
Adrian Menyadari Ada sesuatu Yang sangat Janggal Terhadap Sherly Yang mendadak Gila Hingga di bebaskan dari hukumannya. Sementara Ayu Tidak Diketahui keberadaan sampai Detik ini. Mengakibatkan Karina Kembali bersedih Saat mengetahui Kalau ibunya di culik oleh orang yang tak dikenal.
"Kami Majlis Hakim dengan berat hati memutuskan, Untuk membebaskan Nona sherly dari jeratan Hukum karena terpidana Mengidap Gangguan kejiwaan "Tuk...tuk..tuk.
Karina Sangat kecewa Terhadap keputusan pengadilan karena Yang dia tau sherly sangatlah sehat.
"Tunggu...
saya keberatan Yang mulia, Dia Tidak gila. saya yakin perempuan Jahat ini hanya berakting.
"Maaf keputusan kami sudah bulat dan memang kondisi kejiwaan nya sedang terganggu" Balas Hakim perempuan Yang mengetuk palu nya.
"Tapi bu ... Ini tidak adil sedikitpun untuk saya & Almarhum Pappy saya." Teriak Karina dengan lantang. Sementara Sherly berlalu pergi di bawa Oleh petugas Dari Rumah sakit kejiwaan.
"Haaa haaaa haaaa" Kita mau pulang ya suster, Tolong saya suster, Saya mau ketemu sama pacar saya suster" Ucap sherly Yang terlihat nampak seperti orang gila dan berlalu pergi dari Ruang pengadilan itu.
Karina sangat Marah iya pun menghampiri Sherly untuk memastikan Sherly Benar-benar Gila atau cuma pura-pura.
"Hey Wanita jahat, Jawab aku kamu cuman pura-pura gila kan. Ayo cepat ngaku kamu" Bentak Karina dengan Wajah memerah, Terlihat jelas raut kemarahan.
"Suster aku takut suster Dia orang gila suster, Dia perebut pacar saya suster" ucap sherly Yang Histeris ketakutan terhadap karina.
"Bu Tolong maaf kan saya, Tapi memang iya dia kejiwaannya sedang terganggu" Balas Suster yang menangani sherly.
"suster dibayar berapa sama orang ini Hah, saya tau kalau suster di suap oleh wanita ini kan" Ayo ngaku suster, Tolong jujurlah suster. Lirih Karina. Kemudian Adrian menenangkan Karina Yang sedang dikuasai Emosi.
" Sudah sayang, Aku mohon kamu tenang. Aku akan pantau terus, gerak gerik nya selama di rumah sakit jiwa. Kamu yang sabar ya" ucap Adrian Yang terus menenangkan Karina Yang sedang emosi.
"Tapi ini tidak Adil untuk aku Adrian, Dia sudah merenggut semuanya dariku. Pertama pappy di susul calon anak kita Yang mati sia-sia gara gara wanita jahat ini" ucap Karina Yang menangis dengan emosi Yang meledak-ledak.
Dengan lemas karina di bopong menuju mobil oleh Adrian," Karina terus menangis di dalam mobil iya tidak bisa terima atas keputusan majlis hakim, karena membebaskan sherly karena jiwanya sedang terganggu.
__ADS_1
"Sudah sayang Aku janji sama kamu, Aku akan buktikan kalau Sherly itu sedang berpura-pura" ucap Adrian disela menyetir. Namun karina memalingkan pandangannya dari Adrian Iya hanya menatap ke arah jalan dari balik kaca jendela mobil.
Tidak sepatah katapun keluar dari mulut Karina membalas perkataan dari suaminya, sampai mereka di kejutkan Dengan mobil ambulance yang terparkir di halaman Rumahnya.
"Ada apa lagi ini" gumam Adrian.
Namun karina langsung turun dari mobil karena melihat peti jenazah yang diturunkan oleh petugas medis.
"Mommy" Teriak Karina histeris.
"Mom Bangun mom, Ini bukan mommy kan. Bangun mom, Jangan tinggalin karina mom. Bangun mom" Lirih Karina dengan terbata-bata.
"Mamah,' Ini cuma mimpikan, Mama bangun mah.jangan tinggalkan Adrian sama karina ma, Katanya mama ingin melihat cucu mama" lirih Adrian yang tidak percaya atas kematian Ibu Mertuanya.
