
Aku berjalan Gontai hingga ke depan gedung Aku menunggu Taksi Namun Tak kunjung ada Yang lewat, Kemudian Mobil jenis sedan berwarna hitam Berhenti di hadapanku.
"Ayo Saya Antarkan Pulang, ini sudah larut malam tidak Akan ada Taksi Yang lewat," Ucap Adrian Menurunkan kaca mobilnya Dan mempersilahkan aku masuk.
"Tidak usah pak saya bisa pulang sendiri, Mungkin sebentar lagi Taksi pesanan Saya Datang," Balasku menarik Ulur tawarannya Terhadap ku, Aku berusaha membuktikan Sejauh mana Adrian peduli terhadap ku Yang dia Anggap bukan siapa-siapa nya.
"Anda jangan membantah Saya, kalau ada apa-apa Nanti saya yang disalahkan oleh keluarga kamu. Saya juga kan Nantinya yang Repot," Ucap Adrian Datar dan kaku.
"Akhhh dari dulu ternyata sikap Pemaksaan nya tidak pernah berubah terhadap semua orang," Gumamku dalam hati, Sambil membuka pintu mobilnya.
"Nah gitu dong Nurut aja kenapa sih," Balasnya Sambil Menatap tajam ke Arahku.
Aku terpaku dengan wajah Dinginnya kesan nya cuek Namun sebenarnya Dia adalah laki-laki Yang sangat perhatian dan baik hati. Sepanjang perjalanan Aku hanya terdiam dan memandangi wajah yang sangat aku Rindukan selama ini, ingin Rasanya kupeluk dan ku kecup bibir Ranumnya.
"Ini Rumah kamu di sebelah mana sih, Saya sudah muter-muter kok gak sampe-sampe, Ya! " Ucap Adrian Menyadarkan lamunanku.
"Owh Iya pak saya, lupa ngasih tau anda ! Kalau Rumah saya se Arah dengan Rumah bapak," Balasku Tersipu Malu Karena Ketahuan memandangi wajahnya.
"Kamu kenapa Memandangi saya terus, Tampan Ya muka saya! "Ucap Adrian memuji dirinya sendiri, Disela mengemudi.
"Ya Tuhan Rasa percaya dirinya tidak pernah berubah sedikit pun," Gumamku " ingin Rasanya Aku menghambur kepelukannya.
"Kenapa Kamu diam lagi dan memandangi saya terus sih, Ingat Ya saya ini sudah beristri," Ucap Adrian sambil menyunggingkan senyum nya.
"Iya pak saya juga tau kalau bapak ini sudah beristri, Tapi tidak menutup kemungkinan Kalau bapak bisa bermain dengan wanita lain kan," Ucapku Dengan sangat berat hati Telah mengatakan kalimat Yang menggoda.
kemudian Adrian tidak menimpali ucapan ku dia hanya menoleh ke Arahku dan Tersenyum.
Hatiku terasa melayang jiwaku serasa terbang ke Angkasa saat Adrian Tersenyum dengan Sangat manis ke Arahku. Hatiku meleleh di buatnya jika setiap hari aku terus bersamanya.
"Pak berhenti di depan yah, Itu Rumah saya." Ucapku Sambil menunjuk ke Arah Rumah kontrakan kecil Yang kini aku tinggali.
Kemudian Adrian menghentikan mobil dan aku Turun dari mobilnya ,"Bapak Tidak mau mampir dulu ke rumah saya," Ucapku menawarkan Adrian agar mau bertamu ke Rumahku.
"Tidak usah saya langsung pulang saja, Lagian istri saya pasti sedang menunggu saya pulang," Balas Adrian sambil menyalakan kembali mobilnya.
Kemudian Aku berjalan gontai memasuki Rumah kecil ku, Namun Adrian Tampaknya belum juga pergi dari halaman Rumahku.
Aku merentangkan diriku di atas kasur, ku tatap langit-langit kamarku tanpa Terduga tiba-tiba saja ada Yang mengetuk pintu Rumahku.
"Tok...Tok...Tok..."
"Siapa Ya," Teriakku dengan Rasa Takut, Namun juga penasaran siapa Yang bertamu semalam ini.
saat aku membuka pintu Rumah ku ternyata Adrian suamiku belum pulang, dia berdiri sambil Bersedekap Tangan di Ambang pintu.
"Maafkan saya, Saya mengganggu Tidur Anda Ya," Ucap Adrian Canggung.
"Saya belum tidur pak, Bapak kenapa belum pulang! Bukannya Istri bapak pasti menunggu kan di Rumah," Tanyaku terhadap Adrian.
