
Dalam perjalanan pulang, Devano melihat Sasha sedang bersama dengan Adrian di Salah satu Rumah Kosong yang terletak di kawasan perumahan Elit di Distrik A.
Devano menepikan Mobilnya dan menghampiri Sahabat dan Calon Istrinya.
"Kalian Sedang Apa berdua di tempat Ini,,?" Tanya Devano kepada keduanya.
"Tanyakan Saja pada Calon istri mu, Sedang Apa dia berada disini ! " Balas Adrian Berjalan meninggalkan Devano dengan Sasha.
Sejenak Devano Terdiam menatap intens Pada Sasha, Namun Tiba-tiba Saja Sasha menangis Dan memfitnah Adrian.
"Dev...,Hiks...hiks...hiks.." Aku di paksa Adrian Untuk datang kemari Dev. Entah Apa yang Adrian Rencanakan padaku, A...,Aku takut Dev. Hiks...hiks...hiks..." Lirih Sasha sambil memeluk Devano.
"Adriaaaaaaaaaan...,Jadi ini semua Ulah kamu Dri." Ucap Devano dengan Tatapan Mendominasi.
Adrian Sangat marah terhadap Sasha Yang telah berani memfitnahnya, Rahangnya menegak dan menatap Datar Pada Sasha.
" Heyyy...,Berani sekali kamu memfitnah Saya! Jelas-jelas Kamu Yang datang lebih dulu ke Rumah ini. dan saya Tidak pernah berkata seperti yang kamu Katakan." Ucap Adrian Penuh penekanan.
"Sudah Cukup Dri, Saya paham dengan Kamu. Tolong tinggalkan Saya dan Sasha." Ucap Devano berusaha mempercayai Adrian, Meski hatinya sangat Ragu.
"Sekali lagi Aku beritahu pada kamu Devano, Hati-hati dengan Kebohongan-kebohongan Calon istri kamu ini, Dia ini berniat mengadu domba Kita." Aku Yakin Sasha masih dendam Padaku dan Karina, Benar begitukan Sasha." Ucap Adrian Sambil Menatap Tajam.
"Hahh...,Omong Kosong! Pintar Yah kamu Memutar balikan fakta Dri." Balas Sasha berusaha menyembunyikan kegugupan nya.
"Owh..., Begitu Rupanya yah. Baiklah Saya masih kasih kamu kesempatan untuk berubah Sha. Jika Kamu masih seperti ini, Tunggu saja kamu akan malu dengan Ulah yang kamu perbuat sendiri." Ucap Adrian Datar Sambil berjalan meninggalkan Devano Dan Sasha.
Kini Adrian pergi dari Area Rumah kosong itu, Sementara Sasha masih bersama dengan Devano. Sesekali ia menatap pada Adrian Yang berhasil lolos dari fitnahnya.
"Sial...,Kali ini Kamu mungkin saja lolos, Tapi lain kali jangan Harap Adrian. Aku akan terus menghancurkan Hubungan baik Antara kamu dan Devano." Gumam Sasha Dalam Hatinya.
"Sayang...,Kamu kenapa,,? Ayo kita pulang." Ucap Devano menyadarkan Sasha.
"Iya Sayang." Balas Sasha Singkat.
Adrian Sangat marah pada kelicikan Sasha yang berusaha menghancurkan kepercayaan Devano terhadap nya.
"Kamu fikir kamu itu hebat sha, Aku tidak akan membiarkan kamu menghancurkan aku." Ucap Adrian Sarkas, Sambil memukul Stir.
Saat Adrian mengumpat tiba-tiba Saja Icha menelpon nya, Dan meminta Adrian Agar segera pulang.
Drt...Drt...Drt ...
Adrian menepikan mobilnya, Ia mengambil ponselnya dan mengusap layarnya.
"Halo Ma...,Ada apa,,?" Tanya Adrian Terbingung.
__ADS_1
"Kamu Masih di kantor Apa dimana Dri." Ucap Icha Di seberang Sana.
"Aku dalam perjalanan pulang, Memangnya Kenapa ma...,Karina baik-baik saja kan." Timpal Adrian Panik.
"Pokoknya cepatlah pulang, Adrian!" Balas Icha Sambil mengakhiri panggilan nya.
"Halo ma...Halo...Ma..." Karina Baik-baik Saja kan mah,,?" Ucap Adrian terus menanyakan kabar Karina, Namun Sayangnya Icha telah menutup Saluran panggilan nya.
Dengan Sikap tenang Adrian terus menyetir, Menambah laju kecepatan kendaraan nya. "Karina..., Mudah-mudahan kamu baik-baik saja Istriku." Gumam Adrian Sambil menyetir.
Sementara Rama dan Aquilla terus berusaha mencari keberadaan "Babby Riana" Yaitu putrinya Karina, Hasil hubungan Adrian dengan Sherlly.
"Ram...,Kemana lagi kita harus mencari Riana,,?" Ucap Aquilla terhadap Rama Suaminya.
