Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Bab 55 : Salah paham


__ADS_3

"Author_pov"




Rama menatap Tajam pada Sasha Yang melangkah meninggalkan nya, Dia mencurigai Ada rencana jahat terhadap Adrian yang sedang di susun oleh Sasha .



"Mungkin kali ini kamu bisa menghindari saya, Tapi lain kali jangan harap." gumam Rama sambil melangkah meninggalkan Kantornya.



Sasha Pergi menuju Ruangan Adrian untuk mengambil berkas Yang di butuhkan Adrian Untuk meeting. Sementara Adrian sendiri Telah berada di Ruang meeting bersama koleganya. Namun Sasha Yang di Tugaskan mengambil berkas Tidak kunjung mengantarkan Berkas yang di maksud Adrian.



"Maaf Pak Adrian Berkas Yang saya minta Apakah sudah di siapkan,?" Tanya Salah satu kolega yang akan bekerja sama dengan perusahaan nya.



"Tunggu sebentar Ya pak, Ada kok Berkas nya. saya sudah menyuruh karyawan saya untuk mengambil di ruangan saya," Sahut Adrian Terhadap Koleganya.



"Duhhhh" Mana sih Sasha Kenapa belum juga datang membawa berkasnya" gumam Adrian.



Kemudian Adrian menyuruh Sekretaris nya mengecek Sasha ke ruangannya.



"Santi Coba kamu tolong cek, Karyawan baru itu, Sudah sampai mana dia" perintah Adrian pada sekretaris nya.



"Baik pak," Balas sekretaris Adrian, Bangkit dari tempat duduknya. Saat Santi berniat Menyusul Sasha, Tiba-tiba saja Sasha mengetuk pintu dan masuk menyerahkan berkas pada Adrian.



"Maaf Saya terlambat, Ini Berkas nya pak" Ucap Sasha Menyerahkan berkas pada Adrian.



"Darimana saja kamu, Ngambil berkas saja pake lama" Gerutu Adrian terhadap Sasha Yang sangat lamban.



"Maafkan saya pak" Balas Sasha sambil Menundukan Wajahnya.



" baik apakah sudah bisa dimulai meeting nya Pak Adrian" Ucap Kolega penting Adrian Yang akan melakukan kerjasama dengan nya.



"Tentu pak" Karena berkasnya sudah ada, Maka meeting nya akan segera kita mulai" ucap Adrian sambil menatap Tajam pada Sasha.



Kemudian Santi Membuka Berkas perjanjian Kerjasama dan menyerahkan kepada pihak perusahaan Yang akan bekerjasama " Silahkan Di baca dulu pak, Isi perjanjian suratnya" ucap Santi, Dan meeting Berlanjut ke tahap berikutnya.



Sementara Sherly dan Devano kini sedang Mengobrol di sebuah Restoran, Mereka Tampaknya merencanakan sesuatu untuk Adrian.



"Menurut gw untuk sekarang ini lebih baik lho Menyamar saja, Agar terhindar dari kejaran polisi itu" ucap Devano Memberi saran pada Wanita yang dia cintai.



"Oke... Gw ikutin saran lho, Tapi ini tidak bisa selamanya seperti ini Dev, Gw gak bisa terus-terusan bersembunyi kaya gini"



"Tentu saja Ini tidak akan untuk selamanya sher, lho tenang saja. Gw bakal pikirkan Rencana selanjutnya untuk lho. Yang penting Saat ini lho aman, Asalkan lho ikuti Rencana gw.



"Baiklah gw ikutin saran lho, Tapi gw Rasa kita jangan terlalu sering bertemu Yah, gw takut orang akan curiga sama gw. Sekarang kan status gw masih buron.



"Ya betul itu Kalau begitu lebih baik kita pergi dari sini, Sebelum ada orang Yang mengenali kita" Ucap Devano terhadap sherly.



Kemudian Mereka berdua pergi Meninggalkan Restoran Itu, Setelah membayar Makanan Yang di pesan nya.



Tidak berapa Lama Rama datang ke restoran tempat Sherly melakukan pertemuan dengan Devano. Rama memarkirkan mobilnya, Ketika Devano & Sherly melangkah Keluar dari Area Restoran , Rama pun memasuki Restoran.



Namun iya tidak menyadari Saat Devano dan Sherly berjalan Di samping nya, Lantaran Rama sedang menerima Telpon dari Aquilla istrinya.



"Ada Apa sayang, Kenapa tiba-tiba Nelpon. Kan baru saja tadi kita ketemu di kantor" Ucap Rama pada Aquilla via ponsel.



