Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2: Kehamilan Karina PoV-Karina


__ADS_3

Aku tercengang saat Sherlly memberikan reaksi tak biasa setelah mengetahui kalau Anaknya di culik. Aku berjalan Gontai meninggalkan Rutan itu dan segera memasuki mobil, Segera menuju ke rumah sakit untuk mengecek Perutku karena Akhir-akhir ini aku sering mual-mual dan Ada Respon tak biasa di perutku.


"Jalan Sekarang bill, Antarkan Saya ke rumah Sakit Yah ! Setelah itu kamu kembali saja ke kantor, Biar Saya di jemput Oleh pak Adrian."


"Baik buk,"


Dalam perjalanan aku tidak berhenti memikirkan Reaksi Sherlly, Apakah semua ini rencana Sasha untuk membalas ku, Ataukah mungkin Sasha masih dendam Kepadaku. Ah sudahlah aku tak tahu gumam ku.


kini aku telah sampai di Rumah sakit, Aku berjalan Gontai memasuki Rumah sakit untuk menemui Dokter kandung yang secara Rutin memeriksa ku.


"Dok Apakah anda punya waktu untuk memeriksa Saya,,?


"Ahhh Nona Karina, Tentu saja saya selalu mempunyai waktu untuk anda."


"Terimakasih Dokter, Akhir-akhir ini saya merasakan ada ke Anehan di bagian perut saya, Sehingga Terkadang saya mual dan muntah-muntah."


"Berbaringlah, Saya akan memeriksa Nona." Ucap Dokter Cantik itu Terhadap ku. Setelah Pemeriksaan itu selesai Aku menunggu di kursi Yang terdapat di Ruangan Dokter cantik yang berprofesi sebagai dokter kandungan.


Tidak berapa lama Dokter itu membawa hasil USG perutku.


"Bagaimanapun Dok Hasilnya,,?" Tanyaku penuh penasaran.


"Nona baca saja hasilnya,"


kemudian Aku membuka Amplop lebar berwarna Coklat. Bukti hasil USG ku. Aku Gemetar Saat melihat hasilnya, Tak tahu Harus berkata Apalagi Ya tuhan Aku sangat bahagia karena di dalam perutku Sudah ada kehidupan Tanpa Aku sadari Aku telah mengandung Selama sebulan.


"Benarkah ini Dok, Benarkah kalau saya mengandung."


"Iya Nona Karina...,Saya ucapkan selamat yah. Jaga kandungan nya dengan baik ! "


"Tentu saja Dokter, Telah lama saya menantikan Anak ini."


Aku terharu Ya tuhan, " Adrian Akhirnya kamu akan menjadi Ayah dari Anakku." Gumam ku Tersenyum sendirian.


"Kalau gitu Saya pamit, Dokter."


"Tunggu Nona, Saya belum selesai berbicara. Ada hal yang sangat serius yang harus saya sampaikan kepada Anda. Ini mengenai Rahim Anda.


"Kenapa Dengan Rahim saya Dokter." Aku Terdiam dan mencerna Sikap Dokter yang Bereaksi Sangat tegang.


"Dengan berat hati saya harus sampaikan pada Anda. Bahwa Anda mengidap Kanker Rahim. Jika tidak segera di tangani Bukan saja nyawa Anda yang terancam, Akan tetapi Bayi anda juga tidak akan selamat."


Deg...


"Apa Dokter, Dokter bercanda kan. Lalu bagaimana dengan Anak saya, Apakah dia akan baik-baik saja kan.


"Nona Karina tenang lah, Lebih baik fikirkan kesehatan Anda. Kalau tidak Semuanya akan berakibat fatal, Saya Sarankan Anda harus segera menjalani kemoterapi. Namun Anda juga harus rela kehilangan bayi dalam kandungan anda."


"Tidak, Dokter. Jika kemoterapi mengancam keselamatan calon bayi saya. lebih baik saya tidak melakukan pengolahan itu. Tolong Rahasiakan semua ini dari Suami saya Dokter."


"Tolong Anda harus tenang Nona karina, Mulai sekarang anda harus Rajin-rajin Cek up, Untuk Pengobatan Anda Saya akan coba membantu."


"Dokter Tolong Rahasiakan semua ini dari suami saya, Saya tidak ingin membuatnya bersedih, Dokter janji pada saya yah." Saya memohon Pada Anda Dokter, Jika suami saya tahu tentang penyakit saya, Beliau pasti sangat terpukul."


"Nona Karina Tolong Jangan seperti ini, Saya akan coba berkonsultasi dengan Rekan saya, Yang juga seorang dokter spesialis Kanker ! Saya janji saya akan Rahasiakan semua ini dari Pak Adrian."


