Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 3 : Chapter C


__ADS_3

Angin berhembus menyingkap tirai gorden kamar milik Bulan, Kemudian Bulan bangkit menuju kamar mandi untuk segera membasuh dirinya.


Sedangkan Sherlly telah bersiap-siap, Akan berangkat menuju kantor milik Sasha adiknya, Yang kini di kelola olehnya.


"Wah...,Ibu sudah masak rupanya,maafkan Bulan ya buk. Bulan kesiangan bangunnya." Ucap Bulan berdiri di hadapan ibunya. Lengkap dengan seragam biru putihnya.


"Enggak apa-apa sayang...,Justru ibu senang bisa menyiapkan sarapan untuk kamu. Yasudah ayo cepat makan, Nanti takutnya telat loh." Sahut Sherlly meminta Putrinya segera sarapan.


"Oke ibu ku sayang." Sahut Bulan ceria.


"O yah nak..., Sepulang sekolah nanti, Kamu mampir ke kantor ibu ya. Ibu mau mengenalkan kamu ke semua karyawan di kantor. Setelah itu kita mencari orang untuk bekerja di rumah, Soalnya gak mungkin kan, Kita merawat rumah sebesar ini." Ucap Sherlly disela menyuap roti.


"Bulan gimana ibu saja...,Bulan mah ngikut aja buk, Namanya juga anak." Timpal Bulan, Tersenyum.


Sejenak Sherlly terdiam ia teringat dengan putrinya yang hilang, Hingga saat ini tak di ketemukan. "Andaikan Riana masih ada...,Pasti usianya sudah sebesar kamu nak."Batin Sherlly menatap Bulan sendu.


"Buk...,Ibu." Ibu kenapa?" Tanya Rembulan menyadarkan Sherlly yang diam termenung.


"Eh...,Ya! Kenapa sayang." Kata Sherlly malah berbalik bertanya.


"Loh kok, Kenapa? Harusnya Bulan yang nanya sama ibu. Ibu yang kenapa?" sahut Bulan dibuat heran oleh Sherlly.


"Enggak kenapa-kenapa! Ya ampun sudah siang banget ini sayang..., Sudah ayo buruan kita berangkat." Ucap Sherlly mengalihkan pertanyaan putrinya, Sambil melihat arloji di tangan.


"Hemmm..., Yasudah ayo." Sahut Bulan segera mengikuti langkah ibunya.


Kini Sherlly dan putrinya, Bulan. Dalam perjalanan menuju sekolahan Bulan di kota pinggiran, Lantaran Sherlly belum memindahkan, Sekolah putrinya itu, Karena ia fikir tanggung tinggal setahun Bulan akan lulus dari sekolahannya.


"Buk...,Kenapa sih, Akhir-akhir ini Bulan sering lihat ibu melamun, Kadang bengong. Ibu ada masalah apa sih? Cerita dong sama Bulan." Ucap Bulan membuka obrolan terhadap ibunya.


"Ah...,Itu perasaanmu saja nak. Ibu enggak bengong kok. Ibu enggal melamun. Tidak ada masalah juga, Ibu rasa semuanya baik-baik saja." Timpal Sherlly disela menyetir.


"Hemmm...,Yasudah deh mungkin hanya perasaan Bulan saja, Yang mengkhawatirkan ibu."Sahut Bulan menatap layar ponselnya.


"Makasih loh, Sudah mengkhawatirkan ibu. Itu tandanya Bulan menyayangi ibu." Ucap Sherlly tersenyum. kemudian dijawab lagi oleh Bulan.


"Ya iyalah ..., Bulan khawatir sama ibu. Ibu kan satu-satunya orang yang sangat berarti di hidup Bulan." Sahut Bulan terkekeh.


Tak berapa lama Sherlly menepikan mobilnya, Kemudian Bulan turun dan segera bergegas memasuki sekolahannya, Setelah menyalim tangan ibunya.


"Do'akan Bulan ya buk..., Mudah-mudahan Bulan di berikan kelancaran dalam belajar." Kata Bulan meminta doa restu dari ibunya, Agar diberikan kemudahan dalam belajar.

__ADS_1


"Amin...,Do'a ibu selalu menyertai mu nak. Semangat belajarnya yah. Sampai nanti." Balas Sherlly menyalakan kembali mobilnya.


"Hati-hati dijalan buk...,Dah ibu." Ucap Bulan sambil melambaikan tangannya.


Lalu ia masuk ke sekolahan nya, Bulan berjalan gontai menuju kelasnya. Ia di sambut oleh teman sekelas nya. Yaitu Nova.


"Bul-bul." Aku kangen banget sama kamu." Teriak Nova memanggil Bulan teman sekelasnya.


Sekilas Bulan menoleh, Ke sumber suara yang memanggil nya. " Nov-Nov" Sapaan akrab bulan pada temannya.


