Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Pulang ke Rumah


__ADS_3

Suara Aktivitas dari karyawan Rumah sakit terdengar bising di telinga Adrian Yang masih dikuasai kantuknya. Dengan setia Adrian menemani karina yang sedang di Rawat di Rumah sakit.


Karina terbangun dan menoleh pada Suaminya yang masih tertidur sambil menggenggam tangannya.


"Adrian...,Bangun sayang ini sudah pagi," Ucap Karina dengan suara parau.


Seketika Adrian terbangun dan memijit keningnya sendiri." ini sudah pagi Yah," Balas Adrian dengan suara parau sambil melihat Arloji di tangannya.


"Kamu tidak ke kantor,,?" Tanya karina terhadap Adrian.


"Tidak sayang hari ini aku akan menemani kamu saja." Timpal Adrian seraya bangkit dari tempat duduknya.


"Tidak apa-apa sayang, kalau kamu mau ke kantor aku disini sendirian tidak apa-apa." Balas Karina.


"Enggak sayang" Aku tidak akan membiarkan kamu sendirian Disini, Aku khawatir sama keadaan kamu. O yah aku panggilkan Suster yah untuk kamu." Balas Adrian terhadap istrinya yaitu karina.


" Keadaan aku sudah baik-baik saja sayang, Aku tidak kenapa-kenapa." Untuk apa juga kamu panggil suster orang kata dokter nya juga pagi ini aku sudah boleh pulang kok." Timpal Karina terhadap Adrian.


"Yasudah kalau begitu, Aku Carikan sarapan untuk kamu yah. Kita sarapan dahulu sebelum pulang." Sahut Adrian dan karina mengangguk mengiyakan perkataan suaminya.


Kemudian Adrian bergegas meninggalkan kamar Rawat karina istrinya untuk mencari sarapan. Saat Adrian keluar dari kamar Tempat karina di rawat ia melihat Devano yang tertidur di kursi yang ada di koridor Rumah sakit itu. Kemudian Adrian membangunkan Devano sahabatnya.


"Dev, Bangun Dev." ini sudah pagi." Ucap Adrian membangunkan Devano.


Seketika Devano menoleh pada Adrian yang sedang berdiri di hadapannya.


"Rupanya sudah pagi Yah...," Ucap Devano dengan suara parau.


"kamu semalaman Tidur disini Dev,,? Sorry gue gak tahu kalau lho juga ikut ke Rumah sakit." Balas Adrian terhadap Devano.


"Btw lho mau kemana..., sepagi ini,,?" Tanya Devano sambil beranjak bangkit.


"Gue mau nyari sarapan untuk karina, lho mau ikut !!!" Balas Adrian mengajak Devano mencari sarapan.


"Yasudah gue ikut." Sahut Devano terbangun.

__ADS_1


Devano dan Adrian berjalan beriringan menuju kantin untuk membeli Sarapan, Setelah itu mereka kembali ke kamarnya Karina.


"Bagaimana sayang buburnya enak,,?" Ucap Adrian sambil menyuapi istrinya. Namun karina hanya mengangguk." kalau begitu Tambah satu suap lagi yah, Biar kamu cepet sehat lagi."


"Sudah Sayang aku sudah kenyang" Balas Karina yang ingin segera pulang kerumahnya dan segera mencari Riana.


"Yasudah kalau sudah kenyang, Aku Rapihkan bekas makanannya dulu yah." Ucap Adrian sambil membereskan sampah Makanan.


"Mas..., Setelah pulang dari sini kita langsung cari Riana yah !!! " Ucap Karina memohon pada Adrian.


"Biar aku dan Billy yang mencarinya, Kamu cukup Menunggu kabar dari aku, kamu di rumah saja yah. Kamu harus perbanyak istirahat Sayang." Timpal Adrian terhadap istrinya.


"Tidak Mas..., Aku ingin ikut mencari Riana.!!! Aku tidak bisa tenang kalau aku hanya berdiam diri di rumah saja." Ucap karina yang meneteskan air matanya.


"Sayang...,kamu harus percaya sama aku yah. Aku janji akan secepatnya mengabari kamu jika memang Riana telah ditemukan." Balas Adrian yang berusaha menenangkan Karina." Sudah yah ..., Jangan nangis sayang" Adrian menyeka air mata yang membasahi pipi istrinya.