Setelah itu Dokter cantik memanggil rekan sesama Dokternya.


Aku sangat sedih, Padahal baru saja merasakan kebahagiaan Akan menjadi seorang istri dan ibu yang sempurna, Namun ternyata kebahagiaan itu hanya samar untuk ku.


"Nona Karina," ucap Dokter Cantik mengejutkan ku.


Aku segera menyeka Air mataku, Dan menoleh ke Dokter Cantik yang sedang bersama Seorang Dokter laki-laki, tampaknya dia adalah dokter Yang di Rekomendasikan untuk merawat ku.


"Nona, Ini Dokter Faris." Dokter Faris ini Nona karina, Yang saya maksud.


"Oh Yah, Perkenalkan Saya Faris." Sambil mengulurkan tangan.


"Saya Karina." Balas ku singkat.


"Anda Tidak usah sungkan Jika Anda ingin berkonsultasi pada saya Nona, Saya dan Dokter cantik akan membantu Anda."


"Terimakasih Dokter,"


"Ouh Ya..., Saya akan memberikannya Resep obat untuk Anda, Supaya ketika gejala penyakitnya Kambuh Anda Tidak terlalu kewalahan menahan Sakitnya."

__ADS_1


"Terimakasih, Tapi Apakah obat-obatan itu tidak membahayakan kandungan Saya."


"Tidak Sama sekali Nona, Saya pastikan Anda bisa mempertahankan Kandungan Anda, Jika sudah Bayinya lahir. Anda Harus segera Operasi pengangkatan Rahim, Agar sel kanker itu tidak menyebar."


"Terimakasih Dokter, Saya permisi." Jawabku setelah mengambil Resep itu dan segera bergegas pergi dari Rumah sakit itu.


Aku sangat terpukul, Disisi lain aku bahagia, Namun di sisi lainnya aku sangat sedih. Lantaran Bayi malang ini, Mungkin Saja tidak akan mendapatkan kasih sayang dariku, Karena setelah dia lahir ke dunia ini, Mungkin aku sudah tiada. ''Hiks...hiks...Hiks" Lirihku.


"Ya Tuhan jika aku harus mati Aku bersedia, Asalkan Anak ini tetap hidup dan menjaga suamiku." Nak maafkan mama Ya, mungkin mama tidak bisa menemani mu ketika kamu lahir Nanti." Sambil mengelus-elus perutku.


"Sayang Aku Cari kamu ke Ruangan Dokter cantik, Kamu tidak ada. Ternyata kamu sudah selesai yah."


Kemudian Aku menoleh dan Ternyata Suara itu adalah Adrian Suamiku.


"Kamu mengagetkan ku Saja sayang...,Aku punya kejutan untuk kamu." Aku berusaha menyembunyikan Kesedihanku, Lantaran aku tidak mau Adrian mengetahui penyakit ku.


"Kejutan Apa,,? Aku sudah tidak sabar."


"Kamu baca sendiri dan lihat hasilnya Apa." Sambil menyerahkan hasil USG.


Setelah membaca Surat dari Rumah sakit, Dan melihat hasil USG. Mata Adrian berkaca-kaca, Ia tersenyum bahagia. Memeluk dan mencium Dahiku . Aku Sangat Bahagia melihat senyum itu, Meski Nantinya aku tak akan menikmati senyumannya lagi, Setidaknya di detik-detik Terakhir ku, Aku bisa melihat suami tercinta ku tersenyum.


"Benarkah ini semua, Benarkah kamu mengandung Anakku." Terimakasih Tuhan, Akhirnya aku mempunyai keturunan dari perempuan Yang aku cintai."


Adrian memelukku dan mencium ku, Iya Begitu gembira. Aku juga sangat bahagia melihat nya, Terlebih lagi kedua mertuaku sangat menantikan Anakku.


"Mama dan papa pasti sangat bahagia sayang Jika mengetahui kabar baik ini." Ucap Adrian.


"Iya Sayang mereka pasti sangat gembira,"


"Yasudah kalau begitu kita pulang dan kasih tahu kabar baik ini." Sahutnya Sambil merangkulku menuju Parkiran.


Setelah di dalam mobil Adrian begitu sangat memperhatikan ku, Bahkan ketika aku akan duduk di kursi Jok, Ia memasangkan Bantal ukuran kecil sebagai Tatakan untuk ku Duduk.


"Sayang Tidak usah berlebihan." Ucapku Tersenyum, Kemudian Kami pulang dari Rumah sakit menuju Rumah kediaman keluarga Kami.


