Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Kelumpuhan Paska Koma


__ADS_3

Akhirnya Sherlly sadarkan diri dari pengaruh Obat bius, Setelah menjalani operasi plastik guna mengubah Wajahnya. Meskipun itu Secara Paksa.


Ia Mengitarkan Penglihatan nya. Dia Tahu kalau sekarang masih berada di Rumah Sakit, Ia


berusaha dengan Sebisa mungkin Untuk melarikan dirinya dari Rumah Sakit.


"Akhhhhh." Pekik Sherlly merasakan kesakitan Saat dia mencabut Selang infus dari Tangannya.


Darah berceceran dari tangannya, saat jarum infus berhasil di cabut Olehnya. Kemudian Dia "Sherlly" berjalan Gontai dengan tubuh yang masih lemah dan Wajah yang masih di balut perban, Ia hanya mengkhawatirkan Putri angkat nya Yaitu Bulan.


Selangkah demi selangkah Sherlly berjalan, Kemudian dia bersandar pada Dinding Rumah Sakit. Sambil menekan Tangannya yang masih meneteskan Darah.


"Bulan...,Ibu akan berusaha Keluar dari sini sayang...,Hiks...hiks...hiks..." lirih Sherlly sambil menekan tangan.


"Ya Tuhan Maafkanlah semua kesalahan ku di Masalalu, Jika ini akibat dari perbuatan Jahat ku. Aku Ikhlas Tuhan..., Asalkan di sisa Hidup ku, Kau Mengubah Semua pandangan Orang Terhadap ku, Yang Tadinya membenciku jadi bisa memaafkan semua salahku." Gumam Sherlly.


Sesekali Sherlly mengingat kejahatan Yang telah banyak merugikan Karina, Hingga membunuh Kedua Orang tua Karina. Akhirnya Sherlly menyadari kesalahan yang amat menyakitkan hati Seorang karina. Karena Dendam nya Terhadap Orang tua Adrian.


"Hey...,Nona Sherlly." Teriak Para petugas Yang menyadari Sherlly menghilang dari Kamar rawat.


Kemudian Sherlly Berlari Meski masih dalam keadaan lemah, Pasca Operasi. " Aku harus lari dari sini...,Aku tidak bisa terus-terusan disini." Gumam Sherlly, Berlari sambil berusaha mencari Cara agar dapat lolos dari kejaran, Petugas Medis bayaran Adrian.


Terlihat di depannya Ada kamar Jenazah, Akhirnya Sherlly dengan Rasa terpaksa memasuki Ruangan jenazah. Tak lama datang petugas Medis yang mengejar Sherlly, Berdiri di depan Ruang Jenazah.


"Kemana, Perginya wanita itu?" Ucap Petugas Medis, Merasa Heran.


"Gila...,Cepat sekali dia pergi." Ucap Petugas Medis Yang satunya.


"Kalau begitu kita berpencar, Kamu kesana dan Aku Kesana! " Tunjuk nya ke berbagai Arah.


"Oke Baiklah kita berpencar."


Sherlly Berusaha membengkap Mulutnya, Lantaran Takut melihat Mayat yang begitu banyak di dalam Ruangan itu.


"Aku harus tetap diam di sini Sampai, Orang-orang itu pergi." Gumam Sherlly, Berjongkok di bawah Ranjang Mayat.


Tiba-tiba Saja Tangan Mayat itu bergerak Jatuh," Akhhhh." Teriak Sherlly ketakutan, Dengan Segera Ia keluar dari Ruangan itu dengan Rasa ketakutan.


"Brughh." Akhhhhh.."..Pekik Sherlly Ia terjatuh. Dan berusaha bangkit sambil menoleh ke sekelilingnya, Untuk memastikan Tak ada yang mengejar nya.

__ADS_1


"Huhhhh." Syukurlah mereka sudah Tidak ada!" Ucap Sherlly menghela Nafasnya. Sesaat kemudian ia berjalan ke Arah pintu Exit Rumah Sakit, Pintu belakang bangunan Besar itu.


🌷🌷🌷


Sementara Adrian tengah berbahagia lantaran, Karina kini sudah Sadarkan diri. Namun Tiba-tiba Saja karina berniat ingin Bangkit Kaki nya Tak bisa bergerak Sama Sekali.


"Sayang..., Jangan Banyak bergerak dulu Yah! Kamu baru sadar, Perbanyak Istirahat saja Yah." Ucap Adrian.


"Tidak Sayang...,Aku sudah baik-baik saja. Aku sudah sembuh." Balas Karina bangkit, Meski dengan Suara yang masih terbata-bata.


"Akhhhhh...," Kaki.,ku..,Kaki..,ku, Kenapa Tak bisa di gerakan sama sekali." Ucap Karina Terkejut Dengan penuh Rasa kekhawatiran.


"Apa...," Adrian Panik.


