
Karina sedang gelisah menunggu kedatangan Adrian, lantaran sudah larut malam suaminya itu belum pulang juga. Ia mondar-mandir sesekali melihat layar ponsel, Namun Adrian tak kunjung mengabarinya. Waktu sudah menunjukkan jam 23.00 WIB. Karina kembali duduk meskipun perasaannya tidak tenang, Lantaran suaminya belum pulang jua.
"Apa kamu masih terus mencari Riana hingga malam begini Mas..., Cepat pulang Suamiku." gumam Karina dalam hatinya.
Nyonya Icha yang ikut tidak tenang, lantaran khawatir melihat Anak menantunya gelisah dan mondar-mandir terus dari tadi menunggu kedatangan Adrian. Sementara kesehatan Menantunya itu belum pulih total. kemudian Icha Menghampiri Karina menantunya.
"Kenapa belum tidur,,?" ucap Icha sambil meletakan Pantatnya di sopa sebelah karina.
"Belum ma, Karina belum ngantuk. Mama juga kenapa belum tidur,,?" Sahut Karina pada ibu mertuanya.
"Ya sama, Mama juga belum ngantuk sayang.!!!
Memangnya Adrian belum pulang juga Yah." Timpal Icha.
"Belum ma..., Makannya Karina khawatir pada Adrian, Karina takut terjadi hal yang tak di inginkan pada Adrian." Sudah larut malam begini belum pulang juga." Balas Karina yang mengkhawatirkan Suaminya.
"Kamu jangan terlalu khawatir pada suamimu Karina. Papa yakin dia baik-baik saja, Mungkin dia masih mencari keberadaan Putri kalian." Ucap Syafiq Yang menghampiri Icha & Karina.
"Benar kata Papa." Adrian kan jago beladiri Ya pah !!! Sudah karina tidur saja Ya sayang. Justru Yang mamah khawatir kan itu keadaan kamu Yang masih dalam tahap pemulihan." Sahut Icha Terhadap Syafiq dan Meminta karina Agar istirahat.
"Tidak Ma...,Pah." Karina mau menunggu Adrian saja. Karina tidak bisa tidur kalau misalkan Adrian belum pulang juga." Balas Karina.
"Yasudah Kalau begitu...,kita tunggu kedatangan Adrian Sama-sama Saja Ya mah." ucap Syafiq Terduduk di samping Icha istrinya.
Kemudian Tak berlangsung Lama terdengar suara mobil Adrian berhenti di depan Rumah. Adrian bergegas memasuki Pintu besar Nan megah Yang berwarna ke emasan.Adrian menggapai handel pintu & Membukanya.
"loh kenapa kalian belum pada tidur...,!!! " Ucap Adrian Terkejut.
"Mana mungkin aku bisa tidur, sementara kamu masih belum pulang. Kamu kemana Aja mas pulang hingga larut malam begini tanpa mengabariku lebih dulu." Sahut Karina Yang merasa lega setelah kepulangan Adrian.
"Iya Adrian lain kali paling tidak, kamu kasih kabar ke mama atau papah. jadinya kan mamah bisa kasih tahu Karina." Seru Icha terhadap Anaknya.
"Iya...,iya...," Maafkan mas ya karina Sayang.
Mas Janji...,Lain kali akan mengabari kamu lebih dulu, Kalau seandainya mas tak bisa pulang cepat lagi !!! sudah ayo kita tidur ini Sudah malam, ingat kamu harus jaga kesehatan Yah." Timpal Adrian dengan lembut dan penuh perhatian kepada Karina.
Kemudian Adrian beranjak mendekat ke Ruang Tamu dan duduk di samping Karina serta kedua orangtuanya. Sambil meletakan Jas kerjanya di Atas Sopa. Tanpa di duga Karina dan Syafiq Bertanya soal Riana yang hilang.
__ADS_1
"Apakah kamu sudah mendapatkan informasi soal anak kamu Adrian,,? " Tanya Syafiq Terhadap Adrian putranya.
"Iya Mas...,Apakah kamu sudah tahu dimana Riana sekarang." Timpal karina Yang ikut bertanya Soal Riana.
Sementara Icha hanya terdiam meneliti gesture tubuh Adrian. dan melihat ada Raut wajah sedih disana.
"Belum pah,," Riana belum diketemukan.!!! Maafkan Mas Ya..., Karina." Ucap Adrian lemas.
Meskipun Karina tampak sedikit kecewa, Tapi ia tidak menampakkan kekecewaan itu di hadapan Adrian. Lantaran karina mengerti bahwa suaminya itu sudah berusaha mencari putrinya.
"Tidak apa-apa Mas..., Yang terpenting kita tidak menyerah begitu saja dalam mencari Riana. Masih banyak hari berikutnya, Mungkin tuhan belum mengijinkan kita bertemu dengan Anak kita mas." lirih karina menundukkan kepalanya, Tidak terasa buliran menetes dari matanya.
"Sayang..., Sudah jangan menangis kita semua harus Ikhlas yah." Aku sudah mengerahkan Orang-orangku untuk mencari Riana ke berbagai sudut kota. Tidak hanya itu, Aku juga Sudah membuat berita ke berbagai media cetak ataupun Media Elektronik. Sahut Adrian sambil menyeka air mata Istrinya.