##############################


POV-AUTHOR


" Ya Tuhan sakit sekali, Rasanya seperti di Tusuk-tusuk . Akhhhh Sakittt." Gumam Karina Sambil memegang bagian perut yang Sakit, Namun ia berusaha menahan Rasa sakit itu di hadapan Adrian, Keringat dingin mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.


Adrian Mulai Menyadari Ada keanehan dari perubahan sikap Istrinya, Ia menatap lekat Karina Yang sedang menahan Rasa sakitnya.


"Sayang...,Kamu kenapa,,? Kamu baik-baik Saja kan ! " Tanya Adrian Yang mulai mengkhawatirkan Istrinya.


"Adrian tidak boleh Curiga, Kalau aku sedang merasakan Sakit ini." Gumam Karina.


"Ahahha....,Aku baik-baik Saja. Aku Tidak kenapa-kenapa ! Tidak Usah mengkhawatirkan Aku Sayang." Ucap Karina Sambil menahan Sakitnya.


"Oh Ya...,Mungkin kamu pegal Yah. Sini Aku gendong." Timpal Adrian Sambil menyodorkan Bahunya Pada Karina.


"Kamu Apa-apa an Sih, Orang aku Tidak kenapa-kenapa." Balas Karina Sambil berfikir mencari Cara agar bisa merasakan Sakit nya dengan Aman. Seketika Terbesit Ide di kepalanya Yang bermunculan.


"Ahahha..., Sayang Aku duluan Yah ! Aku kebelet buang air kecil." Dusta Karina Bergerak Cepat memasuki Rumahnya ia segera menuju kamar mandi.


"Woahhh." Ekspresi Apa Itu. Aku kira dia sedang merasakan Sakit, Ternyata cuman menahan hajatnya." Ucap Adrian Tersenyum melihat tingkah Istrinya.


Kemudian Adrian segera menyusul Karina yang sudah lebih dulu ke dalam Rumah, Namun Adrian duduk di Ruang keluarga menunggu Istrinya yang Masih berada di Toilet.


"Rupanya Kamu sudah pulang, Mana Karina. Bagaimana Hasilnya, Apakah Karina positif Hamil." Ucap Icha mengagetkan Putranya Yaitu Adrian.


"Mama, Mengagetkan ku Saja. Karina sedang Ada di Toilet, Kalau mama mau tahu baca Aja surat dari Dokternya , Nih ! " Timpal Adrian Sambil menyerahkan Surat bukti kehamilan Istrinya.


Icha Sangat bahagia setelah membaca Surat Dokter Yang di berikan Oleh Adrian Padanya. Binar Bahagia Tercekat jelas dari wajah Icha, Bisa di katakan dialah orang pertama Yang sangat bahagia setelah Adrian & Karina.


Karena Yang Paling mendambakan Cucu adalah Icha.


"Pah..., Papa." Teriak Icha memanggil Suaminya .


"Iya Mah...,Ada Apa ,,? Sampai berteriak-teriak Seperti itu." Sahut Syafiq Sambil menuruni Tangga.


"Papah, Kesini cepat ! Kita bakal punya cucu dari Adrian dan Karina Pah." Ucap Icha kegirangan.


"Woahhh...,Benarkah. Kalau begitu, Kita harus Rayakan ini ma." Sahut Syafiq begitu Antusias.

__ADS_1


"Jelaslah Pah...,Kita harus Rayakan ini. Iyakan Adrian." Ucap Icha Terhadap Adrian.


"Iya Mah...,Adrian Dan Karina ikut saja apa kata mamah." Timpal Adrian.


Namun Karina bersedih menatap kepada Tiga Orang Yang saat ini berbahagia itu.


"Ya Tuhan." Aku sungguh terharu melihat mereka Seantusias ini menyambut Anggota Keluarga barunya, Meski masih berada di dalam perut." Nak....,Sehat terus ya di dalam sana. Mama Janji akan melahirkan mu dengan Selamat, Meski nanti mama Tidak bisa merawat mu, Mama Yakin kamu akan bahagia dengan Oma, Oppa dan Papa mu." Lirih Karina Sambil menyeka buliran putih yang membasahi pipinya.


"Ngomong-Ngomong," Karina kenapa tidak berbaur dengan Yah. Lama sekali ke toilet nya." Ucap Icha sambil melirik ke kanan dan kiri, Ia kelewat bahagia lantaran cucu yang di dambakan nya Kini telah ada di dalam Rahim menantu kesayangan nya.


"Karina disini Ma...,Ada apa ! " Ucap Karina menghampiri Icha, Syafik & Adrian.


