
Kediaman Rama & Aquilla
___________________________
Rama dan Aquilla sedang menyantap makan malam, Suasana hening Seakan menghiasi Rumah kediaman mereka, Semenjak Ryan Ayahnya Di penjara. Rama jadi lebih banyak diam dan Selalu bersikap dingin.
"Mas...,Besok Aku mau jenguk papah ! Setelah itu aku mau kerumah Sakit, Mau konsultasi Kehamilan ku. Boleh Yah ! " Ucap Aquilla membuka Obrolan.
"Untuk Apa kamu jenguk papa...,Dia sudah banyak merugikan kita Quilla. Kalau untuk kerumah sakit biarkan aku mengantarmu." Sahut Rama Dingin.
"Mas...,kamu tidak boleh bersikap seperti ini sama papa kamu sendiri, Bagaimana pun dia adalah orang yang berjasa dalam hidup kamu. Ini semua karena ulah Sherlly yang pengaruhi papa Mas. Jadi kamu jangan membenci papa kamu Yah." Timpal Aquilla berusaha memberikan pengertian.
"Cukup Quilla, Jangan pernah kamu membela papa...,Aku Sangat sakit hati padanya, Terlebih lagi saat dia berkata tidak menyukai kamu sebagai menantunya." Sudah jangan bahas soal papa...,Bikin selera makan ku hilang saja ! " Bentak Rama sambil beranjak meninggalkan Quilla yang masih berada di meja makan.
"Mas..., Maksud aku tidak seperti itu. Maafkan aku." lirih Aquilla.
"Sebegitu bencinya kamu mas...,Sama papah kamu sendiri, Padahal semua ini karena pengaruh Sherlly." Gumam Aquilla sambil mengelus perut nya.
kemudian Aquilla memanggil pembantunya untuk membereskan Makanan di meja makan nya.
"Bik..., Tolong Rapikan meja makannya Bik !" Seru Aquilla memanggil pembantunya.
"Iya Nona...,Bibi Akan segera merapikan nya." Sahut si Mbak pembantu.
Aquilla berjalan gontai menuju kamarnya, di mana di sana sudah ada Suaminya yang berbaring, Memejamkan mata. Padahal Aquilla tahu kalau Rama belumlah tidur. Aquilla menarik selimut nya berbaring membelakangi Rama Suaminya.
"Maafkan Mas..., Quilla. Mas belum bisa memaafkan Papa...,Entah kenapa setiap kamu membahas nya Darah Ku ini serasa mendidih." Gumam Rama Sambil membelakangi Istrinya.
"Sampai kapan kamu membenci papa kamu sendiri mas...,Meskipun kelakuannya buruk dia Tetaplah papa kamu, Aku tidak ingin kamu jadi anak yang Durhaka Mas..," Gumam Aquilla dalam hati.
* * *
Sementara Devano kini sedang dalam perjalanan pulang bersama Putri dan calon istrinya. Yaitu Sasha.
Namun mereka masih terlihat canggung bersama di dalam Satu mobil, Sasha memalingkan wajahnya memandangi Kerlap-kerlip lampu yang menghiasi indahnya Kota. Sementara Devano hanya terfokus menyetir. Kemudian Ratu membuka obrolan di tengah keheningan.
"Kok sepi Yah Mom." Celoteh Ratu Anak yang sangat menggemaskan.
"Apanya yang sepi Sayang...,Itu jalanan masih Ramai." Sahut Sasha.
"Maksud Ratu di dalam mobil ini kok sepi mom,"...Kalau di dalam Mobil temen Ratu Rame , Pappy sama mommy nya suka bercanda, Enggak kaya mommy Sama om baik, Terus diam-diam an. Padahal Saling lirik-lirik kan." Ucap Ratu Membuat Devano dan Sasha salah tingkah.
"Si...,Siapa yang saling melirik sayang. Enggak ada ! Mommy enggak ada saling lirik." Timpal Sasha gugup.
"Tadi aku lihat mommy melirik Om baik." Ucap Ratu, Sehingga membuat wajah Sasha merah merona menahan malu Karena ulah putrinya.
"Ratu Jangan panggil om baik dengan sebutan itu dong, Kan om baik ini Pappy nya kamu." Ucap Devano Yang akhirnya ikut berbicara.
"Yasudah kalau begitu..., Eummm Ratu panggil Nya Daddy Aja yah."Sahut Ratu.
"Iya Sayang mau panggil Apapun boleh terserah Ratu, Tapi jangan panggil Daddy dengan sebutan om lagi yah." Timpal Devano terhadap putrinya.
"Oke Daddy...,Muachhh. Ratu sayang Daddy." Ucap Ratu berdiri di Kursi belakang sambil mencium pipi tampan Daddy nya yang sedang menyetir.
"Kok Cuman Daddy saja yang di cium sayang..., Mommy Enggak.! " Timpal Sasha Terhadap Ratu.
__ADS_1
"Kalau mommy Nanti saja di cium nya oleh Daddy,." Ucap Ratu seketika Devano reflek menginjak Rem.
"Krikkkkkk." Bunyi Ban mobil.
"Hati-hati...,Dev." Ucap Sasha kaget.
"Iya Maaf." Timpal Devano.
"Ratu sudah jangan bercanda, Daddy kamu jadi Saltingkan." Ucap Sasha meledek Devano.
"Siapa Yang salting , Ge'er kamu sha ! " Ucap Devano sambil berkata dalam hati " Yes...,Yes."
Kemudian Ratu berbicara lagi dan memaksa kedua orangtuanya, Untuk berciuman.
"Cie...,Cie..., Mommy Tatap-tatapan Sama Daddy, Ayo cium...Cium...cium..." Ucap Ratu Si anak pintar itu.
