Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 3 : Chapter O


__ADS_3

Bintang berjalan gontai menghampiri bulan, matanya menatap tajam pada gadis cantik itu.


“Elo ... Kan yang melemparkan kaleng ini kan?!” Sentak Bintang mengeratkan rahangnya sambil menggenggam erat tangan Rembulan.


“Apaan sih elo ...,” Ucap Bulan. “Lepaskan tangan aku, enggak? sakit tahu!” balas Bulan balik menatapnya.


“Gampang banget! Elo ngomong begitu, enggak! Enggak ada.” Ujar Bintang menarik tangan Bulan. Sambil menarik Bulan ke arah mobilnya.


“Iih ... Elo mau ngapain sih? Enggak gue enggak mau!” Ucap Bulan. Sambil menggigit tangan Bintang.


“Akhhhhh ... Cewek gila! Sakit tangan gue,” gerutu Bintang, memekik kesakitan.


“Makannya lepaskan tangan gue, dasar ... cowok gila elo ya!” sentak Bulan, segera melarikan diri dari Bintang.


Sementara dari kejauhan terlihat malam, akan berangkat ke sekolahnya. Diantarkan oleh Aquilla ibunya.


Malam menurunkan kaca mobilnya, menatap ke arah Bintang yang sedang bertengkar dengan Bulan.


‘Itu Bintang kan? lagi ngapain dia dengan perempuan itu,' ucapnya dalam hati.


“Ekhem” Aquila berdehem.


“Ada apa Malam? Kamu lagi ngeliatin siapa?”tanya Aquilla menatap putrinya.


“eng-gak mom ... Enggak ngeliat apa-apa kok!” jawab Malam gugup.


“kamu kenapa? Ayo cerita sama mommy?” balas Aquilla penasaran.


“Enggak mom, enggak ngeliat siapa-siapa!” sahut Malam kemudian menutup kaca mobilnya.


Tit ...tit ... tit ... Suara mobil di belakang mereka membunyikan klakson, lantaran lampu lalulintas terlah menyala hijau.


“Udah mom’s ...ayo jalan, lampunya udah ijo tuh!” ucap Malam sambil menatap Aquilla.


“iya ... iya, sewot banget sih kamu ini! Kayak yang lagi pms tahu!” sahut Aquilla menarik pedal gas, kemudian menjalankan mobilnya kembali.


Sementara Bintang masih betah berdebat dengan Bulan di pinggir jalan, sehingga Bintang di protes para pengemudi yang lain.


Tinnnn ... tinnnn ...


“Woy ... kalau berantem jangan di pinggir jalan dong! Bikin macet aja.” Masih bocah smp udah maen cinta-cintaan gini nih jadinya!” gerutu pengendara lain, yang tepat di belakang mobilnya Bintang.


“saya enggak pacaran pak! Najis banget gue punya pacar kayak elo!” ujar Bintang kemudian kembali kedalam mobilnya.


“Ngarep banget lho ... Najis gila gue punya cowok kayak elo!” teriak Bulan.


“Awas ya ... urusan kita belum selesai!” ucap Bintang, menstarter mobilnya Kemudian segera bergegas berangkat ke sekolahannya.


Setelah Bintang sudah tak ada di hadapannya. Bulan kembali melanjutkan jalan kakinya, untuk pergi menuju ke sekolah nya.

__ADS_1


“huh ... apes banget gue hari ini! Udah gak ada angkutan, ketemu dua pria gila, arghhhhh ...,” gerutu Bulan di sepanjang perjalanan.


Tin ... Tin ...


Seseorang membunyikan klakson mobil, sekilas Bulan menoleh. Sambil menggerutu.


‘siapa lagi sih ... bikin gue jengkel aja!’ batin bulan sambil menoleh.


Perlahan pengendara itu menurunkan kaca mobilnya, sambil berjalan pelan, sedikit menurunkan kaca mobilnya.


“Lan ... elo mau nebeng enggak! Kalu mau ayo naik!” ucap Nova sahabat baiknya bulan.


“Napa gak ngomong dari tadi sih ... Kalau itu elo Nov-Nov!” ucap Bulan, sambil membuka pintu mobil.


Kemudian menutupnya, Brug ... Suara pintu mobil ditutup kembali.


“lho kenapa? Kayaknya bete banget?”


“Bukan lagi bete, ini lebih dari bete!”


“Setingkat dari bete, gitu maksud lho!” balas Nova terkekeh.


“gak lucu yah!” balas Bulan yang masih kesal pada Langit dan Bintang.


“sudah jangan bete gitu dong, nanti cantiknya ilang Bul-bul!” ledek Nova.


