
Suasana Kantor pagi itu Sangat mencekam Bagiku, Semua orang menatapku dengan pandangan Dingin seolah jijik dengan Apa Yang telah aku lakukan. Padahal Mereka tidak Tahu saja kenyataan Yang Sebenarnya.
Sementara Seseorang Yang sangat aku kenal mendekat ke Arahku Yaitu Ibu Tiwi Yang menerima ku bekerja di Kantor nya Adrian.
"Isabella Ikut dengan saya sekarang" Ucap Ibu paruhbaya Yang bernama Tiwi, Iya menarik ku dan mengajakku ke Ruangan nya."Silahkan Duduk, Kamu tidak usah Takut pada saya. Saya tidak akan memarahimu. "
Kemudian aku Terduduk di bangku Yang berada di dalam Ruangan HRD itu, Hatiku bingung mengapa Dia seolah tahu dengan apa Yang telah saya lakukan.
"Anda kenapa Buk, Kenapa Anda mengajak saya ke ruangan Anda,? " Tanyaku bingung terhadap Wanita paruh baya itu.
"Kamu Nona Karina Yang Sebenarnya kan, Kamu orang yang pak Devano Bantu untuk masuk ke perusahaan ini kan," Tanya tegas wanita paruh baya itu.
Deg...Deg...Deg...
Hatiku berdesir dada ku serasa sesak dihadapkan pertanyaan semacam ini, Ternyata Masih saja ada orang Yang mengenaliku Namun aku harus jujur karena kini aku terpojokkan oleh pertanyaan ini.
"Ya saya Adalah karina Bukan Isabella, Yang sekarang dengan Adrian Adalah karina Palsu dia adalah Sherlly Mantan kekasihnya. Jika anda Tahu kalau saya karina apa Yang akan anda lakukan," Ucapku sambil Menekankan setiap bait kata yang terucap.
Setelah aku berterus terang entah kenapa Wanita Yang bernama Tiwi itu memelankan suaranya Dan bersikap lembut terhadap ku.
"Maafkan Ketidak Tahuan saya buk, Jujur Selama ini hati saya terus bertanya Karena perubahan sikap dari Nona karina yang begitu jauh berbeda dengan Yang dahulu, sehingga dia sempat membuat kekacauan Sehingga di benci oleh pak Rama dan Nona Aquilla," Ucap Tiwi menjelaskan Terhadap tingkah Sherlly selama ini.
"Lalu kenapa anda bersikap demikian pada saya, setelah anda tahu saya ini karina Yang Sebenarnya," Tanyaku Terhadap Tiwi.
"Jujur saja Saya hanya diperintahkan Pak Devano untuk melindungi Anda disini, Karena pak Devano mengkhawatirkan anda bu!" Ucap Tiwi sambil menundukkan Wajahnya.
"Ya Tuhan ternyata Devano benar-benar ingin menebus kesalahannya Padaku, Aku salah Selama ini karena tidak mempercayai nya," Gumamku.
Kemudian Aku menanyakan Tentang Aquilla dan Rama menjauhi Karina Padanya," Lalu kenapa Aquilla dan Rama sampai menjauhi Karina, Memangnya Masalah fatal apa yang telah di lakukan Wanita jahat itu terhadap sahabat saya," Balasku sambil menatap ke arah mata Tiwi Yang terlihat gugup.
__ADS_1
"Nona Karina mencelakai Nona Aquilla Saat di Sebuah Mall, Saya tidak tahu Persisnya Namun kata orang-orang di sana Nona Aquilla pendarahan sampai harus di rawat di rumah sakit karena keguguran," Ucap Tiwi dengan Bibir yang terkatup seolah Ragu untuk mengungkap suatu kenyataan.
"Apakah ada Yang mengancamnya," Gumamku.
"Selain saya Yang tahu kalau kamu adalah orang suruhan Devano siapa lagi yang mengetahui kalau kamu orangnya Devano?" Tanyaku sambil menelisik tentang sejauh mana Tiwi terlihat.
"Nona Sherlly bu!" Ucapnya gugup sambil memalingkan wajahnya.
"Oke untuk saat ini saya coba percaya sama kamu, kalau kamu adalah orang Yang akan melindungi saya. Tapi ingat jangan sesekali kamu memberitahukan pada Sherlly kalau saya adalah karina, jika dia bertanya . Kamu cukup jawab kalau kamu tidak mengetahui Saya dan kamu tidak kenal dekat dengan saya Isabella paham," ucapku Tegas terhadap wanita paruh baya itu.