Langkah demi langkah karina berusaha memapah kakinya Yang mulai terasa lemah, Dengan Susah payah karina melangkah mendekati Adrian, Tiba-tiba Saja Karina Jatuh pingsan.


Pandangan nya semakin buram, Suara mertuanya semakin samar terdengar olehnya.


"Karinaaa....,Bangun karina." Kamu kenapa Sayang." Adrian begitu panik melihat istrinya Yang tiba-tiba saja jatuh pingsan, Bersyukur Adrian berhasil menopang Badannya.


Icha Terlihat Sangat panik, Ia segera menelpon Dokter langganan keluarganya, Untuk segera mengobati Menantunya.


"Cepat Bawa Karina ke kamar Kamu Nak...,Biar mama Yang menghubungi Dokter." Ucap Icha Panik.


kemudian Adrian menggendong Istrinya menuju ke kamarnya, Dan membaringkan Karina di sana. Wajah karina terlihat pucat pasi karena penyakitnya. Namun Adrian tidak mengetahui soal apa yang di derita Istrinya itu.


"Ada apa sebenarnya dengan kamu Sayang...,kenapa wajahmu terlihat pucat seperti ini. Apa Mengandung anakku Membuat mu kelelahan seperti ini." Ucap Adrian Terduduk di samping Karina sambil menciumi tangan Istrinya.


Tidak berapa lama Dokter Keluarga mereka datang dan memeriksa Karina, Terlibat disana Syafik, Dan Icha. Yang terlihat prihatin melihat keadaan Menantu kesayangan nya terbaring lemah.


" Baiklah Saya Akan Coba periksa Istri anda Tuan, " Ucap Dokter.


"Iya silahkan Dokter." Sahut Adrian.


Dokter itu mengambil sampel Darah Karina untuk di uji coba ke lab, Agar mengetahui apa penyebab dari karina Yang tiba-tiba saja jatuh pingsan.


"Mungkin saya akan mengambil sedikit darahnya, Untuk di periksa ke lab. Nanti saya akan kabari jika hasilnya sudah keluar. Untuk saat ini Nona karina Hanya perlu istirahat Saja. Saya akan berikan Ia vitamin saja." Ucap Dokter Setelah selesai memeriksa keadaan Karina.


"Apakah Istri saya baik-baik saja Dokter,,?" Tanya Adrian Risau.


"Untuk Saat ini saya belum bisa menyimpulkannya, Tuan. Nanti jika hasil tes nya keluar saya kabari Anda." Balas Sang Dokter sambil merapikan Alkesnya.


"Terimakasih Dokter, Segera kabari saya jika Hasilnya sudah keluar yah ! " Ucap Adrian.


"Tentu Tuan, Anda jangan terlalu khawatir Yah. Cukup berdoa saja agar tidak terjadi sesuatu pada Nona karina." Balas Dokter tersebu.


Kemudian Icha ikut menanyakan Tentang bayi yang ada di dalam Kandungan menantunya.


"Dok..., Bagaimana keadaan Bayi yang ada di kandungan nya,,?" Apakah dia baik-baik Saja !" Ucap Icha bertanya pada Dokter itu.


"Kandungan nya sangat Sehat, Kalian harus memberikan perhatian ekstra. Jangan biarkan Nona Karina stres karena ini semua bisa berpengaruh kepada kesehatan bayinya." Tutur Sang Dokter itu.


"Baiklah Dokter, Terimakasih. Karena kami sudah merepotkan Anda semalam ini." Ucap Syafiq.


"Ahhh Anda tidak usah sungkan pada Saya Tuan Syafiq, Karena semua itu sudah kewajiban saya." Timpal sang Dokter berjalan keluar dari Kamar Karina & Adrian.


"Baik Tuan Syafiq Saya pamit dulu Yah, Tuan Adrian , Nyonya Icha Saya pamit Yah." Ucap Dokter itu menunduk kan kepala kepada Icha & Adrian.


"Iya Dokter silahkan, Mari Saya Antarkan Anda Ke depan." Sahut Syafiq mengikuti langkah Dokter itu.


Sementara Adrian dengan setia menemani Istrinya yang masih terbaring tak sadarkan diri.


"Karina..., Selamat Istirahat Ya sayang. Semoga lekas sembuh dan kita bisa Tertawa bareng lagi." Ucap Adrian mencium dahi Istrinya.





**Nextpart...


Ikuti terus kisahnya yah...


Jangan lupa Like, Vote dan Komentar nya...


Happy Reading**...

__ADS_1


__ADS_2