Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Merasa Kehilangan


__ADS_3

Kini Adrian telah sampai di Jakarta Membawa pulang Istrinya Yang sudah sehat kembali.


Namun Adrian Harus menerima pil pahit Karena Telah di tinggalkan Oleh Asisten yang sangat setia Seperti Billy.


Adrian Memarkirkan Mobilnya di depan Mansion megah Miliknya, Ia di sambut Hangat Oleh kedua Orangtuanya Dan Juga Putranya Bintang.


"Mamah...,Papah.! Karina Sangat kangen Pada kalian Semua." Seru Karina Menghambur kepelukan Ibu mertuanya.


"Sama kami juga kangen pada Kalian Nak...,Ayo cepet Masuk. Mamah sudah Tidak Sabar ingin melepaskan Rasa Rindu mamah Sama menantu mamah ini." Sahut Icha Membalas pelukan Menantunya.


"Bintang nya Bunda...,Sini Nak Bunda Gendong kamu. Maafkan Bunda Yah, Sayang." Ucap Karina dengan Mata berkaca-kaca Mengambil Alih Bintang Dari tangan pengasuhnya.


"Yasudah Ayo cepat Kita masuk." Ucap Syafiq merangkul Adrian Putranya.


"Sekangen inikah Papah Sama Aku." Balas Adrian terhadap papanya.


"Kenapa Memangnya Tidak boleh, Papah Kangen Sama anaknya sendiri." Sahut Syafiq Seketika Adrian Terkekeh.


"Boleh lah Pah...,Hanya saja Adrian merasa Bernostalgia ke Masa muda lagi, Jika papah memperlakukan Adrian seperti ini." Kekeh Adrian.


"Kamu ini..., Masih Saja Seperti dulu." Sahut Syafiq kembali.


Kemudian Mereka semua memasuki Rumahnya, Tidak berapa Lama Tiwik mendatangi Rumah Ceo Kaku itu. Untuk memberikan Surat Pengunduran Diri Dari Billy Asisten pribadi Adrian.


"Teeeet...


"Siapa Yah Yang bertamu, O yah Mbok Coba Lihat Siapa Yang datang." Ucap Icha memerintah pada pembantunya Yang sedang menyiapkan Minuman di meja.


Kemudian Si Mbok berjalan Ke Arah pintu Untuk memastikan Siapa Yang bertamu.


"Selamat siang Mbok...,Apakah Tuan Syafiq nya Ada,,?" Tanya Tiwik terhadap Si mbok.


"Ada Non, Silahkan Masuk." Ujar Si mbok.


Kemudian Tiwik berjalan Memasuki Rumah itu, Ia sama sekali tak menyangka Bahwa Bos nya Telah kembali dari German.


"Selamat Siang...,Ya Ampun Tuan Adrian.! Sungguh Kebetulan sekali Anda Pulang ." Ucap Tiwik Merasa Terkejut.


"Silahkan Duduk Wie, Ia sangat kebetulan sekali Yah." Ucap Karina menyambut kedatangan Tiwik dengan Ramah.


" Senang bertemu lagi Dengan Anda Nona Karina" Balas Tiwik.


"Saya juga Senang bertemu kamu Kembali," Tutur Karina Terhadap Tiwik.


"Ada Apa Kenapa Kamu Sampai harus datang ke Rumah Wie,,?" Tanya Syafiq Yang merasa sedikit Heran, Karena melihat Tiwik membawa Amplop berwarna Putih di Tangannya.


"Ada Yang Harus saya Sampaikan kepada Bapak, Dan Tuan Adrian terkait Masalah Billy." Sahut Tiwik Menimpali pertanyaan Syafiq.


Seketika Adrian menoleh Karena tak biasanya Tiwik datang Menyampaikan Masalah Soal Billy.


"Ada Apa Dengan Billy,,?" Tanya Adrian penuh selidik.

__ADS_1


"Silahkan Bapak & Tuan Baca Surat ini." Tiwik menyodorkan Amplop berwarna Putih kepada Syafiq.


