Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 3 : Chapter B


__ADS_3

"Aku masih duduk di bangku SMP, Ayah. Aku tidak mau di jodohkan, Apalagi dengan Malam. Aku tidak mencintainya." Ucap Bintang marah terhadap Adrian.


Karina menatap Adrian tajam, Lantaran Adrian malah memberitahukan rencana perjodohan kepada putranya.


"Bintang, Sayang..., Ayah kamu hanya bercanda nak. Beliau tidak bersungguh-sungguh. Iya kan Sayang." Karina meyakinkan putranya, Kemudian memberi kode pada suaminya.


"Ah iya...,Ayah cuman bercanda nak. Ayah hanya mengetes kamu saja." Ucap Adrian segera menutupi kesalahannya.


"Apa kalian yakin, Kalian tidak berniat menjodohkan aku dengan Malam, Kan!" Sahut Bintang yang masih mencurigai gelagat ayah dan bundanya.


"Tidak nak, Buat apa ayah menjodohkan mu dengan orang yang tidak kamu sukai, Lagian benar katamu, kamu ini masih Smp." Balas Adrian menghela nafasnya, lega.


"Huh..., Hampir saja Bintang ngambek." Gumam Karina.


Kemudian Adrian melanjutkan perjalanan pulangnya. Sedangkan Malam sangat gembira karena telah di antarkan pulang oleh keluarga dari pemuda yang ia cintai yaitu Bintang.


Malam melanggkah memasuki rumahnya, Dan di sambut oleh Aquilla mommy nya.


"Ehh...,Anak mommy sudah pulang. Baru saja Pappy kamu akan menjemput mu nak." Ucap Aquilla yang terduduk di sopa.


"Iya mom, Habisnya Pappy lama banget. Untungnya ada om Adrian dan tante Karina yang mengantarkan aku." Sahut Malam, Sambil menyalim tangan mommy nya.


Kemudian Aquilla bangkit setelah mengetahui, Kalau Malam di antarkan pulang oleh sahabatnya.


"Terus sekarang mereka dimana nak? Kenapa kamu tak mengajak mereka mampir!"Ucap Aquilla sambil menoleh ke arah halaman.


"Mereka sudah pulang mom, Lagian Bintang habis kecelakaan." Balas Malam terhadap ibunya.


"Kecelakaan! Kecelakaan gimana maksudnya? Apanya yang terluka, Apakah wajahnya atau hidungnya yang mancung itu patah. Ya tuhan jangan biarkan calon menantuku itu cacat, Kasihanilah putri hamba." Ucap Aquilla yang heboh mengkhawatirkan Bintang.


Sedangkan Malam malah menatap mommy nya heran," What's! Menantu? ..., Apakah aku akan di jodohkan dengan Bintang." Gumam Malam dalam hatinya.


Lalu Malam bertanya untuk memastikan nya, Jika dia tak salah mendengar perkataan mommy nya itu.


"Mom's Plis deh jangan lebay, Hentikan kelebayan Mommy yang hakiki ini."Ucap Malam.


"Kamu ini, Mommy sedang berduka tahu." Sahut Aquilla. Berhenti bertingkah lebay.


"Apa aku tidak salah mendengar Mom's, Mommy berkata soal menantu, Siapa maksud nya Bintang bukan?" Tanya Malam memastikan sambil menekan kata menantu.

__ADS_1


"Iya siapa lagi kalau bukan Bintang, Makannya kamu itu harus bersikap baik terus pada Bintang. Agar dia mencintaimu nak, Kelak setelah kalian dewasa kami akan menikahkan kalian." Ucap Aquilla memperjelas ucapannya.


Kemudian Malam memeluk Mommy nya, Menciumi serta memuji Aquilla.


"Mommy terbaik...,Makasih untuk semuanya. Malam sayang mommy dan Pappy." Ucap Malam memeluk Aquilla kegirangan.


"Iya...,Sayang apapun akan mommy lakukan untuk kebahagiaan kamu." Balas Aquilla memeluk putrinya.


Kini Langit telah sampai di rumahnya, Ia kesal lantaran ia iri pada Bintang, Yang selalu di kelilingi orang-orang yang menyayangi nya. Sementara dirinya hanya di kelilingi oleh kemewahan, Tanpa perhatian dari kedua orangtuanya.


"Prayyyy." Suara lemari kaca pecah, Di hantam oleh Langit.


Tangan nya berlumuran darah, Namun iya tak merasa sedikit pun kesakitan, Karena jauh lebih sakit luka hatinya, Yang telah di goreskan oleh kedua orangtuanya.


"Aku benci kalian Mom's ..., Dad's." Ucap Langit menatap nanar bayangan dirinya di cermin yang retak.


"Tok...,tok...,tok..."


"Langit..., Buka pintunya. Langit cepat buka pintunya! Atau daddy dobrak pintu nya." Bentak fariz menggebrak pintu kamar putranya.


