
Adrian memeluk istrinya yang sedang mengganti pakaiannya, di depan cermin lemarinya. Karina tampak terlihat memasang anting-anting ke telinganya, Ia sangat cantik dengan stelan dress berwarna merah ati. Bibirnya merah merekah di balut dengan lipstik.
Sedangkan suaminya sudah lebih dulu berpakaian rapi, Mengenakan stelan kerjanya.
"Kamu cantik istriku." Bisik Adrian sambil memeluk karina dari belakang.
"Kamu memang paling bisa memujiku, Terimakasih atas pujiannya suamiku." Sahut karina mengelus pipi tampan Adrian yang tenggelam di pundak Karina, menatap pada cermin di depannya.
Sejenak Adrian melepaskan pelukannya dan mengajak istrinya, Untuk berangkat ke kantor.
"Yasudah kita berangkat ke kantor yuuk, Aku ada kerjaan siang ini. Sepulang dari kantor kita jemput Papa, Mama dan Bintang di hotel." Ucap Adrian melepaskan pelukannya.
"Ayo kita jalan sekarang." Timpal karina mengambil tas bermerk miliknya di nakas, Kemudian melanggkah keluar dari kamarnya.
Di ikuti oleh Adrian yang mengekor di belakang Karina.
Mereka berjalan bersamaan,Menuju mobil mewah yang terparkir di depan mansion.
"Silahkan masuk ratu ku," Ucap Adrian sambil membukakan pintu mobil untuk Karina.
"Terimakasih yang mulia," Timpal Karina terkekeh.
"Kok yang mulia sih." Ucap Adrian mengernyitkan dahinya.
"Kan kamu panggil aku ratu mu, dan kamu yang mulia raja begitu maksud aku." Balas Karina tersenyum.
"Ya ...,Ya...,Masuk akal juga Eheheh." Sahut Adrian sambil menutup kembali pintu mobilnya.
Kemudian Adrian berlari mengitari mobilnya, Memasuki pintu Kemudi nya. Dan menstarter mobilnya membelah jalanan kota di siang hari.
Dalam perjalanan nya tiba-tiba saja Devano menelpon Adrian, Agar datang ke sebuah boutique bersama dengan karina. Lantaran Devano ingin meminta saran dari Sahabatnya itu.
"Drt...,Drt..." Ponsel Adrian bergetar, Kemudian Adrian meminta istrinya untuk mengangkat panggilan tersebut.
"Sayang, Coba tolong lihat siapa yang menelpon ke Handphone ku." Ucap Adrian meminta tolong pada Karina.
Kemudian Karina mengambil ponsel suaminya, Mengusap layarnya.
"Devano yang menelpon." Ucap Karina.
"Yasudah angkat telpon nya." Pinta Adrian terhadap Karina.
"***Halo ...,Kenapa Dev? " Tanya karina via sambungan ponsel.
"Ini karina ya? Adrian nya ada Rin?" Sahut Devano diseberang sana.
"Ada...,Drian lagi nyetir! kenapa memangnya Dev? " Timpal Karina .
__ADS_1
"Rin bisa minta tolong gak, Kalian datang ke season city mall yah." Ucap Devano.
"Season city..., Memangnya kamu sudah berada di indo." Tanya karina sedikit terkejut.
"Iya aku dan Sasha sudah kembali dari germand. Sekarang lagi di boutique. kami sedang fitting gaun pengantin. kalian datang yah, Sekalian aku mau nanya wedding organizer." Sahut Devano diseberang sana.
"Oke kami akan kesana, Yasudah yah nanti aku samperin kamu." Ucap Karina.
"Terimakasih Rin, Ditunggu yah!" Ucap Devano mengakhiri panggilan nya***.
Sedangkan Adrian terfokus dengan kemudinya, Meski sambil mendengarkan percakapan karina dengan Devano sahabatnya.
"Devano mau ngapain sayang?" Tanya Adrian disela menyetir.
"Dia sudah pulang ke indo ternyata Dri, Dia meminta ketemuan di season city. kamu bersedia kan." Ucap Karina memberitahu Adrian.
"Kapan pulang nya dia, Mau ngapain dia minta ketemuan di season city?" Sahut Adrian disela mengemudikan mobilnya.
"Dia mau minta pendapat kita soal wedding organizer sayang. Kamu bersedia nggak." Ucap Karina mengulang pertanyaan nya.
"Yasudah kalau begitu, kita ke sana.Coba kamu tolong wa Davin dan Tiwik. Suruh membatalkan meeting untuk hari ini." Ucap Adrian sambil memutar arah.
Sedangkan Devano bersama Sasha dan juga Ratu. Menunggu kedatangan Adrian dengan Karina di season city mall. Ditemani Rama dan Aquilla yang membawa putrinya, Yaitu Malam.
Mereka duduk bersama di sebuah restoran yang berada di dalam mall tersebut.
"Tentu saja mereka akan datang kemari," Timpal Devano.
"Syukurlah! Aku kira mereka tidak akan datang kemari." Sahut Aquilla penuh syukur. Lantaran ini adalah kesempatan nya untuk memohon maaf pada Adrian dan Karina.