"Ratu...," Ucap Sasha Menatap Ratu.
Kemudian Devano menarik Nafas dan mengabulkan permintaan Ratu putri nya, Devano Menangkup wajah Sasha dengan kedua tangannya. Sedetik,dua detik,Tiga detik. Hampir Devano mencium bibir Seksi Sasha calon istrinya.
"Aku malu Daad." Ucap Ratu sambil menutup Mata dengan kedua tangan.
Kemudian Devano Tersadar, Ia kembali ke posisi semula dan menarik Nafas.
"Huhhhh...," Suara Tarikan Nafas Devano.
"Syukurlah Tidak jadi, Dasar anak iseng." Gumam Sasha dalam hatinya.
"Ekhem...,"Berdehem.
Ratu Lain kali tidak boleh berbicara seperti itu ya Nak. Ratu masih kecil sayang...," Ucap Devano Terhadap putrinya.
"Maafkan Ratu dad, Maafkan Ratu mom." Ucap Ratu menunduk.
"Iya sayang Mommy, Sama Daddy sudah maafkan kamu, Lain kali bersikap lah layaknya Anak seumuran kamu yah. Meskipun kamu anak pintar." Ucap Sasha dan Devano, Mencium dan memeluk Ratu secara bersamaan.
Tiba-Tiba Saja Ponsel Sasha berdering, Sasha mengambil ponselnya dan melihat siapa Yang menelponnya Dan ternyata adalah preman Sewaannya, Yang dia tugaskan untuk menculik Riana.
"Sial kenapa Mereka menghubungi ku, Di saat seperti ini." Gumam Sasha dalam Hati.
"Siapa Sha,,? Kok enggak di angkat." Ucap Devano.
"Bukan Siapa-siapa...,Hanya orang yang tidak penting." Balas Sasha gugup.
Kemudian Sasha menonaktifkan ponselnya, Agar Devano tak mencurigainya.
"Owh, Aku kira dari pacar kamu." Sahut Devano Yang tiba-tiba saja cemberut.
"Ikhhh..., memangnya Aku wanita Apaan. Aku tidak pernah berpacaran kecuali sama kamu, Aku hanya mencintai kamu Dev. Kamu nya saja selalu mencampakkan aku." Ucap Sasha mencubit lengan Devano. Dan pada Akhirnya Devano mengetahui isi hatinya Sasha, Yang begitu mencintainya.
Kemudian Mereka melanjutkan perjalanan pulang, Sementara Ratu tertidur di kursi belakang, Dengan sangat pulas.
* * *
Malam semakin larut, Serta Hembusan Angin begitu dingin, menelusup terasa hingga ke tulang. Sementara Karina Sudah Terlelap dalam tidurnya bersama dengan Ibu mertuanya, Namun Adrian Tertidur di kamar Orang tuanya bersama dengan Papa nya Yaitu Syafiq.
__ADS_1
"Sayang...,Mas mau yah, Bolehkan." Ucap Adrian mengigau sambil memeluk Ayahnya Syafiq.
kemudian Syafiq tersadar karena ada sesuatu yang Aneh menumpang pada dirinya, Kemudian Ia membuka matanya dan Mengitarkan penglihatan nya. Betapa kagetnya dia saat Adrian putranya memeluk-meluk dirinya.
"Astaga Ya ampun Adrian," Syafiq Reflek menendang putranya hingga Terjatuh.
"Brughh" Awwww..." Pekik Adrian Terjatuh dari Ranjang.
"Papa Apa-apa an sih, Nendang-nendang Adrian." Sakit tahu pah." Protes Adrian Terhadap papahnya.
"Apa-apa an, Endas mu. Ngapain kamu meluk-meluk papah ! " Ucap Syafiq.
"Ihhh..., Enggak mungkin Adrian meluk papah, Emang Adrian Cowok apa-an." Sahut Adrian menampik semua itu.
"Pokoknya kamu tidur di lantai, Tidak boleh di ranjang bareng papah. Bahaya kamu ini." Ucap Syafiq
"Engga bisa dong papah, Yang tidur di lantai. pokoknya Adrian mau tidur di sini." Timpal Adrian Sambil merungkup dirinya dengan selimut.
"Astaga anak ini...,Dasar anak Durhaka..." Ucap Syafiq sambil berjalan keluar menuju kamar istrinya.
"Tok...Tok...Tok..." Syafiq mengetuk pintu.
"Ma...,Mama..." Panggil Syafiq Terhadap Istrinya.
Kemudian Karina Terbangun, Sementara ibu mertuanya Terlelap dalam tidurnya.
"Paa...,Ada apa,,?" Tanya karina.
"Mama mu kemana,,?" balas Syafiq.
"Mama sudah tidur pah." Balas Karina.
"Yasudah cepetan kamu kembali ke kamar kamu, Papah gak betah tidur sama suami kamu yang mesum nya tingkat dewa." Gerutu Syafiq Menyuruh karina agar kembali menemani Suaminya.
"Maksud papah Adrian mengigau, Dan meluk-meluk papah yah." Ucap Karina terkekeh.
"Itu kamu tahu, Sudah kamu kesana urus suamimu." Ucap Syafiq.
Kemudian Karina kembali ke Kamarnya dan tidur bersama suaminya.
Begitu juga dengan Syafiq, Yang kembali tidur dengan Icha istrinya.
"Hukhhh..., Kalau ini baru Enggak Apa-apa. Mau di gimanain juga kan Sepasang." Ucap Syafiq berbaring di ranjangnya, Sambil memeluk istrinya.
•
•
•
**Nextpart...
Ikuti terus kisahnya yah...
Bantu Vote, Like ,dan Komen...
__ADS_1
Dear pembaca yang baik tinggalkan jejak kalian.
Happy reading**.