengembalikan Kehidupan kamu Yang dulu. Tapi setidaknya Aku sudah berusaha membantu mu, Aku mohon terimalah bantuanku dan jangan Curigai aku lagi," Balas Devano Terhadap ku.
Kini Aku dan Devano telah sampai di Salah satu Mall ternama di Jakarta, Devano turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobilnya untuk ku.
"Aku tanya sama kamu sekali lagi kita untuk Apa datang kemari,?" Tanyaku Terhadap Devano, Sambil berjalan di sampingnya.
"Kan mau merubah diri kamu jadi pribadi orang lain, Jadi aku berniat membawa kamu ke salah satu gerai salon yang ada di dalam mall ini," Balas Devano terhadap ku.
"Baiklah kali ini aku percaya sama kamu karena kamu adalah orang licik pertama yang berhasil menyadari kesalahan," Balasku setengah meledeknya.
"Kok kamu ngomong nya gitu sih, Aku bukan orang licik ya Aku orang baik yang di manfaatkan," Balas Devano ngambek.
"Gak usah ngambek Dev Nanti wajah tampan km luntur, Eh enggak deh jelek Deng," Seru ku sedikit bercanda dengannya.
"Yasudah Itu Salon nya kamu masuk saja ke sana Aku tunggu disini, oke," Ucap Devano menunjuk ke salah satu Salon Ternama di dalam Mall yang aku singgahi.
Kemudian aku berjalan gontai memasuki Salon Yang Devano tunjukan, lalu Orang disana langsung melayaniku dengan baik.
"Tutup matanya Ya mbak," Ucap Pekerja Salon yang melayaniku.
"Ok baik mbak," Balasku sambil menutup mata.
"Sekarang buka lagi," Pekerja Salon itu meminta aku membuka mataku lagi.
Saat aku membuka mata wajahku langsung berhadapan dengan cermin, Aku terpaku oleh kecantikan ku sendiri. "Benarkah ini aku" Gumamku dalam hati.
Kemudian Mataku di pakaikan Maskara dan Eyeliner, Tak lupa juga softlens berwarna Biru langit. sementara Bibirku di balut lifstik berwarna Marron dan Rambutku di Rubah menjadi Berwarna Pirang sehingga diriku bagaikan orang Luar negeri (Bule).
Kini Telah selesai Sudah aktivitas ku Hari ini, Aku berjalan berlenggak-lenggok bagaikan di Atas Catwalk , Ku hampiri Devano Yang terduduk menungguku.
"Permisi Mr," Anda sedang menunggu siapa disini, Apakah anda sedang menunggu seorang wanita cantik disini," Ucapku Bergaya genit Terhadap Devano ,.
__ADS_1
Kemudian Devano Menoleh dan Bertanya Kepadaku," Ya saya sedang menunggu teman Saya , Maaf anda ini siapa Yah," Balas Devano Yang Tak mengenaliku .
Rencana ku berhasil untuk menyamar jadi orang lain, "Devano saja tidak mengenali ku apalagi Sherlly" fikir ku.
"perkenalkan Nama Saya "Isabella" Anda boleh memanggil saya Bella," Balasku Genit,.
Hatiku tergelitik Rasanya ingin Tertawa Karena Ulah diriku sendiri, Seorang Devano Terdiam Meneliti Ku, padahal kan Aku yang sedang berbicara dengannya Adalah seorang Karina Yang dia kenal.
"Dev ini aku," Lho kenapa sih gak kenal sama sekali Yah! Aku Karina," Ucapku Terhadap Devano.
Seketika Itu Devano Tertawa Lantaran dia sama sekali Tidak mengenaliku," Astaga Kamu Karina, Hahaha Yatuhan Aku kira kamu ini siapa Dari tadi Ngomong gak jelas sama aku, Aku nunggu kamu sambil melihat ke Arah salon kok karina temen aku gak keluar-keluar. Eh Yang keluar malah Bule Yang nyasar Haha," Balas Devano sambil Meledek ku.
"Sudah gak lucu," Gimana penampilan aku oke apa Enggak, Kalau gak oke aku ganti lagi nih," Balasku terhadap Devano Yang sedang meneliti ku dari Atas sampai bawah, Sambil Bersedekap di hadapanku.
"Oke Cukup," Baguslah berarti Aku tinggal buat Data diri kamu, Dan bikin sosial media."Ucap Devano.
"What's untuk apa lagi," Balasku.
"Untuk mengecoh Sherlly, Ya ini hanya buat jaga-jaga saja sih. Kalau dia curiga pasti yang di lakukannya pertama kali Mencari data orang tersebut," balas kembali Devano terhadap ku.
"oke," Kali ini aku menurut saja, " Ucapku Terhadap Devano.
Kemudian kami Pergi meninggalkan mall tersebut dan kembali pulang untuk menyusun Rencana selanjutnya.
Ke Esokan Harinya Aku mendatangi Kantor suamiku Yaitu Adrian, Aku melamar kerja dengan Jabatan Yang sangat dekat dengan Adrian Yaitu sebagai sekretaris nya.
**Next part...
Hallo Readers Maaf ya Saya baru update soalnya saya sedikit kurang fit hari ini...
Jangan bosan yah baca terus kisah ADKAR.
Bantu vote, like , dan share.
__ADS_1
terimakasih pembaca setiaku**.