
Adrian berjalan keluar dari Ruang meeting Setelah menyelesaikan Rapatnya, di ikuti Oleh Billy dan Tiwik selaku kepercayaan nya.
"Bill, Tolong kamu sambut kedatangan Devano & Sasha. Arahkan langsung mereka ke Ruangan Saya." Jangan biarkan Mereka bertemu dengan Pihak Perusahaan HoldingPTs." Saya Tidak ingin kejadian seperti dahulu terulang lagi, Sasha mencaplok klien kita." Ucap Adrian Datar.
"Baik pak, kalau begitu saya akan segera menuju Lobby, Untuk menyambut kedatangan pak Devano." Sahut Billy menyanggupi Perintah Bosnya.
"Dan Kamu Tiwik, Tolong suruh Staf OB buatkan Dua gelas Teh, lalu Antarkan ke Ruangan Saya." Perintah Adrian terhadap Tiwik.
Kemudian Adrian berjalan meninggalkan Dua Asisten nya. Sementara Itu Billy dan Tiwik Segera melaksanakan Tugasnya masing-masing.
Kini Billy telah berada di Lobby menyambut Kedatangan Devano, Sesuai yang diperintahkan oleh Adrian.
"Halo Mr Dev, Selamat datang di Bharata group enterprise." Ucap Billy Ramah, Sementara Devano Bingung karena Tak biasanya dia di sambut dengan hangat di kantor Adrian.
" Tumben kedatangan Saya di sambut." Ada Apa ini,,?" Gumam Devano dalam Hati. kemudian Ia membalas Sapaan Billy.
"O ya... Terimakasih Atas sambutannya, Saya mau bertemu dengan Adrian, Dimana dia sekarang,,?" Tanya Devano terhadap Billy.
"Beliau Sedang menunggu Anda di Ruangan nya. Mari saya Antarkan Mr Dev, Mari silahkan Nona.'' Ucap Billy mempersilahkan Devano Dan Sasha menuju lift private yang terhubung langsung ke Ruangan Ceo dari perusahaan Bharata_group Yaitu Adrian_Nattama_Bharata.
Kini Devano,Billy dan Juga Sasha berada di dalam Satu lift yang sedang menuju Ke Ruangan Adrian. Disela lift berjalan Devano membuka Obrolan kecil dengan Billy, Menanyakan perkembangan Perusahaan milik Adrian.
"Bagaimana Dengan Proyek yang berada di Jogja, Apakah Berjalan dengan lancar Bill,,?" Ucap Devano terhadap Billy, Sekilas Billy Menyahuti pertanyaan Devano.
"Sangat lancar Pak, Untung saja Anjloknya Saham Beberapa bulan Yang lalu tidak berefek besar terhadap Bharata group." Timpal Billy sambil menatap Ke arah Sasha.
"Sial..., Tatapan Apa ini." Gumam Sasha memalingkan wajahnya dari Billy.
kemudian Devano Terkejut." What's Saham Bharata group, Sempat Anjlok. Apa penyebab dari semua itu Bill," Tanya Devano terkejut lantaran ia tak tahu Saham perusahaan Adrian sempat berada di titik terendah.
"Biasalah pak...,Ada orang yang menyebar isu tak benar pada pak Adrian. Tapi bersyukur Kami segera mengklarifikasi fitnah itu." Balas Billy menatap Sasha lagi.
Sementara Sasha Terlihat salah tingkah, Karena Anjloknya saham Bharata group Ada kaitannya, Dengan Berita yang dia sebar.
"Kenapa dia ini, Seperti memojokan ku." Gumam Sasha kesal.
"Ada saja yah Orang iseng seperti itu, Memangnya Isu Apa bill, Sehingga bisa membuat Saham Bharata group, Se Anjlok itu." Tanya lagi Devano terhadap Billy, Kemudian Sasha memotong Topik obrolan mereka, Karena Sasha Tak mau kebusukan nya Terbongkar di hadapan Devano.
"Sayang..., Sudahlah. Ngapain kamu nanya soal perusahaan Adrian, Ingat sayang, Itu bukan Urusan kamu..., Tidak baik mencampuri dapur Orang." Ucap Sasha mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Iya Sayang...,Benar katamu. Saya tak seharusnya ikut campur urusan perusahaan Adrian." Balas Devano sambil menggenggam tangan Sasha.
Namun Billy masih menatap tajam pada Sasha," Kamu tidak bisa berkutik kali ini, Awas saja kalau kamu berani macam-macam lagi." Gumam Devano.
"Sial beraninya dia mengancam Saya, Lihat Saja bill, Saya akan beri kamu pelajaran, Supaya mulut kamu tak bisa berkata macam-macam lagi." Umpat Sasha dalam hatinya, Sambil menatap Dingin terhadap Billy.
Disaat suasana semakin tegang di antara Sasha dan Billy, Tiba-tiba saja lift terbuka.