"Tampak nya kau terlihat tegang quill," Ucap Sasha kepada Aquilla.
"Hah..., Enggak! kata siapa aku tegang. Kau juga terlihat gugup Sha, Kenapa?" Aquilla membalikkan pertanyaan.
"Ahahahaha...,Kau ini." Kenapa aku harus gugup jika bertemu dengan mereka. Kau ini ada-ada saja." Sahut Sasha, Namun benar dugaan Aquilla Sasha memang terlihat gugup. Lantaran ini adalah pertemuan pertama mereka dalam keadaan berkumpul.
"Huhhhh..., Mudah-mudahan..., Aquilla tidak membahas soal penculikan Riana disini." Gumam Sasha gelisah.
Rama menyadari Sasha dan Aquilla masih belum bisa berdamai dengan masa lalu nya, Soal kejahatan yang telah di lakukan oleh Sasha dan Sherlly tak pernah termaafkan oleh Aquilla.
"Kalian ini kenapa? Masih terlihat canggung dan saling menyindir sih. Lupakanlah masalalu kita yang buruk. Aku mohon Sha maafkanlah kesalahan Aquilla. Begitu juga dengan kamu Sayang. Berdamailah dengan Sasha." Ucap Rama berusaha menyatukan Aquilla dan Sasha.
"Benar kata kamu Ram...,Kita ini sudah semakin tua. Tidak ada untungnya juga jika terus bermusuhan. Sasha...,Tolong saling memaafkan yah." Bujuk Devano terhadap Calon istrinya.
"Aku sudah memaafkan Aquilla,Dev! Lagian yang salah itu aku bukan Aquilla. Quilla...,Aku minta maaf yah atas kejahatan aku padamu. Kita mulai bersahabat lagi seperti dulu yah." Ucap Sasha mengulurkan tangannya.
"Oh iya Sha...,Lagian tidak ada gunanya juga kita terus seperti ini. Kasihan anak-anak kita! Bisa-bisa mereka mencontoh hal buruk dari kita, Sebagai orang tuanya." Balas Aquilla menyalami Sasha.
__ADS_1
Kini Aquilla dan Sasha telah saling meminta maaf, Mereka kembali bersahabat setelah berbagai permasalahannya telah terselesaikan.
Kini tinggal Adrian dan Karina, Yang masih belum menerima permintaan maaf dari Aquilla dan Rama. Karena tak mudah untuk Adrian dan Karina memaafkan kesalahan yang telah keluarga mereka perbuat.
Kini Adrian dan karina telah sampai di Season City, Dan melihat ke arah Devano yang sedang mengobrol bersama dengan Aquilla dan juga Rama.
"Aquilla...,Rama!" Gumam Karin.
Perlahan mereka mendekat ke arah Para sahabatnya itu.
"Devano." Panggil Adrian sambil menatap tajam pada Keberadaan Rama dan Istrinya.
"Halo Dri..., Akhirnya kalian datang juga." Terlihat senyum mengembang dari bibir Devano, Ia bahagia kini para sahabatnya itu telah berkumpul.
"Halo Rin ..., Silahkan duduk." Ucap Sasha, Sambil menarik kursi untuk karina.
"Eh iya..., Bagaimana kabarmu Sha. Maaf loh aku tidak bisa menyambut kedatangan mu." Ucap Karina terduduk di kursi.
"Rin..., Bintang mana? Kamu tidak membawanya."Ucap Rama.
Namun pertanyaannya di potong oleh Adrian. " Ya...,seperti yang kamu lihat Ram." Ucap Adrian dingin.
"O iyah." Sahut Rama Kembali terdiam, Ia enggan berbicara lagi ketika melihat tanggapan Adrian masih dingin terhadap nya.
"Rin...,Aku mohon maaf sama kamu yah. Aku tahu Keluarga ku telah bersalah sama kamu. Atas nama besar Keluarga ku tolong maafkan lah aku Karina."Lirih Aquilla dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Seketika Karina terdiam jauh di lubuk hatinya, Ia tak tega melihat sahabatnya memohon, Merendahkan dirinya di hadapan banyak orang.
Sedangkan Adrian terlihat mengepalkan tangan, Namun Karina berusaha menenangkan Adrian, Menangkup tangan suaminya itu.
"Aku sudah memaafkan mu Aquilla...,Begitu juga om Ryan. Aku sudah melupakan masa kelam itu. Aku tahu kalian adalah orang yang sangat baik terhadap ku." Lirih Karina menatap Rama.
Sedangkan Adrian masih enggan memaafkan Keluarga Rama, Terlebih lagi ayahnya Rama, Yaitu Om Ryan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo Readers...
Jangan lupa like,Vote,komen dan tambahkan Novel ini ke kolom Favorit kalian yah...
Mohon maaf jika masih banyak kesalahan dalam kepenulisan.
Aku harap kalian terhibur dengan karyaku ini...
Sampai bertemu di Bab berikutnya...
Happy reading...
__ADS_1