
Karina enggan beranjak dari pemakaman ibunya." kesedihan terus menyelimuti Hatinya , Sementara Adrian Kasihan terhadap Karina Yang terus menerus menangis. Icha ikut serta menenangkan Menantunya Yang belum bisa menerima kematian ibunya Yang begitu menggemparkan nya.
"Hiks... hiksss...
Tolong bangun kan Aku dari mimpi ini Adrian, Aku gak kuat kalau harus mommy Yang meninggalkan aku, Tolong tampar aku Adrian dan Bilang kalau semua ini hanya mimpi hiks...hiks..hiks..." Karina menangis sambil memukul-mukul Dada Bidang Adrian.
"Cup...cup...
sudah sayang Yang sabar Bukan cuma kamu aja Yang sedih atas kepergian Mamah, Aku juga sedih sayang Kami semua Yang ada disini sangat sedih." lirih Adrian Mengelus-elus kepala "Karina"!
"Kamu Yang ikhlas Ya sayang, Masih Ada mamah disini. Kamu enggak sendirian di dunia ini sayang." Icha menangis Memeluk karina menantunya.
"Tapi aku maunya mommy Adrian, Aku butuh Mommy". Hiks...hiks..."
"Rin Lho yang sabar Ya ,lho jangan terus-terusan seperti ini Rin lho harus Ikhlasin Tante Ayu Rin. gw yakin Tante ayu sebenarnya Tidak ingin meninggalkan kita" Mungkin Tuhan punya Rencana Lain untuk lho" Ucap Aquilla Yang ikut menenangkan Sahabatnya.
"Benar kata Quilla sayang, Lebih baik kita Doa kan Mommy kamu Ya. Ayo kita pulang" Aku gak mau kalau kamu jatuh sakit lagi, Kamu percayakan sama aku. pasti aku cari siapa pelaku pembunuhan ini." Ucap Adrian.
"Rin, Jujur gw juga ikut terpukul dengan Kejadian ini. Jujur gw sedih Rin, Tapi saat ini Aku hanya bisa mendoakan Mommy lho." Gw Yakin suatu saat orang Yang membunuh mommy lho Pasti dapat ganjaran Yang setimpal, lho harus percaya sama gw. Ayo kita pulang Ya, Hari sudah semakin sore Rin" Timpal Rama Yang ikut menenangkan "Karina" sahabatnya.
"Tapi gw masih Ingin di sini Ram, kamu Tau kan gw sedih Ram. coba kamu Ada di posisi gw, pasti lho bakal Rasain apa Yg gw Rasain. kalian Gampang ngomong seperti ini karena kalian tidak pernah kehilangan seseorang Yang sangat penting dalam hidup kalian,"hiks...hiks...hiks..."lirih karina .
"Karina Sayang sudah sayang , Baiklah kita akan disini selama Yang kamu mau. Aku akan terus mendampingi kamu, sudah Ya jangan Nangis lagi" Ucap Adrian Memeluk karina Yang sedang sedih Campur emosi Karena Terus menerus di bujuk pulang Oleh sahabat dan mertuanya.
Adrian Menyuruh Aquila dan Rama untuk pulang lebih dahulu karena Ia mengerti Kalau Istrinya sangat terpukul Atas kematian ibunya.
"kalian lebih baik pulang saja, Aku takut Kalau Karina berbalik marah pada kalian. Makasih Ya kalian sudah menyempatkan Untuk datang ke peristirahatan Terakhir Mommy nya karina" Ucap Adrian Terhadap kedua sahabatnya.
"Baiklah Dri kita pamit ya, Jaga karina baik baik" Rin gw balik duluan Ya. lho Yang sabar Ya Rin. gw yakin lho bisa lewatin Masa sulit ini" lirih Aquilla sambil memeluk Karina.
__ADS_1
Namun Karina tidak merespon keberadaan mereka, Pandangan nya perlahan kosong. Tatapannya Yang semakin memudar "Brukkk" Karina Jatuh pingsan, Adrian sangat Panik melihat keadaan Karina Yang memburuk secara Tiba-tiba.
"Karina...Karina...karina..." Ucapan memantul dari mereka berempat Icha panik ketika melihat menantunya Jatuh pingsan.
"Ayo Adrian Kita bawa ke mobi" ucap Icha panik.
"Iya ma...!" Balas Adrian Yang sigap membopong Istrinya.
"Ya tuhan Karina, Kamu harus kuat" Ucap Aquilla Yang ikut merangkul Karina, iya tidak sengaja menyentuh Bagian yang basah di perut Karina dan ternyata itulah bekas operasi Yang dilakukan Karina sebelumnya." Ya tuhan ini Darah Adrian"
Adrian Sangat panik karena jahitan bekas operasi Istrinya kembali bedah lantaran Karina Yang terlalu banyak gerak, Akibatnya semuanya pattal .