"Tring...
Kemudian Billy keluar lebih dulu mempersilahkan Devano dan Sasha ke Ruangan Adrian.
"Mari silahkan Tuan Devano, langsung saja ke Ruangan Pak Adrian." ucap Billy sambil mempersilahkan mereka.
Kemudian Devano dan Sasha berjalan Menuju Ruangan Adrian.
"Hai...Dri, Gimana kabarmu." Ucap Devano seraya tersenyum. Namun Adrian Terlihat Dingin.
"Hey..., Silahkan Duduk Dev." Ucap Adrian Datar, Sambil menatap Sasha.
"Halo Dri,Apa kabar!" sapa Sasha terhadap Adrian.
"Seperti yang kalian lihat, Kabar Saya baik-baik saja. Tumben kalian berkunjung ke kantor saya, Ada apa,,?" Balas Adrian Singkat sambil duduk kembali di kursi kebesarannya.
"Jadi juga kalian menikah, Oke gue usahakan datang yah! Tapi gue tidak janji, Soalnya lho tahu kan. Keadaan Karina Sekarang seperti apa." Balas Adrian.
"Iya,Gue juga tahu keadaan istri lho, Gue turut prihatin ya..., Mudah-mudahan Karina cepat sembuh yah." Ucap Devano terhadap Adrian.
"Iya Dri, Gue juga ikut prihatin semoga karina Cepat sembuh dan tidak mati." Kata Sasha menyambung ucapan Devano.
Kemudian Adrian bereaksi soal Ucapan Sasha yang Tak Mengenakan hatinya. " Maksud lho apa berbicara Seperti itu...,jaga ucapan kamu Sasha. Karina akan segera sembuh, Lihat saja Nanti." Timpal Adrian Marah.
Kemudian dilerai Oleh Devano." Maksud Sasha tidak seperti yang lho fikirkan Dri, Gue Minta maaf atas perkataannya. Yang tak senagaja menyinggung mu." Ucap Devano berusaha menenangkan Adrian.
"Oke kali ini gue maafkan kelakuan Calon istri lho ini, Jika sekali lagi dia berkata seperti ini, Jangan Harap gue memaafkannya." Ucap Adrian menatap Dingin pada Sasha.
Sementara Sasha sama sekali tak merasa bersalah sedikitpun, Atas ucapannya.
"Hahh...,Maafkan Saya ! Kalau kata-kata saya menyinggung kamu Adrian. Tapi saya berbicara sesuai fakta kan." Balas Sasha dengan Sangat Arogan.
__ADS_1
"Brakkk..." Cukup Sha..., Jika tak Ada kepentingan lagi, Kalian cepat pergi dari sini." Bentak Adrian Sambil menggebrak Meja.
"Dri...,Tenang! Gue mohon jangan marah. Baiklah kalau kedatangan kami kesini, Hanya mengganggu kamu, kami akan pergi dari sini." Devano langsung mengajak Sasha keluar dari Ruangan Adrian.
Devano merasa kecewa pada Sasha, Yang tak bisa menjaga perasaan Adrian Sahabatnya. Ia begitu malu pada Adrian Akibat ulah Sasha, Namun Devano tak bisa berbuat banyak.
"Ayo Sayang...,Kita pergi dari sini." Ucap Devano kesal terhadap Sasha yang tak bisa beretika dengan baik di hadapan Adrian.
"Gue pamit Dri."
"Pergilah" Ucap Adrian Sambil mengibaskan tangannya.
Devano berjalan tergesa-gesa mendahului Sasha,.
"Dev...,Tunggu!"Teriak Sasha sambil mengejarnya." Kamu kenapa Dev,,?"
"Kamu masih tanya kenapa,,? Setelah apa yang kamu perbuat barusan. Kamu ini Gila yah! " Ucap Devano geram pada Calon Istrinya.
"Maafkan Aku Dev, Aku tak sengaja berkata seperti tadi." Ucap Sasha.
"Tak sengaja kamu bilang, Kamu punya hati nggak Sih Sha..., Tak seharusnya kamu menyinggung soal keadaan karina di hadapannya." Kamu kan tahu keadaan dia itu seperti apa sekarang, Dia sedang berduka Atas keadaan karina Sha." Bentak Devano meningalkan Sasha.
"Devano." Sial...,Ini semua gara-gara Adrian." Ucap Sasha kesal terhadap sikap Adrian padanya.
Kemudian Ia berjalan berusaha mengejar Devano yang sudah lebih dulu pergi meninggalkannya.
Sasha menatap kepergian Devano yang pergi lebih dulu meningalkannya , Dengan menggunakan Mobil.
"Adrian." Geram Sasha,Menatap kepergian Devano Yang marah kepadanya.
•
•
•
Nextpart...
Halo reders ikuti terus Kisahnya yah...
__ADS_1
Bantu like,Vote, dan Komentar.
Happy reading....🙏🙏🙏