“Ah lo, gak asik akh!” sahut Bulan ngambek.


Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di depan gerbang sekolah, Nova membunyikan klaksonnya. Lantaran pintu gerbang sebentar lagi tertutup sempurna, sedang di tutup oleh sekuriti sekolahan mereka.


Bersyukur pak sekuriti, tak jadi menutup pintu gerbang itu, akhirnya Bulan dan Nova tidak jadi telat mengikuti pelajaran pertama.


Kemudian Bulan dan Nova turun dari mobil, mereka berjalan bersamaan.


“Lan ... Ayo lan, pak sasro sudah menuju ke kelas kita tuh!” ucap Nova terkejut.


“Yasudah,” ayo cepetan jalannya.” Ucap Bulan berjalan dengan tergesa-gesa.


Kini mereka akhirnya sampai di depan kelas, meskipun sedikit telat di jam pelajaran pertama.


“Pagi pak!” Ucap Bulan nyengir kuda.


“pagi juga bulan,” sahut pak Sasro.


Kemudian Nova mengekor di belakang Bulan.


“Eh ... Eh ... Nova, kamu telat lagi yah!” ucap pak Sasro. Sekilas Nova menoleh.


“Iya pak, sedikit ...,”kata Nova sambil menggerakan jemarinya.

__ADS_1


“enggak ada sedikit-sedikit, namanya telat tetaplah telat!” tegas pak Sasro,” Ayo Nova keluar, dan lari mengitari lapangan sebanyak sepuluh kali!” sambungnya.


“Yah bapak ... Bulan enggak di hukum pak, dia juga kan telat. Sama kayak saya pak!” protes Nova tertunduk lesu.


“Ih paan ... gue mah, baru sekali telatnya jadi enggak apa-apa ya pak!” seru Bulan terhadap gurunya.


Kemudian Bulan membujuk pak Sasro agar tak jadi menghukum Nova.


“pak Sasro ...,” ucap Bulan,” iya Bulan ada apa?” sahut pak Sasro.


“Pak Sasro baik deh!” Bujuk Bulan terhadap gurunya.


“Emang pak Sasro baik, kamu baru nyadar Bulan!” Sahut pak Sasro kembali.


“Kalau pak Sasro baik ... Bapak enggak bakal tega kan, sama Nova! Kasihan Nova pak, berkat Nova, Bulan enggak jadi kesiangan loh!” seru Bulan yang masih membujuk gurunya.


Sementara Nova tersenyum, ia sangat antusias lantaran dengan bujukan maut Bulan, pasti pak Sasro bakal bakal luluh.


“Yasudah, kalau Nova enggak boleh di hukum, Bulan mau apa enggak gantiin Nova?” tanya Pak Sasro memberikan pilihan.


Sepintas ide konyol melintas di otaknya,’Aha ... ini kesempatan gue ngerjain Langit nih,' ucap Bulan cekikikan dalam hati.


“Bapak tahu enggak? Bulan telat ke sekolah gara-gara siapa?” kata Bulan Sambil melirik ke arah Langit.


'ihh ... apa-apaan tuh cewek ngelihatin gue,' ucap Langit dalam hati.


Bulan berpura-pura nangis, di depan pak Sasro dan akhirnya pak Sasro merasa kasihan.


“Siapa memangnya, yang bikin kamu sampe telat datang ke sekolah Bulan. Bilang sama bapak, biar saya menghukumnya!” ucap pak Sasro.


“Itu pak, Langit! Tadi di jalan dia hadang Bulan untuk naik angkot, akhirnya Bulan telat deh, untung ada Nova yang lewat, please pak jangan hukum Nova, hukum saja Langit!” ujar Bulan.


Sontak saja Langit bereaksi, dan menatap tajam pada Bulan.


“gue maksud elo?” tanya langit sambil menunjuk dirinya, “ wah ... ngadi-ngadi ni anak pak!” ucap Langit protes.


“Langit ... tolong jadi pria tanggung jawab, it’s oke!” ucap pak Sasro dengan style yang di tegas-tegas kan.


“Wah ... Pak, kenapa harus saya!” gerutu Langit,” awas lo ya!” gumam Langit, sambil berlalu di hadapan Bulan.


“Yey ... makasih pak Sasro, pak Sasro emang the best,” ujar Nova sambil mengacungkan dua jempol, memuji gurunya.


Kemudian Nova dan Bulan tertawa penuh kemenangan, sementara Langit berjalan dengan kesal, berlari mengitari lapangan sebanyak sepuluh kali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo Readers ...


Ikuti terus kisah mereka yah!

__ADS_1


Bantu Vote, like ,komen dan share ...


Happy reading.


__ADS_2