Kemudian Syafiq & Icha ikut serta menenangkan Karina yang kembali bersedih lantaran putrinya belum di ketemukan.
"Karina...,kamu harus kuat sayang. Mungkin tuhan punya rencana lain untuk kita." Ucap Icha sambil memeluk Menantunya.
"Benar kata mama kamu, Yang terpenting berdoa terus jangan Sampai putus. Semoga Dimanapun Riana mudah-mudahan tetap dalam ke adaan sehat dan baik-baik saja ya Sayang." Ucap Syafiq memberi dukungan moril Terhadap Menantunya.
"Terimakasih pah..., Terimakasih mah." Kalian selalu saja bisa menenangkan hati aku. Terutama kamu Dri, Makasih yah atas kasih sayangnya." Lirih karina.
Malam Semakin Larut, Karina dan Adrian beserta Kedua orang tuanya. Kembali ke Kamarnya masing-masing.
Sementara Devano berusaha mendekati Sasha lagi, Namun kini Respon Sasha Terhadap Devano sangat jauh berbeda dulu penuh cinta sekarang Hanya ada Dendam di hati Sasha kepada Devano. Sasha menatap Devano Yang sengaja memarkirkan mobilnya di seberang Jalan sambil menatap ke Arah Rumah Sasha.
"Mau apa sebenarnya Devano," Ngapain sih dia memantau Rumahku. Jangan-jangan Dev mau mengambil Ratu dari ku." Gumam Sasha.
Dengan kesal Sasha berniat Menghampiri Devano Yang memarkirkan mobilnya di Halaman seberang Rumahnya. Saat Sasha hendak membuka pintu Tiba-tiba Saja Ratu Bertanya Pada Sasha.
"Mommy," Teriak Ratu memanggil Sasha ibunya. Kemudian Sasha menoleh.
"Ratu kenapa belum tidur sayang..., Ingat loh ini sudah Sangat malam sayang." Ucap Sasha Dengan Suara pelan nan lembut.
"Mommy juga sudah malam mau ngapain ke luar, memangnya ada apa di luar sana mom,,? " Balas Ratu dengan Nada manja terhadap ibunya.
"Eumm..., Panas Di dalam rumah terus sayang. Mama mau cari angin dulu. Ratu sama si Mbak Suster saja dulu yah" Kata Sasha terhadap putrinya yaitu Ratu Anak hasil kekhilafan Devano dengan Sasha.
__ADS_1
"Oooh..., kirain Ratu mommy mau pergi lagi." Ucap Ratu dengan suara bocah nya.
Akhirnya Ratu kembali ke kamarnya, Sementara Sasha menyebrangi jalan menghampiri Devano yang berada di dalam mobil.
"Tok...tok...tok" Sasha mengetuk jendela mobil milik Devano Yang parkir diseberang Rumah Sasha.
"Keluar Dev,, Gue Tahu itu lho.!!!" Bentak Sasha sambil mengetuk pintu.
Sementara Devano Yang berada di dalam mobilnya Seketika panik lantaran Tak diketahui nya lagi Sasha sudah berada di samping pintu Kemudinya.
"Sial kenapa Tiba-tiba Sasha sudah berada disini Saja sih." gumam Devano.
"Keluar Dev,, gue tahu itu lho. Mau ngapain lho memata-matai Rumah gue." Bentak Sasha marah terhadap Devano.
"Ya Ini gue, Memangnya kenapa,,?" Kalau gue memata-matai kegiatan Putriku sendiri, Ada Yang salahkah." Devano keluar dari mobilnya ia berdalih lantaran tertangkap basah sedang mengamati kegiatan Sasha dengan putrinya.
"Plakkkk"...Satu Tamparan berhasil mendarat di pipi tampan Sang Billioner asal German itu.
"Kenapa kamu Nampar aku Sasssha" Geram Devano marah, Sambil meringis kesakitan.
"Karena kamu pantas mendapatkan tamparan itu...,Kamu bilang tadi putri kamu. Hahahaha Dengar Tuan Devano Yang terhormat. Ratu bukanlah Anak biologis kamu jadi jangan harap kamu bisa dekat dengan Ratu lagi." Bentak Sasha marah.
"Pergi kamu Dari sini Dev, Jangan pernah kamu dekati Ratu lagi, Dia bukan Anak kamu." Dusta Sasha terhadap Devano lantaran kesal karena Billioner German itu tidak mau menikahinya.
Kemudian Devano pergi dengan Raut wajah kesalnya, Begitu juga dengan Sasha yang kembali ke dalam Rumahnya.
"Aku tidak yakin kalau itu bukan anak biologis Aku, Kita lihat saja Sha. Aku akan mengambil hak asuh Ratu dari kamu, Setelah aku mencocokan DNA ku dengan DNA Ratu." Gumam Devano Menyetir sambil mengelap Darah yang mengalir dari sudut bibirnya lantaran ia di tampar oleh Sasha.
**Next part...
Halo Readers Ikuti terus kisahnya yah...
Jangan lupa Terus Bantu Vote like & komentar...
Kasih aku masukkan Agar bisa menulis dengan Rapi dan lebih baik lagi...
Kasih aku bunga Yang banyak dong...
__ADS_1
Terimakasih para Readers jangan lupa masukan Ke kolom favorit kalian yah**.