
Pagi itu Aku Terbangun Merasakan pusing di bagian kepala & Nyeri Di bagian perut. Aku Mengitarkan pandangan Adrian tertidur di samping Ranjang ku, Sambil menggenggam tanganku.
"Ya Tuhan Apa Sebenarnya yang terjadi semalam" Gumam ku dalam Hati berusaha mengingat-ingat kejadian semalam.
Aku Semalam berjalan keluar dari mobil dan memasuki Rumah, Habis itu apa Yang terjadi aku tidak mengingatnya lagi. " Akhhhh" Pekikku Sakit di bagian perut karena terlalu banyak bergerak, Sehingga membangun kan Adrian Yang sedang Tidur di samping ku.
"Heyyy...,Kamu sudah bangun." Ucap Adrian dengan bulatan Hitam di bibir matanya.
"Kamu kenapa tidur disitu,,? Kenapa Tidak di Ranjang Sayang." Ucapku.
"Apa yang kamu Rasakan sekarang, Apa kamu sudah baik-baik saja." Tanya Adrian Terhadap ku. Aku berusaha mencerna setiap perkataan Adrian.
"Ma.. Maksud kamu? Apa bertanya seperti ini." Tanyaku Gugup.
"Semalam Mama, Papa! Termasuk Aku khawatir Sama kamu." Apakah kamu tau itu." Timpal Adrian terhadap ku.
"Pingsan...,Terus setelah itu apa yang terjadi?" Aku berusaha memastikan kalau Adrian tidak mengetahui penyakit ku Yang sebenarnya.
"Mama memanggil Dokter, Dan mengambil Sampel darah kamu Untuk di ketahui Apa penyebabnya Sampai kamu jatuh pingsan." Sahut Adrian.
Deg ...
Aku berfikir bagaimana caranya, Menyembunyikan penyakit ini, Dan berusaha mencaritahu Siapa Dokter yang memeriksaku dan mengambil Sampel darahku.
"Sayang...,Aku baik-baik Saja aku sehat. Aku pingsan ya mungkin karena kelelahan Saja, Jangan Sampailah Dokter mengambil Sampel Darahku, Untuk Apa itu semua." Sahutku.
"Bagaimanapun Semua itu harus di periksa Sayang...,Agar kamu dan bayi kita sehat." Ucap Adrian terhadap ku.
"Iya Aku tahu, Tapikan menurut aku Berlebihan. Ouhhh Ya ..., Siapa Dokter yang memeriksa ku Semalam." Tanyaku Pada Adrian, Lantaran aku harus segera mendapatkan hasil tes itu, Karena aku tidak mau Adrian bersedih setelah mengetahui penyakit ku.
"Dokter Rudy, Ya seperti biasanya Dokter keluarga kita." Kenapa memangnya." Timpal Adrian.
"Ouhhh..., Enggak Sayang. Enggak kenapa-kenapa. Aku cuma memastikan kalau itu bukan sembarangan Dokter saja." Sahutku Seraya melempar senyum Semanis mungkin pada Suamiku.
Kemudian Aku berjalan Gontai menuju Wastafel dekat Ranjang ku, Berusaha mencuci Wajah. Saat aku melangkah kan kedua kaki ku, Tiba-tiba Saja Rasa sakit itu datang lagi.
"Akhhhh, Aku harus berusaha menahan ini. Jangan Sampai, Adrian mengetahui aku kalau Sedang menahan Sakit."Gumam ku, Sambil meraih Sisi wastafel.
"Hati-hati Istriku, Kamu bisa terjatuh jika berjalan seperti itu. Biarkan Aku membantumu." Seketika Adrian meraih pinggang ku, Syukurlah Adrian Tidak mencurigai ku, Kalau aku sedang menahan Rasa sakit.
"Aku baik-baik Saja sayang, Tak perlu Mengkhawatirkan ku sampai seperti ini, Aku bisa melakukannya Sendiri." Ucapku Terhadap Adrian.
__ADS_1
"Apa Kamu Yakin, Baiklah Kalau kamu bisa. Silahkan Nona Cantik." Ucap Adrian berusaha menggodaku.
"Kenapa Kamu masih berdiri di situ, Aku hanya mencuci muka Adrian." Sahutku heran melihat Tingkahnya.
"Aku berdiri disini melindungi mu, Jika kamu jatuh pingsan lagi maka aku dengan segera menangkap kamu." Ucap Adrian Sambil Tersenyum.
"Jangan berlebihan Sayang...,Aku tidak apa-apa. Aku bisa melakukan nya sendiri, Lebih Baik Kamu cepat bersiap dan berangkat ke kantor." Perintahku terhadap Adrian suamiku.
"Ya...Ya...ya. Baiklah Kalau begitu," Adrian mengambil handuk dan berjongkok di hadapanku menyenderkan kepalanya ke perutku.
"Sayang..., Apa kabar. Nak..., Baik-baik di dalam perut Mama yah. Papa sudah tidak sabar menunggu kamu lahir sayang." Ucap Adrian berusaha berbicara dengan bayiku.