"Bul-bul...,Lho ketinggalan banyak berita." Ucap Nova.


"Berita apa Nov, jangan gosip loh. Ini masih pagi!" Seru Bulan pada temannya itu.


"Iiih...,Ini bukan gosip, Kamu tahu gak." Ucap Nova yang belum selesai bicara, sudah di potong oleh Bulan.


"Engga." Sambil menggelengkan kepalanya.


"Iiih...,Kamu mah dengerin dulu." Rengek Nova terhadap Bulan temannya.


"Iyaa...,Iya aku dengerin cerita kamu." Sahut Bulan mulai mendengarkan cerita temannya.


"Hust...,Jangan ngaur kamu kalau bicara, Aku tahu betul langit itu orangnya seperti apa. Enggak mungkin lah langit melakukan percobaan bunuh diri." Ucap Bulan tak percaya.


"Aku enggak ngaur Bul-bul...,Menurut gosip yang beredar ya seperti itu." Kata Nova meyakinkan Bulan.


"Ah enggak...,Aku gak percaya. O yah, Langit di rawat di rumah sakit mana?" Tanya Bulan pada Nova, Sambil berjalan menuju kelasnya.


"Katanya sih, Di rawat di rumah sakit kasih Bunda. Tapi enggak tahu juga." Balas Nova terhadap sahabatnya.


"Yaudah pulang sekolah nanti kita jemput dia, Kasihan Langit tahu, Saat ini mungkin dia butuh dukungan kita." Timpal Bulan, Sesaat kemudian memasuki kelasnya.


Sedangkan Bintang sudah pulih dari cederanya, Ia sudah bisa menyetir mobilnya sendiri, Dan sudah kembali bersekolah.


Bintang memarkirkan mobilnya di halaman gedung sekolah Smp terfavorit di kota A. Para siswi ABG bersorak memanggil-manggil nama Bintang. Mereka memuja Bintang, Lantaran tampan , Pintar, Dan jago main basket. Idaman kaum hawa banget. Namun keburukan nya adalah, Bintang sombong dan angkuh.


"Dasar cewek-cewek norak." Batin Bintang melangkah kan kakinya, Memasuki gedung sekolahnya.


"Bintang, Aku mau ngomong sama kamu." Ucap Malam yang tiba-tiba saja menyergap Bintang.


"Heh...,Cewek udik. Minggir kalian." Ucap Malam dingin dan jutek.

__ADS_1


"Huhhhh...,Huhhhh..., Huhhhh." Sorakan dari para siswi yang memuji Bintang, Menyoraki Malam.


"Lho mau apa sih manggil-manggil mulu." Balas Bintang dingin.


"Ayo ikut aku, Aku ada kejutan untuk kamu." Ajak Malam sambil merengek manja, Pada Bintang.


"Apa sih...,Gak usah lebay deh. Gue malu tahu." Timpal Bintang dingin.


"Enggak...,Enggak lebay." Ucap Malam terus menarik tangan Bintang, hingga membuat tensi Kemarahan Bintang memuncak.


"Tara...,Kamu suka enggak!"Malam memberikan kado spesial berupa kaos couple bergambar wajahnya, Dengan wajah Bintang.


Seketika wajah tampan Bintang memerah, Ia kesal pada Malam. Karena menurutnya hal ini sangat tidak penting baginya.


"Buang kaosnya, Karena aku sama sekali tidak menyukai nya. Heuhhhh...,Lelucon apa ini Malam. Kamu fikir ini lucu." Sentak Bintang dingin.


Disaksikan para siswa dan siswi lainya, Malam ditertawakan. Karena di maki-maki oleh Bintang, Di depan banyak orang.


"Hahaha..., hahaha..., Lucu yah! Iiih...,Kasihan banget sih cinta yang bertepuk sebelah tangan." Teriak para siswa-siswi meledek Malam.


Kemudian Malam berlari dari kerumunan orang banyak, Ia tak menyangka pria yang ia cintai. Menganggap nya serendah itu.


"Hiks...,Hiks...,Hiks." Salahku apa Bin...,Aku hanya berusaha membuat kamu menyukaiku, Apakah salah. Hiks...,hiks...,hiks." Lirih Malam, Yang merasa telah diremehkan, Bahkan di rendahkan oleh Bintang.


Buliran demi buliran membanjiri pipi cantik, Putri dari pasangan Rama dan Aquilla itu.


"Mommy..., Pappy...,Hiks...,hiks...,hiks." Malam menangis hingga cegukan, Ia memeluk lututnya, Hingga terduduk di sudut ruangan yang gelap.


...**ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo Readers...


Sampai bertemu di bab berikutnya...


pantengin terus tombol favorit nya...


Jangan lupa tinggalkan jejak like,komen dan vote ...


Happy reading...


Jika ada kekurangan dalam puebi, Maafkanlah**.

__ADS_1


__ADS_2