Setelah Syafiq membaca Surat Yang di berikan Tiwik, Kini Ia telah mengetahui Bahwa Billy telah mengundurkan Diri Dari pekerjaan nya.


"Pengunduran diri...,Kenapa Billy Sampai mengundurkan diri,,? Apakah dia sedang Ada masalah." Ucap Syafiq.


"Saya kurang Tahu Pak, Kalau masalah itu. Akan tetapi menurut info dari Karyawan, Billy mengundurkan dirinya Bukan Karena tak betah bekerja. Dia Ingin memulai hidup baru dengan Istrinya di Kota Pinggiran." Kata Tiwik menyampaikan Pada Syafiq dan Adrian.


"Anak itu...,Kenapa Tak menghubungi Saya jika dia akan menikah. Kenapa Sampai harus mengundurkan diri dari pekerjaan nya." Sahut Adrian Yang tak terima Karena di tinggalkan Oleh Billy.


"Saya Tidak Tahu Tuan, Saya juga Heran pada Billy bahkan Saya juga tak di undang ke pernikahan nya." Timpal Tiwik menyahuti Tuannya.


Kemudian Karina Menenangkan Adrian, Agar menerima dengan Lapang dada terkait pilihan hidup Dari Asistennya itu.


"Sayang..., Sudahlah Mungkin Ini keputusan Terbaik baginya. Kita tak bisa melarang Pilihannya, Bagaimana pun itu Haknya." Ucap Karina Berusaha Menenangkan Adrian.


"Benar Kata Istri kamu Dri, Mungkin Ada hal yang tak bisa Billy bagi dengan Kita." Sahut Syafiq Terhadap Adrian Putranya.


Adrian menghela Nafasnya, Ia menyesalkan keputusan Billy Yang mengundurkan diri secara tiba-tiba dari pekerjaan nya.


" Adrian Sama sekali Tidak Akan menahan Billy Pah, Jika Saja Billy mau berbagi cerita dengan Adrian. Bagaimanapun Billy adalah bagian Dari Keluarga kita, Adrian merasa kehilangan Akan Sosok Billy pah." Lirih Adrian Yang merasa kehilangan Akan sosok Billy Yang sudah seperti Saudaranya.


"Kamu Yang Sabar Sayang..., Bagaimana Kalau kita Minta Saja Davin untuk menggantikan Posisi Billy di Kantor kamu." Ucap Karina Memberi Saran Terhadap Suaminya.


"Yasudah Nanti aku fikirkan dulu Ya Sayang," Sahut Adrian Yang masih merasa kehilangan.


"Maaf Tuan, Saya Harus segera kembali ke Kantor. Masih Banyak pekerjaan Yang harus saya kerjakan." Ucap Tiwik memohon Pamit kepada Tuannya.


"Nona Karin, Pak Syafiq, Bu Icha. Saya mohon Pamit Yah." Ucap Tiwik berpamitan terhadap Mereka.


"Hati-hati Di jalan Ya wik," sahut karina Terhadap Tiwik. Sementara Icha Dan Syafiq hanya menyunggingkan Senyumnya.


Kemudian Tiwik berjalan Gontai keluar dari Rumah Kediaman Adrian dan keluarganya. Namun Dari kejauhan Terlihat Trisha sedang memata-matai keluarga Adrian.


"Owh..., Rupanya Adrian Sudah pulang dari German. Dan Sosok karina Itu yang mana Sebenarnya,,?" Ucap Trisha dari balik Kaca mobilnya.


Tiwik memasuki mobilnya dan Pergi dari Halaman Rumah Adrian, Kemudian Trisha Menutup kembali Kaca mobilnya, Dan pergi setelah melihat Tiwik Keluar dari Halaman Rumah Adrian.


Tiwik Menyetir Mobilnya, Sementara fikirannya melayang memikirkan Billy. Laki-laki Yang dia fikir Mencintai nya, Namun Rupanya Tiwik Hanya merasakan Cintanya sendirian.