Namun Langit tetap tak menghiraukan, Daddy nya yang berteriak memanggil nya.


"Nak...,Cepat buka pintunya...,Ini mommy nak! Cepat buka pintunya sayang." Ucap Cantika dengan suara selembut Mungkin.


"Langit tolong buka pintunya, Jangan buat mommy khawatir nak." Cantika terlihat mulai khawatir dengan keadaan Langit, Lantaran tak ada sahutan dari dalam kamar putranya.


"Lakukan sesuatu pah...,Aku takut terjadi sesuatu pada langit." Kata Cantika terhadap suaminya.


"Langit daddy hitung sampe tiga, Jika kamu tetap bersikukuh tak mau membuka pintunya, Terpaksa daddy mendobrak nya." Ucap Fariz semakin di buat marah oleh putranya.


Sejenak mereka terdiam, Menunggu keputusan Langit. Namun nihil Langit sama sekali tak mendengarkan suara dari kedua orangtuanya.


Sementara Langit masih menatap bayangan dirinya dari balik cermin yang retak, "Lebih baik aku tak ada di dunia ini, Jika aku harus merasa hidup sendirian tanpa kasih sayang dari kalian Dad's..., Mom's." Batin Langit.


Perlahan pandangan nya mulai kabur, Darahnya tak berhenti mengucur dari tangannya. Sesaat kemudian ambruk ke lantai, Yang sudah di banjiri darahnya.


"Brakkk." Fariz mendobrak pintu kamar putranya.


Betapa terkejutnya Cantika setelah melihat keadaan putranya, yang sudah terbujur kaku tak sadarkan diri, Di atas tumpahan darahnya.

__ADS_1


"Langit..., Hiks...,hiks...,hiks. Bangun nak! Langit, Bangun sayang." Cantika menangis setelah melihat putranya tak sadarkan diri.


"Langit...,Ini daddy nak. Bangun sayang...,Ada apa dengan kamu nak." Tak terasa buliran putih mengalir dari kedua bola matanya.


Sesaat kemudian fariz langsung mendekap putranya, Membopong nya untuk segera membawa putra kesayangannya itu ke rumah sakit.


"Ayo ma cepat bangun...,Kita harus segera membawanya ke rumah sakit." Ucap Fariz panik.


"Hiks..., Hiks...,hiks." Cepat bawa anak kita pa, Kasihanilah dia." Sahut Cantika yang tak berhenti menangisi Langit.


Dengan segera fariz membawa putranya ke dalam mobilnya, Dan pergi menuju rumah sakit terdekat.


"Kamu harus bertahan nak..., Aku tak akan memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi padamu." Batin Fariz menoleh pada putranya, Disela mengemudikan mobilnya.


Kurang lebih memakan waktu perjalanan lima belas menit, Kini Fariz bersama istrinya telah sampai di rumah sakit, Untuk segera menolong putranya yaitu Langit.


"Suster...,Cepat tolong anak saya!" Teriak fariz panik, Karena Langit tak berhenti mengucurkan darah di tangannya.


Dengan sekejap para suster dan petugas medis yang lainnya, Datang membawa ranjang dorong untuk segera membawa Langit.


"Tolong tunggu disini..., Biarkan kami yang menangani putra kalian." Ucap Salah satu suster, Menghentikan langkah mereka berdua.


Hari itu adalah hari terburuk sepanjang perjalanan hidup, Fariz dan Cantika. Mereka tak menyangka akibat kelalaian mereka dalam memberikan perhatian pada putranya. Hampir saja mereka kehilangan permata hatinya.


"Kamu yang sabar ma...,Lebih baik kita berdo'a saja agar Langit di berikan kesembuhan." Ucap Fariz menenangkan Cantika yang masih menangis.


"Hiks..., Hiks..., Hiks. Ini semua gara-gara kamu pa...,Langit sangat butuh perhatian dari kamu, Sebagai daddy nya. Tapi kenapa kamu malah cuek terhadap nya." lirih Cantika.


Diam, Hanya itulah yang fariz lakukan saat ini, Karena ia tahu dirinyalah yang paling bersalah dalam hal ini.


Bayangan masalalu terlintas dibenaknya, Saat dirinya dengan tega memukuli Langit, Hingga masuk rumah sakit. padahal Langit hanya melakukan kesalahan kecil, Langit tak sengaja memecahkan vas bunga kesayangan Almarhumah ibunya, Yaitu nenek dari Langit.


"Maafkan daddy nak...,Ini semua salah daddy." Batin fariz. Menunduk menyesali perbuatannya, Hingga membuat bekas luka yang tak pernah sembuh di hati putranya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Next part...


Jangan lupa terus ikuti kisahnya...

__ADS_1


Tambahkan ke kolom favorit kalian, Bantu like,komen dan vote novelnya...


Happy reading...


__ADS_2