Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 3 : Chapter A


__ADS_3

"Langit...,Tunggu daddy dan mommy nak!" Seru Fariz bersama dengan istrinya.


Namun Langit dengan segera menstarter mobilnya, Pergi meningalkan rumah sakit, Tempat kedua orangtuanya bekerja.


"Anak kurang ajar itu." Fariz mengeratkan rahangnya lantaran kesal terhadap putranya. Menatap kepergian Langit.


Padahal fariz sangat peduli terhadap putranya itu, Begitupun dengan cantika.


"ini salah kamu mas ..., Kamu terlalu keras pada putra kita itu." Ucap Cantika kepada suaminya.


"kenapa kamu jadi menyalahkan aku ma? Salah siapa kamu masih bekerja. Seharusnya kamu diam di rumah biarkan aku saja yang kerja." Ucap Fariz.


"Tidak bisa mas...,Aku tak mungkin meninggalkan pekerjaan ku." Sahut Cantika.


"Ya aku sudah tahu pasti jawaban kamu seperti itu." Sahut fariz kemudian pergi meninggalkan Cantika.


Sedangkan Bintang, Kini di bantu oleh ayahnya untuk bangkit dari tempatnya berbaring, Ia mengajak putranya untuk kembali kerumahnya beserta Karina.


Sementara Malam masih setia menunggu jemputan dari kedua orangtuanya, Perlahan Adrian menghentikan mobil nya di depan Malam, Dan menurunkan kaca mobilnya.


"Malam...,Kamu sedang menunggu siapa?" Panggil Adrian terhadap putri sahabatnya.


"Saya sedang menunggu pappy om." Jawab Malam pada Adrian.


"Ayo masuk sayang...,Biar tante dan om mengantarkanmu pulang nak." Karina menawarkan tebengan untuk Malam.


"Terimakasih tante, Enggak apa-apa Malam mau menunggu pappy aja." Sahut Malam, Menatap tak enak pada Bintang.


"Ayolah masuk...,Biarkan kami mengantarkan mu Lam, Cepat masuk aku tak mau ada penolakan." Sahut Bintang memaksa.


Akhirnya Malam ikut dengan mobil Adrian, Lantaran Bintang memaksa, Untuk tidak menolak nya.


"Iya...,Iya...Aku ikut." Balas Malam menundukkan kepalanya.


Kini mereka berada dalam satu mobil, Dan bergegas menuju perjalanan pulang.


Sementara Rembulan, Kini sedang membantu ibunya berbenah di rumah Sasha, Yang sudah tak terurus itu.


"Buk..., Sudah-sudah biarkan Bulan saja yang mengerjakan semuanya, Ibu kan capek!!!" Pinta Bulan kepada ibu angkatnya.


"Ya ampun ..., Anak ibu! Makasih atas perhatian nya yah! Enggak nak...,Ibu tidak akan membiarkan kamu mengerjakan nya sendirian. Kita lakukan semuanya bersama-sama yah!" Biar kamu tidak terlalu capek." Ucap Sherlly terhadap putri angkatnya, Yang sangat ia sayangi.


"iya buk...,Kita lakukan semuanya bersama-sama." Sahut Rembulan.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Sherlly dan Bulan telah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, Kemudian Bulan berjalan gontai menuju dapur, Ia menyiapkan makanan untuk di santap bareng ibunya.


"Kamu sedang masak apa nak?" Tanya Sherlly yang kini berada di dapur.


"Masak yang ada di lemari pendingin saja buk, Ini hasilnya cuman ada sayur-sayuran." Tidak apa-apa ya buk, Kita makan seadanya." ucap Bulan terhadap ibunya.


"Tidak apa-apa sayang, Makan apapun rasanya nikmat jika kita tetap bersama." Sahut Sherlly dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ibuk...," Lirih Bulan menubrukan dirinya ke pangkuan ibunya.


"Kamu kenapa nak? Sudah-sudah jangan nangis lagi, Ibu tahu kamu kangen sama bapak yah!" Ucap Sherlly mengelus puncak kepala Putrinya.


Tak terasa buliran putih, Menetes dari mata Sherlly. Ia teringat saat suaminya masih hidup.


"Hiks...,hiks...,hiks." lirih Bulan menangis sesegukan di pelukan ibunya.


"Andaikan saja kau masih hidup Bill, Kamu lihat putri angkat kita ini tumbuh menjadi sosok perempuan yang tangguh." Batin Sherlly menyeka air mata putrinya.


"Kenapa ibu ikut menangis, Maafkan Bulan ya buk, Telah membuat ibu ikut menangis." Sahut Bulan terhadap ibunya.


"Ibu teringat almarhum bapak kamu nak..., Andaikan bapak kamu masih bersama kita, Pasti dia akan bangga sama kamu nak." Ucap Sherlly menyeka air mata putrinya.