"Aku Cuma mau ngasih tau Aja, Kalau aku Sedang Belanja Keperluan bulanan Bareng Karina Dan Tante Icha sayang, Aku takut kamu nyariin aku saja.



"Oke kalau begitu, Lagian aku pulang agak malem kayaknya. soalnya aku ada meeting sayang.



"Yasudah Kalau begitu , semangat ya kerjanya. Bye suamiku.



"Bye istriku Love you" Balas Rama seraya tersenyum.



Sherly pun berlalu begitu saja Tanpa menyadari kalau Rama berpapasan Dengannya.



Sementara "Karina & Aquilla, juga Icha eks ibunya Adrian" Sedang Asik mengambil belanjaan dari Rak yang berada di swalayan.



" O ya Rin, Besok kan weekend. Lho mau ada Acara kemana Sama Adrian,? " Ucap Aquilla.



"Kayaknya Gak kemana-mana deh, Gw enggak punya rencana Untuk kemana-mana. gak tau deh kalau Adrian Ada rencana ngajak pergi" Balas Karina di sela memasukan belanjaan nya ke keranjang.



" begitu ya, Kalau lho mau. Kita adakan Acara Barbeque an Aja di Rumah gw. Gimana lho mau ikut gak.



"Nanti deh gw Tanya Adrian dulu, takutnya Adrian Ada acara lain.



Tidak berapa Lama "Icha" Menghampiri Karina dan Aquilla Yang tengah Asik Mengobrol.

__ADS_1



" Duh" Mommy cari-cari kamu ke mana-mana, Eh taunya ada disini. sudah belum belanja nya sayang" Tanya Icha pada Karina & Aquilla.



"Maaf mih, Mommy ketinggalan ya tadi, Duh saking asiknya ngobrol. sampe lupa kalau lagi jalan sama mommy" Balas Karina seraya tersenyum.



"Maaf Tante, Maklum. kita sudah lama enggak jalan bareng" Ucap Aquilla.



"Iya enggak apa-apa, Mamah bercanda kok sayang" Balas Icha.



"Sudah Yuuk, kita pulang. udah cukup nih keperluan buat satu bulan" Ajak Karina pada Mertua dan sahabat nya.



"Yasudah yuuk" Sahut Aquilla


Kemudian mereka bertiga menuju kasir untuk membayar Belanjaan, Dan setelah itu mereka bergegas Pulang ke Rumah.



"**Kantor\_Adrian**"


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_



Adrian Bergegas Menuju Lift, Karena Waktu pulang Telah tiba.


"Tringg" Lift terbuka ternyata di dalam Lift ada Sasha Yang akan ikut turun juga untuk menuju pulang.



"Kamu baru pulang juga,? " Tanya Adrian pada Sasha.



" Iya pak" Balas Sasha.



"O yah " Kamu kuliah Di mana,?



"Saya Kuliah di Universitas Bussiness Nusantara pak," Sambil Menundukan Wajahnya.



"Hebat ya kamu Bisa kuliah di tempat semahal itu"



"Saya Kuliah di Situ juga karena Beasiswa pak" Dusta Sasha.



"Hebat dong, Berati kamu Salah satu Orang Yang cerdas ya" Baguslah tingkat kan kualitas kamu.



Tiba-tiba Saja lift Mati, Dan Lampunya pun Mati. "Duk...Duk..."


"Loh ini kenapa Pak, Kok Lift nya mati" Ucap Sasha Yang berpura-pura panik,.



Kemudian Adrian menggedor-gedor pintu lift, "Hey Siapa pun Yang Diluar tolong panggil kan Teknisi, Kami di dalam sini terjebak" Teriak Adrian.



Hukh..hukh..hukh..." Bunyi Nafas Sasha.



"Kamu kenapa,?" Tanya Adrian.



"Nafas saya sesak pak, Saya enggak kuat berada di Ruang Yang sempit dan gelap seperti ini," ucap Sasha , kemudian Sasha Terjatuh dan Adrian merangkul nya.



"Tahan ya Pasti liftnya segera terbuka, Kamu bertahan. mungkin petugas sedang memperbaiki Lift nya"



"Sa..Ya.. sudah tidak, kuat lagi pak" Ucap Sasha Dengan suara yang semakin melemah.



Kemudian Sasha Pingsan, Dan Adrian pun mulai Panik. " Hey bangun, Kamu jangan buat saya khawatir" Ucap Adrian" Hey siapa diluar , Tolong saya cepat hey.