"Hiksss...,Hiksss." Kaki aku Tidak bisa di gerakan Sama Sekali Adrian..., Aku tidak Mau lumpuh Adrian. Aku tidak mau lumpuh." lirih Karina menangis sesegukan.


"Karina Sayang...,Kamu Yang sabar yah. Aku pastikan ini hanya Sementara saja. Kamu Harus tenang Sayang." Ucap Adrian Panik, Sambil keluar dari Kamar Rawat Istrinya.


Sementara Icha dan Syafiq Yang berada di Ruang Keluarga, Sambil bermain dengan Bintang Cucunya, Heran Melihat Putranya berjalan dengan Terburu-buru.


"Kenapa Adrian,,?" Tanya Icha Heran.


"Ada apa sebenarnya Nak,,?" Timpal Syafiq.


"Kaki Istriku, Sama Sekali tidak bisa digerakkan Pah...,Mah." lirih Adrian.


Icha Sangat terpukul setelah mendengar ucapan Adrian, Begitu juga dengan Syafiq. Mereka Langsung Bergegas Keruang Rawat Karina Berusaha menenangkannya.


"Hiks...,Hiks...,Hiks." lirih Karina Berusaha bangkit dari tempat tidur nya, Namun tetap Tidak berhasil.


"Aku benci semua ini...,Aku benci dengan Kakiku yang lumpuh Ini." Lirih karina Sambil memukul-mukul lututnya.


"Sudah Sayang...,Sudah. Kamu harus sabar sayang." Ucap Icha sambil memeluk Menantunya.


Sementara Syafiq hanya Berdiri sambil menggendong bintang, Cucunya.


"Mah...,Maafkan Karina mah...,Karina bukan lagi menantu yang bisa mama banggakan. Karina Sudah tak berguna mah...,Hiks...hiks...hiks." lirih Karina Menangis, dan Tetap di peluk oleh Icha.


"Tidak Sayang...,Kamu tetap menantu kebanggaan Mamah. Bagi mama kamu adalah wanita terbaik bagi Adrian,Sayang." Timpal Icha Berusaha Menenangkan Karina.

__ADS_1


Kemudian Adrian menghampiri Karina, setelah menghubungi Dokter Rudy.


"Sayang...,Kamu ngomong apa sih! Kamu tetap Istri Yang sempurna bagiku, Kamu tahu itu kan. Kamu tidak akan pernah bisa digantikan dengan Wanita manapun, Kamu Jangan Nangis lagi Yah." Adrian memeluk erat Karina,Mengelus Rambut panjang istrinya.


Tidak berapa Lama Dokter Rudy dan Asisten nya Datang. "selamat Siang pak Adrian." Sapa Dokter Rudy terhadap Adrian yang sedang menenangkan Istrinya.


"Cepat' Dokter! Kenapa Istri saya bisa seperti ini." Ucap Adrian Panik.


"Baiklah Saya akan segera memeriksa Istri anda. Suster Cepat bawakan peralatan dan berikan obat kepada Nona Karina." Ucap Dokter Rudy, Terhadap Adrian dan memerintah Susternya.


Kemudian Suster atau Asisten Dokter, menyuntikkan Penenang ke Botol infus Yang tersambung dengan Tangan Karina, Agar Karina Bersikap tenang dan Tak histeris.


"Permisi Tuan Adrian, Lebih baik Anda sekeluarga Tunggu di luar saja yah! Biar Saya dan Dokter Yang menangani Istri Anda." Pinta Suster kepada Adrian Dan Keluarganya.


"Dokter Rudy Tolong Istri saya...,Saya yakin Istri Saya akan Sembuhkan Dok...,ter." Ucap Adrian dengan penuh Harap.


"Serahkan semuanya pada Tuhan, Saya yakin Nona Karina bisa seperti ini berkat campur tangan Tuhan. Saya hanyalah perantara saja Tuan Adrian." Balas Dokter Rudy.


"Benar Kata Dokter Rudy Nak...,Lebih baik Kita berdo'a," Sahut Icha meyakinkan putranya.


Kemudian Icha menoleh ke Arah Karina, Yang perlahan memejamkan matanya, Karena pengaruh Obat penenang yang di suntikan Asisten Dokter.


"Semoga Semua Ini Segera berakhir, Karina menantu mama Cepat sembuh Sayang." Gumam Icha sambil menyeka Air mata.


"Ayo Drian...,Kita keluar. Biarkan dokter Rudy memeriksa Karina, Ayo Mah..., Papah Harap Mamah Yang kuat yah. Lihat Bintang, Jika kalian berdua Terpuruk siapa Yang akan merawat Bintang." Ucap Syafiq berusaha memberikan semangat kepada Anak dan istrinya.


🌷🌷🌷


Hallo Readers


Ikuti terus Kisahnya yah.


Jangan lupa Tambahkan ke kolom Favorit.


Jangan lupa Tap Bunga...


Jangan lupa Like,Vote, Komentar...


Happy Reading...

__ADS_1


Mari Saling mendukung...


__ADS_2