"Kamu Bertahan ya sayang, Aku tidak mau kehilangan orang-orang Yang aku sayangi. Karina buka mata kamu" lirih Adrian berjalan menuju mobilnya. Tidak terasa Kuburan yang ada Dihadapannya dia injak karena Terburu-buru membawa Karina Yang tak sadarkan diri di pangkuannya.
sementara Dari Arah kejauhan Terlihat pria Asing Yang Menculik Ayu dan membunuhnya. Iya menggunakan stelan Formal menggunakan Topi hitam Yang menutup bagian wajahnya, mengintai kegiatan Adrian dengan Yang lainnya.
"Aku sangat senang Kalau Keluarga Kamu terus menerus menderita Adrian, Apa Yang kamu lakukan terhadap Aku. mempermalukan Aku di muka umum Rasanya belum pas Jika kamu belum mendapatkan Hukuman itu" seringai Jahat dari pria misterius dibalik topi hitam Itu.
"Baik Tuan" Balas sang sopir.
Sementara Sherly Yang Menjalani perawatan Di Rumah sakit kejiwaan, Terus di dampingi oleh petugas dari kepolisian. Karena Adrian menugaskan salah satu petugas polisi untuk terus memantau kondisi dari Sherly.
sherly terduduk di dalam Ruangan gelap Iya di pasung Lantaran tindakannya Yang membahayakan Pasien lainnya.
"Kamu Mau apa kesini, Karina belum puas lho Ambil semuanya dari gw. sampai Kapanpun gw Enggak bakal maafin lho." Teriak histeris Sherly Yang sakit jiwa.
"Adriannnnnn... Akhirnya kamu datang sayang" Hahahaha.... Tapi kenapa Kamu datang dengan wanita ini Adrian... Penghianat kamu. "ucap Sherly Yang melihat Kedatangan Adrian bersama Karina padahal itu semua Hanyalah Halusinasi nya saja.
"Suster" Teriak nya Histeris," usir mereka berdua dari kamar Saya. Cepat Suster mereka mau membawa saya ke penjara.".
__ADS_1
padahal Tidak ada satu orang pun disana." Heh berisik Kamu orang gila , Jangan membuat keributan Disini. Saya merasa terganggu dasar Orang gila...orang gila..." Ledek Orang gila Yang lain terhadap Sherly.
"Saya Tidak gila, Kamu yang gila dasar orang gila" Teriak sherly sambil menggedor-gedor pintu kamar nya. sementara Orang Gila yang lainnya ikutan mengata-ngatai sherly.
"Orang gila... Ha-ha...orang gila...
Dasar orang gila Teriak orang gila Ya Dia ...kita juga kan gila ya..." ucap Orang gila yang Satunya Sambil tertawa-tawa.
"Saya Tidak gila , Dasar kalian orang gila" Teriak Sherly Histeris. Kemudian Suster dan orang Dari kepolisian menuju Kamar sherly setelah mendengar keributan di kamar Sherly dan Pasien Yang lain berkerumun di depan kamar Sherly.
"Hey diam kalian ... cepat bubar" Bentak Suster Yang menangani sherly. " hihi...hihi...hihi... kabur Ada suster Galak " Seru Pasien gila yang lain sambil berlari.
"Suster cepat berikan Dia obat penenang Biar dia tidak berhalusinasi Lagi" Ucap petugas Yang di suruh mengintai keberadaan sherly di Rumah sakit jiwa itu.
"Baik pak," Balas sang suster.
Nona Sherly Ayo silahkan di minum obatnya, Biar nanti nona sherly cepet sembuh ya.!
"Saya tidak mau minum obat itu lagi, Saya tidak gila suster. keluarkan Saya dari sini, saya mau pulang ke Rumah. Ada yang menunggu saya di rumah suster" Hihi...hihi..." ucap Sherly sambil tertawa Layaknya Orang gila Yang telah lama jiwanya terganggu.
"Ayo di makan ini permen kok, bukan obat. Nanti kita main lagi Ya" Rayu seorang suster Yang mencoba menenangkan Sherly salah satu pasien di RSJ itu.
Dengan Rayuan Sang suster Akhirnya sherly mau Minum dan memakan obatnya. Yang telah diletakan Di piringnya oleh sang suster.
Dear Reader ...
semoga Sehat selalu Ya...
jangan lupa dukung dan Vote novelnya ya...
__ADS_1
Like dong biar semangat Nulisnya....