"Kamu Yang sabar ya Nak, Ikhlaskan ibu kamu,." Ucap Icha sambil memeluk Karina menantunya.
"Mommy" hiks...hiks...hiks..
"Maafkan kami Bu, Kami menemukan jenazah ibu anda tergeletak begitu saja di pinggir jalan. Di bagian bahunya ada bekas sayatan" Ucap salah satu petugas medis yang membawa jenazah Ayu.
Tidak berapa lama polisi berdatangan dan meminta ijin Untuk mengotopsi jenazah dari Ayu Ibunda dari karina.
"Permisi bu ,kami dari tim Forensik kapolri. Jika anda berkenan Saya berniat membantu anda Untuk mengotopsi jenazah korban pembunuhan ini" Ucap Tim forensik dari kepolisian.
"Tolong usut tuntas Kasus ini pak, saya Adrian menantu dari ibu Ayu. saya tidak akan memaafkan siapapun yang berani melakukan kejahatan ini" Geram Adrian Terhadap pelaku pembunuh ibu mertuanya.
Karina Sangat terpukul karena keluarga satu-satunya Yang ia punya kini telah pergi di panggil sang khalik.
Suara Raungan Ambulance Yang memekakkan telinga itu membawa kembali jenazah Ayu untuk diuji laboratorium Guna mengembangkan Kasus kematiannya.
"Aku tidak punya siapa-siapa lagi mom, Di dunia ini Aku hanya punya kamu Mom. kenapa mommy tinggalin aku" lirih karina sambil Ambruk di pelukan Suaminya.
__ADS_1
"Kita Yang sabar ya sayang, Masih ada aku dan mamah disini" Balas Adrian sambil mengelus-elus Rambut karina.
"Karina sayang, Mamah turut berduka cita ya sayang. Kamu yang sabar, Masih ada mama disini. Mama Janji akan secepatnya mencari tahu siapa yang melakukan ini semua" Ucap Icha Yang ikut prihatin dengan nasib yang menimpa sahabat baiknya itu, Terutama menantunya karina.
Hari Senin 23 Maret 2019
Karina Dan Adrian mengantarkan Ayu ke peristirahatan terakhir nya. Karina tidak berhenti menangis disepanjang perjalanan menuju pemakaman Ibunya.
"Mom," Aku disini, Aku mengantarkan mommy. Mommy yang tenang ya di Alam baru mommy, Karina akan berusaha Baik-baik saja meskipun tanpa mommy...hiks...hiks..hiks.." Tidak terasa buliran terjatuh dari pipi karina, Anggota keluarga Terlihat memakai Kain berwarna hitam, Menanda kan suasana berkabung.
terlihat juga Rama, Aquilla dan juga Ryan Sahabat baik Almarhum Pappy nya Karina.
Ayu di kebumikan Tepat di samping makam Hendardi suaminya. Karina mengusap Nisan Ibunya dan juga mencium Nisan Ayahnya.
"Pappy Jaga Mommy disana ya, Kini kalian bersatu Kembali. Maafkan anakmu belum bisa memenjarakan yang telah membuat pappy dan mommy seperti ini" Gumam Karina Sambil meneteskan air mata.
"sayang Kita pulang Yuuuk...Hari sudah mulai sore, Kamu juga jangan lupa harus perhatikan kesehatan kamu sayang" lirih Adrian yang ikut terduduk di samping istrinya.
"Kalau kamu mau pulang duluan saja, Aku masih mau disini." Balas karina.
"Karin, Kamu yang sabar ya. kami turut berduka cita" Ucap Aquilla dan Rama.
"Makasih ya, Kalian sudah mau mengantar kan Mommy ku, ke peristirahatan yang terakhir" Balas karina Yang bangkit sambil memeluk Quilla sahabatnya.
"Hiks...hiks...hiks...Aku gak kuat quill. Aku tidak bisa kalau Harus hidup tanpa mommy ku, Aku tidak bisa Quilla...hiks...hiks...hiks..." lirih Karina sambil memeluk Aquilla.
Suasana sedih Dan Tangis menghiasi pemakaman Ayu sore itu, Karina belum bisa terima kalau orang-orang terdekat nya satu persatu meninggalkan nya ...
**To be continued...
Happy New year Gaysss...
__ADS_1
Maaf ya baru update semoga kalian semakin suka dengan cerita ini**...