"Berggg...Berggg...Berggg..." Adrian menggebrak-gebrak pintu lift.



"Bangun Sha" Adrian menggoyangkan Pipi Sasha Namun Tak kunjung sadar,.



Sementara Adrian panik Entah Apa yang harus dia lakukan untuk membuat Sasha tersadar, Terbesit Dalam pikiran nya untuk memberikan Nafas buatan, Namun hati dan pikirannya Bertolak belakang Karena dia memikirkan perasaan Karina istrinya.



"Akhhhh" Kenapa dia harus pingsan sih, Ini Teknisi pada kemana sih, Kok belum juga membuka Pintu lift.



Dengan Ragu dan panik Akhirnya Adrian memberikan Nafas buatannya Untuk Sasha Karyawan Yang magang di perusahaan nya.



Karina Yang kini Berada Di Rumah menyiapkan Makanan Untuk Suaminya, Saat dia membawa Makanan ke meja, tiba-tiba gelas terjatuh Tanpa ada Yang menyenggol nya.



"Prayyyy" ...



"Kenapa Gelas ini Terjatuh,! padahal Aku tidak menyenggolnya. Pertanda apa ini" gumam Karina." Akhhh mikir apa Aku, kan cuma gelas jatuh." Sambil memungut pecahan gelas. Kemudian membereskannya.



"Kenapa Sayang, Ya ampun kenapa bisa pecah , Sudah-sudah biar Si mbok saja yang membereskannya. Nanti tangan kamu luka '' Kata Icha yang menghampiri Menantunya itu.



Perasaan khawatir terhadap Adrian pun melanda Hati seorang karina, Karena Adrian tidak kunjung pulang. Sementara Adrian masih terjebak bersama Sasha di dalam lift.



Karina Sangat Panik karena tidak biasanya Adrian pulang telat, Tanpa mengabarinya.


"Kemana Kamu mas, Kenapa sudah larut malam belum juga pulang" Ucap karina sambil mondar mandir.


__ADS_1


Karina berusaha menelpon Adrian" Maaf nomor Yang kamu tuju sedang tidak aktif, Atau berada di luar jangkauan,nut...nut...nut..."



"Sial," Kenapa handphone kamu tidak aktif sih mas, Kamu dimana sih mas" gumam Karina Yang terus mondar-mandir di depan meja makan. Sementara Icha melihat Ke kekhawatiran dari Raut wajah menantunya.



"Karina, Lebih baik kamu makan dulu sayang, Mungkin Adrian sedang ada meeting penting" Ucap Icha berusaha menenangkan Menantunya.



"Aku belum laper ma, Adrian kemana ya mah. Tidak biasanya dia belum pulang. Padahal setiap ada meeting semalam ini dia pasti ngabarin Aku duluan. tapi ini kok enggak yah," ucap Karina Yang mulai gelisah.



"Mungkin Adrian tidak sempat ngabarin kamu sayang, Berpikir positif saja yah" Ucap Icha pada Karina.



" Ma Karin pinjam mobilnya yah, Karina khawatir sama Adrian ma. Lebih baik karina susul Adrian ke kantor nya saja Yah" Ucap Karina memohon ijin pada mertuanya.



"Yasudah kalau begitu, tapi mama tidak mengijinkan kalau kamu yang mengemudi, Lebih baik kamu di antar sopir saja yah" Ucap Icha Terhadap karina.



Kemudian Karina bergegas pergi menuju kantor Suaminya Bersama sopir Keluarga Adrian. Setelah Karina sampai Kantor Tiba-tiba saja dia melihat Mobil Adrian masih terparkir.



" itu kan mobil mas Adrian, Tapi kenapa jam segini dia belum pulang yah" Gumam karina, Sambil menuruni mobilnya Dan melangkah memasuki gedung Kantor.



Karina melihat beberapa Teknisi sedang berusaha membuka pintu Lift, Karena di dalam lift terdapat Adrian dan Sasha Yang terjebak.


Karina Menghampiri Para teknisi dan bertanya Apakah liftnya sudah bisa dinyalakan. Karena tanpa lift karina tidak mungkin Naik ke Ruangan Adrian dengan menggunakan Tangga. Sedang kan Ruangan Adrian berada di lantai 17.



"Permisi Liftnya Kenapa pak,?" Tanya karina.



"Maaf bu, Liftnya Rusak" Ini lagi di benarkan bu." Jawab Teknisi Yang sedang berusaha membuka pintu lift,dengan cara mencongkelnya.