"Dia belum bisa mendengar sayang..., Usia kehamilanku baru sebulan, Kamu ini sangat Aneh." sahutku menimpali Suamiku.
Setelah itu Adrian berjalan ke kamar mandi, Dan aku Turun dari kamarku , Lantaran kamar kami berada di lantai Dua. Aku berjalan Gontai menuju Dapur untuk membuatkan Sarapan untuk suamiku.
Sebelum Sampai ke dapur Aku melewati meja makan, Dimana di sana sudah tersedia Roti dan juga Susu. "Tumben si bibi menyiapkan Sarapan sebanyak ini." Gumam ku.
kini aku sudah berada di dapur, Ternyata yang menyiapkan semua sarapan ini Adalah Mama mertuaku. Ya tuhan betapa beruntungnya aku memiliki ibu mertua seperti Mama Icha.
"Karina...,Ya Ampun. Mama sangat khawatir dengan keadaan kamu semalam, Ayo sini Sayang. Kamu duduk manis Dan Nikmati Sarapan ! Jangan lupa di minum susunya yah, Supaya calon Cucu mama sehat." Ucap Mertuaku Yang begitu perhatian Padaku.
"Iya ma...,Karina akan Sarapan." Tapi setelah Karina membuatkan sarapan untuk Adrian Ya ma." Sahutku terhadap ibu mertuaku ,Namun mama Tidak mengijinkan ku.
"Tapi ma...," Rengek ku.
"Tidak Ada tapi-tapi, Kamu harus dengarkan mama." Timpal Ibu mertuaku, Sambil berjalan ke dapur.
•
•
•
POV-AUTHOR
Karina duduk di kursinya dan melahap Sarapannya, Ia enggan untuk menolak permintaan ibu mertuanya. Kemudian Adrian Dengan Stelan kerjanya berjalan menuruni Tangga dan duduk di samping istrinya.
"Sarapan Yang banyak ya sayang...,Biar anak kita tumbuh sehat." Ucap Adrian sambil mengelus Rambut istrinya.
Icha berjalan Gontai dari dapur membawakan Teh untuk anaknya, Sementara pembantunya Tampak bengong seperti tidak ada pekerjaan karena semua pekerjaan Rumah telah di selesaikan Nyonya besarnya. Dari mulai mengepel hingga membuat sarapan bahkan mencuci piring. Icha kelewat bahagia sehingga saking bahagianya Ia melakukan pekerjaan rumah dengan tangannya sendiri.
__ADS_1
"Adrian...,Mama minta Nanti malam kamu jangan melakukan nya dengan Istri kamu yah. usia kandungan nya masih sangat rentan. Awas kalau calon Cucu mama sampai kenapa-kenapa." Ucap Icha panjang kali lebar kali tinggi.
"Uhuk...uhuk..." Tersedak...
"Mama Apa-apa an sih, Masih pagi sudah Membicarakan itu." Ucap Adrian Terkejut.
Sementara Karina hanya tersenyum melihat kelucuan Suaminya dan ibu mertuanya.
"Ya Ampun mama...,Sampai segitunya ! Enggak lah ma..., Adrian juga sudah tau." Ucap Karina Tersenyum.
Sementara Syafiq yang baru pulang joging, Ia mengambil segelas air putih yang sudah tersedia di meja makan.
"Ada apa sih ! Pagi-pagi sudah ribut." Ucap Syafiq sambil meminum segelas air putih.
"Ouhhh yah satu lagi, Nanti malam karina tidur sama mama, & Adrian tidur sama papa yah." Ucap Icha seketika Syafiq menyemburkan air yang akan di minumnya.
"Byurrrr."...Uhuk... uhuk...uhuk..." Terbatuk.
"Ma..ma.. Bercanda kan. Papa kan gak bisa tidur tanpa mama." Kalau tidur bareng Adrian Enggak deh mah. Adrian kan bukan anak kecil lagi." Sahut Syafiq Saling menoleh ke arah Adrian, Begitu juga dengan Adrian.
"Keputusan mama tidak bisa di ganggu gugat, Ini semua demi kebaikan Cucu kita papah." Timpal Icha kocak.
" Ma...,Adrian tidur sama istri Adrian saja ya mah." Bujuk Adrian terhadap ibunya.
"Tidak bisa...,Ini demi menjaga cucu mama, Salah kamu sendiri jadi Lelaki kok mesum, Sama nih kaya papah." Ucap Icha melirik ke Arah suaminya.
Karina Hanya bisa tersenyum melihat Tingkah ibu mertua yang tadinya pendiam dan lembut itu, Tiba-tiba saja terlihat seperti serigala betina yang garang, Terhadap Anak dan suaminya.
"Ya ampun mama sampai segitunya,Ini semua karena begitu menantikan cucunya." Gumam Karina sambil mengelus perut dan Tersenyum.
•
•
•
**Nextpart...
Ikuti terus kisahnya..
Tambahkan ke favorit kalian,Biar kalau up ada pemberitahuan.
__ADS_1
Bantu Like,vote dan share...
Happy Reading**...