
Pagi hari bersama dengan suasana baru, Tiupan angin berhembus menyingkap gorden jendela kamar. Sedangkan sang pemiliknya masih terlelap dalam tidur nya.
Karina terlelap di atas dada bidang suaminya yang di hiasi hairy. Perlahan Adrian membuka matanya mengelus-ngelus pipi cantik istrinya.
"Hei...,Bangun sayang ini sudah pagi." Ucap Adrian dengan suara yang masih di kuasai kantuknya.
Sesaat kemudian Karina terbangun dan menatap wajah tampan Adrian, Suaminya.
"Kau sudah bangun rupanya, Hoaaam..., Badanku sedikit pegal." Sahut Karina sambil menguap.
"Tapi kau menikmatinya kan." Balas Adrian seraya tersenyum.
"Iya sayang, Aku mengakui sangat menikmati permainan lembut mu." Sahut Karina sambil mengedipkan mata nya, Genit.
"Apa kau, Sedang menggodaku?" Tanya Adrian dengan nada manja.
"Tidak...,Siapa yang menggoda mu. Tanpa ku goda kau pun langsung mau kan, Melakukan nya." Timpal karina.
"Asalkan semuanya kulakukan bersama istri tercinta ku ini." Sambil memeluk karina. Yang hanya menggunakan gaun tidur nan seksi.
"Aku mau mandi yah...,Apa kau juga mau mandi?" Tanya Karina terhadap Adrian.
"Tentu saja aku mau mandi, Bareng kamu kan." Ucap Adrian.
"Yasudah ayo kita bareng." Balas Karina sambil menciumi dada bidang suaminya.
Kemudian karina beranjak turun dari ranjang, Begitu juga Adrian. Tubuh bak roti sobek Adrian terekspos ia hanya menggunakan boxer, Lalu berjalan gontai menuju kamar mandi bersama istrinya.
Kini keduanya telah berada di dalam kamar mandi, Di guyur oleh air yang terjatuh dari shower. Kini berbahagialah mereka setelah melewati beberapa cobaan hidup.
Sesekali Adrian memeluk tubuh istrinya dari belakang, Di bawah gemercik air yang terjatuh dari shower.
Sedangkan Devano dan Sasha, Berada di salah satu boutique ternama di Jakarta. Bersama Ratu putri nya. Mereka sedang memilih gaun pengantin yang akan di kenakan nya di hari pernikahannya.
Devano terduduk di sopa, Kemudian Sasha keluar dari ruang ganti pakaian. Seketika Devano takjub dengan kecantikan calon istrinya. Tak sedikit pun matanya berkedip di saat melihat wajah cantik dari Sasha, Calon istri tercinta.
"Bagaimana Dev, Apa kau menyukainya?" Tanya Sasha berdiri di hadapan billioner tampan asal German itu.
Sedangkan Devano masih tak berkedip sedikit pun melihat kecantikan Sasha.
"Daddy..., Mommy cantik kan." Ucap Ratu menyadarkan lamunan Daddy nya.
Devano menelan saliva nya, sesat kemudian angkat bicara. "Cantik...,Kau sangat cantik." Ucap Devano.
"Terimakasih atas pujiannya Dev, Aku bahagia bisa bersama denganmu sampai detik ini." Ucap Sasha.
"Apalagi aku Sha, Ribuan kali lebih bahagia dari kamu." Sahut Devano bangkit mengecup kening Sasha.
"Aku malu Mom's..., Daddy mulai belani cium-cium Mommy." Ucap Ratu polos layaknya anak-anak pada umumnya. Sambil menutup matanya dengan telapak tangannya.
Refleks Sasha dan Devano melepaskan pelukannya. Lantaran mereka tak sadar bahwa di hadapannya ada putri mereka yang masih kecil.
__ADS_1
"Sayang...,Maafkan dad's, Sama Mom's yah! Mommy enggak ngeuh kalau ada kamu, Maafkan mommy yah." Ucap Sasha berjongkok di hadapan putrinya.
"Hehehe...,Cium mommy lagi dad's." Ucap Ratu menggoda daddy nya.
"Hemmm...,Dasar bocah." Sahut Devano tersenyum.
"Kamu sih Dev, Memberikan contoh yang nggak baik tahu pada anak kita!" Ucap Sasha.
"Kok aku sih, Kan kamu juga." Timpal Devano.
"Iyaa...,Aku juga." Sahut Sasha malu-malu.
Pandangan semua orang kini tertuju pada kemesraan Devano dan Sasha. Mereka turut bahagia melihat keluarga kecil itu mesra.
"Wah...,Nona Sasha sangat cantik, Cocok banget mengenakan gaun pengantin ini." Ucap pemilik boutique, Yang mereka jajaki.
"Terimakasih atas pujiannya." Ucap Devano tersenyum.