Saat mereka berdua saling berpelukan, Tiba-tiba saja ponsel Sherlly berdering.


Calling Sasha


Sherlly berjalan gontai menuju meja makan, Dimana disana ia meletakkan ponselnya.


Setelah Sherlly melihat ponselnya, Ternyata yang menghubungi nya adalah adiknya.


"*Halo sha...,Apa kabar?" Ucap Sherlly bertanya pada adiknya.


"Kabar baik kak, Gimana kabar kamu dan putri angkat kamu itu. Kakak belum memberitahunya status dan posisi dia di keluarga kita." Tanya Sasha, Sejenak Sherlly terdiam.


"Halo...,Kak? Kamu masih di situ kan!" Ucap Sasha di seberang sana.


"Iya ...,Kakak masih disini. Sha kakak mohon jangan bahas soal bulan yah! Kakak tidak tega jika bulan harus mengetahui kenyataan yang sebenarnya."Jawab Sherlly gusar.


"Bagaimanapun di harus tahu posisi dia di keluarga kita kak, Agar tak menuntut harta warisan di kemudian hari." Tegas Sasha di seberang sana.


"Bulan anak yang baik sha...,Dia tidak akan melakukan hal seperti yang kamu bilang. Dia anak yang berbakti." Ucap Sherlly, Mengakhiri Panggilan nya*.


Sherlly sengaja menutup sambungan telponnya, Lantaran Bulan terlihat menghampiri nya.

__ADS_1


"Siapa yang menelpon buk...? Kayaknya serius banget!" Ucap Rembulan berjalan ke meja makan, Sambil membawa dua piring mie instan.


"Tante kamu sayang...,Dia mengkhawatirkan ibu dan kamu." Sahut Sherlly tersenyum, Berusaha menutupi ketidak suka'an Sasha pada Bulan.


"Wah...,Padahal Bulan ingin sekali ngobrol sama tante Sasha loh. Kapan ya buk...,Bulan bisa bertemu dengan tante Sasha." Ucap Bulan sendu,Lantaran sama sekali Bulan tak mengenal sosok tantenya tersebut.


Sherlly merasa bersalah pada putrinya, Karena ia tak mungkin mengenalkan pada Bulan, Soal Sasha yang tak pernah menyukai Bulan.


"Maafkan ibu nak...,Ibu terpaksa harus berbohong padamu. Karena jika kamu bertemu tante Sasha. Pasti kamu akan terluka, Dan ibu tidak suka melihat kamu terluka." Gumam Sherlly menatap putrinya sendu.


"Buk...,Kenapa ibu diam! Apa Bulan salah bicara sama ibu. Buk...,Maafkan bulan jika Bulan salah bicara." Ucap Bulan sambil meletakan dua piring mie instan di meja makan.


"Tidak nak...,Ibu tidak kenapa-kenapa! kamu sama sekali tidak salah bicara sayang. Sudah cepat kamu makan nanti mie nya dingin loh." Ucap Sherlly mengalihkan pembicaraan.


"Oh iya...,Bulan hampir lupa kalau kita akan makan. Yasudah buk...,Ayo ibu silahkan duduk." Pinta Bulan kepada ibu nya.


Kini Sherlly dan Bulan makan dengan lahapnya, Menyantap mie instan, Yang di masak nya.


Sementara Malam Kini telah sampai di rumahnya, Ia di antarkan pulang oleh kedua orangtuanya Bintang, Yaitu Adrian dan Karina.


Akan tetapi Karina hanya mengantarkan Malam, Sampai ke depan pintu gerbang perumahan nya.


"Terimakasih tante..., Terimakasih om. Bintang terimakasih yah!" Tutur Malam sambil melambaikan tangannya, Pada Bintang.


Namun Bintang terlihat acuh, Terkesan cuek pada Malam."Hukhhh...,Dasar Malam...,Caper saja terus pada Ayah dan Bundaku." Gumam Bintang, Malah menaikan kaca mobilnya.


Kemudian Adrian menstarter mobilnya, Dan meminta putranya agar bersikap baik terhadap Malam putri dari Rama dan Aquilla, Sahabatnya.


"Bintang...,Kamu kenapa sih nak? Kok sangat cuek pada Malam sih." Karina bertanya pada putranya.


"Iya Bin...,Jangan seperti itu pada Malam, Kalian kan nantinya akan di jodohkan." Ucap Adrian yang tak sengaja memberitahu putranya.


Mata Bintang membulat sempurna, Dia marah, Dia kesal, Dia benci atas ucapan yang terlontar dari mulut Ayahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo Readers...


ikuti terus kisah nya yah...


Jangan lupa tambahkan ke kolom favorit kalian...


Bantu like,Komen dan Vote. Agar saya tetap semangat melanjutkan cerita ini...

__ADS_1


Happy reading semoga terhibur...


__ADS_2