"Kenapa Bapak Malah mencongkelnya yah, Kenapa tidak langsung dibetulkan saja. Saya Kan mau menggunakan lift ini pak"



"Maaf buk, Saya sengaja membukanya Terlebih dahulu Karena Ada Pak Adrian terjebak di dalam lift"



"Apa Adrian terjebak di dalam lift" Ucap Karina terkejut Langsung mengetuk-ngetuk Pintu lift.



Adrian Yang berada di dalam lift Hampir kehabisan Nafas,Namun Sasha Kembali sadarkan diri, Sasha berusaha mengambil kesempatan dalam kesempitan di saat Tenaga dan nafas Adrian melemah.



"Bagus Ini ide cemerlang Yang Pak Devano rencanakan , Baguslah kalau Karina Datang kesini jadi rencana ini tidak sia-sia" gumam Sasha.



Kemudian Sasha Membuka kancing kemeja Adrian dan memeluknya,Dia berpura-pura Pingsan sambil Memeluk dada Bidang Adrian yang terekspos.



Sementara Karina Yang khawatir terhadap Adrian suaminya, dia berpikir lebih baik sedia payung sebelum hujan. Karena dia takut Adrian kehabisan Nafas di dalam Ruangan kecil itu. Karina memutuskan untuk menelpon Rumah sakit untuk mengirimkan Ambulance.



"**flashback**"



Sasha menerima Telpon dari Devano Yang merencanakan niat buruk pada Adrian.


"Drt...Drt...



"Halo Iya pak Ada apa? Tanya Sasha terhadap Devano.



"Kenapa Kamu tadi Menelpon saya, Apa ada masalah disana.



"Pak Rama sudah mulai curiga terhadap saya, lebih baik bapak segera menjalankan Rencananya, Saya takut rencana yang sudah matang ini gagal jika Di tunda lagi, Menurut saya sekarang lah Waktunya untuk memulai pak.



" Baiklah kalau begitu Nanti siang akan ada Orang Yang saya suruh kesana untuk merusak lift, Pastikan semuanya aman Ya. dan kamu jalankan misi kamu. Oke kamu sudah paham kan.



"Baik saya paham pak"



Devano menutup Panggilan kepada Sasha Yang iya perintah kan, Memata-matai Adrian.


Kemudian dia berdiskusi dengan Sherly dan bertemunya di Restoran, Membahas Rencana Untuk merusak kepercayaan Karina Terhadap Adrian. Kemudian Devano membayar Orang Yang dia suruh untuk merusak lift di kantor Adrian. orang itu berhasil masuk gedung kantor Akibat campur Tangan Sasha dan menunjukkan Ruang operasi lift. di bagian lantai Basemen gedung.



Sasha memasukkan orang itu di saat Adrian dan staf yang lainnya Tengah sibuk meeting.



"**flashback\_off**"



Saat lift terbuka Mata karina membulat sempurna Dunianya seakan Runtuh. menyaksikan Suaminya dengan kondisi Pakaian nya terbuka dada bidang yang terekspos di peluk oleh wanita lain. Hati wanita mana Yang tidak hancur Menyaksikan kejadian memilukan itu. Namun dia tetap harus menolong Suaminya Yang hampir tidak sadarkan diri setelah terjebak untuk waktu yang sangat lama di dalam lift.



para petugas medis membantu mengangkat Adrian Yang terkulai lemah, Beserta Sasha Yang mulai mengancam hubungan Pernikahan Karina dengan Adrian.



"Ayo Tolong bantu suami saya pak, Cepat bawa dia ke Rumah sakit" ucap Karina Tidak terasa buliran putih mengalir dari matanya dan membasahi pipinya.



Raungan suara Ambulance menyertai Kesedihan Karina, Di saat Itu hatinya bagaikan di sayat oleh ribuan Silet.



Sementara Sherlly Menyaksikan Kesedihan Karina dari balik kaca mobilnya, Yang terparkir di seberang gedung perkantoran milik keluarga Adrian." Ini baru permulaan Karina, Sakit yang kamu Rasakan belum seberapa dibandingkan Sakit hati Yang aku Rasakan, Saat kamu merebut Adrian dari aku." seringai Sherlly Yang berbahagia di atas penderitaan Karina.



**Next part...


Hallo Pembaca setiaku dimana pun kalian berada...


Jangan lupa follow aku, Bantu like ,komen & share ya....

__ADS_1


untuk Yang mau promosi silahkan**...


__ADS_2