Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Sepemikiran


__ADS_3

Semakin Malam pesta itu semakin meriah, Lantunan Musik mengiringi Gerak lincah Kaki Para Tamu undangan yang berdansa mengikuti Alunan Biola, Tak terkecuali Karina Yang sangat mesra berdansa dengan Adrian.


"Apa kau menikmatinya Istriku,," Bisik Adrian ditelinga Karina. menyandarkan kepalanya ke pundak Adrian, Sambil memeluk erat badan tegap itu.


"Aku sangat menikmatinya, suamiku. Biarkan aku menyandar di pundak kamu Yah."Lirih Karina yang tiba-tiba saja menangis, Namun Adrian belum menyadari itu.


"Apakah Aku sanggup melepaskan Kamu demi wanita lain Adrian," Gumam Karina.


Terngiang di telinga nya Saat Sasha mengajukan Syarat, Agar membujuk Adrian untuk menikahi Sherlly. kini Adrian Tersadar lantaran kemejanya basah oleh Air mata Karina. Kemudian Adrian menggerakkan tangannya mengelus puncak kepala istri.


"Kamu kenapa menangis Sayang...,Apa kau tidak suka dengan Acara Dansa ini." Ucap Adrian sambil memeluk istrinya.


Alih-alih menjawab pertanyaan Adrian, Karina malah membenamkan wajahnya ke dada bidang Adrian." Hiks...hiks...hiks." Aku tidak bisa kehilangan kamu Adrian, Aku menyayangi kamu." Gumam Karina dalam hatinya. Menangis Terisak-isak.


"Hey...,Sayang. Bicaralah jangan membuatku Khawatir, Seperti ini."Ucap Adrian Sambil mengajaknya Duduk ke Kursi yang tersedia di sana.


Karina menyeka Air matanya dan berdalih untuk menutupi hal Yang mengenai Riana Terhadap Suaminya, Karena Sasha memintanya untuk tidak memberitahukan itu kepada siapapun.


"Kamu menangis karena siapa Karina...,Jangan buat mas. khawatir." Ucap Adrian bertanya lagi.


"Tidak, Sayang...,Aku menangis karena bahagia bukan menangis karena sedih." Sahut Karina berusaha menyembunyikan masalahnya.


"Duhhhh." Maafkan mas yah..,Karena mas. Kamu menangis lagi. Cup...cup...cup." Balas Adrian sambil membawa karina ke pelukannya.


"Maafkan Aku yah, Selalu membuat kamu khawatir." Ucap Karina terhadap Adrian suaminya.


"Tidak sayang, Kamu tidak perlu minta maaf karena ini bukan salah kamu. Sudah Yah jangan nangis lagi. Lebih baik kita pulang Yah." Ucap Adrian mengecup dahi Istrinya , serta mengajaknya pulang.


Kemudian Karina mengangguk Tanda persetujuan Ia mau di ajak pulang, Oleh Adrian.


###############################


Sementara Aquilla bersamaan dengan Rama menuju perjalanan pulangnya dari pesta. Namun Aquilla terlihat murung karena mengingat Masalah yang dihadapi oleh sahabat nya, Yang Tak main-main.


Aquilla menatap Ke lampu-lampu di sepanjang perjalanan, Sebelum Rama membuka Obrolan.

__ADS_1


"Kamu kenapa,,? Kamu tidak enak badan." Tanya Rama terhadap Aquilla Yang menyender ke sisi jendela kaca mobilnya, Sambil menatap Jalanan.


"Aku baik-baik saja Ram, Hanya saja ada yang mengganjal di pikiran ku." Timpal Aquilla Yang Akhirnya mau buka suara.


"Hal apa Yang mengganjal di pikiran kamu Sayang." Ucap Rama Yang merasa heran.


"Ini soal Riana keponakan Kamu, Maksud aku putrinya Sherlly yang di titipkan pada Karina dan Adrian." Tutur Aquilla mengucapkan Kabar Riana Itu.


"Memangnya Kamu sudah tahu keberadaan Riana dimana,,?" Balas Adrian Yang merasa terkejut di sela Menyetir.


"Justru itu aku belum mengetahui keberadaan nya, Namun Sepertinya Sasha yang mengetahui keberadaan Riana saat ini." Timpal Aquilla.


"Kenapa Kamu menyimpulkan Seperti itu." seru Rama Yang menjadi semakin penasaran terhadap keberadaan Riana.


"Aku tidak sengaja mendengar percakapan Karina dan Sasha, Saat Karina bertanya keberadaan Riana. Sasha malah mengajukan Syarat Yang sangat tidak masuk di akal." Balas Aquilla Yang terlihat sangat serius.


" Syarat apa Yang di ajukan Sasha pada Karina." Timpal Rama terhadap Aquilla istrinya.


"Sasha meminta Karina Untuk membebaskan Sherlly dan menikahkannya Dengan Adrian. Dan membuat Devano untuk menikahi Sasha." Ucap Aquilla, Spontan Rama Kaget. Seketika menginjak Rem nya.