"Iya buk saya paham dan saya akan membantu anda mengembalikan kehidupan anda seperti semula, Saya janji karena ini sudah tugas khusu saya dari pak DEVANO," Ucap Wanita Yang bernama tiwi Terhadap ku.
"Baiklah kalau begitu kamu berpura-pura seolah tidak mengenal saya yah, dan kamu pantau setiap gerak gerik yang mencurigakan dari Sherlly, kalau begitu saya pamit saya mau ke ruangan saya," Ucapku sambil melangkah keluar dari Ruangan HRD yang bernama Tiwi yang ternyata adalah orang dari Devano.
Aku berjalan menyusuri koridor kantor dan berniat menuju Ruangan ku, Terlihat dari arah kejauhan Karina palsu alias Sherlly sedang menatap Tajam ke arahku, Aku melangkah Berlalu di hadapan nya tiba-tiba saja dia menghadang langkahku.
"Maaf buk saya buru-buru, Mau keruangan pak Adrian," Balasku menantang nya padahal Adrian sama sekali tidak memanggilku.
"Hentikan langkah mu, Saya bilang saya ingin berbicara empat mata dengan kamu," ucap Sherlly meninggi kan Nada suaranya.
"Baiklah Buk, Kalau ibu memaksa. Mari kita bicara di Ruangan saya," ucapku dengan Nada santai.
Aku berjalan menuju ke Ruangan ku, Sementara Sherlly atau Karina palsu mengekor di belakang ku.
"Silahkan duduk," Ucapku mempersilahkan Sherlly setelah sampai di Ruanganku.
"Tidak perlu basa-basi dengan saya! Maksud kamu apa menggoda suami saya," Bentak Sherlly terhadap ku dengan sangat emosi.
Aku tertawa saat seorang penipu dan perebut suamiku ini berkata demikian.
__ADS_1
"Ha..ha..ha... Saya tidak bermaksud apa-apa ibu, Saya hanya suka kepada pak Adrian apakah saya salah," Ucapku berseringai menantang Sherlly.
"Sudah saya duga dari Awal saya sudah curiga sama kamu, kalau kamu masuk ke perusahaan suami saya ada hal terselubung di baliknya, Kamu akan menyesal telah berbuat seperti ini Pada saya." Ucap Sherlly terdengar mengintimidasi ku.
"Saya Rasa tidak akan ada penyesalan bagi saya, Karena saya tahu jauh di dalam hati pak Adrian dia butuh sosok saya yang lebih muda dan segar dibandingkan ibu Karina yang sudah tua," Bentakku kembali terhadap Sherlly Yang menipu semua orang.
"Dasar kamu Yah," Bentak Sherlly sambil mengangkat Tangannya Akan menamparku, Aku sudah mempersiapkan nya jika semua ini terjadi dan Aku sangat kaget seseorang telah menghalau tangan Sherlly yang akan menampar ku kemudian aku menoleh ternyata dialah Adrian Suamiku.
"Cukup sayang hentikan kecurigaan kamu terhadap Bella, Mana mungkin aku berpaling dari kamu," Ucap Adrian tegas terhadap Karina palsu.
"Lepaskan tangan aku Adrian, Aku kecewa sama kamu," Ucap Sherlly sambil meninggalkan Ruanganku.
"Karina... Tunggu sayang," Teriak Adrian Berusaha mengejarnya, sementara Sherlly terlihat menangis karena sama sekali tidak ada Yang membela nya.
Aku menyaksikan pertengkaran mereka Sangat senang Rasanya melihat seseorang Yang telah menghancurkan hidupku kini meneteskan Air matanya. " Rasakan Kamu Sherlly inilah akibatnya Kamu berani mempermainkan hidupku," Ucapku Dalam hati .
Kemudian Karyawan yang lainnya pun menyaksikan kejadian memilukan itu, mereka mencemooh ku Namun aku berusaha untuk Acuh karena mereka tidak tahu kenyataan Yang Sebenarnya seperti apa.
"Sungguh Tidak tau malu ya Si Isabella dia itu Ternyata perebut suami orang, Cantik sih orangnya Tapi kelakuannya minus, Ih amit-amit banget deh Murahan banget Ya," Celetukkan Dan ejekan mereka berlalu di telinga ku, Namun aku berusaha untuk tidak terpengaruh karena ini adalah Resikonya Untuk mendapatkan kembali Kehidupan ku.
**Happy Reading
selamat menikmati wahai para pembaca semoga kalian suka dengan Alurnya, Agak ngeri sih tapi kalian harus tetap setia pada Novelku ya.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara Like,komen sebanyak nya, dan Share ke group kalian .
Di mohon bantu Vote ya...
Terimakasih dukungan kalian sangat berharga untuk ku**...
__ADS_1