
Sore itu langit begitu mendung hingga hujan Turun mengguyur Ibu kota. Kerlap-kerlip lampu jalanan terlihat benderang saat sisa tetesan air hujan tertinggal di celah-celah nya.
Terlihat Adrian baru saja memasuki kawasan perumahan Elite yaitu tempat kediamannya. Ia menggunakan Mobil Lamborghini Hitam melintas di jalannya Sekilas ia berhenti di depan gerbang dan membunyikan klakson nya.
setelah pintu gerbang Rumahnya terbuka ia segera bergegas menuju Rumahnya dan segera ke kamarnya, Alangkah Terkejut nya saat dia membuka pintu kamarnya ia melihat istri dan ibunya sedang menangis.
"Mam." Ucap Adrian di ambang pintu berjalan mendekati Istri dan ibunya yang tengah menyaksikan kekejaman Ryan terhadap Ayu ibu Dari karina.
"Mas Kita harus segera melaporkan Om Ryan, Dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya." lirih Karina Bangkit dari duduknya. Betapa marahnya karina pada saat itu pada Ayahnya Rama yaitu Ryan.
"Kamu yang sabar ya Sayang, Kita akan selesaikan semua ini satu persatu. Sudah ya kamu jangan Nangis lagi !!! Aku janji sama kamu, kalau Om Ryan Akan aku masukan ke penjara Cepat atau lambat itu akan terjadi." Balas Adrian sambil menyeka Air mata istrinya.
"Iya benar kata Karina. Kamu harus secepatnya menjebloskan Ryan ke penjara !!! Mama tidak habis fikir, Selama ini Keluarga kita sudah sangat baik pada keluarganya. Tapi balasannya malah begini." Umpat Icha Yang tidak terima karena Ryan sudah tega membunuh sahabatnya sendiri.
Sementara Syafiq belum mengetahui informasi jika Ayu di bunuh oleh Ryan sahabat mereka sendiri. Syafiq Terduduk di Sopa Yang terdapat di pinggir kolam di halaman belakang Rumahnya. Sesekali iya menyesap secangkir kopinya sambil memandangi tenangnya Air di kolam renang.
"Paa... Bolehkah. Mama duduk di sampingnya papa,,?" Ucap Icha bertanya Seketika menyadarkan lamunan suaminya, Sekilas Syafiq menoleh ke sumber suara yang sudah tidak asing lagi baginya.
"papa kira siapa. Ya boleh dong mah !!! Memangnya Mama kenapa kok tiba-tiba terlihat melow seperti ini sih." Sahut Syafiq Terhadap Istrinya.
Kemudian Icha pun Terduduk di samping suaminya & menceritakan tentang video pembunuhan sahabat nya, yaitu Ayu Yang telah di bunuh oleh Ryan yang merupakan masih sahabat mereka juga.
"Papa harus bantu Adrian & Karina kali ini pah. Tolong Carikan mereka Pengacara yang sangat hebat yah.!!!" Pinta Icha terhadap suaminya. Seketika Syafiq heran dengan permintaan istrinya itu.
"Loh... memangnya kenapa dengan Adrian & karina maa.." Perasaan papa mereka baik-baik saja Tidak sedang Bertengkar." sahut Syafiq Kepada Icha Istri nya.
"Walah si papa ini tidak nyambung. Papa sudah Tahu Ndak si sebenarnya." Ucap Icha Terhadap Syafiq. Sekilas Syafiq heran dengan pertanyaan dan permintaan Istrinya yang Aneh.
"Mama ini kenapa sih. Sebenarnya Ada apa memangnya,,?" Balas Syafiq bertanya.
__ADS_1
"Ini soal Tersangka pembunuh Ayu pah.!!! Papah Tahu siapa orang itu dan ternyata Orang itu Adalah Pak Ryan pah." Ucap Icha Dengan bibir Gemetar.
"Hussst...Ngaur mama ini, Ya tidak mungkin lah . Kita kan tahu Pak Ryan adalah orang baik ma.. Ya Enggak mungkinlah." Balas Syafiq Yang masih tidak percaya.
"Ikhhh si papa di bilangin malah enggak percaya. Mama serius pah !!! Apa lagi Pak Ryan itu ternyata Ayahnya kandung nya si Sherlly anak kurang ajar itu." Gerutu Icha berusaha meyakinkan suaminya.
"Mama Jangan asal bicara Akhhhh !!! Darimana ceritanya Si Sherlly itu Anaknya Pak Ryan, Mama ini Aneh-aneh saja." Ucap Syafiq Pergi meninggalkan Icha Yang terduduk di sopa.