"Krikkkkkittttt.Duk...Duk..." Bunyi Rem.." Rama menghentikan Mobilnya secara tiba-tiba lantaran Kaget mendengar Atas ucapan Aquilla.


"Iya kita harus membantu karina meskipun karina masih marah pada kita, Tapi aku yakin karina akan memaafkan kita dan kembali seperti dulu." Sahut Aquilla penuh harap.


"Iya lebih baik kita secepatnya menolong Karina , Yang sedang menghadapi masa sulitnya ini." Balas Rama sambil menyetir, Melaju sangat cepat membelah jalanan kota yang sudah sepi Sehingga Tibalah mereka di halaman Rumahnya.


Sementara Devano Masih di pesta bersama Sasha, Ia menemani Sasha minum-minum an beralkohol. Meski sesekali Sasha membentak dan Mendorong nya, Devano tetap setia menemaninya. Karena Devano berharap Sasha membuka lagi pintu hati untuk nya.


"Kenapa Kau masih disini...,Dasar bodoh pergi saja kamu dari sini, Devano bodoh." Ha...ha...ha.." Ucap Sasha bicara, Tertawa. Tak beraturan lantaran dirinya sedang di kuasai minuman Yang memabukkan itu.


"Ha..ha..ha" Kamu Tambah Cantik Sha jika sedang mabuk seperti ini." Sahut Devano tertawa. Ia juga sama mabuk nya seperti Sasha.


"Hahaha...Apa kau sedang menggodaku Tuan Devano. Maaf aku tidak Akan jatuh ke lubang yang sama." Tutur Sasha setengah Sadar ,Sambil mengusap matanya.


"Tapi Aku mau lagi Jatuh ke lubang Yang sama dengan kamu Sasha. Aku merindukan mu." Balas Devano berseringai meski mabuk ia masih sedikit terkendali.

__ADS_1


"Waiters...,Tambah lagi minumannya." Teriak Sasha kepada pelayan yang ada disana.


Sasha terus memesan minuman beralkohol itu, Meski mejanya telah di penuhi beberapa botol.


Kemudian Waiters itu berjalan menghampiri Sasha dan Devano yang sedang mabuk,.


"Maaf Nona...,Anda sudah terlalu banyak minum. Kami tidak bisa memberikannya lagi." Ucap Pelayanan itu terhadap Sasha.


"Bawakan Saja saya masih ingin minum, Siapa yang melarang nya !!! kalau perlu semuanya saya bayar cepat pergi dan bawakan lagi minuman untuk Saya." Ucap Sasha marah.


Kemudian Devano mengajak Sasha untuk pulang Karena suasana Sudah tak mulai Kondusif. "Sha lebih baik kita pulang, Ini sudah larut malam." Ucap Devano mengajak Sasha, Sambil menggenggam tangannya.


"Lepaskan Aku," Aku bisa jalan sendiri." Balas Sasha bangkit dan berjalan sempoyongan.


"Brukkkk".. Sasha terjatuh.


"Ahhh, Dasar lantai kurang Ajar !!! berani sekali kamu membuatku terjatuh." Ucap Sasha meracau tak jelas.


Kemudian Devano merangkul, Menuntunnya berjalan meski mereka berdua sempoyongan. Dan Sasha tak berhenti mengomel, meracau tak jelas. Kini mereka telah sampai ke dalam mobil. Devano membawa Sasha ke Apartemennya, Dan terjadi lagi kejadian yang pernah terjadi di Jerman Tiga tahun silam.


Malam pun berganti menjadi pagi, sementara dua insan itu masih terlelap di balik selimutnya.


"Huahhhh" Sasha menguap dan Mengitarkan pandangan nya ke sekelilingnya. seketika menoleh lagi ke badannya Yang tanpa Busana. Kemudian ia melirik ke samping kanannya, Betapa terkejut dia Karena telah tidur bersamanya lagi yaitu Devano.


"Bangun Dev..., Dasar laki-laki Kurang ajar kamu yah.!!! Bangun Brengsek." Bentak Sasha begitu marah.


Kemudian Devano bangun, Namun ia sama sekali tidak kaget Seperti Sasha.


"Ada apa...,Ini masih pagi. Ayo tidur lagi !!!" Ucap Devano yang masih terlihat mengantuk.


"Ternyata Kamu sengaja yah !!! Dengan semua ini. Devano bangun, Kamu kira aku wanita seperti apa Haahhhh." Teriak Sasha.


Namun Devano tak menghiraukan perkataan Sasha, Yang mengumpatinya. Ia malah memeluk Sasha, mengajaknya untuk tidur lagi.


"Devanoooooooo." Teriakkkkk Sasha...

__ADS_1


Nextpart...


Halo Readers ikuti terus kisahnya yah, Tambahkan ke kolom favorit kalian dan jangan lupa like dan Vote bunga yah.


__ADS_2