"Hahhh...,Kau bodoh Tiwik! Bisa-bisa nya Kamu mengharapkan Cinta dari Laki-laki Yang Sama sekali Tak Pernah mencintai Kamu." Buliran Putih mengalir membasahi Pipinya.


Tiba-tiba Saja Ponselnya berdering, Kemudian Tiwik mengambil Ponselnya dan Menerima Panggilan Masuk setelah Dia Tahu Orang Yang menghubungi nya Adalah Devano, Mantan Bos nya.


"*Halo Tuan Dev, Ada Apa,,?" Tanya Tiwik via Ponsel disela Menyetir.


"Saya Butuh kamu Sekarang Wie, Kamu Dimana Sekarang," lirih Devano di seberang Sana.


"Saya di jalan menuju Kantor Tuan, Ada yang bisa Saya bantu!" Balas Tiwik.


"Temui Saya Di Ballroom Cafe," Ucap Devano memutus Panggilan*.

__ADS_1


Kemudian Tiwik dengan segera menuju Ballroom Cafe. Sementara Trisha terus mengikuti Tiwik Dari belakang.


Kini Tiwik telah Sampai di Ballroom Cafe, Ia sangat terkejut melihat Devano Yang sedang frustasi karena di Tinggalkan Oleh Sasha.


Sesekali Devano meminum, Minuman beralkohol Untuk sejenak melepaskan Rasa pusing di kepalanya.


Begitu juga dengan Tiwik Yang baru saja di tinggalkan Oleh Billy, Yang sangat dia cintai.


Mantan bos Dan Anak buah itu Saling Curhat, Mengenai Nasibnya yang begitu Kebetulan, Sama-sama di tinggalkan kekasih.


Sesekali Tiwik tertawa Samar, Untuk menyembunyikan Kesedihannya. Begitu pun Devano.


Sementara Trisha Sangat Marah, Ia cemburu melihat ke Akraban Devano dengan Tiwik, Padahal sebenarnya Tiwik dan Devano Tak lebih dari Manatan bos dan Anak buah.


"Serendah Itu kah Selera Kamu Devano, Aku tidak Akan membiarkan Kamu dekat dengan Asisten Rendahan itu." Umpat Trisha menatap Tajam Pada Devano yang tertawa bersama Tiwik di Sebuah Bar Ballroom cafe. Salah Satu Club terkenal Yang ada di Indonesia.


......................


Sementara Aquilla Kini telah Di bawa Pulang Oleh Rama Ke Rumah nya, Meski kepalanya Masih di Balut perban.


"Akhirnya Sherlly pergi juga dari kehidupan ku." Gumam Aquilla Tertawa penuh kemenangan.


"Sayang...,Lain kali Kalau ada Apa-apa di Rumah Segera hubungi aku yah. Jangan Sampai wanita jahat itu, Kembali mencelakai kamu yah." Ucap Rama terhadap Aquilla.


"Berhenti Menyebut Adik kamu Wanita jahat Rama, Sherlly itu bukan Wanita jahat seperti yang kamu tuduhkan." Sahut Ryan Yang tidak terima Karena selalu mendengar Sherlly di cap buruk Oleh semua orang.


"Hahhh..., Sudahlah Pah." Hentikan Membela anak kesayangan Papah itu." Ucap Rama Mencela Ayahnya.


"Kamu tidak lupakan, Soal Saham Yang akan di berikan Pada Sherlly." Timpal Ryan terhadap putranya.


"Papah Tenang Saja, Rama tidak lupa Pah. Rama Sudah mengurus surat-surat itu." Ucap Rama Menenangkan Ryan, Padahal Sebenarnya penyerahan Saham untuk Sherlly tidak Akan pernah Terealisasi. Itu Hanyalah Trik Rama Untuk menjauhkan Papahnya dari Sherlly.


...*******...


**Nextpart...


Halo Readers...


ikuti terus kisahnya yah...


Tambahkan ke kolom favorit kalian.


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Bantu Like,Komen & Vote...


Jangan lupa Tap Mawar.


Aku semangat jika kalian mendukung ku untuk menyelesaikan Novel ini....


Happy reading**...

__ADS_1


__ADS_2