Kemudian Devano yang baru saja menyelesaikan Sarapan nya, Ia berniat menjenguk Karina pagi itu. Saat Devano akan masuk kamar tempat karina di Rawat ia melihat karina menangis. hingga Akhirnya Devano mengurungkan niatnya untuk menemui Karina dan Adrian.


"Sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk aku menemui karina." Gumam Devano dalam hati menatap pada Karina dari balik kaca pintu.


"Brukkkk"


"Hati-hati dong kalau jalan itu bisa enggak sih lihat-lihat mas." Gerutu Sasha terhadap Devano kemudian ia menoleh.


"Sial Devano, Sedang apa dia disini." Gumam Sasha dalam hatinya.


Sementara Devano masih terpaku menatap Sasha, Di hati kecilnya Devano juga menaruh perasaan nya pada Sasha,Hanya saja dia menampik semua perasaan itu. Seketika Devano tersadarkan Oleh teriak antusias dari putrinya yaitu Ratu, Anak yang dahulu tidak ia inginkan.


"Om baik...," Teriak Ratu antusias.


Seketika Sasha dan Devano menoleh bersamaan terhadap Anaknya.


"Ratu...," Balas Devano seraya tersenyum.


"Om baik kemana saja, Katanya mau maen lagi sama Ratu." Ucap Ratu manja Terhadap Devano yang tak lain adalah Ayah kandungnya.

__ADS_1


Kemudian Devano berjongkok dan memeluk Ratu." Maafkan om baik ya sayang..., Om baik sangat sibuk akhir-akhir ini." Ucap Devano terhadap Ratu.


Sasha sangat marah melihat Devano begitu akrab dengan Ratu, Tapi tidak akrab terhadap nya. "Jauhi anak aku Devano." Geram Sasha.


"Mom..., Ini loh yang waktu di mall itu Om baik yang aku panggil. ini om nya mom, Iya kan om baik." Ucap Ratu dengan polos nya.


"Ratu ayo ikut mommy, Dia ini Om jahat sayang." Balas Sasha sambil menarik tangan putrinya dari Devano secara kasar.


"Enggak mom ini om baik bukan om jahat mom" lirih ratu menangis lantaran dilarang bertemu lagi dengan om baik yang dia maksud.


Sasha terus berusaha menjauhkan putrinya dari Devano, Lantaran Sasha sangat sakit hati karena Devano tidak pernah mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Sementara Ratu terus menatap pada Devano ia menangis lantaran di pisahkan dari Devano.


Kemudian Devano mengejar Sasha, Hatinya tersentuh saat melihat putrinya menangis ia ingin Menenangkan Ratu di saat sedih.


"Cukup Sasha...,Kalau kamu membenciku tidak apa-apa. Tapi jangan pisahkan aku dari Ratu." Ucap Devano Marah karena perlakuan Sasha yang kasar terhadap putrinya.


"kemana saja kamu kemaren-kemaren heuhhh..., Kenapa Baru sekarang Devano kamu peduli pada Ratu." Bentak Sasha.


Devano hanya terdiam tanpa bisa berkata apapun di hadapan Sasha & Ratu putrinya.


"Mulai sekarang jangan pernah kamu mencoba mendekati Ratu, Ataupun memberikan hadiah apapun bentuknya. O yah satu lagi, Jangan pernah sekali-kali kamu berusaha merebut Ratu dari aku. Kamu faham Tuan Devano." Maki Sasha terhadap Devano yang tak pernah mencintai nya.


Sasha kembali bergegas meninggalkan Devano, Meskipun putrinya menangis karena di pisahkan dari Om baik. Devano hanya bisa menatap kepergian Ratu putrinya yang di bawa oleh Sasha ibunya.


Sementara Karina Bersama Adrian Terlihat akan pulang dari Rumah sakit, lantaran karina tetap ngotot ingin segera mencari "Babby R" yaitu Riana putri Tiri nya, Akan tetapi Karina sangat menyayangi Riana seperti anak kandungnya. "Hati-hati sayang" Ucap Adrian sambil membuka pintu mobil.


**Nextpart...


Halo Readers yuuk ikuti terus kisahnya yah...


jangan lupa bantu vote like & koment...


kasih aku bunga sebanyak-banyaknya yah...


Terimakasih teruntuk kalian semoga sehat Selalu...

__ADS_1


Happy reading**...


__ADS_2