"Entahlah sayang...,Aku sudah mulai lelah." Timpal Rama terhadap Aquilla.
"Sayang...,Kita pulang Saja Yah! Kasihan "Malam" Kalau di tinggalkan terlalu lama." Ucap Aquilla mengajak Rama untuk pulang, Lantaran Iya mengkhawatirkan Putrinya Yaitu "Malam"
"Baiklah Kalau begitu,Kita pulang Yah." Timpal Rama Sambil menggandeng Tangan Aquilla.
🌷🌷🌷
"Nusantara Plastic Surgery Center Hospital"
Ruang Operasi Tempat dimana Sherlly, Sedang di tangani oleh Tim Dokter Ahli bidang kulit.
Tiga Dokter Terlihat bercucuran keringat, Karena sedang mendesain wajah Sherlly, Agar membentuk ke Wajah yang semula.
"Tolong Ambilkan, Perban. Untuk bagian Rahang nya Yang terus berdarah." Perintah Salah satu Dokter Kepada Suster yang mendampingi nya.
"Ini Dok," Timpal Sang suster menyerahkan Segulung Perban.
Dengan Sangat hati-hati mereka mengukir Wajah Sherlly, Gunting, Jarum suntik kini sedang di gunakan Para dokter dalam menangani Operasi pengubahan wajah Cantik Sherlly.
hingga pada Akhirnya Operasi Plastik itu berhasil dilakukan.
Para dokter segera membawa Sherlly ke Ruang perawatan, Karena Operasi nya berjalan lancar.
"Calling Mr Adrian"
"Halo...,Pak Adrian. Operasi Nona Sherlly berjalan Mulus, Namun Saya belum dapat memastikan Operasi wajah nya berhasil atau tidak." Ucap Salah satu Dokter menginformasikan kepada Adrian.
"Baiklah, Terimakasih Infonya Dok." Pastikan Wajahnya Sherlly kembali ke Seperti semula Tanpa Ada yang cacat." Timpal Adrian di seberang sana di sela Menyetir.
"Baik pak, Nanti setelah 10 Hari saya akan mengabari Anda lagi." Ucap Dokter bedah plastik.
__ADS_1
"Oke..., Jika sesuai, saya akan segera mengirimkan uang Ke rekening anda, Seperti yang telah kita sepakati." Sahut Adrian sambil menutup Saluran teloponya.
Adrian Sangat tergesa-gesa Untuk pulang, Namun dia terjebak kemacetan yang Sangat parah.
"Sial...,Kenapa Se Macet ini jalanan ibu kota." Umpat Adrian kesal.
Kemudian Ia memilih mencari Jalan yang lain, Untuk menghindari kemacetan,.
"Srittttt...," Suara Ban mobil milik Adrian, Ia Memutar Arah. Berusaha Mencari jalan menuju ke Rumahnya dengan Sangat cepat.
Tak henti-hentinya Adrian memikirkan Karina, Ia sangat cemas Terhadap Karina Istrinya.
"Karina Semoga kamu baik-baik saja, Mas Tidak Rela jika harus kehilangan kamu," lirih Adrian disela Menyetir.
Setelah Lama memutar arah, Kini Adrian berhasil keluar dari kemacetan dan Akhirnya sampai di Rumahnya,Dengan tergesa-gesa Adrian segera menggapai engkel pintu utama.
Terlihat disana Kedua Orang tuanya yang sedang menggendong "Babby Bintang" Icha Terhanyut dalam Tangisnya. Syafiq berusaha memeluk Icha yang Tak berhenti menangis.
Adrian Mulai Gusar, Saat melihat Ibunya menangis, Iya Tahu sesuatu telah terjadi.
"Ma...,Ada apa ini?" Tanya Adrian Ragu, Kakinya terasa berat saat melanggkah mendekat ke Arah kedua orangtuanya.
"Pa...,Kenapa kalian Hanya terdiam!" Ucap Adrian kembali berkata, Namun tetap Saja Syafiq dan Icha terdiam.
Buliran putih mulai menetes di pipi Adrian, Bibirnya Gemetar, Hatinya mulai merasakan kegelisahan. Sementara Dokter Rudy dan para perawat Sedang memeriksa kondisi karina di dalam Ruangan Rawat, Yang berada di dalam Rumah milik keluarga Adrian.
"Ya Tuhan Tolong jangan kau ambil Istriku..., Kasihanilah Aku dan juga Putra ku Tuhan." Adrian Terduduk sambil berdoa dalam hatinya, Ia mengiba pada Tuhan yang kuasa. Agar menyembuhkan Istrinya dari koma Yang sudah berlangsung Cukup lama.
"Hiks...hiks...hiks." Lirih Adrian Sambil memukul-mukul Tembok.
•
•
•
Nextpart...
Ikuti terus Kisahnya yah...
Jangan lupa tambahkan ke kolom favorit kalian...
Bantu Like,Vote, Komentar...
Happy Reading...
__ADS_1