"Mobil saya mogok, Bolehkahsaya menginap di Rumah Anda" Ucap Adrian Kaku.
"Boleh pak, Silahkan masuk. Kebetulan saya tinggal sendiri disini, Bapak mau tidur di sopa Atau di kamar," Tanyaku Terhadap Adrian suamiku.
__ADS_1
"Di kamar saja Asalkan Sama kamu oke," Tegas Adrian Sambil menatap ku dingin.
Deg...
Jangan-jangan Adrian mulai menyukai ku apa maksud nya Berkata seperti itu, Kini aku tinggal memainkan peran Antagonis ku. Yang merebut suami dari karina padahal aku lah Karina Yang sebenarnya.
"Hey," Isabella Kenapa kamu terdiam, kalau kamu diam artinya kamu setuju," Balas Adrian dengan Menatap lekat wajahku.
"Hah apa maksudnya ini, Jangan-jangan Adrian seperti ini terhadap Para sekretaris nya. Dasar lelaki semuanya sama" Gumamku Dalam hati.
Kemudian Aku Menolak keinginan Adrian aku berusaha Menjadi sosok pribadi Isabella Yang sangat baik.
"Maksud bapak apa, Saya tidak bisa loh tidur bersama dengan laki-laki Yang bukan siapa-siapa nya saya, Terlebih lagi bapak kan sudah punya istri Apa kata orang nanti tentang bapak," Ucapku menolaknya secara lembut.
Kemudian Adrian Terduduk di sopa dan memujiku. " Syukurlah kalau kamu menolak Saya, itu artinya kamu adalah wanita baik-baik."
"Owh Jadi bapak Mencoba menguji saya Tadi, jadi bapak berpikir kalau saya ini wanita murahan begitu," Ucapku pura-pura marah terhadap Adrian.
"Tidak maksud saya Tidak seperti itu, Maafkan saya kalau saya menyinggung perasaan kamu," ucap Adrian memohon terhadapku.
"Yasudah pak lebih bapak tidur karena besok pagi kita harus bekerja Kan," balasku Tanpa membahas Lagi sial uji menguji.
Aku berjalan gontai menuju kamarku dan ku Tutup pintu kamar, Rasanya aku sangat bahagia karena Adrian mulai dekat denganku sekarang.
Meskipun sikap Adrian selalu dingin tapi setidaknya kini dia mulai Akrab denganku, Padahal aku baru memulai pekerjaan satu hari tapi sudah berhasil dekat dengannya layaknya seorang Teman.
Sementara Sherlly yang merubah Wajah menjadi sangat mirip denganku, Pasti sedang kelimpungan menunggu Adrian yang tak kunjung pulang ke Rumah.
" Rasakan kamu Sherlly ini baru permulaan, Kamu harus menerima balasan Yang setimpal Atas apa Yang telah kamu lakukan," Ucapku sambil menatap cermin di hadapanku.
Aku Telah Rapi karena Akan bekerja hari ini saat aku keluar dari kamar, Kulihat Adrian masih terlelap dikuasai kantuknya.
Orang yang sangat aku cintai itu Masih terbaring di sopa , Aku mendekatinya untuk membangunkan nya" Pak Bangun ini sudah siang loh, Apa bapak tidak akan bekerja hari ini," Ucapku sambil menggoyangkan pipinya.
Namun Adrian tak kunjung bangun Iya hanya Berbalik merubah posisi nya sambil menggenggam Tanganku yang kini berjongkok di sampingnya.
"Karina Aku mohon kembalilah seperti dulu, Aku Rindu kamu yang dulu," Ucap Adrian mengigau.
Aku sangat sedih ketika mendengar ucapannya, Ternyata dia begitu merindukan Aku. Meski Sherlly mengubah wajahnya Namun tetap saja hati Adrian tidak pernah menjadi miliknya.
"Aku disini Mas, Aku dihadapan mu, Aku karina Yang asli mas," lirihku.
Tanpa kusadari Buliran putih mengalir membasahi pipiku.
"Kamu kenapa menangis," Ucap Adrian Yang terbangun Dan aku merasa terkejut, Lantaran aku telah berkata bahwa aku adalah Karina.
"Tidak pak , Saya hanya kelilipan tadi," Ucapku bangkit Sambil menyeka air mataku.
"Kamu bilang apa Tadi, Asli Apa yang Asli," Balas Adrian yang seperti nya hanya mendengar separuh dari perkataan ku.