"Dev..., Berhenti membuatku malu." Sahut Sasha.
"Iya sayang, Maaf." Timpal Devano.
"Dad's..., Mom's. Aku mau ice krim." Rengek Ratu manja terhadap kedua orangtuanya.
"Iya sayang...,Tunggu sebentar yah! Nanti kita beli Ice krim yang banyak, Oke." Timpal Devano membulatkan jarinya.
"Oke dad's." Sahut Ratu manja.
"Ayo sayang..., Kita cari ice krim kesukaan kamu." Ajak Devano mengulurkan tangan pada Ratu.
"Gendong dad's." Rengek Ratu meminta di gendong pada Devano.
"Ratu..., Daddy nya capek loh kalau harus gendong kamu. di gendong sama mommy aja yah." Bujuk Sasha.
"Enggak." Ratu maunya di gendong daddy." Ucap Ratu.
"Yasudah ayo daddy gendong kamu." Ucap Devano sambil mengangkat badan putri kecilnya.
Kemudian mereka keluar dari boutique ternama itu. Mereka bertiga mencari kios ice krim kesukaan Ratu anak satu-satunya.
Sedangkan Rama dan Aquilla kini berada di mall yang sama dengan Devano dan juga Sasha. Tak sengaja mereka bertemu, Hingga mengobrol.
Sasha sedang bercanda dengan Devano dan juga Putri nya. Sekilas Sasha menoleh hingga melihat keberadaan Aquilla yang sedang makan bersama suaminya, Yaitu Rama.
"Itu kan Rama dan Aquilla! Kebetulan sekali bertemu disini." Gumam Sasha.
"Sayang...,Kamu kenapa?" Tanya Devano.
"Dev, Bukannya itu Aquilla dengan Rama kan?" Ucap Sasha. Lalu Devano menoleh ke arah mereka.
"Iya, Itu memang Rama dan Aquilla kayaknya. Wah..., Kebetulan sekali yah." Sahut Devano.
__ADS_1
"Kalau begitu kita samperin mereka aja, Gimana? Sekalian kita berikan undangan untuk mereka." Ucap Sasha.
"Ide bagus, Yasudah ayo kita samperin mereka." Timpal Devano.
Kemudian Devano dan Sasha bangkit menghampiri Rama dan Aquilla, Yang sedang terlihat bersama putrinya.
"Halo Ram...,Bolehkah kami bergabung dengan kalian." Pinta Devano yang kini berdiri di hadapan Rama dan Quilla.
Seketika Rama menoleh ke sumber suara yang berbicara kepadanya.
"Dev." Terkejut.." Rupanya kau sudah kembali." Sahut Rama terkejut.
"Silahkan-silahkan." Ucap Aquilla.
Kemudian pandangan Aquilla terjatuh pada Sasha yang kini menggandeng tangan Devano.
"Kau...,Sasha." Aquilla tercengang.
Ada rasa canggung di antara Aquilla dan Sasha. Karena Aquilla mengetahui rahasia Sasha yang terlibat dalam penculikan Riana, Putri Adrian hasil hubungan dengan Sherlly.
"A..,quilla." Ucap Sasha gugup.
"Ya aku Aquilla. Kau kenapa Sha? kenapa wajahmu terlihat se gugup itu." Ucap Aquilla setengah menyindir.
"Ahahaha...,Kamu ini. Enggak...,kata siapa aku gugup. Biasa saja kok," Ucap Sasha,Berusaha menyembunyikan kegugupannya.
"Oh yah! Baguslah kalau kau tidak gugup." Timpal Aquilla.
Mata Rama dan istrinya saling bertatapan, Lantaran mereka heran dengan sikap Sasha yang begitu ramah.
"Apakah kita boleh bergabung disini?" Ucap Devano meminta persetujuan dari Rama dan Aquilla.
"Tentu saja boleh...,Silahkan duduk." Ucap Rama sambil menarik kursi untuk Devano.
Kemudian Devano duduk, Begitu juga dengan Sasha. Lalu Sasha mengambil kartu undangan di tasnya, Menyerahkan kepada Rama.
"O iya Ram, Maaf mengganggu kalian. Saya kemari hanya untuk menyerahkan ini." Ucap Sasha meletakan kartu undangan di meja. Kemudian Rama mengambil nya.
"Kalian akan menikah?" Sambil melirik ke arah Ratu.
"Ya kami akan menikah." Balas Devano.
"Aku harap kalian datang ke pernikahan kami yah, Karena Adrian dan Karina pun akan datang ke acara kami."Sahut Sasha.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Halo Readers ikuti terus Kisahnya yah...
Jangan lupa like,komen,Vote dan juga tambahkan ke kolom favorit kalian...
Happy reading...
__ADS_1
Semoga terhibur. Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan**.