"Duhhhh Si papa ini Orangnya Kurang percayaan banget. Ayo ikut mamah biar mata papa melek siapa sebenarnya Ryan.!!!" Ucap Icha Dengan Rewel menarik Tangan Suaminya untuk melihat Bukti Video pembunuhan Sahabatnya yang dibunuh secara keji oleh Ryan.
"Mau kemana Maah. " Balas Syafiq malas, Namun Icha terus memaksa suaminya agar dengan jelas bisa melihat bukti pembunuhan itu.
"Pokoknya Mama akan buat papa percaya soal Ryan yang membunuh Ayu." Sahut Icha menarik tangan Suaminya sambil melangkah menuju kamar Anak dan menantunya.
Setelah Tiba di kamar Adrian dan Karina, Syafiq meremas Dadanya merasakan sesak lantaran Sahabat Yang begitu dekat dengannya semasa kuliah Yaitu Ryan tega membunuh Ayu Yang merupakan Istri dari sahabatnya juga Yaitu istri dari Hendardi.
"Kita harus segera amankan bukti ini Adrian, Sebelum Ryan bertindak lebih jauh. Dia harus segera dihentikan." Ucap Geram Syafiq.
"Baik pah Aku akan segera hubungi Billy, Agar secepatnya Mengumpulkan bukti-bukti untuk penahanan Om Ryan." Balas Adrian Terhadap Ayahnya .
Setelah Syafiq mengetahui kenyataan itu iya dan Icha Istrinya segera kembali ke kamarnya dan Tak lupa memberikan semangat Pada Menantu kesayangan nya yaitu Karina.
"Karina... Saran papa saat ini Untuk kamu, Tolong Bersabar ya Nak. Papa yakin orang baik akan mendapatkan haknya." Ucap Syafiq mengelus kepala Menantunya.
"Iya Pah...Makasih atas dukungan Papah & semua nasehat papa untuk karina selama ini. Karin tidak tahu lagi harus berbuat apa jika tanpa kalian." Lirih Karina yang terharu karena keluarga Adrian begitu menyayangi nya.
"Sayang kamu ini ngomong apa !!! Kita ini Keluarga kamu, Sampai kapanpun kamu adalah Anak menantu mamah . Yang akan selalu Mama sayangi sampai mati." Ucap Icha Terharu akan Kata-kata yang terlontar dari mulut Karina menantu kesayangan nya.
Malam itu pun berlalu begitu cepat sehingga Pagi-pagi Sekali Billy telah Datang ke Rumah mereka untuk Mengambil Bukti Video pembunuhan itu untuk menyerahkannya ke pengadilan.
__ADS_1
"Kamu harus segera memproses kasus ini Bill, Saya tidak mau menunggu lebih lama lagi. Sudah habis kesabaran saya pada keluarga mereka." Tegas Adrian Sambil mengunyah Sarapannya.
Sementara Billy Hanya Berdiri mencerna Setiap Kata yang di sampaikan oleh bos besar nya itu Yaitu Adrian.
"Masss... kamu sarapan dulu dong. Tidak usah ngebahas Masalah itu dulu Nanti bahas nya kalau sudah di kantor." Ucap karina terhadap Suaminya.
"Iya sayang maafkan mas Yah. Silahkan Bill ikut sarapan bareng kita disini." Ucap Adrian mempersilahkan Asistennya agar ikut bergabung Sarapan dengan keluarga nya.
"Iya Bak Billy lebih baik kamu sarapan dulu. setelah itu baru kamu pergi ke pengadilan." Sahut Syafiq Yang ikut mempersilahkan Pada Asisten anaknya itu.
"Tunggu Apalagi Bill, silahkan duduk !!!" Ucap Adrian Dingin Seketika Billy terduduk lantaran ia takut melihat sorot wajah Adrian yang begitu Tajam padanya.
"Ba...Ba...Baik pak." Balas Billy gugup.
Seketika Karina Terkekeh geli melihat tingkah Adrian Yang sok seram," Dasar kamu mas, Billy sampe Gugup ngejawab kamu. Silahkan Bill di makan Sarapannya." Ucap Karina Ramah terhadap Asisten dari suaminya.
**Next part...
Halo Readers jangan lupa ikuti terus kisahnya yahhh.
Duh tidak terasa sudah di bab ke 101 Terimakasih untuk suport kalian.
jangan lupa terus bantu Vote, like, komentarnya Terimakasih.
"Mohon masukannya jika masih terdapat salah pengetikan kata**."
Jangan lupa mampir juga ke Novel aku yang satu ini yah !!!
__ADS_1