"Maksud bapak apa Asli Apa yang asli, Saya tidak berkata seperti itu" Dustaku Terhadap nya.
Kemudian Adrian Bangkit dan terlonjak kaget saat melihat Arloji di tangannya.
__ADS_1
"Astaga Kita kesiangan ini, Yasudah saya mandi dulu sebentar, kita naik taksi Saja berangkat nya," Ucap Adrian sambil berjalan gontai menuju kamar mandi.
Kemudian Aku Mencari kemeja Ku di lemari, Yang kira-kira muat untuk di pakai oleh Adrian, Setelah itu dengan tergopoh-gopoh Adrian keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk tanpa memakai kaos sehingga mengekspos Badannya Yang Siskpax.
"Pak ini kemeja untuk anda pakai, Saya sudah siapkan," Ucapku sambil menyerahkan kemeja di tanganku, Sementara mata ini tak bisa lepas Melihat ke bagian benda yang menggunduk mengukir jendolan di bawah pusaran nya.
"Hey kamu Mau ngasih saya kemeja Apa mau modus," Balas Adrian mengalihkan perhatian ku.
"Ma, Maaf pak saya" Ucapku gugup.
"Ayo cepat serahkan kemeja nya dan kamu keluar dari sini, Saya tidak bisa memakai pakaian ini kalau kamu masih berada disini," Bentak Adrian terhadap ku.
"Iya pak saya segera keluar," Ucapku sekilas dan berjalan keluar dari kamarku.
"Dag dig dug," Jantungku Karena melihat kejadian yang tak terbayangkan sebelumnya.
"Karina Kamu harus bisa menahan semua ini, Kamu harus bersabar lagi," Gumamku.
Seketika Adrian keluar dari kamarku memakai kemeja yang ketat Yaitu kemejaku, Rasanya aku ingin tertawa Melihatnya Namun aku tidak ingin Adrian marah.
Setelah itu Taksi Online yang aku pesan telah datang, Dan akhirnya Kami berangkat bersama menggunakan taksi itu menuju kantor, Kurang lebih memakan Perjalanan 20 menit Kami berdua tiba di kantor.
Saat kami datang bersama keluar dari Kendaraan yang sama, Semua mata Nakal para karyawan menatap keberadaan ku Yang kini berjalan bersama dengan Adrian sang bos besar dari ADKAR_corporate.
"Adriannnnnn," Teriak seorang wanita yang sangat pamiliar bagiku Iya terlihat marah dan berjalan menghampiri kami.
"Saya yakin dari pertama kamu masuk ke perusahaan suami saya, Kamu mengincar suami saya Rupanya dasar Wanita tidak tau diri," Umpat Karina palsu Terhadap ku yaitu Sherlly.
"Sayang kamu salah paham, Aku mohon dengarkan aku dulu yah. Yang kamu lihat tidak seperti Yang kamu pikirkan sayang," Balas Adrian yang berusaha menenangkan Karina palsu.
"Maaf bu saya tidak bermaksud seperti ini, Semalam pak Adrian hanya menginap saja kok di Rumah saya tidak lebih," Ucapku memancing kemarahan Sherlly alias karina palsu.
"Apa menginap," Katamu" Bentak Karina palsu Terhadap ku sambil mendorong ku.
"Sayang kamu tenang yah aku mohon, Malu di lihat orang-orang," Ucap Adrian sambil merangkul Karina palsu menuju Masuk ke Arah lobby kantor.
Terlihat banyak orang yang menyaksikan kemarahan Sherlly terhadap ku, di sana juga terlihat Rama dan Aquilla sahabat ku.
Namun mereka Tampak Acuh terhadap karina palsu dan Adrian.
Mereka sepertinya sudah tidak se Akrab dulu dengan Adrian ataupun karina, aku berpikir kini mereka memusuhi Adrian dan karina.
"Ada apa sebenarnya nya ini, Kenapa Reaksi Rama dan Aquilla terlihat biasa saja. Saat melihat Karina dan Adrian bertengkar, Bukankah seharusnya Aquilla yang memberi dukungan terhadap sahabatnya Apa sebenarnya yang telah Sherlly lakukan terhadap Rama dan Aquilla" Gumamku dalam hati sambil menatap keberadaan mereka.
**Next part...
Happy Reading kawan
jangan lupa tinggalkan jejak ya
like, komentar,dan share.
teruntuk pembaca setiaku Terimakasih kalian sudah membaca karyaku.
__ADS_1
ikuti terus ya kisah ADKAR
Terimakasih**....